Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 36



Tour sekolah dimulai.


Siswa-siswi sudah memasuki bis yang disiapkan, siswa atau siswi juga tidak dapat memasuki bis mana aja.


Nama-nama mereka sudah diatur dan setiap bis sudah digabung oleh berbagai kelas 1.


Sialnya, Lim satu bis dengan Anna.


Bahkan duduknya bersebrangan, Lim duduk bersama Yuna dan Anna duduk bersama Haruki salah satu siswa terbaik.


Setelah perkataan Anna yang menyakiti hati Lim, Lim sudah tidak memiliki harapan lagi kepada Anna.


Tapi perasaannya masih berada dihati Lim, sampai kapan pun ia tidak akan bisa melupakan perasaannya.


Butuh berbulan-bulan, tidak bertahun-tahun. Itu pun kalau Lim benar-benar ingin melupakan Anna.


" Sebentar lagi bus akan berangkat menuju Arashiyama, Kyoto. " ucap salah satu Guru dalam bis.


Tidak lama kemudian, supir bus mulai mengendarai busnya menuju Arashiyama.


Dalam perjalanan, mata Anna sangat berat karena sewaktu semalam ia tidak tidur melainkan membaca buku.


Anna lupa waktu dan tidak menyadari bahwa hari sudah mulai berganti.


Kepala Anna hampir saja ingin jatuh kearah bahu Haruki, tapi Anna terus menahan rasa kantuknya.


Lim yang melihat kearah Anna hanya tertawa kecil karena tingkah lucu Anna yang menahan rasa kantuk.


Mata Lim mengelilingi seisi bus, ia melihat apakah ada Guru yang sedang memperhatikan kearah belakang atau tidak.


" Hei gantian tempat duduk. " kata Lim kepada Haruki.


" Kenapa? " tanya Haruki kebinggungan.


" Dia ingin tertidur di bahumu, nanti kamu akan berat menahan kepalanya. " jawab Lim.


" Anna ingin tidur? "


Lim menganggukkan kepalanya. " Jadi tolong gantian. "


Haruki tidak punya pilihan lain, ia tidak ingin bahunya terasa sangat kaku dan berat karena Anna yang tertidur di bahunya.


Haruki juga memberi isyarat bahwa ia setuju, Lim tersenyum kecil merasa senang.


" Terimakasih. " ucap Lim seraya berpindah bangku dengan Haruki.


Kepala Anna terus saja hampir terjatuh, namun ia memiringkan kepalanya kearah jendela membiarkan tertidur dengan kepala yang disandarkan dijendela.


Namun, Lim merubah posisi kepala Anna menjadi kearah bahunya.


" Tidur yang nyenyak " Bisik Lim dengan merapihkan rambut Anna.


" Sepertinya mustahil bagiku untuk melupakan kamu An. " lanjut Lim.


Setelah 5 jam dalam perjalanan menuju Arashiyama dan akhirnya sampai di Arashiyama, Kyoto.


" Anna bangun. " Haruki membangunkan Anna yang masih tertidur.


Anna terbangun dan segera membuka matanya lebar kembali. " Maaf. " ujar Anna tidak nyaman.


" Lelahnya. " teriak Lim dalam bus sambil meregangkan badannya.


Selama 5 jam Anna tertidur di bahunya tanpa terbangun sama sekali.


Tubuh Lim benar-benar sangat pegal, dan bahunya hampir mati rasa karena kepala Anna yang berat.


Lim berjalan keluar dari bus, Okumura sudah berdiri di depan pintu bus. Ia sudah menunggu Lim untuk keluar bak seorang fans.


" Lain kali aku akan buat club fans. " Ledek Lim kepada Okumura.


" Kap, aku bisa membuat ledek yang membuatmu marah. " Okumura balik meledek kepada Lim.


" Diam kamu! " seru Lim.


" OKE ANAK-ANAK SILAHKAN BERBARIS TERLEBIH DAHULU. SEBELUM MEMULAI TOUR KITA KE TEMPAT PERTAMA YAITU JEMBATAN TOGETSU ATAU TOGETSU BRIDGE. MARI KITA MELAKUKAN PENGUMUMAN SEBENTAR DAN MAKAN SIANG BERSAMA. " teriak Kataoka melalui sebuah speaker.


Mendengar perkataan Kataoka, seluruh siswa-siswi mulai mendekatinya dan para guru memberikan sebuah makan siang untuk seluruh murid.


30 menit waktu beristirahat.


Akhirnya perjalanan menuju Jembatan Togestu, Togestu Bridge melintang di atas sungai Hozu-Gawa di kaki gunung Arashiyama. Panjang jembatan ini sekitar 250 meter dari satu sisi ke sisi lainnya.


Pada musim gugur, daun-daun pepohonan berubah warnanya menjadi kuning kemerah-merahan.


