
" Kalau begitu aku belikan kamu pakaian terlebih dahulu " ucap Kazuya kepada Anna.
Anna hanya mengerutkan dahi, rasa takut terlukis di wajahnya. Kazuya mengambil sebuah jaket dan berjalan keluar membelikan pakaian untuk Anna.
Setelah membeli pakaian dan Anna memakai pakaian yang di belikan oleh Kazuya. Tanpa basa-basi Anna berlari tergesa-gesa keluar dari hotel tersebut dengan air mata yang membanjiri pipinya.
Tak lama kemudian saat Anna sampai rumah, Eiji Yuo ( Ayah Anna ) langsung menampar wajah Anna dengan keras membuat Anna meringis kesakitan.
" BAGAIMANA BISA KAMU MENJADI ANAK PEREMPUAN SEPERTI ITU! PULANG MALAM TIDUR BERSAMA DENGAN PRIA! KAMU ITU MASIH KECIL!! TIDAK BISA SEPERTI ITU!! " Bentak Eiji tanpa tahu kebenarannya.
Anna menangis mendengar bentakan Ayahnya yang tidak harusnya seperti ini saat anak-nya sedang merasa ketakutan.
Hanna yang pulang dari mini market melihat bahwa Eiji sedang memarahi Anna dan membuat Anna ketakutan langsung memeluknya dengan sangat erat serta menutup telinga Anna agar tidak mendengar ucapan dari Eiji yang menyakitkan.
" Eiji! Tidak harusnya kamu seperti itu, kamu harus mendengar penjelasan dari Anna! Kamu tidak bisa berbicara asal menuduh seperti itu! " Bela Hanna.
" Bagaimana tidak, Kepala Sekolah dari sekolahnya telah membagikan sebuah video dia bersama dengan kakak kelasnya di dalam sebuah hotel semalam! " Eiji membalas.
" Sudah biarkan aku yang menangani ini! " Ucap Hanna membawa Anna kedalam kamar.
Anna menjelaskan semuanya sambil menangis, ia menjelaskan bahwa 4 orang itu disuruh oleh Kazuya untuk membawa Anna kedalam sebuah acara makan-makan tapi saat Anna baru makan ia merasa pusing dan tidak tahu apa-apa yang terjadi setelah itu.
Hanna memeluk erat Anna mengusap lembut kepalanya dan berkata menanangkan " Tenang, ada Ibu. Ibu percaya kamu "
Perkataan Hanna membuat Anna membalas pelukan Hanna dengan erat, hanya satu orang di dunia ini yang ia percayai yaitu Ibu. Satu-satunya orang yang percaya dengan Anna. Dan Anna sangat berterimakasih atas itu semua.
••
Keesokan harinya.
Anna berjalan untuk memasuki sekolahnya, seisi sekolah memperhatikan nya dengan jijik. Ia tahu bahwa videonya telah tersebar luas seisi sekolah.
Anna merasa ketakutan, ia tidak bisa apa-apa selain pulang kembali dan tidak bersekolah.
1 Minggu telah berlalu, 4 orang yang membawa Anna telah masuk dalam tahanan di bawah umur.
Walaupun sudah masuk tetap saja Anna masih terluka, mentalnya tidak bisa di sembuhkan kembali. Ia terus membenci orang-orang dan tidak bisa mempercayai siapapun.
Seisi sekolah masih saja mengejek, menghinanya sampai akhir kelulusan. Karena Anna tidak bisa terus tinggal disana keluarga mereka berencana untuk pindah ke Jepang.
Jepang juga adalah kelahiran dari Ayahnya Anna sehingga Eiji dapat mencari pekerjaan yang lebih layak, lebih bagus agar ekonomi nya dapat terjaga. Terlebih agar Anna merasa tenang, tapi Eiji sebagai seorang Ayah yang tidak dapat mempercayai anak-nya sendiri menjaga jarak dengan Anna agar Anna tidak terluka kembali.
Eiji membiarkan Hanna tinggal bersama dengan Anna sedangkan Eiji tinggal sendirian di rumah lamanya. Sebenarnya Anna sudah memaafkan Eiji tapi ia terlalu takut untuk melihat Eiji, Anna juga benci kepada dirinya sendiri bagaimana bisa ia takut melihat Ayah-nya sendiri.
Saat mereka sudah pindah ke Jepang dan Anna mendapat sekolah barunya, tidak diduga semua orang sama sekali tidak ada yang mengenalinya sampai ia bertemu dengan Sawamura salah satu orang yang mengenalinya itu.
Karena Anna tidak ingin mendapat masalah seperti saat ia berada di Korea, ia menjauhkan diri dari hubungan sosial. Tidak pernah berbicara sedikitpun sama orang selain guru, ataupun berbicara kalau hanya hal-hal yang penting saja.
Ia hanya fokus dalam pelajaran tidak memikirkan hal-hal yang lain, sampai ketika ia melihat sosok lelaki yang selalu bermain basket dalam lapangan outdoor.
Lelaki itu selalu tertawa lepas merasa bahagia akan kehidupan yang dijalaninya. Tapi seiring waktu lelaki itu selalu mengerutkan wajahnya seperti ada hal yang menggangunya.
Namun dalam beberapa hari lelaki itu bisa kembali merasa bahagia dan tertawa lepas, Anna selalu berpikir bagaimana bisa ia selalu bisa tersenyum lepas meskipun ada masalah yang menganggu nya.
1 tahun kemudian.
Anna merasa bahagia dan cukup dalam kehidupannya lalu tiba-tiba lelaki yang selalu Anna perhatikan tiba-tiba melamarnya begitu saja tanpa terduga membuat Anna kembali ketakutan dan membenci lelaki tersebut karena hanya ingin mencari ketenaran saja.
Tapi seiring waktu demi waktu, Anna mengetahui bahwa laki-laki ini tidak seperti yang Anna bayangkan, dia sosok lelaki yang baik, kuat dan dapat di percaya.
Maka dari itu Anna percaya bahwa laki-laki ini dapat mengubah kehidupan Anna seperti semula saat semuanya tidak menyakitkan seperti dahulu.
Lelaki itu adalah Edward Lim.