
" Lim, bukumu banyak yang tidak lengkap. Kenapa? " tanya Todoroki di dalam ruang guru selaku wali kelas 1-2.
" Sebentar lagi akan ada ujian mid semester, kalau banyak yang kosong seperti ini. Apa kamu tidak takut nilai kamu akan kecil dan tidak bisa belajar? " lanjut Todoroki.
Lim hanya menundukkan pandangannya, ia selalu tertidur di dalam kelas.
" Kamu pinjam saja dari murid kelas saya. " ujar Maya-sensei selaku wali kelas 1-1.
" Siapa muridnya? " tanya Todorki.
" Anna Yuo. Buku dia sangat lengkap, bahkan ucapan-ucapan dari guru sampai ia tulis agar dia selalu mengingat. " jawab Maya.
" Itu kamu dengar kan? Pinjam saja ke dia. " ucap Todoroki kepada Lim.
" Ke Anna, bagaimana bisa " pikir Lim.
" Tapi dia sedikit pendiam dan susah untuk diajak bicara. Jadi berbicara lah hati-hati. " kata Maya memberitahu.
" Saya juga sudah tahu bu. " Pikir Lim.
" Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu, terimakasih. " ucap Lim seraya keluar dari ruang guru.
Lim berjalan menuju kelas sambil terus berpikir.
" Kenapa harus Anna? "
" Kenapa harus Anna? "
" Kenapa "
" Apa teman kelas tidak ada yang mempunyai buku lengkap seperti Anna. "
Setelah memasuki kelas, Lim melihat teman kelasnya berada di dalam kelas.
Lim berdiri di depan kelas sambil menepuk papan tulis agar teman kelasnya memperhatikan kearahnya terlebih dahulu.
" Teman teman, apa kalian disini ada yang mempunyai tulisan lengkap? Jika ada tolong angkat tangan, saya minjam sebentar. Nanti saya akan kembalikan. " Teriak Lim.
Tapi tidak ada satupun yang mengangkat tangan.
" Okumura? " tanya Lim.
Okumura menggelengkan kepalanya.
" Naya? "
Naya juga menggelengkan kepalanya, padahal Naya adalah perempuan pintar di kelas 1-2.
" Ketua kelas? "
Ketua kelas menggelengkan kepalanya.
" Seharusnya kamu rajin ketua kelas! " protes Lim.
" Apa maksudnu, saya rajin dalam membuat kelas lebih baik tapi tidak dalam pelajaran! " kesal Ketua Kelas.
Lim mendesah kesal, ia tidak mungkin meminta kepada Anna.
Itu hanya semakin membuat kecanggungan.
" Kenapa kamu tidak meminta ke Anna Yuo saja dari kelas 1-1? " tanya Naya.
Okumura yang mendengar hanya menahan tawanya, dan Lim hanya melemparkan sebuah penghapus papan tulis ke wajah Okumura.
" Hei! Penghapus jangan asal dilempar, kalau rusak bagaimana! " Bentak Ketua Kelas.
" Naya, boleh aku minta kamu pinjamin ke dia? " pinta Lim kepada Naya.
" Tidak! " Tolak Naya.
" Kenapa? "
" Dia orang yang tidak pernah berbicara, bagaimana bisa aku memintanya. Aku tidak suka. "
Senyum Lim menurun, ia kira Naya bisa diajak untuk bekerja sama. Tapi nyatanya tidak.
" Okumura, kamu bisa? "
" Naya saja tidak bisa, apalagi aku. "
Lim memberikan isyarat kepada Okumura yang menyatakan dia akan mati ditangan Lim hari ini.
Lim tidak punya pilihan lain selain meminjamnya sendiri, ia berjalan menuju kelas 1-1.
" Permisi " ucap Lim.
" Hei itu Lim. "
" Iya dia Lim.
" Ganteng sekali. " bisik para siswi di kelas 1-1.
" Apa ada Anna? " tanya Lim.
Salah seorang perempuan menunjuk kearah Anna yang tengah duduk sendirian dikursinya sambil membaca buku dan headphone yang berada ditelinganya.
