Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 33



" Berhenti menggodaku. " kata Anna.


" Maaf. " ucap Lim seraya menjauhkan wajahnya.


Anna terus membersihkan seluruh badan Lim kecuali bagian-bagian tertentu dan jahitan bekas luka.


10 menit selesai membersihkan, Anna membantu Lim untuk berganti pakaian.


Namun, tanpa sadar percikan air menjatuhi pipi Anna.


" Maafkan aku. " Anna yang tidak bisa menahan air matanya lagi.


Lim mengepalkan tangannya merasa kesal dengan dirinya sendiri karena membuat Anna kembali menangis.


" Untuk apa minta maaf? " tanya Lim.


" Karena aku kurang berhati-hati. " jawab Anna mengusap air matanya.


" Seharusnya aku yang minta maaf karena membuat kamu masuk dalam permasalahanku. Jadi, ini terakhir kalinya aku berkata lebih baik kamu menjauh dariku. "


" Tidak. " tolak Anna yang membuat Lim memberhentikan tangannya saat sedang mengancingkan bajunya.


" Aku bersalah sama kamu jadi tolong jangan menjauh. " lanjut Anna.


" Tapi aku tidak bisa. " Lim dengan pandangan tertunduk.


" Kenapa? " tanya Anna tidak mengerti.


" Karena aku tidak ingin kamu terluka lagi. "


" Aku sudah bilang aku tidak akan terluka, itu juga semua karena kecerobohanku. "


" Tapi kamu terluka karena aku. " kata Lim sambil memegang bekas luka dipipi Anna.


" Jadi, aku mohon kamu menjauh ya? " mohon Lim dengan tatapan serius.


Anna mengepalkan tangannya, ia tidak bisa menolak jika tatapan Lim sangat serius seperti itu.


" Aku pergi dulu. " ucap Anna menahan air mata seraya keluar dari ruang rawat.


Okumura yang berjalan memasuki ruang rawat tidak sengaja melihat Anna dengan rintikan air mata, ia menahan lengan Anna agar tidak pergi tapi Anna dengan keras menepis tangan Okumura untuk tidak memegangnya.


Anna hanya kembali berjalan tanpa memperdulikan Okumura, sedangkan Okumura berjalan menghampiri Lim dengan tatapan kosong.


" Kamu bertengkar lagi dengan dia? " tebak Okumura.


" Sudahlah, kamu kenapa berada disini? " tanya Lim.


" Kap, aku disini karena khawatir dan bahagia mendengar kabar kamu sudah bangun. Jadi aku disini menjengukmu. "


" Shima bagaimana? "


" Dia ditahan seumur hidup karena Ayahmu datang ke Korea untuk mengadilinya. "


" Ayahku datang? "


" Iya, tapi dia tidak ingin kesini. "


Lim menyeringai kesal " Katanya tidak akan pernah membantu. "


" Dia bilang kepadaku kemarin bahwa, ia akan membantumu sekali ini saja. "


" HAHAHA. "


" Kap, apa kamu bisa bermain basket? "


Pertanyaan yang membuat Lim merasa frutasi, selama 2 bulan lebih ia tidak boleh bermain basket.


Bagi Lim tidak ada yang lebih frustasi dibandingkan tidak bermain basket.


" Aku masih bisa, aku kuat. " jawab Lim.


" Aku akan membantumu kap kalau kamu membutuhkanku. "


Lim tersenyum kecil dan meminta Okumura mendekatkan dirinya kearah Lim.


" Bilang kepada dokter, aku ingin pulang. " bisik Lim tepat ditelinga Okumura.


" Tidak, tidak. Itu tidak mungkin!! "


" Sebentar lagi kita akan ulangan, bagaimana aku tidak bisa pulang hari ini? " kesal Lim.


" Ulangan masih lama, kap harus beristirahat disini. "


" Tch " Desis Lim. " Bagaimana club? " lanjut Lim.


" Baik, tapi banyak dari sekolah luar yang meminta kita untuk berlatih bersama. Coach selalu berkata tidak karena kap tidak ada. "


" Kenapa harus ada aku? Kalian saja tidak apa-apa. "


" Karena kap adalah kapten dari club basket SMA Seido, anggota tanpa seorang kapten? Tidak ada gunanya. "


" Wah aku kagum. " kagum Lim dengan sebuah senyuman.


Tok-tok-tok


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


" Masuk. " teriak Lim.


Yuki membuka pintu ruang rawat dan memasuki kamar rawat tersebut dengan sebuah senyuman yang mengambang di bibirnya.