Setiap siswa-siswi disini adalah untuk bermain atau beristirahat selama lebih dari 1 jam.


Tapi dalam bermain, mereka harus mengumpulkan setiap wawancara yang mereka buat kepada para pengunjung.


Wawancara tentang bagaimana latar belakang dari Jembatan Togetsu dan perasaan mereka yang berkunjung ke Togetsu Bridge.


Lim bertanya kepada salah satu pengunjung wanita muda, dan wanita itu terus tertawa karena sifat Lim yang sangat lucu.


Dari jauh, Anna memperhatikan mereka dengan sebuah pulpen yang terkepal erat ditangannya.


Haruki mencolek bahu Anna untuk tidak melamun saat sedang mewawancarai seseorang, Anna hanya mengangguk kepalanya mengerti.


1 jam sudah terlewati.


Tempat kedua yaitu Kuil Tenryuuji, untuk siswa-siswi di Kuil ini adalah mendengarkan arahan dari seorang bapak yang sudah mengenal latar belakang dari Kuil Tenryuuji.


Para siswa-siswi juga harus menulis analisa tentang kuil tersebut, sehabis itu mereka akan memberikan kepada wali kelas masing-masing.


" Kap, Anna sendirian aja. Tidak ingin menemani? " bisik Okumura yang berjalan berdampingan bersama Lim mengelilingi Kuil.


" Kamu suka dengannya? Kamu terus memperhatikannya. " Kesal Lim.


" Kalau kamu tidak menyukainya, pasti aku sudah mendekati dia. " goda Okumura.


Lim menyeringai " Ah jadi gitu. "


" Tidak, tidak kap. " Kata Okumura yang sudah mendapatkan feeling bahwa Lim akan marah kepadanya.


" Tapi kap, kamu benar-benar lelaki tidak beruntung. Sudah berapa kali kamu ditolak Anna? "


" Okumura! "


" Serius loh, tapi kap juga hebat tetap bertahan sama Anna. "


Bukan Lim bertahan, tapi hatinya tidak mengizinkan Lim untuk pergi dari Anna.


" Anna. " panggil Haruki.


Mendengar Anna dipanggil oleh Haruki dengan cepat Lim menolehkan kepalanya melihat kearah mereka.


Haruki berbisik ditelinga Anna dan berjalan berdampingan.


Namun, tiba-tiba saja Anna mendapat sebuah panggilan telepon dan meminta izin kepada Haruki untuk pergi mengangkat telepon.


Lim yang penasaran mengikuti Anna dari belakang, Anna bertelepon tepat di dekat sebuah Toko penjual omamori ( semacam jimat ).


Ketika Anna sedang berbicara dengan seseorang, Lim hanya berpura-pura untuk membeli sebuah jimat jodoh sambil memperhatikan kearah Anna.


Dari jauh dengan suara yang lumayan sangat kencang, Anna berbicara tentang Gi.


" Gi, siapa? " Lim kebinggungan.


" Siswa, anda ingin membeli atau tidak? " tanya pedagang tersebut.


" Iya saya beli, omamori jodoh 2. " jawab Lim.


Lim mempunyai sebuah ide untuk berbicara dengan Anna kembali, ia berpura-pura berjalan mendekati Anna dan tidak sengaja menabrak bahu Anna yang membuat Anna terjatuh.


" Maaf, maaf. " Lim berpura-pura.


Anna mengangkat kepalanya keatas melihat seseorang yang telah menabraknya.


Dan dia tidak lain tidak bukan adalah Lim.


" Aku bantu kamu berdiri. " Lim memberi bantuan.


" Aku bisa sendiri. " jawab Anna cuek seraya berdiri dan merapihkan bajunya kembali.


Saat Anna ingin berjalan meninggalkan Lim, Lim menahan lengannya agar tidak pergi.


" Tunggu sebentar. " tahan Lim.


" Kenapa, apa yang ingin kamu bicarakan? "


" Tolong nanti biarkan aku berbicara sebentar dengan kamu, ada yang ingin aku bicarakan. "


" Sekarang? "


" Aku bilang nanti. "


" Kapan? "


" Saat menaiki kereta wisata Sagano-Arashiyama. "


" Kamu ingin aku menaiki kereta itu berdua? "


" Iya, apa tidak boleh? "


" Seseorang akan tahu. "


" Aku tidak perduli. "


" Tapi aku perduli! "


" Kalau begitu kita akan menaiki paling awal saat orang-orang belum menaikinya sama sekali. "


" Aku akan setuju apabila tidak akan ada seseorang yang akan melihat. "


" Apa aku seburuk itu dimata kamu sampai kamu tidak ingin seseorang melihat kita berdua? "


" Aku yang buruk, jadi aku mohon. "


Lim melepaskan tangannya dari lengan Anna " Kalau begitu aku tunggu setelah melihat Iluminasi Hanatouru. "


Tanpa sadar, setelah Lim berjalan meninggalkan Anna. Sebuah percikan air mata menjatuhi pipi Anna, ia tidak tega untuk melukai Lim.


