
Hari kedua Inter-High.
Pertandingan kedua SMA Seido melawan SMA Kashiwagi.
Berbeda dalam pertandingan kemarin, SMA Kashiwagi sudah bermain dalam Inter-High sebanyak 3 kali.
Dan manajer Kaori sudah mendapatkan semua data-data lengkapnya.
Pemain yang pertama bermain adalah Tim kedua yaitu Okumura, Sawamura, Hadji, Ken dan Kurama.
Tidak perlu berbasa-basi, Tim Seido mendapatkan point unggul jauh dari Tim Kedua melawan SMA Kashiwagi.
Yaitu 80-22 dalam dua quarter. Dan quarter ketiga, Tim Seido menurunkan Tim pertama yaitu Hirahata, Yuki, Lim, Hideyoshi dan Kazuma.
Dalam 20 menit, dan dua quarter Tim Seido pertama dapat melakukan point sebanyak 150-44
Pertandingan yang sangat membuat Tim Kashiwagi menangis karena point yang sangat jauh.
Hari ketiga Inter-High.
Pertandingan ketiga kali ini adalah Tim Seido melawan Tim Shiraishi yang terbilang adalah raja dari empat raja Tokyo.
Dan tim pertama Seido yang akan melawan Tim Shiraishi terlebih dahulu.
Peluit berbunyi pertandingan dimulai.
Dalam quarter pertama, belum saja ada 1 menit. Para pemain Tim Seido harus berlari karena bermain cepat, jika tidak bermain cepat Tim Shiraishi yang akan mengatur temponya pertandingan ini.
Quarter pertama sangat sulit karena pemain Tim Seido kesulitan mengatasi kecepatan dari Tim Shiraishi.
Quarter pertama berakhir dengan skor 15-10, yang dimenangkan oleh SMA Shiraishi di quarter pertama.
Istirahat 10 menit, Coach memberitahu strategi apa yang SMA Shiraishi pakai.
Coach juga memberitahu cara mengatasinya yaitu box and one dimana seluruh pemain berdefense di bawah ring.
Peluit berbunyi kembali, quarter kedua dimulai.
Seperti kata Coach, mereka akan melakukan defense box and one.
Tim Shiraishi binggung bagaimana caranya mereka masuk kedalam inside, dan akhirnya karena terlalu lama berpikir dalam lapangan.
Lim mensteal bola tersebut dan mengumpan kearah Yuki yang sudah berlari sangat kencang.
Lalu, Yuki memasukan bola tersebut ke ring dengan gaya dunk.
" Wah lagi-lagi ada pemain Seido yang bisa melakukan dunk. " kagum salah satu penonton.
Selama 30 menit, sedikit demi sedikit Tim Seido membesarkan jarak point antara SMA Seido dengan SMA Shiraishi.
Peluit berbunyi pertandingan berakhir.
Skor akhir adalah 75-65, yang dimenangkan oleh Tim Seido.
Tim Seido lolos Final.
Anggota Tim Seido bersorak bahagia karena mereka masuk final, dan bertemu SMA Okawa.
Pemain berbaris dan saling berkata " TERIMAKASIH "
Tim Seido keluar dari lapangan, Lim juga keluar membawa tasnya dan handuk kecil yang dilingkarkan dilehernya.
" Kita akan bertemu di Final. " bisik Kazuya seraya berjalan melewati Lim dan ingin memasuki lapangan bersama SMA Okawa.
Lim menelan ludah, lawan terberatnya akan ia hadapkan besok saat Final nanti.
" Sudahlah yang terpenting semangat. " Gumam Lim seraya berjalan menuju bis.
" Selamat untuk hari ini. " kata Hadji senang.
" Selamat lolos ke final. " puji dari Kaori.
" Kaori, peluk aku. " goda Hideyoshi yang menghampiri Kaori dan ingin memeluk Kaori.
Kaori hanya mendorong wajah Hideyoshi agar menjauh darinya " Stop. "
" Hei Lim, pahlawan hari ini. " Teriak dari Kazuma.
" Dia benar-benar hebat. " Kata Yuki.
" Kamu sudah berkembang, terimakasih. Selanjutnya mohon bantuannya. " pinta Hirahata.
Lim mengedipkan mata secara cepat, pertama kalinya ia melihat para senpai begitu baik dengannya.
Okumura berbisik tepat ditelinga Lim " Nanti penggemarmu datang. "
" Kak Lim. "
" Kak Lim. "
" Kak Lim! " panggil ketiga perempuan menghampiri Lim.
" Hari ini main kamu sangat bagus sekali. " puji dari salah satu perempuan yang berambut pendek.
