Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Apa bisa?



Anna dan Lim berjalan memasuki stadion Ryogoku Kokugikan, Tim Seido yang lain akan datang saat pukul 10:00 a.m .


Lim datang terlebih dahulu karena ingin melihat pertandingan pagi antara Tim Okawa dan Tim Kuge.


Seluruh penonton memperhatikan kearah Anna dan Lim, siapa sih yang tidak mengetahui Lim.


Namanya selalu menjadi sorotan, maka dari itu penonton yang berada disana selalu memperhatikan kearah mereka.


Sampai akhirnya seorang perempuan bertiga menemui Lim, mereka berasal dari sekolah Kuge yang sedang mendukung Tim Kuge.


Mereka memberikan sebuah hadiah kepada Lim, Lim menoleh kearah Anna yang sedang menatap dengan sinis.


" Halo kap "


" Hai kap "


" Hai kap, tolong ambil ini yaa "


Anna dengan cepat langsung berdiri di hadapan mereka bertiga " Maaf, dia tidak bisa menerimanya. Bagaimana jika dalamnya ada sebuah racun? Dan kalian ingin membunuhnya dan membuat dia tidak bisa main dalam pertandingan ini? " sinis Anna.


Lim hanya tertawa kecil melihat kecemburuan Anna, " permisi! " ujar Anna seraya menarik Lim memasuki stadion.


" Apaan wanita itu, cantik tidak apa tidak hanya centil saja " kesal Anna.


Lim langsung saja mencubit pipi Anna merasa sangat lucu dengan sikap Anna. " Aw sakit " keluh Anna kesakitan.


Lim langsung melepaskan genggaman Anna dan merangkul Anna seraya memasuki stadion tersebut.


Pertandingan pertama di mulai.


Tim Okawa terlihat lebih baik daripada kejuaraan kemarin, permainan nya terlihat seimbang dan selaras dengan pemain lainnya. Sehingga Tim Okawa dapat menang dengan skor 99-78.


Lim mengepalkan tangannya merasa kesal karena permainan mereka jauh lebih bagus daripada kemarin.


Tim Seido datang, Okumura langsung menaruh tasnya di tribun dan bertanya kepada Lim " siapa yang menang? "


Lim tidak menjawab sama sekali dan hanya keluar, Anna yang melihat Lim seperti nya sedang gelisah langsung mengikuti dari belakang sambil menjawab pertanyaan Okumura " Tim Okawa 99-78 ".


Lim berjalan menuju belakang stadion dengan perasaan gelisah, kali ini mereka bermain tanpa para senpai. Apa dia bisa main dengan tenang tanpa para senpai.


" Ahhh, " keluh Lim sambil berteriak.


Lim membalikkan badannya " bagaimana bisa kamu berada disini? " tanya Lim.


" Kamu kira, aku tidak tahu kalau kamu pasti sedang gelisah ".



Anna berjalan perlahan mendekati Lim dan memegang pipi Lim dengan sangat lembut. " Semangat kap, tenang. Ada aku disini " ucap Anna menenangkan dengan senyuman lebar.


Pipi Lim memerah, Anna dengan gampang bisa membuat Lim kembali tenang.


" Wajahmu memerah " goda Anna lagi.


Lim hanya mendesah jengkel karena di keadaan seperti ini pun dia masih bisa saja menggodanya.


" Ayo masuk dulu " perintah Lim dengan kesal.


" Jangan marah dong kap! " ucap Anna sambil menyenggol sikut Lim.


Lim hanya acuh tak acuh kepadanya, merasa sangat kesal seperti di permainkan.


Anna tertawa melihat Lim yang wajahnya memerah karenanya, ia langsung mengambil tangan Lim dan berkata " Ada aku di pinggir lapangan, jadi jangan takut kap! "


" Kamu mau menggoda aku lagi? membuat aku nanti bermain jadi salah tingkah. "


" tidak, tidak tidak! "


" kalau begitu lebih baik kamu cium pipi aku biar aku kembali tenang "


Dengan cepat Anna langsung mencium pipi kanan Lim tanpa Lim kasih aba-aba.


" Hei, aku belum bilang "


Lalu dengan cepat Anna mencium pipi kiri Lim lagi.


Lim menjadi salah tingkah tidak jelas " Bibir " ucapnya.


Anna langsung menjulurkan lidah dan pergi tanpa memperdulikan Lim lagi.