Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Aku dan Kamu



Anna membuka pintu ruang UKS secara perlahan, melihat Lim yang sedang tertidur di ranjang UKS tersebut. Anna membawa sebuah bubur yang tadi Anna beli sebelum ia mendatangi Lim.



Anna menyimpan bubur tersebut dimeja dekat ranjang Lim, saat Anna ingin pergi keluar Lim memanggilnya " Anna! ". Anna terdiam sebentar di depan pintu. " Kamu harus tanggung jawab, aku lemas baru saja bangun. Dan kamu tiba-tiba bangunkan-ku dan membawa sebuah bubur. Kamu harus menyuapiku. Aku lapar. " katanya dengan berbelit-belit.



Anna membalikan badannya, dan mengambil bubur itu sambil ia duduk di sebuah kursi dekat ranjang Lim. Lim mengangkat tubuhnya menjadi setengah duduk, ia menatap Anna dengan bahagia. Karena untuk pertama kalinya, Anna nurut kepadanya.



" Bukannya aku sudah bilang untuk istirahat saat tadi siang? " tanya Anna sambil mengaduk bubur. " Iya maaf, karena sehabis ini aku mau pulang. Berarti kita pulang bareng ya, aku sedang sakit jadi kamu harus menjagaiku. " jawab Lim dengan sengaja mengandalkan situasi saat ini.



" Aku ada pekerjaan menjadi manajer club basket " . Anna menolak untuk pulang bersama. Ia menyuapi bubur itu ke mulut Lim, Lim mengunyah buburnya dengan semangat.



Setelah menelan bubur itu, Lim bertanya " Pekerjaan pertamamu apa? ".



Anna mengingat pekerjaan pertamanya lagi yang dikatakan oleh Kaori. " menja-gaai ka..ptenn? " katanya terbata-bata. Lim tersenyum licik. " Kalau begitu, jagaiku " godanya.



Anna merasa jengkel, kesal. " cih " ucapnya.



" Apaan cih kaya gitu, tidak sopan! " tegas Lim. " udah, udah makan saja " pinta Anna sambil menyuapi buburnya kembali dengan jengkel.



••



Setelah Lim beristirahat sebentar, Lim memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumahnya saja.



Lim memberitahu coach karena saat ini ia sedang sakit, ia bisa melakukan latihan kembali besok. Dan coach menerima alasan Lim.



Lim segera pulang bersama dengan Anna, ia begitu senang karena untuk pertama kalinya Anna menerima ajakannya. Ini pertanda kemajuan bagus baginya.



" Bukannya kamu harus istirahat dulu? Kenapa besok juga harus latihan? Besok bukannya libur? " tanya Anna terus menerus.



Lim melipat kedua tangannya didada. " Aku harus memaksakan diri. Karena sebentar lagi Inter-High " jawabnya.



" Inter-High? "



" Iya kejuaraan musim panas, kalau kali ini kita tidak juara sama saja mengecewakan para senpai ( senior ) dan itu akan membuatku sangat menderita. "



" Menderita? "



" Iya, lomba itu adalah terakhir bagi para senpai dan kami adik kelas untuk bermain bersama. Bukankah sebagai tanda akhir atau tanda terimakasih harus memberikan sebuah hadiah atas semua kerja kerasnya? "



" Ah jadi seperti itu ya hubungan antara senior dan junior. Sepertinya terlihat menyenangkan. "



Lim menoleh kearah Anna memperhatikan kearah matanya yang sedikit mengerut seperti ada sesuatu yang menyakitkan bagi Anna.



Lim mengusap kepala Anna secara lembut, wajah Anna memerah. " Apa maksudnya! " seru Anna terkejut.



Lim mengedipkan mata dengan cepat, ia juga tidak tahu kenapa ia bisa seperti itu. " Ah maaf, tadi refleks " kata Lim seraya melepaskan tangannya di kepala Anna.



Anna merasa canggung karena sikap Lim yang tiba-tiba, selama perjalanan mereka sama sekali tidak berbicara kembali sampai akhirnya didepan rumah Anna.



