
30 menit lamanya, Lim melepaskan pelukannya. Anna menghela nafas panjang wajahnya mengerut karena Lim tiba-tiba saja memeluknya tanpa izin terlebih dahulu.
" Sebenernya kamu kenapa? " tanya Anna penasaran. Lim tersenyum kecil, wajahnya sedikit memerah. Ia menundukan kepalanya malu melihat wajah Anna.
" Kamu beli apa? " tanyanya mengalihkan pembicaraan. Anna mengumpatkan sebuah plastik yang ia beli saat di mini market. " Itu bukan urusanmu! " Jawab Anna sinis dan berjalan meninggalkan Lim.
" TUNGGU! " Teriak Lim. " apa lagi " kesal Anna.
" Itu belakang celanamu ada warna merahnya. Kamu berdarah? " ucap Lim secara tiba-tiba.
Anna mengigit bawah bibirnya merasa malu dan menutup kedua tangannya di belakang celananya. Ia hanya berdeham pura-pura tidak mendengar ucapan dari Lim.
Lim yang tiba-tiba mendekatinya dengan perlahan dan mengikatkan jaketnya di pinggul Anna membuat celana Anna yang terlihat merah karena menstruasi itu tertutup.
Anna mengalihkan pandangannya dari Lim, Lim hanya tertawa kecil. " Mari kita pulang " ajaknya membuat Anna dan Lim berjalan berdampingan bersama.
Saat sampai depan rumah Anna, Anna hanya menunduk kepala sopan kepada Lim. " Ibumu memang tidak membuat makanan? " tanya Lim.
" Ibuku sedang pergi keluar bersama Ayah " jawab Anna.
" Kalau begitu aku boleh bermain sebentar dirumahmu? " antusias Lim.
Anna mengedipkan mata dengan cepat. Lalu mendorong Lim menjauh dari Anna " Perempuan dan Laki-laki tidak boleh satu dalam ruangan yang sama! " Seru Anna segera memasuki rumahnya itu.
Hatinya yang berdebar sangat kencang tidak bisa apa-apa, dia tidak ingin Lim tahu bahwa saat ini Anna merasa sangat senang.
Untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, Anna tersenyum kecil tanpa satu orang pun yang tahu.
••
Keesokan harinya saat sekolah, Anna berjalan ke kantin sendirian dengan Headphone yang berada di telinganya. Lalu tanpa diduga Hinata Suzuki seorang ketua cheerleaders mendatangi Anna dengan wajah yang mempunyai dendam kepada Anna.
Anna melepaskan Headphone tersebut " Kenapa? " tanyanya. Hinata mendekati perlahan Anna dan berbisik ditelinga Anna " Aku akan mengungkapkan semuanya dan membuatmu malu kembali. " ucapnya tiba-tiba dan pergi meninggalkan Anna.
Kaki Anna lemas, tangannya yang tidak bisa digerakkan langsung terjatuh dan membuat seisi kantin melihat kearahnya.
Lim mendatangi Anna bersama dengan Okumura dengan wajah kebingungan, " Anna? " panggilnya sambil menjulurkan tangannya.
Anna mengambil tangan Lim dan kembali berdiri, tatapannya kosong entah kemana.
" Anna? "
" Anna? "
" Anna? "
Panggilannya ke-3 kalinya membuat lamunan Anna buyar. Tanpa sadar airmatanya terjatuh di pipinya.
" Ha? " kejut Anna kepada diri sendiri sambil mengusap air matanya sendiri.
" