Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 18



July, 1


Ujian akhir semester.


Seluruh kelas sunyi tidak ada suara karena pelajaran pertama untuk ulangan adalah Matematika.


Meskipun Lim sudah belajar, tapi otaknya tidak pernah sampai untuk pelajaran ini.


Lim terus berusaha mengisi, banyak hal yang keluar yang ia tahui dan banyak hal juga yang kelua yang tidak ia ketahui.


45 menit.


Ulangan telah berakhir.


Lim menyandarkan tubuhnya dikursi dengan kepala elevasi atau melihat kearah dinding langit.


" Akhirnya matematika selesai. "


Istirahat hanya diberikan waktu 20 menit saja.


Selanjutnya bahasa Inggris.


Lim dengan keterampilan berbicara, ia dapat menyelesaikan ulangan tersebut hanya dalam waktu 20 menit.


Lim merasa bangga kepada dirinya sendiri karena bisa menyelesaikan waktu dalam 20 menit.


1:00 p.m


Ulangan pertama berakhir.


Hari ini, Lim tidak bertemu dengan Anna sekalipun.


Anna seperti menjauh dari Lim, saat Lim memasuki kelas Anna pun Anna hanya memalingkan pandangannya.


Dret-dret-dret sebuah pesan masuk dari Hirahata.


" Bagaimana ulangamu? " tanya Hirahata dalam pesan.


" Baik, bagaimana latihanmu kap? " tanya balik Lim.


" Lancar, jangan lupa untuk berlatih dirumah atau meningkatkan fisikmu lagi. "


" Iya kap, kap juga harus semangat karena akan mengikuti pelajaran tambahan. "


" Saya pintar, jadi tenang saja. "


" HAHAHAHA. "


" Ngomong-ngomong, dalam seleksi saya ada yang menanyakan tentang Anna kepada saya. "


Lim mengerutkan dahinya. " Siapa? "


" Kazuya. "


" Sekolah? "


" SMA Okawa. "


" Lebih baik kita bertelepon kap. "


Lim menelepon Hirahata dan Hirahata menjawab.


" Jadi jelaskan kepadaku lebih detail kap. "


" Saat pagi tadi, dia baru datang untuk mengikuti seleksi dan semua sekolah ia tanyakan satu-satu apa mereka mengenal Anna Yuo atau tidak. Tidak ada satupun yang mengenal, lalu ia menanyakan kepada saya. Saya menjawab saya tahu tapi tidak terlalu dekat. Wajahnya menjadi bahagia karena mengetahui Anna ada. Apa kamu mengenalnya? "


" Wajahnya seperti apa kap? Apa waktu kita sparing dia ada kap? "


" Dia tinggi dan sepertinya waktu itu dia baru saja ke Tokyo untuk mencari Anna. "


Lim mengingat kembali wajah orang yang waktu itu bertemu dengan dia. Tapi ia lupa, ia lupa karena hari itu adalah hari yang membuat Lim sangat marah.


" Apa dia ikut sparing bersama kita waktu itu kap? "


" Tidak, saya menanyakan kepada Akira. Akira berkata bahwa dia sedang cedera. "


" Kap, bisakah kamu nanti selalu menghubungi saya setiap Kazuya bertanya tentang Anna kepada kap? "


" Iya, tapi Yuki juga ingin mengetahuinya. "


" Tidak pria itu tidak boleh. "


" Kenapa? "


" Tidak, saya tidak ingin bersaing dengan dia. Katakan saja bahwa dia harus mencari sendiri. "


" Kamu lucu Lim, kalau begitu saya tutup masih ada latihan." kata Hirahata dari sebrang seraya menutup telepon.


Lim menaruh kembali handphonenya dalam saku celana, ia memikirkan kembali wajah dari pria yang bertemu dengannya saat itu.


Dan mata Lim terhenti saat melihat Anna berjalan keluar dari gerbang Sekolah. Lim mengikuti Anna dari belakang.


Tanpa basa-basi Lim langsung bertanya " Apa kamu mengetahui Kazuya An? Dia mencarimu. "


Anna memberhentikan langkah kakinya, nama yang sama sekali tidak ingin ia dengar.


