
Lim yang pingsan dalam kasur Anna, tiba-tiba saja terbangun pada tengah malam.
Ia berjalan kesana-kemari, melihat Anna yang tertidur di sofa membuatnya langsung membopong Anna dan membawanya ke kasur Anna.
Lim memegang pipi Anna dengan lembut dan berbisik " An, aku rindu kamu. Seperti nya aku jadi gila di Jepang, apa lebih baik aku kembali ke Amerika saja? Biar kamu tenang. "
Dan Lim mencium dahi Anna dengan lembut. Ia sangat mencintai Anna, dan ia juga sangat berterimakasih karena sudah bertemu dengan sosok perempuan seperti Anna.
Lim tidak mungkin untuk pulang malam hari seperti ini, bis saja sudah tidak ada.
Lim mengambil sebuah gelas dan meminum air putih di dapur. Setelah meminum air, ia mencium bau badannya yang sangat bau alkohol dengan terpaksa Lim mandi di kamar mandi Anna.
Setelah selesai mandi, Lim keluar dari kamar mandi Anna dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Tapi ia lupa dengan baju yang akan dia pakai, jika ia memakai baju tadi itu akan tercium bau alkoholnya lagi.
Tiba-tiba saja Anna menghampiri Lim dengan tatapan tajam membuat Lim sedikit terkejut.
" Jadi kamu mandi di apato-ku? "
" Maaf aku tidak bilang, badanku bau alkohol. "
" Dan lagi pula, kamu menyebalkan tiba-tiba datang dengan keadaan mabuk. Terus pingsan di tubuhku. " jelas Anna.
" Kamu yang lebih menyebalkan, telah membuat jaket kesayanganku di buang karena ada noda darah. " Lim yang tidak sengaja berkata terus terang.
Membuat Anna mengerutkan dahinya tidak mengerti " Apa maksudmu? "
Lim menggelengkan kepalanya untuk mengganti topik pembicaraan " Jadi, kamu punya pakaian pria tidak? " tanya Lim.
" Tidak. Sudah jelas tidak punya kenapa bertanya. " Jawab Anna sinis.
" Bagaimana aku pulang? " keluh Lim.
" Telanjang seperti itu saja. " ledek Anna.
" Haaa?! "
Anna tertawa terbahak-bahak membayangkan Lim keluar dari apatonya dengan telanjang seperti sekarang ini.
Lim yang menatap Anna sedang tertawa, dan tersenyum kecil betapa rindunya ia dengan tawa Anna.
Tapi semakin lama tawa Anna semakin menjengkelkan, membuat Lim langsung mendekati Anna perlahan dengan tatapan seperti seorang penjahat.
Membuat Anna sedikit ketakutan dan memundurkan langkah kakinya, sampai di dinding ia tidak bisa apa-apa.
Lim mendekatkan wajahnya ke wajah Anna, Anna hanya memalingkan pandangannya itu. Tidak ingin bertatap wajah dengan Lim.
" Ambilkan baju, atau.. " katanya seraya menyentuh leher Anna perlahan.
" Aku akan ambilkan baju. " seru Anna seraya berlari kekamar untuk mengambilkan Lim pakaian.
Setelah mencari-cari pakaian, akhirnya pakaian lama Ayahnya di temukan. Anna memberikan baju ayahnya kepada Lim.
" Pakai yang punya Ayahku. "
Lim mengangkat satu alis melihat baju yang amat sangat besar di ukuran bajunya.
" Kalau tidak mau pakai aku ambil lagi! " serunya seraya ingin mengambil baju di tangan Lim tapi tertahan saat Lim berkata " Aku pakai ini. "
Lim langsung saja menuju kamar Anna untuk berganti pakaian. " Hei, kamu ngapain kekamarku? " Tanya Anna seperti orang bodoh.
" Aku ingin mengganti pakaian, atau kamu ingin aku berganti pakaian di depan kamu? " goda Lim membuat Anna geli.
Anna hanya melambaikan tangan mengusir Lim untuk cepat masuk ke kamarnya.
Lim berganti pakaian dengan sangat cepat, tapi sebelum ia keluar Lim melihat isi kamar Anna.
Melihat foto-foto masa kecilnya yang sudah pernah di lihat Lim, melihat foto saat kelulusan SMA, melihat foto saat kelulusan di University Tokyo.
" Kamu sangat pintar ya " Gumam Lim.
Ia juga tidak sengaja melihat foto Anna bersama dengan Gi yang terpampang di dinding.
Sampai ada sebuah foto yang tertutup yang membuat Lim langsung melihat foto tersebut, dan itu adalah foto dia bersama dengan Anna.
Foto ketika ada seseorang tidak sengaja memotret antara mereka, bahkan Lim saja tidak tahu ada foto seperti ini.
Lim melihat foto itu, dan tertulis di belakang foto. " Aku sangat mencintai kamu Lim sampai sekarang. "
Lim merintikan air mata, ia ingin sekali lagi saja Anna mengatakan itu kepadanya.
Karena sudah terlalu lama dalam kamar Anna dan pasti akan membuat Anna sedikit curiga.
Lim keluar dengan berpura-pura meregangkan tangannya. " Kenapa lama sekali? " sinis Anna.
" Pakaian Ayahmu terlalu besar, jadi aku harus merapihkan agar saat di badanku tidak terlalu besar. " jawab Lim berpura-pura.
Anna melihat dari atas sampai bawah, terlihat pakaian yang begitu longgar di baju Lim membuatnya tertawa kecil.
" Kalau begitu terimakasih, aku pulang ya " Ucap Lim seraya keluar tapi lengannya tertahan oleh Anna sehingga ia tidak keluar.
" Ini sudah sangat malam, jadi tidur disini saja. "
" Jadi kamu ingin bermalam denganku? " goda Lim lagi dan lagi.
" Tidak, hanya saja kamu akan kesusahan mencari bis atau taksi. "
Lim menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. " Benar juga, tapi aku tidur dimana bersamamu kah? "
" Kamu tidur di sofa! " seru Anna seraya mengambil sebuah bantal dan selimut dan memberikannya kepada Lim.
Anna hanya kembali ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras " Selamat malam! " teriak Anna.
" Selamat malam juga An. "
Pukul 10:00 a.m
Anna terbangun dari tidurnya dan keluar dari kamarnya melihat Lim yang sudah tidak ada di sofa.
Ia juga melihat secarik kertas bertulis dengan sebuah sarapan pagi. " Terimakasih sudah membiarkan aku bermalam disini. Ini sebagai tanda terimakasih-ku. Jangan lupa untuk di makan. "
Anna tersenyum kecil melihat isi surat dan sebuah sarapan untuk dirinya.