Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Kamu mencintai dia.



Sebelum Anna memakan sarapan itu, terlebih dahulu ia memandikan tubuhnya yang sudah sangat lengket.



Memikirkan ucapan Lim saat tengah malam membuat hatinya sedikit merasa terluka.


" An, aku rindu kamu. Seperti nya aku jadi gila di Jepang, apa lebih baik aku kembali ke Amerika saja? Biar kamu tenang. "


Ucapan seperti itu membuat hati Anna merasa sangat sedih, ia tidak ingin Lim untuk kembali ke Amerika.


Ia ingin Lim berada disini.


Setelah mandi dan memakai baju handuknya, Anna segera memakan sarapan yang telah di buatkan oleh Lim.


Betapa enaknya makanannya.


Lalu ketika Anna ingin menelepon Lim, Anna mencari-cari handphone nya tapi sama sekali tidak di temukan.


Dan terakhir ia memakai adalah ketika berada dalam mobil Gi.


" Aish. " Keluh Anna.


••


Gi melihat isi panggilan dari telepon Anna, ini adalah hal yang sangat privasi. Tapi karena kecemburuan Lim, ia melihat semua pesan dan isi panggilan.


Terdapat sebuah panggilan pada malam dimana Gi dan Anna bertengkar, tapi tidak ada nama dalam nomer itu. Dengan terpaksa Gi menelepon nomer itu.


" Iya An ada apa? " suara yang sangat familiar di telinga Gi, dan nomer itu adalah Lim.


Gi langsung menutup kembali panggilannya dengan perasaan sangat terluka.


" Memang aku sudah tidak bisa dalam hatimu lagi An. " gumamnya.


Pukul 15:00 p.m


Sebelum Anna berangkat menuju kantornya, ia pergi ke rumah Gi. Karena katanya Gi izin sehari di rumah sakit.


Anna menekan tombol password Gi dan memasuki apartment Gi. " Gi " panggil Anna.


" Gi " panggil Anna mencari-cari Gi.


Gi keluar dari kamarnya dengan tubuh yang sangat lemas dan rambut yang berantakan.


Anna segera menghampiri Gi " Gi kamu gapapa? " tanya Anna khawatir.


" Ah kamu An, sedang apa disini? "


" Aku tadi kerumah sakit tapi katanya kamu izin sehari. Kamu gapapa? "


Gi hanya mengangguk-angguk kepalanya. Dan meminta Anna untuk duduk di sofa sedangkan Gi mencuci muka dan merapihkan rambutnya.


Setelah menunggu beberapa menit, Gi keluar dan menghampiri Anna.


" Kenapa An? "


" Kamu tidak sakit? "


" Tidak, aku tadi hanya sedikit lelah saja karena kemarin aku sudah operasi orang lebih dari 10. "


Tapi tiba-tiba saja Gi memegang wajah Anna dan ingin mencium bibir Anna, tapi tertahan karena Anna memalingkan pandangannya tidak ingin.


" Bahkan kamu saja tidak ingin bersentuhan denganku. "


" Maaf. " ucap Anna.


" Aku mau handphone-ku. Karena aku harus mengabari Kirei. " pinta Anna membuat Gi langsung mengeluarkan handphone Anna dari sakunya dan memberikannya kepada Anna.


Tapi belum lama handphone Anna berada di tangan Anna, Anna langsung mendapat sebuah panggilan yang nomernya bahkan tidak jelas dan ini bukan nomer Lim.


" Hallo? " kata Anna.


" Apakah ini keluarga Lim? "


" Bukan. " Jawab Anna.


" Bagaimana ini, ini bukan keluarga Lim. Tapi di handphone ini, tidak ada nomer selain nomer ini. " bisik-bisik seorang wanita yang terdengar oleh Anna.


" Ada apa? " Kata Anna.


" Maaf tiba-tiba menelepon Anda, tapi Lim kecelakaan mobil. Dan tidak ada perwakilan siapapun, bisakah anda menjadi perwakilan keluarga Lim? "


Anna terkejut, matanya melebar.


" Rumah sakit mana? "


" Aku akan memberi tempatnya lewat pesan. " jawab wanita itu seraya menutup panggilan.


Dan belum lama Anna mendapat sebuah pesan tempat rumah sakit itu, ketika Anna ingin keluar dari apartemen Gi. Tangan Anna tertahan oleh Gi.


" Jangan pergi " kata Gi.


Anna dengan terpaksa langsung melepaskan genggaman dari Gi dan berlari menuju rumah sakit.


Hati Gi kembali terluka. " Kamu mencintainya. "


••


Anna berlari tergesa-gesa menuju rumah sakit, mencari-cari Lim tapi tidak ketemu sampai ia bertanya ke administrasi.


Dan ia berkata bahwa Lim berada di ruang 108, tapi sebelum itu Anna harus mentanda-tangani sebuah formulir sebagai perwakilan dari keluarga Lim.


Setelah itu, Anna berlari kembali menuju ruang 108.


Anna membuka pintu ruang 108 dengan nafas terengah-engah, ia melihat Lim yang tengah setengah duduk di atas ranjang sambil membaca sebuah majalah.


Anna berlari dan memeluk Lim. " Kamu gapapa kan? " tanya Anna khawatir.


Lim terkejut karena Anna tiba-tiba berada disini dan melepaskan majalahnya, ia membalas pelukan Anna. " Gapapa. " jawab Lim.


Anna melepaskan pelukannya, dan melihat kondisi Lim dengan kepala yang terbalut oleh perban. Dan kaki yang sudah di pakaikan Gips.


" Hei, kenapa kamu bisa seperti ini? " tanya Anna khawatir dengan mata berkaca-kaca.


Lim tersenyum kecil dan memegang pipi Anna dengan lembut " Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu bisa ada disini dengan wajah yang sangat lelah? "