Lim mendekati meja Anna. " Anna. " sapa Lim.
Anna hanya terdiam. " Lim kamu tidak bisa berbicara kepadanya, dia sangat sulit diajak berbicara. " kata salah seorang siswi.
Lim melepaskan headphone yang berada ditelinga Anna. Anna menolehkan kepalanya kearah Lim dengan wajah kesal.
" Kata Maya-sensei aku harus meminjam buku bahasa jepangmu. Katanya punyamu sangat lengkap, jadi boleh kah aku meminjam bukumu sehari saja? "
Anna mengeluarkan bukunya dan memberikannya kepada Lim tanpa berbicara.
" Terimakasih " kata Lim. Anna memakai kembali headphone yang berada ditelinganya sedangkan Lim keluar dari kelas Anna.
" Bagaimana dapat? " tanya Okumura.
" Dapat. " jawab Lim.
" Lebih baik kamu saja kan yang memberikannya. "
" Berisik. Kamu akan mati ditanganku hari ini. "
" Silahkan saja. "
" Hei!! "
••
Setelah pulang sekolah, dan berlatih. Lim diwajibkan untuk menulis pelajaran bahasa Jepang dibukunya.
Lim membuka buku Anna, tulisan Anna yang sangat rapih dan beberapa tulisan kecil yang mungkin adalah perkataan dari para guru.
" Kamu benar-benar rajin. " kagum Lim.
Lim menyalin tulisan Anna dibukunya, ia sangat lelah tapi Lim harus menulis ulang. Jika tidak, ia akan terkena marah dari Todoroki-sensei.
Dan sebentar lagi dia akan melakukan pelatihan di Chiba, kalau ia terkena pelajaran tambahan itu akan sangat memalukan.
Pukul 1:00 a.m
Lim akhirnya selesai menyalin ulang, ia meregangkan tubuhnya merasa sangat pegal-pegal.
Lim tersenyum kecil menulis tulisan kecil di belakang buku Anna.
Ia menulis dengan tulisan bahasa spanyol " eres hermosa me gustas "
Yang artinya adalah " Kamu cantik, aku menyukaimu. "
Lim menutup buku Anna dan membaringkan tubuhnya di kasur merasa sangat ngantuk. Karena untuk pertama kalinya, ia menulis sebanyak ini.
--
Selama lebih dari 5 hari, Lim terus meminjam buku Anna dan terus mengembalikkannya saat sudah selesai.
Dan hari ini adalah buku terakhir yang Lim pinjam dari Anna.
Lim ingin mengembalikkannya kepada Anna, tapi ia juga merasa kesal karena Anna tidak menyadari buku yang ia coret di belakang buku Anna.
Lim berjalan memasuki kelas Anna yang sudah sangat sepi karena siswa-siswi sudah pulang.
Ketika Lim memberikan bukunya kepada Anna, dan saat Anna ingin mengambil. Lim mengangkat tangannya lebih atas agar Anna tidak gampang untuk mengambilnya.
" Kamu bercanda ya? " kesal Anna karena Lim menjahilinya.
" Berikan kepadaku cepat aku ingin pulang! " seru Anna.
Lim mendekatkan wajahnya kearah wajah Anna. " Apa kamu tidak pernah lihat buku belakang kamu? " tanya Lim.
" Kenapa? " tanya Anna seraya duduk dikursi.
" Kamu baca saja sendiri "
" Cepat berikan, bagaimana bisa aku membacanya. Jika kamu tidak memberikan. "
" Kan masih ada buku yang lainnya. "
" Sudah cepat berikan, aku ingin pulang! "
Lim sama sekali tidak memberikannya, Anna sudah sangat kesal dan tidak memperdulikannya lagi, Anna hanya berjalan pulang meninggalkan Lim.
Namun saat Anna berjalan melewati Lim, Lim dengan cepat menarik lengan Anna dan mendorong Anna menuju tubuh Lim. Ia memeluk Anna dengan pelukan satu tangan.
Dan berbisik tepat ditelinga Anna " eres hermosa me gustas "
Mendengar ucapan Lim, Anna langsung mendorong tubuh Lim menjauhi Anna dan hanya mengambil bukunya dari tangan Lim. Lalu pergi meninggalkan Lim.