Anna menelan ludah melawan perasaan canggungnya " Kaaa..muu isti...rahat da..huu.luu besok jangan paksain diri " ucap Anna sambil memasuki rumahnya dengan keadaan jantungnya yang berdebar dengan sangat kencang.



" Kenapa sih laki-laki itu " gumam Anna.




" Aku pulang " kata Anna telat.



" Selamat datang " ucap Hanna. " Sepertinya kamu sedang merasa senang? " tanya Hanna.



" Tidak, aku tidak apa-apa. Aku ingin ke kamar terlebih dahulu " jawab Anna terburu-buru memasuki kamarnya.



Beberapa menit kemudian..



" An, tadi Ibu liat keluar sepertinya Lim tidak enak badan. Dia berjalan sempoyong seperti sedang sakit. " Teriak Hanna dari dapur.



Anna yang sedang mengganti baju mendengar ucapan Ibu langsung merasa khawatir, memang sepertinya Lim masih belum pulih dan harus banyak istirahat.



" Ini Ibu buatkan makanan untuknya sama obat, tolong antarkan kerumahnya. " Perintah Hanna sambil berteriak-teriak.



Anna mengerutkan dahinya dalam pikirannya saat ini untuk apa Ibu membuatkan makanan untuk orang lain.



Anna keluar dari kamarnya dengan pakaian dress putih polos selutut untuk tidur. " Ibu buat apa ibu membuatkannya makanan. " Keluh Anna.



" Karena dia temanmu " jawab Hanna dengan santai. " Lagian dia juga bisa kan dibelikan oleh keluarga obat tidak harus dengan kita. " tegas Anna.



" Dia tinggal sendiri! Kamu sebagai teman seharusnya lebih peduli! " Bentak Hanna.



Mata Anna melebar, ia merapatkan bibirnya tidak bisa berbicara apapun. Anna terkejut dengan ucapan Hanna.



" Keluarga-nya? " tanya serius Anna. " Ada di Amerika " jawab Hanna dengan santai.



Anna yang merasa seperti dikerjai oleh Ibunya sendiri langsung merasa kesal dan mengambil sebuah tempat makan yang berisi makanan dan obat untuk Lim.



Ia berjalan keluar tapi kakinya terhenti karena ia tidak tahu rumah Lim dimana. " HITUNG 5 RUMAH DARI RUMAH KITA DAN HITUNGAN KE 6 ITU ADALAH RUMAH LIM BERWARNA PUTIH " teriak Hanna yang mengetahui bahwa saat ini Anna sedang kebinggungan.



" Dasar ibu-ibu itu " kesalnya dengan nada rendah.



Anna berjalan keluar dengan pakaian tidurnya menuju rumah Lim. Sesampai dirumah Lim, ia menekan sebuah bel rumah Lim.



Tak lama Lim keluar dan terkejut melihat Anna yang memakai baju tidur. Lim memperhatikan dari bawah sampai atas merasa seperti ini bukan Anna.



" Kamu ingin menggoda-ku? Aku tidak punya uang sebanyak itu untuk membayarmu " Canda Lim.



Anna yang tadinya hanya ingin memberikan makanan ini merasa di permalukan. " Kalau begitu, aku pulang! "



Lim menahan lengan Anna seraya berkata " Maaf, ada apa? " . Anna tidak menjawab pertanyaan dari Lim karena masih merasa kesal dengannya.



" Denger nih ya, kamu memakai baju seperti ini keluar dan kerumah cowok apa tidak malu di lihat banyak orang? Denger lagi ya, jangan lagi keluar untuk memakai baju seperti ini kalau bukan di rumah! " Perintah Lim merasa emosi.



" Aku juga tidak akan buru-buru kalau tidak ingin memberikan ini " kata Anna seraya memberikan sebuah tempat makan berisi makanan serta obat yang sudah dibungkus.



Lim mengambil makanan itu, tiba-tiba saja ia terbatuk. Anna mendesah kesal. " Sudah makan itu dan minum obat lalu tidur besok pasti sudah mendingan. " Ucapnya seraya pulang dari rumah Lim menuju rumahnya.