Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Situasi tak terkendali



1 jam sebelum Anna terbangun.


Sawamura membuka matanya perlahan melihat tangannya diikat oleh tali, tapi dengan gampang Sawamura melepaskan tali itu.


Ia meregangkan tangannya yang kaku, Sawamura bahkan tidak tahu dia sekarang ada dimana.


Disekitarnya hanyalah dinding-dinding putih seperti dalam gedung, tapi dia tidak tahu berada dalam gedung apa.


Ia berjalan melihat kesana kemari, bertanya-tanya kenapa dia ada disini..


Sawamura berjalan membuka pintu, terlihat lapangan besar. Dia mengenali lapangan ini, ini adalah lapangan sekolahnya.


Lalu sebuah ingatan menghampirinya, bahwa ada seorang wanita yang menyuruhnya untuk kesini.


Dan saat disini dia bertemu dengan seseorang yang tidak terduga membuatnya terkejut sehingga tak sadarkan diri


" Anna! " sadarnya mengetahui bahwa ini semua adalah jebakan.


Ia mencari-cari handphonenya di sakunya tapi tidak ketemu sama sekali, ia mencari telepon umum tapi tetap saja tidak ada.


Sawamura mengkhawatirkan Anna, ia berlari tergesa-gesa menuju kantor polisi memberitahu keadaannya saat ini. Namun Sawamura hanya di perintahkan untuk tenang, untuk menjelaskan semuanya.


Sawamura duduk berhadapan dengan seorang detektif, ia menceritakan kejadian-kejadian sehingga detektif itu mengerti.


" Maaf, kita harus menunggu 24 jam terlebih dahulu. Baru kita bisa memproses kalau dia dinyatakan hilang. "


" Ha! " seru Sawamura. " Bagaimana bisa, kalau dia mati dalam kurun waktu yang belum 24 jam bagaimana!! " bentak Sawamura dalam polisi tak kenal takut.


" Maaf itu sudah menjadi prosedur dalam kepolisian. "


" Sial! " keluh Sawamura dengan memegang rambutnya itu kesal dengan prosedur polisi.


Tanpa berpamit, ia berlari menuju rumah Anna. Terlihat Hanna yang sedang menangis di depan rumahnya, dan Eiji yang berjalan kesana-kemari menunggu kabar polisi yang memang sudah bekerja sama dengan Eiji.


" Bibi! " panggil Sawamura.


Keringatnya sudah bercucuran di wajahnya karena berlari kesana-kemari untuk mencari Anna.


Hanna menoleh kearah Sawamura, ia menghampiri Sawamura sambil menghapus air matanya.


" Kenapa keringat kamu banyak sekali? "


" Sekarang dimana Anna? "


" Tidak! Kalau kamu kelelahan Anna juga akan menyalahkan dirinya sendiri, karena dirinya kamu kelelahan dan sakit. Mari masuk rumah dulu, istirahat " ajak Hanna kepada Sawamura.


Sawamura hanya mengikuti Hanna dari belakang, ia melihat Eiji yang tengah khawatir. Ia menyadari keadaan ini, Hanna menghilang.


Hanna menyajikan air minum untuk Sawamura, Sawamura meminum air itu sambil menangis.


" Maaf, aku tidak bisa menjaganya " keluh Sawamura dengan nada rendah.


Hanna menahan tangisnya " Sekarang mari kita tunggu kabar saja ya ".


Sawamura mengingat-ingat kembali mungkin saja Lim sudah mengetahui keberadaan Anna saat ini.


" Lim bagaimana mungkin saja dia sudah tahu? "


" Sejak bibi menelepon nya, Lim sudah tidak mengabari sedikit pun. "


" Anak sialan itu! " keluh Sawamura.


" Mari kita tenang ya " ucap Hanna menenangkan dengan senyum palsu terpampang dalam wajahnya.


Sawamura memejamkan matanya mengingat-ingat sesuatu yang harus ia ingat. Tapi apa itu, apa yang di lupakan oleh Sawamura.


Lalu Sawamura mengingat ucapan seorang anak kecil dalam masa lalunya.


Seorang anak perempuan menghampirinya dengan senyum manisnya " Hei, aku suka hutan ini. Damai, tentram, tidak ada satupun yang akan mengetahuinya "


Dengan mengingat satu ucapan itu, Sawamura mengetahui Anna sekarang berada dimana.


Tapi yang membuatnya tidak percaya adalah teman masa kecilnya yang membawa Anna pergi.


Dan Sawamura tidak percaya bahwa dia melupakan wajah teman masa kecilnya itu.


" Aku tahu dimana Anna " ujar Sawamura.


Mata Hanna melebar, ia mendekati Sawamura dengan tatapan serius " Katakan! "