Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 25



" Jangan menjauh " Kata Anna yang tidak terdengar oleh Lim.


Punggung Lim semakin menjauh, Anna ingin menggapai Lim.


Anna ingin menahan Lim untuk tetap disisinya. Tapi Anna tidak bisa, Lim sudah tidak bisa ia gapai lagi.


" Hah. " kesal Anna dengan menjatuhkan kakinya kelantai.


" Sial! ". Anna memeluk kedua lututnya dengan tangisan yang tidak dapat dihentikan oleh siapapun.


Guru penjaga Perpustakaan juga tidak bisa menghentikan tangisan Anna. Ia hanya terus menangis tanpa henti.


Sedangkan Lim, ia berjalan dengan rintikan air mata.


" Loh? " tanpa sadar Lim bahwa ia menangis untuk Anna.


Lim menghapus air matanya itu, tapi air matanya tidak kunjung henti.


Perasaannya sudah melebihi batas, Lim tidak tahu bahwa perasaannya sudah semakin membesar sampai ia bisa menangis untuk Anna.


Dan dari sudut sekolah, Hinata yang melihat antara Lim dan Anna hanya tersenyum licik.


Rencananya berhasil sesuai dengan yang ia buat.


••


Berhari-hari sudah dilewati Lim tanpa berbicara dengan Anna, dan tanpa menatap Anna sedikit pun.


Berita tentang dirinya dengan Anna pun sudah tidak menjadi perbincangan hangat lagi, seluruh siswa-siswi sudah mengetahui bahwa Anna dan Lim hanya sebatas teman.


Berita tentang Ryuzaki dan Anna juga sudah tidak kembali diperbincangkan, Nana memberitahu bahwa keluarga Anna belum mengesahkan tunangan antara Ryuzaki dan Anna.


Nana juga sudah meminta maaf bahwa selama ini ia sudah menguntit kehidupan Anna.


Nana berkata bahwa ia hanya iri dengan kecantikan Anna.


Lim bermain basket bersama Okumura di tengah lapangan agar menyegarkan kembali pikirannya tengang Anna.


Bagaimana pun Lim harus melupakan Anna.


Tapi, setiap menit Lim selalu menoleh kearah jendela kelas Anna.


Dan disana Anna selalu memperhatikan Lim.


" SIAL "


" SIAL "


" SIAL! " kesal Lim dengan tidak sengaja melempar bola tersebut ke tubuh Okumura.


Okumura meringis kesakitan " Heh kap, kamu bisa hati-hati tidak! "


" Sial!!! " teriak Lim.


Bel berbunyi masuk sekolah.


Seluruh siswa-siswi kembali ke kelasnya masing-masing begitu juga dengan Lim dan Okumura.


Wali kelas 1-2 yaitu Todoroki memberitahu bahwa 3 hari yang akan datang sekolah akan mengadakan camping untuk kelas 1.


Todoroki juga memberitahu barang-barang apa saja yang perlu dibawa, peraturan-peraturan apa yang perlu ditaati.


Semua murid kelas 1 sangat tidak menyukai camping karena itu akan melelahkan dan menakutkan.


Mereka yang tidak bisa hidup sendiri akan kesusahan karena disana adalah pengujian kedisiplinan para siswa-siswi.


" Sensei, boleh saya bertanya? " tanya Lim mengangkat salah satu tangannya.


" Silahkan. "


" Boleh berpacaran tidak? "


" Tidak! "


" Tapi Ketua Kelas berkata bahwa akan menjadikan camping ini untuk berpacaran. " Kata Lim membuat teman kelasnya tertawa.


Karena Ketua kelas pernah berkata kepada teman-teman kelasnya bahwa saat camping, ia tidak akan tertidur. Ketua kelas akan terus bermalaman dengan pacarnya tanpa ada orang yang tahu.


" Ketua kelas! " seru Todoroki.


" Tidak pak! " tolak Ketua Kelas.


" Benar pak! " ucap bersamaan siswa-siswi kelas 1-2.


" Sudah diam. Lebih baik kalian persiapkan dimulai dari sekarang dan jika tidak ada yang bisa ikut tolong beritahu saya. " ujar Todoroki seraya keluar dari kelas 1-2.


" Apa Anna akan ikut acara seperti ini? " bisik Okumura kepada Lim.


" Tidak mungkin. " jawab Lim.


" Kamu tidak ingin bertanya? "


" Tidak. "


" Kalau begitu biar aku bertanya. "


4:00 p.m


Siswa-siswi berjalan keluar gedung sekolah karena jam mereka sudah habis untuk belajar di sekolah.


