Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 5.



Hokkaido.


Lim berjalan memasuki pemakaman umum, karena hari ini adalah hari ulang tahun dari Ibunya.


Lim mendekati makam Ibunya, menaruh bunga di atas makam ibunya.


" Selamat ulang tahun Bu. " ucap Lim di samping makam Ibundanya



" Hari ini aku datang lagi, apa kabar ibu? "


" Baik kan? Aku juga baik-baik saja Bu. "


" Kenapa aku datang? Karena aku merindukan Ibu. "


" Lagipula ulang tahun kita sama, Bu. "


Lim mengigit bawah bibirnya teringat saat ulang tahun semasa kecilnya.


Ibu Lim yang selalu memberikan sebuah kue kecil, dan merayakan ulang tahun bersama secara sederhana.


Meskipun sederhana dan tidak mewah tetap bagi Lim itu sangat berkesan.


" Selamat ulang tahun untuk kita berdua. " ucap bersamaan antara Lim dan Ibunya.


Setiap ulang tahun tanpa Ayah itu sudah biasa, Ayah selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Dan saat ini pun, ia tidak bisa datang ke pemakaman Ibu.


" Bu, aku memiliki banyak cerita. "


" Ibu dengarkan dan jangan tertawa ya.. "


".... "


30 menit Lim bercerita panjang, akhirnya cerita pun selesai. Lim berdiri dan membungkukkan badannya di depan makam Ibunya.


" Terimakasih karena sudah melahirkan-ku, selamat ulang tahun Bu. " kata Lim dengan senyuman kecil.


Setelah selesai mengunjungi makam Ibu, Lim kembali ke hotelnya. Tempat ia tidur kemarin malam saat baru datang ke Hokkaido.


Lim membaringkan tubuhnya diatas kasur, telepon yang terus masuk membuat Lim merasa kesal dan mematikan handphonenya tersebut.


Di Hokkaido, Lim tidak memiliki keluarga sama sekali.


Orang tua dari Ibu Lim atau Kakek dan Nenek Lim meninggal 3 tahun silam karena tergelincir salju di depan rumahnya.


Maka dari itu Lim sendirian berada di Hokkaido, hampir seluruh keluarganya tinggal di Amerika


Edward, Ayah Lim. Setelah kepergian Ibu, beberapa bulan kemudian Edward kembali menikah.


Lim tidak bisa menolak pernikahan Ayahnya, ia hanya bisa menerima dengan lapang dada.


Tapi karena pernikahan Ayahnya itulah yang menjadi salah satu alasan Lim tinggal di Jepang sendirian.


Tok-tok-tok.


" Tuan Lim? " Panggil Manajer Wong dari arah luar kamar hotel Lim. Manajer Wong adalah salah satu dari pegawai Edward.


" Anda mendapatkan panggilan dari Tuan Edward. Katanya jika anda tidak menjawab akan ada pegawai yang datang dan membawa Tuan kembali pulang ke Amerika. "


Mendengar perkataan Manajer Wong, Lim langsung beranjak dari kasurnya dan membuka pintu kamar hotelnya.


Dia tidak mempunyai pilihan selain menjawab panggilan dari *Ayahnya, jika tidak ia akan kembali ke Amerika. Dan Lim sama sekali tidak ingin.


" Berikan teleponnya! " seru Lim. Manajer Wong pun memberikan teleponnya tersebut kepada Lim.


" Halo? "


" Hey bastard, why don't you pick up my calls? "


" Battery Low. "


" Listen to me, sorry I can't go to Japan. I have a lot of work here. "


" It's okay. "


" Really? "


" Yeah. "


" Sorry, I broke my promise "


Lim terdiam sebentar menahan kesalnya kepada Ayahnya sendiri.


" Dad, I want to sleep. Good night and don't call me again. " kata Lim seraya menutup panggilan dan memberikannya kepada Manajer Wong kembali.


Lim memasuki kembali kamar hotelnya dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat.


Ia memukul dinding kamar hotel dengan sangat keras sambil berkata dengan kesal " Sial! Ayah bodoh! "


Keesokannya harinya.


Pukul 1:55 p.m


Saat Lim sedang membereskan barang-barang untuk pulang, Lim mendapat sebuah pesan dari Okumura.


Okumura memberikan sebuah foto antara Anna dengan seorang pria sedang memakan sebuah bekal bersamaan*.