Anna merintikan air matanya kembali mengingat kejadian sewaktu ia masih SMP.


Hal yang benar membuat kepribadian Anna berubah.


" Tidak! " jawab Anna seraya berlari meninggalkan Lim.


" Anna! " panggil Lim tidak mengerti kenapa Anna tiba-tiba berlari.


••


July, 2


Ujian akhir semester hari kedua.


Pelajaran pertama adalah Sejarah.


Lim yang tidak belajar hanya mengisi menurut intuisi serta pemikirannya saja.


Dan 45 menit selesai.


Guru mengambil kembali hasil ulangan.


Istirahat selama 20 menit.


Tidak terasa 20 menit, istirahat telah selesai. Ulangan pelajaran kedua kembali dimulai yaitu Bahasa Jepang.


Lim tidak tahu, apalagi Bahasa Jepang adalah kelemahannya selain Matematika.


Ia menaruh kepalanya di atas kertas, merasa frustasi dan bodoh.


Lalu tiba-tiba suara handphone Lim bergetar disaku celana Lim.


Mata Lim memperhatikan sekitar. Ia mengangkat tangan kanannya sambil berkata " Saya izin ke kamar mandi Sensei. "


Guru yang mengawasi mengizinkan Lim untuk keluar, Lim berlari keluar menuju kamar mandi.


Menutup rapat-rapat pintu dan menjawab panggilan dari Hirahata.


" Kap, kamu bodoh ya? Saya sedang ulangan! " Tegas Lim.


" Kamu tidak ingin mengetahui tadi Kazuya bertanya apa kepadaku? "


" Cepat katakan. "


" Dia berkata bahwa dia adalah orang yang pernah dekat dengan Anna. Dan sampai saat ini dia masih menyukai Anna, terus dia menanyakan kepadaku apa Anna sudah memiliki pacar atau belum. Aku menjawab dia sudah, yaitu Lim. "


Lim tertawa kecil merasa bahagia karena Hirahata berbicara seperti itu.


" Tapi wajah Kazuya jadi berubah drastis. "


" Seperti apa? "


" Seperti orang yang sedang membunuh. "


Lim ingin bertanya lebih jelas lagi, tapi waktunya hanya 5 menit dalam kamar mandi.


" Kap, saya tidak punya waktu lagi. Saya harus mengisi ulangan. " ucap Lim terburu-buru dan mematikan panggilan.


Ia keluar dari Toilet dan kembali menuju kelasnya.


Pikirannya yang sudah segar kembali membuat Lim dapat mengisi soal bahasa Jepang tersebut.


••


July, 4


Ulangan akhir semester telah berakhir. Seluruh siswa-siswi merasa bahagia karena sebentar lagi ia akan melakukan liburan musim panas.


Tapi, hari ini adalah pembagian nilai ulangan. Siapapun yang gagal dalam mata pelajaran akan mengikuti pelajaran tambahan.


Dan kelas 1-1 hanya dua orang yang mengikuti pelajaran tambahan yaitu Ketua Kelas dan Sasaki.


Lim terkejut karena namanya tidak ada dalam panggilan Todoroki-sensei.


" Sensei, apa saya tidak mengikuti? "


" Kamu ingin mengikuti pelajaran tambahan? "


" Tidak, tidak! Tapi saya kira, saya juga dapat. "


" Tidak, semua nilai kamu pas. Dan hanya satu yang lebih yaitu bahasa Inggris kamu. "


Seluruh kelas heboh, karena Lim adalah seorang blasteran wajar saja bila bahasa Inggris nya sangat bagus.


" Tapi, ada seseorang yang mendapat nilai sempurna dalam pelajaran bahasa Inggris daripada kamu. Kamu dan dia hanya berbeda 2 point. " Lanjut Todoroki-sensei.


" Siapa itu? " kesal Lim.


" Anna Yuo, kelas 1-1. " jawab Todoroki-sensei.


" Sensei, dia memang pintar. "


" Sudahlah jangan bandingkan Lim dengan dia. Kasihan Lim. " Ledek seluruh siswa-siswi kelasnya.