" Hari ini kamu tampan sekali. " puji lagi dari salah satu perempuan berambut panjang.
" Tidak,tidak. Hari ini kamu benar-benar sangat sempurna. " salah satu perempuan berambut sedang yang tidak ingin kalah.
" Kami membeli ini untuk Kakak, silahkan diambil. " ucap bersamaan para perempuan itu.
Lim menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan Okumura berbisik kembali " Ingat Anna. "
Hideyoshi yang tidak suka karena Lim terkenal, berteriak " WAH ADA PEMAIN YANG TERKENAL, MATI SAJA. "
" Maaf, saya sudah memiliki perempuan dan perempuan saya sangat posesif, jadi tolong tidak memberikan ini lagi kepada saya. " tolak Lim dengan lembut.
" Kita akan tetap seperti ini. " ucap mereka bersamaan lagi.
Lim menolehkan kepalanya kearah Yuki, memberi isyarat untuk menolongnya.
Yuki mendorong ketiga perempuan itu sambil berkata dengan sinis " Silahkan pergi dari sini! Kita lelah! "
Perkataan Yuki membuat ketiga perempuan itu kesal dan akhirnya pergi.
" Sudah puas? " tanya Yuki.
Lim mengacungkan jempol, ia puas.
" Lagipula, kenapa wajahmu sangat tampan. Itu membuat para perempuan mendekatimu. " sindir Hideyoshi.
" Yang terpenting wajahku lebih tampan darimu Hideyoshi-senpai. " ledek Lim seraya memasuki bis.
Hideyoshi ingin menghantam wajah Lim, tapi tertahan oleh Hadji.
" Sabar, marahnya tidak boleh disini. " nasihat Ken.
••
Hari keempat Inter-High.
Final antara SMA Seido vs SMA Okawa yang akan dilaksanakan pukul 5:00 p.m.
Dalam perjalanan menuju Gymnasium Metropolitan Tokyo, Tim Seido tidak mengeluarkan suara sedikitpun saat berada dalam bis.
Mata mereka lebih fokus dari sebelumnya, apalagi Hirahata, Yuki dan Kazuma. Karena ini adalah Inter-High terakhir mereka.
Lim mengepalkan tangannya, ia harus bisa menang.
Sampai di Gymnasium Metropolitan Tokyo, anggota Tim Seido keluar dari bis dan melihat para penonton yang sangat banyak ingin memasuki tribun Gymnasium.
" Wah, final memang hebat. " kagum Okumura karena penontonnya lebih banyak dibandingkan babak penyisihan kemarin.
" Mari ke kamar ganti, mengganti baju dan langsung melakukan pemanasan. " Perintah Hirahata seraya berjalan yang diikuti oleh para pemain lainnya.
Mereka mengganti baju dengan kaus tanding, Hirahata yang bernomer 10, Yuki yang bernomer 2, Kazuma bernomor 5, Hideyoshi bernomer 1 dan Lim bernomer 4.
Itu adalah nomer punggung dari kaus masing-masing.
30 menit mereka melakukan pemanasan, akhirnya pertandingan dimulai.
Suara tepukan penoton terdengar sangat kencang, dan para Mc dari Inter-High sudah meminta kedua SMA untuk memasuki lapangan.
" Ini dia SMA Seido " Ucap Mc membuat sorakan para penonton.
Tim Seido memasuki lapangan bersama dengan Coach, dan Manajer.
" Selanjutnya SMA Okawa " Ucap Mc lagi yang membuat sorakan para penonton lebih meriah.
Tim Okawa memasuki lapangan bersama dengan Coach, dan Manajer.
SMA Seido duduk dibench kanan, dan SMA Okawa duduk dibench kiri.
" Perkenalan masing-masing dari pemain. SMA Seido, Hirahata kapten bernomer 10. " lanjut Mc yang membuat Hirahata memasuki lapangan.
" Yuki, bernomer 2. "
Yuki memasuki lapangan dan berdiri di samping Hirahata.
" Kazuma, bernomer 5 "
" Hideyoshi, bernomer 1 "
" Dan terakhir Lim, bernomer 4 "
Seluruh pemain SMA Seido sudah memasuki lapangan, selanjutnya adalah line up pemain SMA Okawa.
" Selanjutnya SMA Okawa, Nori kapten bernomer 10 "
Nori memasuki lapangan dan dengan sorakan para penonton.
" Rai, nomer 6 "
" Kagami, nomer 1 "
" Kazuya, nomer 8 "
" Dan terakhir Akira, nomer 4 "
Pemain SMA Okawa sudah memasuki lapangan, kedua SMA berdiri saling berhadapan dan saling mengucapkan " MOHON SPORTIFITASNYA."