Dan saat ini adalah waktunya untuk bermain atau beristirahat untuk siswa-siswi.


Berbeda dengan Anna, Anna harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Maya kepadanya.


Maya meminta Anna untuk melakukan beberapa pengambilan data di laptop Maya.


" Anna. " panggil Okumura dari luar kelas.


Anna menoleh kearah panggilan tersebut dan melihat Okumura bersama Lim yang sedang berada di luar kelasnya.


Lim sama sekali tidak menoleh kearah Anna, sedangkan Okumura menghampiri Anna dengan senyuman lebarnya itu.


" Sedang apa? Belum pulang? " tanya Okumura.


Anna menggelengkan kepalanya.


" Tugas dari Maya-sensei? "


Anna menganggukkan kepalanya.


" Anna, 3 hari lagi akan ada camping sekolah. Kamu ikut atau tidak? "


" Sepertinya aku ikut karena Maya-sensei berkata jika aku ikut, aku akan dipermudah untuk masuk undangan ke universitas. "


" Yeay! " sorak Okumura.


" Aku tunggu kamu disana. " Lanjut Okumura seraya keluar dari kelas Anna.


" Sudah selesai berbicara? Mari pergi " ajak Lim kepada Okumura yang berjalan keluar gedung sekolah.


" Dia berbicara apa? " tanya Lim di tengah perjalanan.


" Kamu penasaran kan, kamu penasaran! " tawa Okumura.


" Tidak. " jawab Lim cuek.


" Yakin? " goda Okumura.


" Tidak, sudahlah mari kita berlatih. "


" Dia bilang, dia akan ikut. " kata Okumura. " Berarti kamu akan ikut kan kap? "


Lim terdiam. " Tidak tahu. "


Mereka memasuki lapangan basket bersama dan banyak anggota lain yang sudah datang.


" 30 menit lagi akan dimulai ya. " teriak Lim dalam lapangan basket.


Setelah kekalahan kemarin di Inter-High, Lim berlatih sangat keras dan tidak sekalipun bercanda.


Lim juga selalu pulang telat saat berlatih, di U.S pun Lim meminta pelatih NBA untuk melatihnya.


Perkembangan Lim sudah sangat meningkat dibandingkan saat terakhir kali ia berada di Jepang.


Seluruh anggota juga merasa terpukau dengan perkembangan Lim.


" Lihat, dia sangat hebat bukan. " kata Hideyoshi kepada Sawamura.


Sawamura mengerutkan dahinya " Dia hanya memaksa untuk menjadi hebat. "


5 jam Lim berlatih sendirian.


Seluruh anggota sudah pulang sejak 3 jam yang lalu, dan karena Lim sudah tidak bisa berlatih lebih lama lagi.


Lim memberhentikan latihannya, dan mulai mengganti baju.


Ia keluar dari ruang club setelah berganti baju, namun matanya terhenti saat melihat lampu di kelas 1-1 masih menyala.


" Dia bodoh bukan? " gumam Lim karena merasa Anna masih bekerja sampai larut malam.


Lim berlari menuju kelas 1-1 dan benar masih ada Anna di dalam kelas itu. Namun Anna tertidur di mejanya dengan tangan menjadi tumpuan untuk kepalanya.



Lim mencoba untuk membangunkan Anna, tapi Anna tidak kunjung bangun. Lim tidak punya pilihan selain menggendong Anna di punggungnya.


Ia berjalan menuju rumahnya dengan membawa Anna di balik punggungnya.


Anna tidak kunjung bangun, ia masih terlelap dipunggung Lim.


" Jangan pergi. " Anna mengingau.


Lim memberhentikan langkah kakinya mendengar ucapan Anna. " Kamu berkata seperti itu, untuk aku atau untuk orang lain? " gumam Lim.


" Anna! " panggil Ryuzaki dari depan.


Anna membuka matanya perlahan dan terkejut bahwa ia berada dipunggung seseorang.


Lim menurunkan Anna. " Kamu tertidur dikelas. " kata Lim.


Mata Anna melebar melihat Lim berada di dekatnya setelah sekian lama dan Lim menggendong Anna sejauh ini.


" Terimakasih. " ucap Anna gugup.


" Anna, kamu kemana? " tanya Ryuzaki khawatir.


" Kamu sudah ada yang menemani, jadi aku pergi. " ujar Lim seraya melangkahkan kakinya menuju rumahnya.