Okumura tertawa dengan wajah menyebalkan.


" Lagi-lagi kamu dikalahkan oleh Anna. " bisik Okumura merasa bahagia karena Lim telah dikalahkan.


" Hei diam, sampah. " Geram Lim.


Bel berbunyi pulang sekolah.


Karena hari ini adalah hari terakhir mereka belajar, besok mereka akan Libur selama 1 bulan untuk liburan Musim Panas.


Lim keluar bersama dengan Okumura untuk memulai latihan.


Tapi yang dipikirkan Lim saat ini adalah, Hirahata yang sudah tidak menghubunginya lagi setelah itu.


Latihan kali ini dipimpin oleh Hideyoshi.


Meskipun buruk tapi mereka masih bisa berlatih karena Inter-High tinggal 1 Minggu lagi.


" Woi, apa kabar semuanya? " tanya Hirahata datang bersama Yuki.


Mata Lim melebar, Hirahata dan Yuki sudah pulang pelatihan.


" Kapten!! " teriak bersamaan para anggota club basket.


" Hei, saya tidak dipanggil? " kesal Yuki.


" YUKI-SENPAI. " ucap Hideyoshi dan Hadji mendekati Yuki.


" Lim, apa kabar? " tanya Hirahata mendekati Lim.


" Kamu penasaran ya? Akan aku ceritakan setelah kalian latihan " bisik Hirahata.


" Kalau begitu, mulai berlatih saya dan Yuki akan beristirahat. " lanjut Hirahata


" Siap kapten. "


Club basket kembali berlatih selama lebih dari 3 jam.


Setelah 3 jam selesai.


Akhirnya latihan selesai, seluruh anggota memulai pendinginan dan mengganti baju mereka.


Lim keluar dari ruang club basket dengan berkata " Saya duluan. " ucap Lim.


Hirahata yang sudah menunggu Lim hanya melambaikan tangannnya. " Yo! " katanya.


Lim menghampiri Hirahata dan berjalan berdampingan bersama Hirahata.


" Jadi, bagaimana? Kenapa kapten tiba-tiba tidak menghubungi saya lagi? "


Hirahata menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal " Haha, pelatihan itu benar-benar sulit. "


" Kap, saya serius. "


" Saya kalah dari Kazuya saat one on one, dan dia bilang saya harus berhenti menghubungi kamu. Dia mengetahuinya. "


Lim mengigit bawah bibirnya. " Jadi, dia ingin bagaimana? "


" Besok kamu harus mengikuti techmeet bersama dengan Hideyoshi. Pemain ketiga untuk Inter-High besok akan diumumkan. "


" Apa maksud dia melakukan hal seperti itu? "


" Dia ingin berbicara denganmu. "


" Kalau begitu, sudah. Sampai disini bye " lanjut Hirahata seraya berjalan menuju rumahnya.


" Apa maksud dia ingin bertemu denganku? " Gumam Lim tidak mengerti.


Lalu sebuah panggilan masuk kedalam handphone Lim.


Panggilan dari Ayahnya yaitu Edward.


" Lim. "


" What's wrong dad? "


" Remember what I said "


" About? "


" You go home or my em... "


" Okay okay, I'm understand. "


" So, good night. " kata Edward menutup panggilan.


Dari suara tersebut terdengar suara Edward yang seperti sedang marah.


" Ayah sedang marah ya? " tanya Lim kepada diri sendiri.


Lim berjalan kembali menuju rumahnya, dalam perjalan menuju pulang. Lim melihat seorang perempuan sedang duduk sendirian di Taman Bermain dekat rumahnya.


Lim menduga dia adalah Anna, tapi saat perempuan itu membalikkan badan. Ternyata dia bukanlah Anna.


Ia menyesal karena terlalu berharap bahwa itu Anna.


Selama lebih dari 4 hari, setelah Lim menanyakan tentang Kazuya kepadanya. Anna memalingkan pandangannya dari Lim.


Lim mengepalkan tangannya merasa kesal karena sifat Anna yang tidak berubah.


Seusaha apapun Lim mendekati Anna, Anna selalu menjauh. Seakan-akan bagi Anna Lim hanyalah orang yang berlalu-lalang di hadapannya.