Peluit berbunyi pertanda pertandingan akan segera dimulai.
Kedua pemain tertinggi sudah siap di posisinya masing-masing.
Dan pemain lainnya bersiap untuk mengambil bola.
Peluit berbunyi, pertandingan dimulai.
Wasit melemparkan bola keatas dan Kazuma pemain yang berhasil menangkis bola lebih awal.
Lim mengambil bola tersebut dan Hirahata sudah berlari sangat jauh, Lim mengumpan bola tersebut kearah Hirahata.
Hirahata mengambil bola tersebut dan melakukan three-points tanpa ada orang yang menjaganya.
Skor pertama diraih oleh SMA Seido, yaitu 3-0
Selanjutnya SMA Seido melakukan defense, dan SMA Okawa melakukan offense.
Yang menjadi point guard adalah Akira, dan Lim harus menjaga Akira.
Hirahata menjaga Kazuya, Kazuma menjaga Kagami, Hideyoshi menjaga Nori dan Yuki menjaga Rai.
" Benar-benar defense gila. " gumam Akira.
" Lihat, sekarang kita bermain bersama lagi sebagai lawan. " ucap Lim.
Akira tersenyum. " Iya, dan sekarang kamu ada disini. "
Akira melakukan fake kepada Lim tapi Lim menahan Akira, ia tidak terkecoh oleh fake dari Akira.
" Akira pass. " ucap Kazuya.
Hirahata yang menjaga Kazuya tidak membiarkan Kazuya mendapatkan pass bola dari Akira.
Ia terus menekan Kazuya sampai Akira akhirnya mempassing kearah Kagami, dan saat Kagami ingin memasukkan bola ke dalam ring.
Kazuma dengan lompatan tinggi menangkis bola tersebut, ia membiarkan Yuki mengambil dan mendribble bola tersebut.
Sampai Yuki mengumpan kepada Lim, dan Lim melakukan dunk.
Skor menjadi 5-0, dalam waktu 3 menit.
Tim Okawa benar-benar terpojok karena point pertama yang didapatkan oleh SMA Seido.
" Ayo tetap semangat!!! " kata Nori mengubah suasana.
Akira tidak perduli lagi dengan skor, ia hanya mempass kearah yang menurutnya bisa mencetak gol yaitu Nori.
Nori memundurkan langkah dan melakukan shoot three-points.
Skor menjadi 5-3.
Dan dalam 10 menit di quartet pertama, mereka saling membalas satu sama lain.
Peluit akhir berbunyi, pertandingan berakhir.
Skor sementara dimenangkan oleh Tim Seido dengan skor 15-13.
Istirahat 5 menit untuk menuju quarter kedua.
Keringat para pemain lebih banyak dibandingkan sebelumnya, karena mereka harus bermain dengan cepat melawan Tim Okawa.
Kaori memberikan minuman kepada 5 pemain tadi, dan Coach memberikan arahan kembali.
5 menit telah berakhir.
Quarter kedua sudah dimulai.
Berbeda dengan sebelumnya, Tim Okawa terlihat sangat tenang dan tidak agresif.
Mereka melakukan offense terlebih dahulu, Akira yang memiliki mata elang bisa dengan mudah mempassing kearah yang menurutnya sangat baik.
Meskipun Akira tidak bisa melakukan shooting karena Lim menjaganya. Tapi Akira bisa memanfaatkan teman-temannya yang berada di lapangan.
Begitu juga dengan Lim, ia tidak perlu banyak berlari karena Yuki dan Hirahata bisa berlari sangat kencang lebih dahulu dibandingkan pemain lainnya.
Tapi di detik-detik terakhir quarter kedua, saat Yuki ingin mencetak skor dengan memasukkan bola kedalam ring.
Kagami tidak sengaja menyikut perut Yuki sehingga Yuki kesakitan dan terjatuh dengan kaki tergelincir.
Wasit membunyikan peluit bahwa Pelanggan Kagami.
Yuki akan melakukan shooting sebanyak 2 kali dengan masing-masing point 1.
Manajer berbisik kepada Coach bahwa Yuki sudah tidak bisa dimainkan.
Coach mengerti, ia tidak akan memainkan Yuki dalam quarter ketiga.
" Sawamura bersiap. " kata Coach.
Yuki melakukan shooting dan untuk shoot pertama masuk, shooting kedua tidak masuk.
Lim melakukan rebound dan masuk.
Skor akhir dari quarter ketiga adalah 33-30.