" Yuki-senpai. " sapa Lim.


" Lim. " sapa balik Yuki.


" Ada apa? " tanya Lim. Yuki memberikan isyarat kepada Okumura untuk pergi dari kamar rawat sebentar.


Okumura mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dan berjalan keluar dari ruang rawat.


" Ada yang ingin saya bicarakan. " kata Yuki.


" Katakan saja, ini tentang Anna ya? " tebak Lim.


Yuki tersenyum kecil. " Maaf, iya ini tentang Anna. Apa boleh? "


" Silahkan. "


Yuki mengepalkan tangannya menahan perasaannya yang terluka saat melihat Anna menangis.


" Apa saya boleh minta kamu untuk menerima Anna menjaga kamu? Selama 1 Minggu ini dia selalu menemani kamu, jadi tolong biarkan Anna menjaga kamu. " pinta Yuki.


" Tidak bisa, dia akan terluka. " Tolak Lim cepat.


" Yuki-senpai juga tidak ingin dia terluka lagi karena saya kan? " lanjut Lim.


" Iya, tapi saya baru pertama kali melihat Anna yang seperti ini. "


" Apa maksud Yuki-senpai? "


" Maksud saya, Anna tidak pernah ingin berada dekat dengan siapapun. Tetapi dia ingin terus dekat sama kamu dan bahkan ingin menjaga kamu sampai benar-benar sembuh. "


" Jadi saya mohon, tolong biarkan Anna bersama kamu sebentar. " Jelas Yuki.


" Dari semua orang, kami yang paling tidak bisa bersama. " jawab Lim. Yuki menatap Lim dengan serius. " Karena kami sama-sama tidak mengerti perasaan satu sama lain. Maaf senpai, kali ini saya tolak permohonan senpai. "


" Ta...."


" Lim, waktunya istirahat. Silahkan penjenguk keluar. " ucap Yuki terhenti saat seorang Suster tiba-tiba masuk ke dalan kamar rawat Lim.


Yuki tidak punya pilihan selain melangkahkan kakinya keluar dari kamar rawat.


Lim menundukkan kepalanya, ia tidak punya alasan lagi untuk mendekati Anna.


Anna sudah banyak terluka olehnya, Lim tidak bisa menyakiti Anna lagi.


Bagi Lim, ini adalah yang terbaik antara Lim dan Anna.


••


Oktober. Senin, 9:00 a.m


Pergantian baju sekolah dari musim panas ke musim dingin.


Sekolah memberitahu bahwa sebelum trip sekolah akan diadakan sebelum ujian mid semester, dan Kepala Sekolah memberitahu kalau trip sekolah kali ini akan Arashiyama, Kyoto.


Dan trip sekolah akan diadakan 1 Minggu kemudian.


Seluruh siswa-siswi merasa sangat senang karena akhirnya mereka akan berwisata untuk melupakan kegiatan belajar.


Berbeda dengan Anna, ia sama sekali tidak punya kemauan untuk ikut. Tapi wali kelasnya menyarankan Anna untuk ikut karena untuk membantu penilaian.


Selalu itu alasan yang diberikan kepada Anna.


Anna melangkahkan kakinya keluar dari ruang guru, dan langkah kakinya terhenti saat melihat Lim dengan Okumura yang berjalan kearahnya.


Bukan kearahnya, melainkan ke ruang guru.


Okumura melambaikan tangan ke Anna, sedangkan Lim hanya membuang muka untuk tidak melihat kearah Anna.


Ketika Anna ingin berjalan melewati Lim, perut Anna tiba-tiba terasa sakit dan ia lupa bahwa hari ini adalah hari pertama datang bulannya.


Anna bersandar ke dinding, menahan perutnya yang sakit. Okumura yang cemas langsung menghampiri Anna dan bertanya " Anna, kamu baik-baik saja? "


Anna tidak menjawab, ia hanya memegang perutnya sambil meringis kesakitan.


Lim yang khawatir ingin membopong Anna tapi jaitan diperutnya membuat Lim tidak bisa membopong Anna melainkan memapah Anna ke ruang UKS.


" Biar aku yang menggendongnya. " Okumura mengajukan diri. Lim menoleh kearah Okumura dengan tatapan sinis " Tidak. "


" Tapi dia kesakitan. "


Semakin Anna berjalan perutnya semakin terasa sangat sakit, Lim tidak punya pilihan selain membiarkan Okumura membopong Anna ke dalam ruang UKS.


Siswa-siswi di lobby memperhatikan kearah Lim dan Okumura yang berlarian menuju ruang UKS.