*Dan tertulis disebuah pesan tersebut " Kemarin dia menanyakan kamu kepadaku, dan sekarang dia bersama cowok lain. "


Lim mengerutkan dahinya dan membalas pesan tersebut " Siapa cowok itu? "


" Dia Maki dari kelas 1-3. "


" Maki ya? " gumam Lim seraya mematikan handphonenya dan berjalan keluar hotel bersama dengan tas gendongnya.


Lim menghentikan taxi di depan hotel, lalu menaikinya dan berkata menuju stasiun kepada supir taksi tersebut.


••


10:00 p.m


Lim baru saja pulang dari Hokkaido seharusnya ia bisa pulang lebih awal tapi karena keterlambatan Lim memasuki kereta sehingga ia harus menaiki kembali kereta dengan jadwal baru.


Lim berjalan memasuki rumahnya itu. Badannya terasa sangat pegal, sehingga Lim langsung saja merebahkan tubuhnya dikasurnya tersebut.


Lim memejamkan matanya, belum saja hitungan menit ia langsung tertidur pulas.


Ding-Ding-Ding


Alarm berbunyi, Lim yang terbangun dari tidurnya langsung mematikan Alarm tersebut. Terlihat pukul 7:30 a.m, Lim pun segera membersihkan badannya dan mengganti bajunya menjadi pakaian sekolah.


Lalu setelah itu, ia memasak makanan kecil untuk dirinya sendiri.


Selesai sarapan Lim berjalan keluar menuju sekolahnya dengan perasaan bahagia karena akan kembali menemui Anna.


Ia melihat rumah Anna yang pintunya tertutup dan saat Lim ingin memperhatikannya lebih lama, pintu rumah Anna terbuka.


Seorang wanita keluar dari rumah Anna, wanita tersebut terlihat seperti Anna. Tapi bukan, wajah Anna masih sangat muda.


Tetapi wanita tersebut terlihat sedikit tua dengan kerutan diwajahnya.


" Maaf, ada apa ya berdiri di depan rumah saya? " tanya wanita itu.


" Ah maaf, aku hanya sedang melamun saja. " jawab Lim sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ia pun hanya berjalan kembali dengan perasaan kecewa, Lim kira Anna yang akan keluar ternyata bukan.


Ketika Lim sudah sampai di depan sekolah, seluruh siswi-siswi sudah beramai-ramai menunggu Lim di depan gerbang.


Lim mengerutkan dahinya tidak mengerti karena para siswi yang memperhatikannya terus-menerus.


" Selamat datang kembali Lim! " ucapnya bersamaan.


" Kamu baik-baik saja kan? "


" Kamu tidak sakit kan? "


" Aku rindu padamu. "


Wajah Lim membeku tidak bisa berkata. Ia hanya izin selama 2 hari tapi para siswi sudah beramai-ramai menunggunya.


" Wah sangat terkenal. " sindir satpam di depan gerbang.


Lim hanya menelan ludah merasa para siswi ini sudah sangat berlebihan.


" Maaf, aku ingin kekelas jadi bisakah kalian minggir? " tegas Lim.


" Wah suaranya aku rindu. "


" Ah keren. " ucap para siswi yang membuat Lim semakin menggila.


" Silahkan. " ucap bersamaan para siswi yang memberikan jalan kepada Lim.


Lim terlihat seperti raja pada jaman dahulu yang dikelilingi banyak selir.


Sesampai di depan kelasnya, Okumura dengan cepat langsung merangkul Lim " Ohayo, lama tidak berjumpa. "


" Ohayo. " jawab Lim dengan nada rendah. Okumura menolehkan kepalanya kebelakang dan terlihat para siswi yang berjejer di depan kelas 1-2.


" Kamu membeli banyak selir sehabis dari Hokkaido? " canda Okumura.


" Diam! Lebih baik kamu suruh mereka keluar " perintah Lim kepada Okumura.


" Oke. "


Okumura berjalan keluar kelasnya dan berteriak " SILAHKAN PERGI! KATAOKA SENSEI AKAN DATANG. "


" Semuanya sudah pergi. " ucap Okumura.


" Terimakasih " kata Lim seraya duduk dikursinya.


" Ngomong-ngomong, apa kamu menemukan perempuan cantik di Hokkaido? Atau ditempat hotel? " tanya Okumura penasaran.


" Aku ke Hokkaido tidak mencari seperti itu. " jawab Lim.


Lim berhenti berbicara sesaat memikirkan apa yang ingin ia tanyakan kepada Okumura, dan pertanyaan itu pun keluar. " jadi foto itu nyata? " tanya Lim.