Lim hanya terdiam, mungkin Anna tidak mengerti ucapannya. Tapi Lim ingin Anna mengetahuinya apa arti dari ucapannya.
" Jadi kamu benar menyukai dia ya? " tanya Hinata dari luar kelas.
Mata Lim melebar terkejut dengan Hinata yang berada di luar kelas dan mendengar pembicaraan antara Lim serta Anna.
" Tidak. " jawab Lim.
" Lalu kenapa kamu memeluknya? "
" Aku hanya menjahilinya saja, itu menyenangkan. " ujar Lim seraya keluar dari kelas 1-1.
" Maaf aku sudah mendengar pembicaraan kalian. "
" Tidak apa-apa, lagipula itu bukan pembicaraan rahasia. " ucap Lim dengan datar dan meninggalkan Hinata.
Lim kembali berlatih bersama dengan para anggota lainnya. Hirahata berjalan mendekati Lim sambil berbisik " Kamu jangan latihan berlebihan lagi, kalau kamu seperti itu lagi. Akan aku berikan fotomu dengan Hinata ke seleuruh sekolahan. " Ancam Hirahata tanpa hati.
Lim mengedipkan matanya secara cepat, ia takut bahwa Hirahata akan menyebarkan gosip ke sekolahan.
" Baik. " kaku Lim.
" Kalau begitu mari kita latihan. " ajak Hirahata.
3 jam selesai berlatih dan waktunya untuk berganti baju.
" Kap, tadi aku lihat Anna berjalan keluar sekolah dengan mata yang merah loh. " kata Okumura sambil membuka baju latihannya.
" Dia kenapa lagi? " Lanjut Okumura.
Lim hanya terdiam dan memakai baju sekolahnya kembali. Sawamura yang mendengar pembicaraan mereka berpura-pura mendekati Lim.
" Kamu dekat dengan Anna Yuo, Lim? " tanya Sawamura.
" Tidak. "
" Tapi dia cantik, kenapa kamu tidak menyukainya? "
" Dia hanya seorang perempuan penyendiri, bukan tipeku. "
Lim yang selesai berganti baju langsung keluar dari ruang club dan berjalan untuk pulang.
Tapi Anna, bahkan tidak mempunyai perasannya sedikit kepada Lim.
Bagaimana bisa Lim menerima itu?
Lim menendang sebongkah botol minuman dan kekesalan dalam hatinya. " Sial! "
Lalu Lim mendapatkan sebuah panggilan dari Ayahnya.
Lim menjawab telepon Ayahnya dengan nada tinggi. " Hallo. "
" speak politely! "
" I'm sorry, hallo. " ucap Lim kembali dengan nada rendah.
" Are you home? "
" No, I just came home. "
" Why so late? "
" Why are you curious? not as usual. "
" Because I'm your father. "
Lim tertawa kecil. " So, why call me? "
" I just miss you, when will you go home? "
" I don't know. "
" Hei! "
" Dad, I'm so tired. So, good night. " ucap Lim mematikan panggilan.
Ia tidak ingin berlama-lama bertelepon dengan Ayahnya, jika tidak ia akan dipaksa kembali untuk pulang ke U.S.
" Kenapa hari ini sangat menyebalkan! " keluh Lim dalam perjalanan pulang.
Lalu langkah kakinya terhenti saat melihat Anna berdiri tepat dihadapannya dengan mata yang menatap kearah Lim.
" Kamu belum pulang? " tanya Lim.
Anna tidak menjawab, ditangannya ada sebuah tas kecil yang sepertinya berisi buku-buku.
" Kalau begitu aku pergi dulu. " kata Lim karena Anna tidak menjawab pertanyaannya.
Anna mengeluarkan semua buku dari tas kecilnya yang membuat Lim mengurungkan niatnya untuk pergi.
" Bukumu bisa rusak. " nasihat Lim.
" Apa maksud semuanya ini? " kesal Anna.