Keesokan harinya.


Techmeet Inter-High.


Seluruh SMA dari Tokyo berdatangan untuk mengambil undian pembagian grup.


Lim masih belum mengetahui sekolah mana saja yang dianggap sebagai rival atau terkuat.


" LIM! " panggil Hideyoshi berlari kearah Lim yang berdiri di depan ruangan techmeet.


" Hideyoshi-senpai. "


" Maaf saya lama, lebih baik masuk terlebih dahulu untuk mencari tempat duduk. " kata Hideyoshi memasuki ruangan yang diikuti oleh Lim.


10 menit Techmeet dimulai.


Pembicaraan pertama ada pembukaan Inter-High, kedua adalah peraturan yang harus dilaksanakan, ketiga adalah saran kepada wasit serta panitia.


Dan terakhir adalah pengundian.


Hideyoshi mengambil undian dan membuka undian yang bernomor 23 grup A.


Lalu Akira dari SMA Okawa mengambil undian, mereka membuka bernomor 35 grup B.


Mata Hideyoshi melebar " Kita tidak segrup dengan raja. " bisik Lim.


" SMA Okawa raja? "


" Sudahlah, tanganku benar-benar beruntung "


Lim tertawa kecil melihat sikap percaya diri dari Hideyoshi.


2 jam techmeet selesai.


Seluruh peserta dari SMA sudah keluar dari ruangan kecuali Lim dan Kazuya.


Saat Lim hendak keluar, Kazuya menahan Lim agar tidak keluar terlebih dahulu.


Ia memperhatikan wajah Lim dengan seksama " Jadi kamu Lim ya? " tanya Kazuya.


" Kamu Kazuya? "


Kazuya tersenyum " Kamu sudah tahu."


" Apa yang ingin kamu bicarakan? " tanya Lim.


" Saya tidak ingin basa-basi, kamu pacaran dengan Anna? "


" Kalau iya? "


" Sepertinya Anna tidak menyukai orang yang sepertimu, saya tahu bagaimana Anna. Dia tidak akan menerima lelaki populer karena itu bisa membahayakan dia. "


Lim terdiam, ia tidak tahu akan itu.


" Apa maksud kamu? "


" Kamu bahkan tidak tahu tentang Anna! Hahahaha! Apa kamu benar pacarnya? " ragu Kazuya.


Lim mengerutkan dahinya " Saya benar pacarnya, dan apapun itu saya akan membahagiakan dia. "


" Kamu yakin bisa membahagiakan dia? "


" Saya yakin. "


" Kamu tahu masa lalu Anna? "


Lagi lagi Lim merapatkan bibirnya tidak bisa berbicara.


" Apa kamu tahu kenapa Anna bisa menjadi orang yang sangat cuek? " lanjut Kazuya.


" Hei, Kazuya jangan bermain-main cepat! " tegas Akira meminta Kazuya untuk tidak berbicara lebih lama lagi.


" Maaf. "


Kazuya mendekati Lim, ia menepuk bahu Lim. " Itu hanya kebohongan, Anna memang dari dulu tidak punya hati. " bisiknya seraya meninggalkan Lim.


Lim mengepalkan tangannya kesal, Kazuya lebih mengetahui Anna daripada dirinya.


" Sial. "


" Hei, Lim cepat! Atau kita tidak tahu siapa yang akan terpilih untuk Inter-High nanti! " seru Hideyoshi.


Lim berjalan keluar ruangan bersama Hideyoshi menuju Sekolah kembali untuk mengetahui siapa saja yang akan terpilih untuk Inter-High nanti.


Saat sampai di lapangan, seluruh anggota club sudah berkumpul di tengah lapangan bersama dengan Coach yang akan memberitahu siapa saja yang akan terpilih.


" Kita tepat waktu. " kata Hideyoshi.


" Permisi " ucap Lim memasuki lapangan.


" Oh itu mereka, bagaimana? " tanya Hirahata.


" Kap, lebih baik kita mendengar kata Coach terlebih dahulu. " ucap Hideyoshi.