Okumura hanya tertawa kecil, setelah 2 hari tidak bertemu. Pertanyaan yang Lim ajukan adalah tentang Anna.


" Kenapa tertawa? " tanya Lim tidak mengerti.


" Itu nyata kap! "


" Nyata? Tidak editan-mu? "


Okumura menggelengkan kepalanya tidak, Lim mendesah kesal karena ia merasa tidak nyaman dengan foto tersebut.


Lalu tak lama kemudian, Anna berjalan melewati kelas Lim.


Lim yang melihat Anna langsung berlari keluar, tapi ada seorang lelaki yang terlebih dahulu menghampiri Anna dengan senyuman kecil kepada Anna.


" Apa dia yang bernama Maki? " tanya Lim kepada Okumura yang berada di belakangnya.


" Iya kap. "


Bel berbunyi tanda masuk kelas.


Lim masih saja berdiri di depan pintu kelas melihat Anna yang masih berbincang dengan Maki.


" Good morning everyone. "


" Morning Miss. "


Pelajaran pertama dari kelas 1-2 adalah bahasa Inggris, guru bahasa Inggris sudah masuk lebih awal. Ia melihat Lim yang masih berdiri di depan pintu kelas.


" Hey Lim, what are you doing? " tanya guru Bahasa Inggris, Lim hanya terdiam tidak menjawab matanya memperhatikan Anna terus-menerus.


" Hey Lim!! " tegas guru bahasa Inggris.


" Kap, masuk! Guru sudah datang " Kata Okumura dengan bisik-bisik.


Lim membalikkan badannya berjalan menuju kursinya dengan pandangan kosong. Dan saat Lim ingin duduk, guru bahasa Inggris menahan bangku Lim agar Lim tidak duduk.


" You get a penalty, Lim! "


Lim menengok-kan kepalanya kearah kiri terkejut melihat guru bahasa Inggris berada di sampingnya.


" Why are you here Miss? " Pertanyaan bodoh Lim yang membuat guru bahasa Inggris semakin kesal.


" Say 100 vocabulary now! " Perintah guru bahasa Inggris.


" For what Miss? "


Okumura berbisik kecil " Sekarang pelajaran dia, dan daritadi kap berdiri di depan pintu tanpa menjawab pertanyaan dari dia. "


Mata Lim melebar, ia lupa akan pelajaran pertamanya dengan guru yang sangat menyebalkan.


" Say 100 vocabulary now, or you will be called by the principal "


Lim menelan ludah merasa takut dipanggil oleh Kepala Sekolah, dengan suara yang lantang Lim mengucapkan 100 vocabulary tanpa ada kesalahan dan hanya dalam waktu 10 menit.


Guru bahasa Inggris terdiam " Oke good, just sit down. "


Lim tersenyum, dan kembali duduk dikursinya.


Pelajaran pun dimulai.


1:30 p.m


Bel istirahat berbunyi, Lim berjalan keluar kelas bersama dengan Okumura menuju Kantin.


Ketika Lim ingin ke Kantin, tidak senggaja ia melihat Anna berjalan berdampingan bersama dengan Maki.


Lim mengikutinya dari belakang. " Kap! " panggil Okumura yang dihiraukan oleh Lim.


Lim mengikuti mereka sampai di perpustakaan. Di dalam perpustakaan, mereka belajar bersama seperti sepasang kekasih.


Lim mengepalkan tangannya merasa kesal. Setiap Anna di dekat Lim, ia selalu menundukkan pandangannya dengan perasaan bersalah.


Tapi, bersama dengan Maki yang disampingnya saat ini Anna merasa sangat nyaman.


30 menit berada di perpustakaan, akhirnya mereka selesai. Mereka kembali menuju kelasnya masing-masing.


Lim yang tertidur di dalam perpustakaan terbangun saat mendengar suara bel, ia melihat sekitar sudah tidak ada siapapun.


Anna dan Maki saja sudah tidak ada, Lim berlari mencari mereka. Dan tanpa senggaja menabrak seorang perempuan yang membuat perempuan tersebut terjatuh.


" Ah " keluh perempuan tersebut.


" Maaf. " kata Lim merasa bersalah. " Tidak apa-apa " jawab perempuan dengan menahan rasa sakitnya saat berdiri.


" Sepertinya kaki kamu terkilir. " duga Lim yang melihat perempuan tersebut tidak bisa berdiri kembali.