" Kenapa? "
" Semua ada coretan kamu dibuku tulisku! Itu menyebalkan! Apalagi tulisannya berbahasa Spanyol, semakin menyebalkan! Kamu tahu tidak aku merapihkan tulisanku itu karena aku tidak ingin ada suatu yang tertinggal. Tapi kamu membuat tulisan tidak jelas, itu membuatku sangat kesal! " tegur Anna.
" Lalu, apa mau kamu. "
" Kamu tidak boleh meminjam bukuku lagi! " tegas Anna seraya memasukan bukunya kembali ke dalam tas kecil dan pergi meninggalkan Lim.
Lim kira Anna akan menanyakan tentang tulisan itu, nyatanya tidak.
Anna hanya marah-marah tentang tulisan yang dibuat oleh Lim. Lim memberantakkan rambutnya merasa frustasi karena sudah berhap.
••
Ujian mid semester sudah dimulai.
Ulangan pertama adalah Matematika dan pengawas pertama di kelas Lim adalah Kataoka-sensei.
Lim merasa frustasi, meskipun ia sudah belajar tapi tetap saja tidak ada yang memasuki otaknya.
Beberapa orang-orang sudah mengerjakan beberapa soal, sedangkan Lim satu soal saja belum.
Lim menolehkan kepalanya kearah Okumura bertanya kepadanya, tapi Kataoka-sensei langsung berkata " Lim, kamu ingin menyontek ya. "
Lim sama sekali tidak bisa menyontek, untuk menolehkan kepala saja tidak bisa.
Apalagi saat Lim ingin ke kamar mandi, Kataoka-sensei selalu menolak Lim dan berkata untuk menahannya saja.
Waktu tinggal 10 menit lagi. Dan Lim baru menyelesaikan 5 soal.
Tapi bagaimana pun juga ia harus menyelesaikan, jika tidak ia bisa pergi ke Chiba.
10 menit telah selesai, Lim juga sudah menyelesaikan meskipun tidak tahu bahwa itu benar atau tidak.
Kataoka-sensei sudah mengambil kertas hasil ulangan dari meja masing-masing murid.
" Kamu tidak menyontek kan? " Curiga Kataoka-sensei.
Lim menggeleng-gelengkan kepalanya, kenapa para guru selalu mencurigainya.
Bel istirahat berbunyi.
Lim menghela nafas panjang lega, ujian pertama matematika telah selesai.
Lim mengajak Okumura untuk bermain di lapangan tapi Okumura menolak, mengajak Ketua Kelas utnuk bermain di lapangan juga. Tapi ketua kelas juga menolak.
Lim keluar kelas, ia tidak ingin belajar. Perasaan malasnya sudah menjalar keseluruh tubuhnya.
Lim keluar menundukkan pandangannya, dan tidak sengaja melihat Anna yang berjalan membawa sebuah buku ditangannya.
" Hei Anna! " panggil Lim dengan tegas membuat Anna terkejut.
" Tulisan kamu susah dimengerti, bagaimana bisa aku mengerti. Karena kamu aku MTK tidak bisa! " Ucap Lim membuat seluruh siswa-siswi memperhatikan kearahnya.
Anna tidak memperdulikannya, ia hanya berjalan menuju perpustakaan.
Lim mengikutinya dari belakang sambil terus mengeluh dan mengoceh.
Sesampainya di perpustakaan, Anna mengambil kursi dan Lim tetap mengoceh.
" Sttt!! " kata seluruh penghuni perpustakaan karena merasa Lim sangat berisik dan menganggu.
" Jadi apa mau kamu terus mengikutiku sampai sini " tanya Anna
" Ajarkan aku MTK dan bahasa Jepang. "
" MTK sudah selesai. "
" Kalau begitu bahasa Jepang. "
" Belajar saja sendiri. "
" Hei, itu salahmu karena tulisanmu susah dimengerti. "
" Kamu yang menulis kan bukan aku. "
" Tapi aku menyalin dari tulisan kamu. "
" Buka buku bahasa Jepangmu " perintah Anna.
Lim tidak membawa buku, ia tidak berniat untuk belajar tapi karena Anna. Lim tidak mempunyai pilihan lain. " Aku tidak bawa. " ucap Lim.