Istirahat 10 menit untuk pergantian quarter keempat.
Kaori membawa Yuki menuju ruang UKS, dan anggota tim lainnya berada dalam ruang ganti untuk beristirahat sebentar.
Ketika Lim ingin mengikuti anggotanya, Kazuya berbisik seraya melewati Lim " Kamu akan kalah. "
Lim mengepalkan tangannya tidak perduli dengan ucapannya.
Saat Lim sampai diruang ganti, Hirahata sedang menendang tong sampah dengan kesal.
" SIAL! "
" SIAL! "
" SIAL! " kesal Hirahata.
Seluruh anggota hanya terdiam, Yuki adalah pemain hebat dimana kecepatannya tidak ada yang menandingi dan 99% shootnya selalu masuk ke dalam ring.
" Lim, kamu berbicara apa dengan Kazuya? " tanya Hirahata.
" Saya tidak berbicara apapun. "
" Katakan! "
" Maaf kapten, saya tidak ingin! "
" Katakan!! "
" Kalau begitu, kata dia kita akan kalah. "
Hirahata mengigit bawah bibirnya merasa kesal dengan permainannya.
" Kita akan menang, apapun itu demi Yuki! " Tegas Hirahata.
10 menit kemudian.
Quarter ketiga dimulai dengan pergantian pemain yaitu Sawamura.
Offense dilakukan oleh Tim Seido.
Lim yang terbawa emosi melakukan fake kepada Akira dan shooting three-points dari jarak yang lumayan jauh.
Setelah itu, Tim Okawa melakukan offense kembali.
Kazuya berbeda dari pertandingan sebelumnya, ia lebih tenang dan lebih banyak melakukan shooting dari jarak jauh.
Selama 10 menit hanya ada Kazuya dan Lim yang saling menshooting.
Sampai akhirnya peluit berakhir quarter ketiga dengan skor 66-63.
" Hei, apa maksudmu bermain sendiri? " tanya Sawamura kepada Lim.
Lim merapatkan bibirnya tidak bisa berbicara.
" Disini ada temanmu! "
" Maaf. " kata Lim yang tidak sadar bahwa ia bermain sendiri.
1 menit istirahat.
Coach memberitahu Lim untuk tidak lagi bermain sendiri dan lebih mengandalkan teman-teman lainnya.
Tatapan Hirahata tidak seperti sebelumnya, ia lebih emosi daripada quarter awal.
Peluit berbunyi pertandingan dimulai.
Dan inilah quarter terakhir.
Akira yang mengetahui bahwa Tim Seido sudah tidak sebagus quarter awal, ia memanfaatkan kesempatan ini.
Saat Lim ingin melakukan fake kepada Akira, Akira mengantisipasi gerakannya dan menutup tujuan Lim.
Tapi, Lim memaksa menggunakan spin untuk melewati Akira.
Lim membagi kearah Kazuma dan Kazuma melakukan shooting.
Point sementara masih unggul Tim Seido.
Namun, saat Seido kembali melakukan offense.
Tim Okawa sudah melakukan pergantian penjaga.
Lim dijaga oleh Kazuya dan Hirahata dijaga oleh Akira.
" Akhirnya. " kata Kazuya merasa senang dapat menjaga Lim.
Lim yang terkecoh dan saat Kazuya ingin mensteal bola Lim.
Lim dengan cepat memutarkan bolanya untuk mengumpan kearah Sawamura.
Sawamura mengambil dan melakukan dunk.
3 menit berlalu, tapi permainan Tim Seido menurun karena kurangnya komunikasi dan Hirahata yang termakan emosi.
Skor sementara 68-67
Hanya tersisa satu point lagi untuk SMA Okawa melawan SMA Seido.
Dan saat 1 menit terakhir, skor SMA Okawa lebih unggul daripada SMA Seido.
Yaitu 78-75.
Detik-detik terakhir saat Lim ingin melakukan buzzer beater untuk menyamakan kedudukan.
( Buzzer beater : mencetak angka saat waktu 0 )
Lim melakukan three-points, tapi shootingan tersebut melesat dan peluit berakhir dengan kemenangan SMA Okawa.
Mata Lim melebar terkejut, ia ingin menangis. Tangisannya tidak bisa ia tahan.
Hirahata mengangkat tubuh Lim untuk berdiri dan berbaris.
" SMA Okawa 78 - SMA Seido 75, pertandingan dimenangkan oleh SMA Okawa. " jelas wasit.
Seluruh penonton bertepuk tangan meriah karena kemenangan SMA Okawa.
Pertandingan Inter-High berakhir dengan kemenangan SMA Okawa.