Lim segera membopong tubuh perempuan itu menuju UKS. " Aku tidak apa-apa " ucap perempuan itu merasa malu karena dilihat oleh para siswa-siswi disepanjang lobby menuju UKS.


Lim menaruh tubuh perempuan tersebut ke kasur UKS. " Nama kamu siapa? " tanya Lim.


" Hinata. "


" Kalau begitu Hinata tunggu sebentar. "


Lim mencari dokter UKS dan akhirnya bertemu saat dokter tersebut sedang ingin ke kamar mandi.


Tanpa meminta persetujuan kepada dokter, Lim langsung menarik lengan dokter tersebut menuju UKS.


" Dok, kakinya terkilir. Tolong lihat serius atau tidak " pinta Lim.


" Kamu tiba-tiba bawa saya kesini, saya kira ada apa. " kesal dokter tersebut.


Dokter pun langsung memeriksa kaki Hinata dan berkata " Dia tidak terkilir, uratnya hanya sedikit kejang saja. Beberapa menit lagi juga sudah sembuh. " ucap Dokter memberitahu.


Lim menghela nafas panjang. " Terimakasih dok. "


" Lain kali kalau ada apa-apa bilang terlebih dahulu! " seru Dokter kepada Lim. " Maaf dok. " kata Lim sopan.


" Kalau begitu saya pergi dulu. "


Lim membungkukkan badannya kepada Dokter saat Dokter tersebut pergi.


" Maaf sudah merepotkan mu " ujar Hinata.


" Tidak, aku yang seharusnya meminta maaf. "


" Tidak apa-apa, aku juga seharusnya saat itu menghindar. "


" Karena kamu sudah tidak apa-apa, aku harus kembali ke kelas. Kalau begitu, dah semoga cepat sembuh dan aku minta maaf. " kata Lim seraya keluar UKS dengan tergesa-gesa.


Namun, saat Lim ingin kembali ke kelas langkah kakinya terhenti saat melihat Anna berada di depannya yang juga sedang menatap Lim sesaat.


" Kamu sudah masuk ya? " tanya Anna.


" Iya. " jawab Lim gugup.


" Boleh aku bertanya sesuatu? "


" Silahkan. "


" Kamu ke Hokkaido bukan karena luka kepalamu itu kan? "


Lim tersenyum simpul. Berpikir bahwa Anna hanya mengkhawatirkan tentang kejadian yang sudah lama berlalu.


Lim sudah sembuh, tapi ia masih ingin menahan Anna lebih lama lagi.


" Tidak, tapi bolehkah aku mengajak kamu untuk pergi kerumah sakit bersamaku? Kembali mengecek kondisi kepalaku. " ajak Lim.


Anna terdiam, ia tidak bisa ketempat yang ramai apalagi rumah sakit. Tapi Anna masih mempunyai hutang kepada Lim yang harus ia bayar.


Tangan Anna terkepal ketakutan. " Anna " panggil Maki tiba-tiba saja datang.


Maki menarik lengan Anna membawa Anna pergi meninggalkan Lim. Tapi dengan cepat, Lim menahan lengan kanan Anna agar tidak pergi meninggalkannya.


Lim menatap sinis kearah Maki " Tunggu sebentar, aku masih harus berbicara kepadanya! "


Maki terus menarik lengan Anna, begitu juga dengan Lim yang terus menahan Anna.


Tatapan kedua mata Maki dan Lim seperti ingin saling membunuh satu sama lain.


" Lepaskan! " bentak Anna.


Maki dan Lim terkejut dengan bentak kan Anna. Tapi mereka tidak melepaskan sedikitpun, bahkan genggaman mereka lebih erat dari sebelumnya.


Anna menahan sakit karena kedua tangannya ditahan sangat kuat.


" Lepaskan! Kalian tidak bisa mendengar bukan?! " bentak Anna lagi yang membuat mereka langsung melepaskan tangan Anna.


Anna berjalan meninggalkan Maki dan Lim dengan pandangan tertunduk serta air mata yang berjatuhan di pipinya.


Anna terus menangis ketakutan di atap sekolah dengan memeluk kedua lututnya.


Lim membuka pintu atap secara perlahan, ia merasa sangat bersalah kepada Anna karena sudah membuat Anna kesakitan.


Lim berjalan mendekati Anna. " Menjauh dariku! " seru Anna yang membuat Lim memberhentikan langkah kakinya.


" An. Maafkan aku*. "