Hanya saja luka masa lalu Anna terlalu dalam, sehingga Anna tidak dapat mempercayai siapapun.


Tempat ketiga adalah Ilumniasi Hanatouru, para siswa-siswi SMA Seido beruntung datang hari ini karena sedang mengadakan event Arashiyama Hanatouru.


Event Arashiyama Hanatouru adalah Kreasi seni Ikebana. Kreasi ini khusus dibuat oleh Asosiasi Ikebana Kyoto, dalam kreasi ini para siswa-siswi dapat melihat hiasan bunga khas Jepang yang tersebar diseluruh wilayah Arashiyama.


Siswa-siswi juga dapat menyusuri 5 kilometer jalan-jalan yang diterangi lampu Andon.


Lim ingin segera cepat memberikan omamori ini kepada Anna sebagai hadiah pertama dari Lim.


Ia juga sudah tidak memiliki keinginan untuk bermain lebih lama lagi, begitupun dengan Anna yang sama sekali tidak merasakan kebahagiaan dari Tour sekolah ini.


" Kap, tadi kamu kemana? " tanya Okumura penasaran karena Lim yang tiba-tiba pergi seenaknya.


" Ada urusan. " jawab Lim.


" Kap tidak ada urusan apa-apa disini, ini pasti Anna. Iya bukan? "


" Tidak. "


" Jangan berbohong kepadaku! "


" Tch " desis Lim tidak bisa berbohong kepada Okumura.


Semakin lama Lim menunggu untuk menuju kereta wisata Sagano-Arashiyama semakin ia tidak sabar.


Tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Sensei ( Guru ), Lim sudah berjalan dan langsung menggengam jemari Anna.


Ia meembawa Anna berjalan menuju kereta wisata Sagano-Arashiyama.


Mata Anna melebar terkejut karena Lim membawanya secara tiba-tiba.


" Hei, kita mau kemana? " tanya Anna kebinggungan.


" Tempat dimana kita bisa berbicara. " jawab Lim.


Setelah berjalan lumayan jauh akhirnya sampai di kereta wisata Sagano-Arashiyama.


Lim dan Anna segera menaiki kereta tersebut di malam hari yang sangat sejuk serta dingin.


Anna terpaku terhadap pemandangan alam pegunungan Arashiyama yang terlihat sangat dekat dengan kereta wisata Sagano-Arashiyama.


Akhirnya dalam berjam-jam Anna menemukan sebuah kebahagiaan dari Tour sekolah ini.


Meskipun hanya sekedar melihat pemandangan gunung dan angin yang bertiup dari jendela.


Tapi perasaan ini tidak akan pernah Anna lupakan.


Ketenangan, kesejukan dan keindahan. Anna menyukai itu semua.


" Aku ingin berbicara dengan kamu. " ucap Lim.


" Kamu ingin berbicara tentang apa? " tanya Anna penasaran.


" Aku tahu, aku menyukai kamu dan kamu tidak. Aku tahu bahwa kenyataan tidak akan pernah berbalik. Tapi sampai kapanpun aku akan terus menyukaimu, aku tidak perduli kamu menyukaiku atau tidak."


" Yang terpenting adalah aku menyukai kamu dan aku akan menjaga kamu. " lanjut Lim dengan tatapan serius.


" Ma..." belum saja Anna berkata bibirnya sudah dicium oleh Lim yang membuat Anna tidak bisa berbicara.



Setelah cukup lama Lim mencium bibir Anna, Lim melepaskan ciumannya dari bibir Anna.


" Jangan berkata sesuatu yang akan menyakitiku lagi, aku mohon. " pinta Lim. " Aku sudah sangat terluka. "


Lim mengeluarkan sebuah omamori jodohnya dan memberikan omamori tersebut kepada Anna.


" Aku berikan ini, semoga saja kita bisa bersatu. "


Anna masih terdiam tidak dapat berbicara karena ciuman Lim yang tiba-tiba.


Hatinya masih belum bisa dikendalikan, seluruh tubuhnya bergetar ketakutan karena sifat Lim yang tidak tahu malu.


" Anna? " ucap Lim membuat lamunan Anna buyar.


" Maaf, aku menolak. "


" Aku tidak menerima kata penolakan. " kata Lim seraya memalingkan wajahnya.


" Aku tidak ingin. " Anna mengembalikan omamori kepada Lim tapi Lim sama sekali tidak menerimanya.


" Kalau kamu menolak, aku akan mencium kamu lagi."


PS: di Jepang itu banyak yang menganut agama Hindu-Budha, jadi jimat bisa diartikan sebagai keberuntungan bagi mereka dan bagi orang Jepang jimat itu sangat penting.