Mereka juga berbisik siapa perempuan yang dibopong oleh Okumura.


Sampai di ruang UKS, Okumura segera membaringkan tubuh Anna di atas kasur.


Anna terus meringis kesakitan, Lim yang sangat khawatir meminta pertolongan kepada dokter untuk segera disembuhkan.


Namun, dokter tidak punya cara karena ini adalah masalah perempuan yang tidak bisa disembuhkan.


Lim merasa kesal dan terus meminta tolong kepada dokter sekolah.


" Kalau bisa saya pijit saja perutnya, itu mungkin akan menyembuhkan sedikit. " bisik dokter.


" TIDAK! " tolak Lim menggelengkan kepalanya.


" Lalu harus bagaimana? " tanya dokter.


" Biar saya saja. "


" Tidak itu lebih buruk. "


" Kalau begitu selain pijit harus apa? "


Dret-dret-dret


Sebuah panggilan telepon masuk dari handphone dokter, dokter segera mengangkat telepon tersebut sebentar.


Setelah selesai bertelepon, dokter berkata kepada Lim bahwa ia harus segera pergi dari Sekolah karena di Rumah Sakit tempat dokter bekerja sedang membutuhkannya untuk melakukan operasi.


" Dok, tapi dok. " kata Lim ingin menahan dokter.


Tapi dengan cepat, dokter langsung melesat pergi dari ruang UKS.


" Cih. " keluh Lim memberantakkan rambutnya.


Anna terus meringis kesakitan, wajahnya sangat pucat. Saat Okumura ingin memberi minum pun Anna terus menolak.


Lim teringat apa yang dikatakan oleh dokter " sebuah pijitan. "


" Okumura, kamu keluar sebentar " Pinta Lim kepada Okumura.


" Kenapa? "


" Kamu belikan saja pembalut untuk Anna, aku mohon. "


" Aku beli pembalut? Tidak mungkin! "


" Kalau begitu, minta tolong kepada Kaori-senpai. "


" Tunggu aku. " kata Okumura seraya keluar dari ruang UKS.


Mata Lim mengelilingi sekitar, ia mencari-cari apakah ada seseorang disini atau tidak.


Lim tidak punya pilihan selain memijat perut Anna. " Maaf Anna aku kurang sopan. " ucap Lim sambil memijat perut Anna perlahan.


Sedikit demi sedikit Anna mulai tenang dan rasa sakitnya mulai berkurang.


" Ini bekerja. " Lim tenang.


Anna mulai memejamkan matanya perlahan, kesadarannya mulai hilang. Dan perlahan Anna terlelap dalam tidur.


Lim menghela nafas panjang lega akhirnya Anna sudah tertidur dan Anna sudah tidak merasakan sakit lagi.


" Ini lebih susah daripada dunk basket. " gumam Lim. Lim memperhatikan wajah Anna perlahan, dan ia mendekatkan wajahnya kearah Anna.


Lalu mencium kening Anna sambil berkata " Cepat sembuh. "


Tidak lama kemudian, Kaori serta Okumura datang dengan nafas tersengal.


" Kap, bantu aku.. " tolong Okumura dengan wajah ketakutan melihat Kaori yang membawa sebuah tongkat.


" Kenapa? " tanya Lim kebinggungan.


Okumura berlari ke belakang punggung Lim. " Kaori-senpai sangat menakutkan. "


" KENAPA KALIAN MEMBUTUHKAN PEMBALUT? APA KALIAN PEREMPUAN ATAU KALIAN INGIN BERBUAT MESUM? " tegas Kaori dengan sebuah tongkat yang ia mainkan.


Wajah Lim memucat untuk pertama kalinya melihat Kaori dengan amarahnya.


" Tidak Kaori-senpai, tidak seperti itu! " kata Lim.


" Jelaskan! "


" Temanku sedang masa perempuan, Kaori-senpai tahu sendiri kan? Lalu, saya meminta kepada Okumura untuk membelikan pembalut atau bertanya kepada Kaori-senpai. "


" Siapa temanmu itu! "


" Aku. " ucap Anna terbangun dari tidur sebentarnya.


" Anna, kamu bangun? " ucap Okumura mendekati Anna.


Lim hanya menoleh sesaat dan kembali memalingkan wajahnya kearah Kaori.


" Kamu kenapa? " tanya Kaori.


" Maaf, sepertinya aku butuh pembalut. Aku lupa bahwa hari ini adalah hari pertama datang bulanku. " jawab Anna.


Mendengar Anna berkata jujur, Kaori menurunkan tongkatnya dan mengambil sebuah pembalut dari laci.


" Ini untukmu. " ucap Kaori sambil memberikan sebuah pembalut. " Silahkan ke kamar mandi. " perintah Kaori.


" Tapi dia sedang sakit. " ujar Okumura.


" Terus kamu ingin menemaninya ke kamar mandi?! " kesal Kaori.


Wajah Okumura kembali memucat. " Tidak. "


" Tidak apa-apa, aku bisa sendiri. " kata Anna seraya berjalan keluar dari ruang UKS.


Lim sama sekali tidak berbicara dan menatap Anna saat Anna terbangun.


" Mari pergi Okumura. " ajak Lim dengan memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan melangkahkan kaki keluar dari ruang UKS.


6:00 p.m


Lim terus memantulkan bola di dalam lapangan indoor, meskipun ia tidak bermain bersama timnya. Ia tetap harus berlatih.


" Perutmu bagaimana? " tanya Coach mendekati Lim.


" Hanya tinggal menunggu kering saja. " jawab Lim.


" Lalu, kapan akan sembuh? "


" Sekiranya 2 bulan. "


" Coach. " ucap Lim.


" Kenapa? "


" Kenapa kalian tidak menerima tawaran untuk berlatih bersama sekolah luar? "


" Karena kapten tidak ada. "


" Apa memang harus ada saya? "


" Kamu kapten, kamu orang yang paling penting di dalam club. "


" Ini kesempatan bagus untuk pemain lainnya, jangan hanya memikirkan saya saja. Coba untuk menerimanya tanpa saya, saya akan sebisa mungkin untuk berada dibench. "


" Ini juga bukan mau saya, ini mau para anggota lainnya. "


Tanpa berpikir panjang, Lim mulai melangkahkan kakinya untuk jogging mengelilingi lapangan dan melakukan shoot three-points.


" Lim, apa yang kamu lakukan! " seru Hideyoshi.


" Berhenti! " kata Okumura khawatir.


" Kalau kalian ingin saya berhenti, tolong ikut sparing bersama sekolah luar. " pinta Lim.


" Tidak! " Hideyoshi menolak dengan keras.


" Lalu, aku akan terus berlatih. " Lim nekat terus berlarian dan melakukan shoot.


Hideyoshi yang tidak kuat melihat Lim memaksakan dirinya langsung berkata " Oke, kami terima. Jadi kamu harus beristirahat. "


Lim tersenyum kecil dan memberhentikan langkah kakinya.


" Terimakasih. " ucap Lim.


Setelah 5 jam berlatih tidak ada henti akhirnya club basket SMA Seido menyelesaikan latihan pada pukul 9:30 p.m


Meskipun Lim hanya memantulkan bola dan melakukan shoot tanpa lompat, keringat yang ia keluarkan lebih banyak daripada sebelumnya.


Lebih dari 1 Minggu Lim berbaring di atas kasur membuat fisiknya mulai lemah.


" Sial " kesal Lim seraya mengelap keringat diwajahnya dengan pakaiannya.



Seluruh anggota sudah mulai pulang, kecuali Lim.


Ia masih berdiri sendirian di lapangan basket, sebenarnya Lim tidak diharuskan untuk bermain basket oleh dokter.


Tapi Lim memaksa, dan dokter berkata bahwa Lim hanya boleh memantulkan bola dan mencetak angka tanpa harus loncat. Latihan berat tidak dibolehkan untuk Lim.


Lim merasa sangat frustasi dengan keadaan ini, ia berhasil menyelamatkan Anna tapi disatu sisi ia merasa sangat stres karena tidak bisa bermain basket.


" Ini sudah malam, kamu tidak pulang? " tanya suara perempuan dari pintu lapangan basket.


Lim menoleh kearah suara itu dan dia adalah Anna, Anna masih menggunakan pakaian sekolahnya. Lim berasumsi bahwa Anna belum pulang ke rumahnya.


" Kamu belum pulang? " tanya Lim khawatir.


" Tadi aku ketiduran di Perpustakaan dan tidak sengaja melihat kamu disini. " jawab Anna.


" Kamu ketiduran? "


Anna mengangguk-anggukan kepalanya " Kamu bermain basket, apa lukamu tidak sakit? "


" Tidak. "


Anna melangkahkan kakinya mendekati Lim, ia berdiri tepat di depan Lim dengan ujung jari kaki yang berjejak.


Dengan cepat Anna mencium pipi Lim dan berkata " Cepat sembuh ".


••


HADIAH WALLPAPER UNTUK KALIAN