
3 jam kemudian.
Sampai selesai latihan, Anna sama sekali tidak kunjung balik. Sawamura yang melihat kegelisahan di mimik wajah Lim langsung menghampirinya. " Kenapa? "
" Anna, dia tidak balik lagi setelah pergi dengan Hinata. "
" Hinata?! "
Dengan kesal Sawamura langsung menarik kerah baju Lim dengan keras. " Hei,katakan dia dimana! Bukankah aku bilang kamu harus menjaganya!! " Bentak Sawamura membuat Okumura meleraikan mereka.
" Berhenti! Kita baru saja selesai latihan, mari selesaikan dengan kepala dingin! " ucap Okumura.
Sawamura melepaskan kerah baju dari Lim dengan tampang kesal, lalu Lim langsung berlari keluar untuk mencari Anna.
Sawamura ingin berlari mengikutinya tapi tertahan oleh Okumura " Percaya dengan kap! "
Lim berlari dengan gelisah mencari Anna tapi tidak ada dimana-mana, sampai akhirnya Lim menelepon Hinata dengan kesal.
Hinata menjawabnya dengan tenang, tapi Hinata berkata bahwa dia sudah lama berpamitan dengan Anna.
Hinata yang kasihan terhadap Anna langsung menceritakan kepada Lim bahwa Nana adalah adik dari Mari. Seseorang dari dalang pembullyan Anna saat masih SMP.
Nana juga yang mendorong Anna kedalam kolam renang. Hinata tidak tahu motifnya kenapa tapi sepertinya karena balas dendam.
Hinata tidak tahu dimana Anna saat ini, mungkin juga tidak jauh dari sana. Karena jika terlalu jauh itu akan membuatnya terlihat dalam cctv.
Lim mengetahui satu dalang dari balik ini, Lim berlari tergesa-gesa mencari Anna. Terus mencari kelorong, namun belum juga ketemu.
Sampai 1 jam kemudian, Lim menenangkan pikirannya. Suhu semakin dingin karena semakin malam, Lim memikirkan kembali tempat dimana ia belum mencari Anna.
Seluruh sekolah ini telah dilihat oleh Lim tapi tidak ada jejak satupun, Lim berjalan perlahan ke belakang Taman.
Dan melihat bahwa di belakang Taman sekolah, ada sebuah Hutan kecil yang selalu di pakai oleh sekolah untuk penelitian.
Lim berlari mencari kesana sambil berteriak " Anna, Anna ".
Ia melihat wanita itu dan ternyata dia adalah Anna, Anna pingsan dalam hutan kecil ini. Badannya sangat kotor. Lim memegang pipi Anna untuk membangunkannya.
" An. "
" Anna "
Kata Lim seraya menepuk-nepuk perlahan wajah Anna untuk membuatnya terbangun. Anna membuka matanya perlahan, tapi kepalanya sangat pusing sehingga ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang berada didepannya.
Anna ingin berdiri tapi sepertinya kakinya terkilir entah kenapa, Anna juga melupakan kejadian kenapa dia berada disini.
" An, kamu baik-baik saja? " tanya Lim khawatir.
Anna mengangguk-anggukan kepalanya, Anna ingin berjalan tapi tidak bisa kakinya terkilir, Anna hanya meringis kesakitan karena tidak bisa jalan.
Dengan mengetahui kondisi Anna, Lim menempatkan badan didepan Anna dengan melipat kedua lutut, bertumpu pada telapak kaki, dengan pantat tidak menjejak tanah bercangkung.
Lim menepuk punggungnya " naik ". Anna tidak bisa apapun selain menerimanya.
Dengan perasaan tidak nyaman, Anna melingkarkan kedua tangannya di leher Lim dan menaiki punggung Lim.
Lim menggendong Anna di belakang, membawanya keluar dari hutan kecil ini.
Lim menggendong Anna sampai kerumah, Anna hanya terdiam sepanjang jalan tidak berbicara sepatah atau dua patah sekali pun.
" Kamu tidak apa-apa? "
" Sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Lim tidak mengerti.
" Aku juga tidak tahu maaf, aku melupakan segalanya "
Sesampai di rumah Anna, Anna berjalan memasuki rumahnya dengan bersusah payah. " Terimakasih " ucapnya