Tapi kakinya terhenti saat Anna menahan lengan Lim agar tidak pergi.


" Kamu tidak lelah membawaku sejauh ini? Lebih baik aku belikan kamu beberapa minuman ya? " pinta Anna.


Lim melepaskan tangan Anna dari lengannya. " Tidak, aku hanya ingin pulang. Terimakasih. "


Anna ingin menahan Lim lebih lama, namun punggung Lim semakin lama semakin menjauh.


" Mari pergi, Ibumu sudah mencarimu. " ajak Ryuzaki.


Anna pergi bersama dengan Ryuzaki menuju rumahnya dengan hati yang tidak bisa Anna jelaskan.


Sakit? Mungkin.


Sedih? Mungkin.


Perasan Anna kini berada dalam abu-abu, tidak hitam dan tidak juga putih. Ia berada dalam tengah-tengah yaitu abu-abu. Tidak jelas dan tidak teratur.


3 hari kemudian..


13:00 p.m


Camping SMA dimulai.


Summer camp kali ini diselenggarakan oleh Komunitas Biwako 123, Biwako atau danau Biwa yang terletak di Prefektur Shiga.


Camp kali ini adalah pengujian kedisplinan pada anak SMA dan agar menambah nilai untuk masuknya ke dalam undangan universitas.


Hampir seluruh siswa-siswi mengikuti acara ini karena mereka ingin mendapatkan undangan dari universitas kecuali Ryuzaki dan Hinata.


Siswa-siswi sudah berbaris di depan asrama dekat tepi danau.


Dan perwakilan dari kelas 1 adalah Haruki Sato sebagai penanggung jawab kelas 1.


Murid SMA Seido diharuskan untuk membuat tenda terlebih dahulu, setelah itu mereka akan berganti baju dan mendengarkan pengumuman.


Setiap kelas sudah diberikan data tidur bersamanya, seperti Anna bersama dengan 4 perempuan lainnya yang Anna sama sekali tidak kenal.


Mereka akan tidur bersama dengan orang yang berbeda dari kelas masing-masing.


Setiap orang juga akan memiliki kelompok yang berbeda untuk game nanti.


Sialnya Lim, dia satu kelompok dengan Anna.


Kelompok 5 terdiri dari : Anna, Lim, Kuramochi, Honey, Hajime, Magne dan Aoyama.


Terdapat 3 perempuan dan 3 laki-laki dalam 1 kelompok.


" Kamu sekelompok dengan Anna hahaha " canda Okumura.


" Diam! " kesal Lim.


" Jadi, kalau kamu sekelompok dengannya apakah kamu bisa melupakan Anna? "


" Diamlah! "


" SILAHKAN SEMUA SISWA-SISWI BERKUMPUL DI DEPAN ASRAMA. " pengumuman dari Haruki Sato.


Seluruh siswa-siswi berkumpul di depan asrama dan berbaris sesuai kelompoknya masing-masing.


Kataoka memberikan pengumuman dan peraturan yang perlu ditaati tiap murid.


Ia juga memberitahu apa saja yang perlu dilakukan dalam hari pertama, kedua, dan ketiga.


Hari pertama :



Tes Lingkungan tiap anggota.


Penanaman bibit tumbuhan.


Istirahat makan malam.


Game mencari jalan keluar, yang datang terakhir harus mencuci piring.


Istirahat malam.



Hari kedua :



Senam pagi


Lari pagi dilumpur.


Petak umpat.


Istirahat makan siang.


Penjelasan tentang hutan dan camping.


Istirahat makan malam.


Api unggun


Istirahat.



Hari ketiga :



Senam pagi


Jogging keliling danau


Memancing ikan.


Istirahat makan siang.


Pulang kerumah.



Dalam 3 hari mereka akan melakukan kegiatan yang sangat melelahkan.


" Sekian pengumuman dari saya, silahkan mengambil kertas untuk tes lingkungan. " jelas Kataoka.


Setiap ketua dari tiap anggota mengambil kertas, dan ketua dari kelompok 5 adalah Lim.


Selesai mengambil, mereka harus menjawab semua soal yang belum dijelaskan oleh guru. Karena dengan soal ini adalah untuk menguji kemampuan siswa tentang alam.


" Hei, aku tidak tahu jawaban ini. " kata Kuramochi.


Anna yang meminjam kertas itu langsung menjawab seluruh jawaban dengan cepat dan kelompok 5 mengumpulkan kertas tersebut dinomer kedua, nomer pertamanya adalah kelompok 1 yang berisi Haruki Sato.


