Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Kamu kenapa?



Ia terus membangunkan Lim, tapi Lim sama sekali tidak bangun membuat Anna semakin khawatir dan mendekatkan diri kepada Lim, mendengar detak jantung Lim.


Untuk mengetahui apa Lim masih hidup atau tidak, karena saat ini Anna sangat khawatir kepada Lim.


Deg-deg-deg


Terdengar suara detak jantung Lim yang bertanda Lim masih hidup, Anna mengigit bawah bibirnya semakin khawatir dan memegang dahi Lim yang terasa sangat panas.


Tapi tiba-tiba saja Lim terbangun dan melihat Anna yang berada di atasnya memegangi dahinya dengan sangat dekat.



Lim yag terkejut karena Anna berada jarak terlalu dekat dengannya lalu mendorong bahu Anna menjauh.


Anna melepaskan tangannya di dahi Lim dengan berkata " Ah, Lim kamu tidak apa-apa? ".


Lim mengganti posisi tubuhnya yang tadinya tertidur menjadi setengah duduk. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa sangat malu karena Anna tiba-tiba berada disini.


" Tidak apa-apa, lagipula kamu kenapa ada disini? " tanya Lim heran.


" Tidak, aku hanya menjengukmu saja. Maaf sudah menganggumu, kalau kamu sakit tolong ke dokter karena pelatih mengkhawatirkan mu. " Katanya seraya meninggalkan Lim.


Lim tidak bisa bergerak, ia tidak bisa menahan Anna untuk tetap disini. Ia merasa malu dengan dirinya sendiri, dan ia juga merasa bersalah karena adiknya begitu jahat kepadanya.


Lim mengepalkan tangannya menahan tangisnya, perasannya kini tidak bisa di ungkapkan lewat kata-kata lagi. Perasaannya telah menjulur ke seluruh tubuhnya.


Lim ingin memeluk Anna, ingin meminta maaf ingin segalanya tapi dengan melihat wajah Anna semua perasannya kembali tersimpan karena saat ini Lim sama sekali tidak punya hak untuk melakukan seperti itu.


••


Musim panas telah berlalu, liburan sekolah pun telah selesai.


Namun hal yang tidak terduga membuat Anna kembali binggung terhadap orang itu yaitu Lim.


Saat pertama sekolah Lim sama sekali tidak berbicara apapun atau menyapa, ketika bertemu di jalan pun Lim hanya berjalan di belakang tidak berjalan berdampingan bersama Anna.


Anna semakin kesal dengan sikap Lim yang membuat perasannya terombang-ambing seperti di mainkan di dalam arus ombak Lim.


Bel istirahat berbunyi, dengan berani saat Lim sedang berada di kantin. Anna dengan wajah datar serta kesal mendatangi Lim.


" Kita bicara empat mata saat pulang sekolah di Taman! " Perintah Anna seraya keluar dari Kantin saat berbicara seperti itu.


Seluruh siswa-siswi memperhatikan kearah mereka dengan penasaran, namun ada seseorang yang menatap kearah mereka dengan kebencian yaitu Hinata.


Nana teman Hinata menyenggol sikut Hinata " Lihat, dia sudah di depan kamu jauh " sindir Nana.


Hinata dengan kesal menjatuhkan makanan yang berada di tangannya, dia kira hubungan Lim dan Anna tidak akan jauh tapi tak di sangka mereka bisa seperti ini.


Ini masih saja awal masuk, bagaimana kedepannya?


••


" An " sapa Lim membuat Anna hanya menundukkan pandangannya. " Ayo jalan " ajak Anna.


Mereka pun berjalan menuju Taman, Anna berjalan berada di depan sedangkan Lim berjalan di belakang Anna.


Membuat Anna merasa risih dengan keadaan seperti ini, dengan kesal Anna berbalik badan dan menatap Lim dengan tajam.


" Kenapa berhenti? " tanya Lim.


" Aku tanya sesuatu sama kamu " ucap Anna kesal.


" Kenapa kamu seperti ini? " lanjutnya.


" Aku seperti apa? Aku seperti biasa kok hehe "


Anna mendengus kesal mendengar ucapan Lim. " Apa kamu memang mau seperti ini? Kalau begitu, mari kita seperti awal bertemu lagi. Aku tidak akan menyapamu, aku tidak akan berbicara kepadamu. Ya sudah anggap saja kita tidak kenal. Mau kamu begitu? "


Lim menatap Anna dengan perasan tidak ingin, matanya yang menjadi sayu mendengar ucapan Anna. Tapi ia tidak bisa berbicara apapun.


" Kalau begitu mari kita seperti itu " ucap Anna seraya berjalan meninggalkan Lim.


Lim ingin menahan Anna, Lim ingin berkata tidak ingin tapi ia tidak bisa. Bibir Lim terlalu kaku untuk berkata, tangan Lim terlalu berat untuk memegangnya kembali, jarak Anna sudah semakin jauh.


Namun dengan perasannya semuanya terkalahkan, " Bukan seperti itu " Teriaknya membuat langkah kaki Anna terhenti.


Lim berjalan menghampiri Anna mendekatkan diri ke Anna. " Lalu apa? " tanya Anna.


" Aku hanya merasa tidak pantas bersama denganmu, adikku telah melakukan kejahatan paling krusial dan aku sangat merasa bersalah kepada diri sendiri dan juga kepadamu. Lalu aku berpikir mungkin Kazuya lebih baik daripada aku, karena dia menyukaimu lebih dari apapun. " Jelas Lim.


Anna yang mendengar ucapan Lim langsung menampar pipi Lim dengan sangat kencang, matanya telah berkaca-kaca. Lim hanya mengerutkan dahinya tidak mengerti.


" Kan aku sudah bilang kepada kamu, aku sudah memaafkan adik kamu kalau dia menjelaskan segalanya. Dan aku sudah melupakan segala hal tentang adikmu yang jahat kepadaku! "


" Satu lagi, Kazuya lebih baik daripada kamu? Kamu hanya mendengar dari Kazuya saja tidak mendengar cerita dari aku bukan? Dia memang sangat menyukaiku, dan tiga orang itu menyukaiku yaitu Saburo dan Tora. Mereka berkompetisi siapa yang mendapatkan aku terlebih dahulu akan mendapatkan uang. Aku hanya di jadikan taruhan, dan Kazuya mendekatiku hanya karena itu. Itu yang membuatku takut dengannya. Karena dibalik mukanya yang baik sebenarnya, ia mempunyai rencana yang banyak. Mungkin benar dia juga korban dalam kasus itu, tapi kamu tahu hal paling menjijikan dari dia apa. Dia menyimpan video aku dengannya saat berada di hotel itu. " lanjut Anna yang membuat mata Lim melebar terkejut dengan ucapan Anna.


" Kamu hanya melihat dari satu sisi bukan? Bukankah aku pernah berkata kepadamu, kalau aku akan menceritakan segala hal. Tapi kamu malah percaya dengan ucapannya dia begitu saja. "


Lim ingin memegang lengan Anna tapi Anna menangkisnya dan berjalan meninggalkan Lim.


Anna tidak percaya bahwa Lim akan mempercayai orang itu begitu saja, bahkan Lim tidak bertanya apakah itu benar atau tidak kepada Anna.


Itu membuat Anna terluka karena sekali lagi, tidak ada yang akan mendengar penjelasan darinya.


PS : ( Sorry if anyone has seen this picture in a comic, this is just a picture. The storyline is different. )