" Tch. " Desis Anna.
Anna membagi bukunya dan memberitahu Lim apa saja yang harus dipelajarinya dibagian-bagian ini.
Lim mengerti dan sangat mengerti karena Anna mengajari Lim dengan perlahan.
" Sudah, selanjutnya belajar sendiri. Aku ingin belajar. " kata Anna seraya membaca bukunya kembali.
" Tapi.. " keluh Lim.
Lim mengerutkan dagunya merasa sangat kecewa, ia pun keluar dari perpustakaan dan kembali belajar di kelasnya.
3 hari kemudian.
Ujian mid semester pun selesai. Lim merasa sangat lega karena akhirnya penderitaannya telah selesai.
Sekolah pun juga memberikan libur selama 2 hari karena para guru akan melakukan tes untuk para kelas 3.
Lim berjalan keluar sekolah sambil bersiul-siul bahagia, tapi kerahnya tertahan oleh Hirahata yang membuat Lim tidak bisa berjalan kembali.
" Mau kemana kamu? " tanya Hirahata.
" Pulang " jawab Lim.
" Kita harus menonton pertandingan SMA Sense "
" Tapi.. " Keluh Lim. " Tidak ada tapi-tapi! " tolak Hirahata menarik kerah baju Lim menuju ruang club.
Seluruh anggota telah berkumpul hanya tinggal Lim saja, maka dari itu Hirahata menarik kerah Lim agar pergi menuju ruang club.
2 jam menonton pertandingan SMA sense, dimulai dari pertandingan Musim Semi, Inter-High sampai pertandingan Musim Dingin.
Lim tidak bisa fokus, matanya terlalu lelah karena dari kemarin ia terus belajar.
" Lim jangan tertidur! " seru Hirahata.
" Kap, lagipula Lim tidak akan bisa melakukan pertandingan antar Chiba. Ia akan melakukan pelajaran tambahan. " sindir Okumura yang membuat mata Lim kembali terbuka lebar dan mengambil kerah Okumura dengan tatapan kesal.
" Apa maksudmu? "
" Apa benar itu? " tanya Yuki.
" Tidak tidak senpai. "
" Saat ulangan, Lim hanya tertidur. Tapi pelajaran Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris dia sama sekali tidak tertidur. Jadi dipastikan ia akan mengikuti pelajaran tambahan. " Kata Okumura menjengkelkan.
Lim menggeleng-gelengkan kepalanya. " Kalau begitu, sehabis latihan kamu harus terus belajar! " perintah Hirahata dengan tatapan mematikan.
Bibir Lim bergetar ketakutan, ia tidak ingin lagi belajar. Lim berteriak di dalam ruang club " AHHH TIDAAAKKK!!! "
8:00 p.m
Lim berjalan pulang, lagi dan lagi langkah kakinya terhenti saat melihat Anna berada di hadapannya.
Tapi kali ini ia tidak membawa buku sama sekali.
Anna menatap mata Lim dan berdiri sangat jauh.
Ketika Lim ingin mendekati, Anna hanya menolak " Diam ditempat! "
Lim memberhentikan langkah kakinya, ia hanya berdiri ditempatnya.
" Apa maksud dari tulisan eres hermosa me gustas? " tanya Anna penasaran.
" Kenapa kamu baru menanyakan? " tanya Lim membalikkan.
" Tidak usah membalikkan pertanyaanku. "
" Kamu bisa cari sendiri. "
Lim melangkahkan kakinya. Anna berkata " Kamu cantik, aku menyukaimu. "
Ucapan Anna membuat Lim terdiam, matanya melebar. Akhirnya Anna tahu dari arti itu, Lim merasa sangat bahagia.
" Kamu tahu? "
" Aku tanya, apa maksud dari tulisan itu? "
Lim mendekati Anna perlahan, Anna terus berjalan memundur dengan pandangan tertunduk.
" Kamu ingin tahu apa maksudnya dari itu? "
" Hei, menjauh! " tolak Anna.
" Kamu cantik, aku menyukaimu. Apa kamu benar-benar tidak tahu apa arti dari itu semua? "