" Anna, apa kamu pintar? " tanya Honey.


Anna menggelengkan kepalanya. Ia hanya tahu jawaban tersebut karena sebelum kesini Anna membaca tentang buku summer camping di Perpustakaan SMA Seido.


Lim yang memperhatikan Anna tersenyum kecil. " Dia memang pintar. " gumam Lim.


Anna menoleh kearah Lim, tapi Lim hanya membuang mukanya tidak ingin melihat Anna sama sekali.


Setelah selesai Tes Lingkungan, selanjutnya adalah penamaan bibit tumbuhan.


Mereka tidak boleh takut terkena kotor atau takut apapun, setiap siswa harus berani untuk menanam bibit tumbuhan.


5:00 p.m


Pembelajaran pertama tentang lingkungan sudah selesai, mereka akan mandi dan melakukan makan malam yang sudah disiapkan oleh OSIS SMA Seido.


Selanjutnya adalah permainan yang sudah ditunggu-tunggu oleh para siswa-siswi yaitu Game mencari jalan keluar.


Setiap anggota akan diberikan jalan yang berbeda, ada yang ke kanan, ke kiri atau ke belakang, ke depan ataupun ke tengah.


Dan anggota harus melihat peta yang sudah diberikan oleh Kataoka-sensei.


Siapapun yang terlebih dahulu datang ke asrama kembali, ia akan dapat mandi ditoilet yang sangat nyaman.


Kelompok 1-5 lebih dahulu mengikuti game tersebut.


Kelompok 1 ke kanan, kelompok 2 ke kiri, kelompok 3 ke belakang, kelompok 4 ke depan dan kelompok 5 ke tengah.


Anna ingin menolak permainan ini, tapi Kataoka-sensei berkata bahwa jika ada salah satu kelompok yang tidak mengikuti game ini semua anggota kelompoknya akan didiskualifikasi.


Bagi Anna, game ini sangat menakutkan. Apalagi hanya diberikan satu senter setiap kelompok dan waktu hanya dalam 10 menit saja.


" Tch " desis Anna.


" Oke game start! " teriak Kataoka.


Seluruh anggota sudah memulai berjalan untuk mencari jalan keluar, kelompok 5 juga sudah mulai berlari kecuali Anna yang berjalan ketakutan.


Kelompok 5 memberhentikan langkah kakinya. " Hei Anna cepat kita bisa kalah! " seru Aoyama.


Kaki Anna bergetar ketakutan. " Maaf, kalian duluan saja. " ucap Anna.


Tanpa basa-basi, Magne langsung menarik lengan Anna untuk ikut berlari bersama.


Sampai ditengah jalan, Anna tersandung sebuah batu yang membuat kakinya terkilir dan kepalanya yang tergores oleh tanah.


" Bagaimana ini? " keluh Hajime.


" Kalian duluan saja. " ujar Anna dengan kaki yang tidak bisa jalan.


" Kalau begitu hati-hati An. " Ucap bersamaan anggota kelompok 5 begitu juga dengan Lim yang berlari tanpa memikirkan Anna.


Anna mencoba mencari sebuah kayu untuknya berjalan, tapi Anna tidak bisa berdiri. Kakinya terasa mati rasa dan saat Anna ingin mencoba berdiri, Anna hampir saja terjatuh lagi.


Namun, Lim menahan tubuh Anna agar tidak terjatuh.


" Seharusnya kamu meminta bantuan, kita ini kelompok! " tegas Lim.


Mata Anna berkaca-kaca, ia kira tidak ada siapapun yang menolongnya.


Lim menaruh lengan Anna dibahunya, dan memegang pinggang Anna untuk membantunya berjalan.


" Maaf. " ucap Anna dengan rintikan air mata.


" Kamu bisa jalan? " tanya Lim.


Anna menggelengkan kepalanya tidak. Lim melihat kaki Anna yang terlihat bengkak.


" Kamu sudah tidak bisa berjalan, apa aku boleh membawamu dipunggung ku? " Pinta Lim.


Anna tidak punya pilihan lain, ia tidak mungkin berdiam diri sendiri sampai sensei menyelamatkan.


Belum saja Anna menjawab, Lim langsung menggendong Anna ala briday style.


Anna terkejut, wajahnya menjadi kosong karena Lim.


" Menunggu jawaban kamu sangat lama. " kata Lim dengan berlari membawa Anna.


" Terimakasih. " ucap Anna dengan nada rendah dan membuat wajah Lim tersipu malu