" Iya maaf. "


Coach dengan tatapan tajam dan tanpa basa-basi.


" Hirahata, Yuki, Kazuma, Kuraha, Lim, Hideyoshi, Sawamura. Dan ketiga pemain lagi adalah..... "


" Okumura, Hadji dan Ken. "


Seluruh kelas 3 yang tersisa tidak ada yang terpilih, mereka menundukkan pandangannya.


Coach tidak menyukai suasana seperti ini, ia hanya keluar dengan berkata " Saya ingin pergi dulu. "


Hirahata tersenyum tahu apa yang harus ia lakukan.


" Untuk kelas 1 dan kelas 2 silahkan keluar dulu. " perintah Hirahata membuat para kelas 1 dan kelas 2 keluar.


Okumura berjalan keluar dengan wajah kebinggungan.


" Jangan banyak pikir, sudah bagus kamu terpilih! " kata Lim dengan merangkul Okumura.


" Tapi permainan...." Lim menahan omongan Okumura dengan berbicara lebih keras daripada Okumura sehingga Lim tidak dapat mendengar suaranya.


" RASANYA ENAK TERPILIH MENJADI TIM INTI. "


Hirahata yang berbicara panjang lebar dengan para kelas 3 lainnya dan mereka menangis karena selama 3 tahun ini mereka tidak bisa menjadi tim inti.


Hirahata menundukkan kepalanya merasa sangat kecewa kepada dirinya karena tidak bisa membawa seluruh kelas 3 bermain dalam Inter-High.


Selesai berbicara panjang lebar, Hirahata meminta para kelas 1 dan 2 untuk masuk kembali.


Mereka kembali berbaris rapih untuk mendengarkan pengumuman dari Hideyoshi dan Lim.


" Jadi dalam Inter-High ini kita berada dalam grup A dan kalau kita menang kita akan melawan SMA Okawa dalam final nanti. " jelas Lim


" Lalu pertandingan pertama kita akan melawan SMA Gaga, saya dengar tim ini masih sangat baru. " kata Hideyoshi.


" Tidak ada data sama sekali tentang mereka, tapi ada salah satu pemain hebat di dalam SMA tersebut yaitu Koko, dia adalah pemain pindahan dari Amerika. Tinggi dia sekitar 190 cm dan dialah yang membuat basket SMA Gaga kembali ada. " Manajer Kaori memberitahu.


Seluruh pemain mengerti. Yuki mengerutkan dahinya " 190 cm? Tinggal 10 cm dia sudah 200. "


" Kamu takut? " tantang Hirahata.


" Tidak, aku akan melawan mereka. "


" Kamu yakin? "


" Kamu menantangku? "


" Hei, hei kita sedang rapat " ucap Kazuma meleraikan antara Yuki dan Hirahata.


" Maaf sebelumnya, saya juga mempunyai informasi penting. "


" Itu adalah pemain yang harus kalian perlihatkan setiap pertandingan yaitu Akira dan Kazuya dalam Tim Okawa. " kata Hirahata dengan mata serius.


" Kazuya mengalahkan saya dalam one on one dan mereka sangat bahaya. Maka dari itu, untuk sampai difinal kita harus menang dan terus memperhatikan apa kelemahan dari mereka berdua. " Lanjut Hirahata.


" Tidak hanya mereka berdua, tapi Kagami benar-benar sangat hebat menjadi center. Seluruh Tim Okawa diundang untuk mengikuti seleksi Tim Japan. Jadi kalian harus berhati-hati " Ucap Yuki memberitahu pengalamannya saat seleksi.


" Ada yang ingin bertanya? " tanya Hirahata.


Okumura mengangkat tangan kananya " Kira-kira untuk jadwal akan keluar kapan? "


" Sekiranya besok. " jawab Hideyoshi.


" Ada yang ingin bertanya lagi? " tanya Hirahata kembali.


Tapi tidak ada satupun yang menjawab. " Kalau begitu saya tutup, dan selamat istirahat untuk besok pelatihan musim panas neraka kedua. " pungkas Hirahata membuat seluruh anggota berdiri dan berkata bersamaan " TERIMAKASIH UNTUK HARI INI. "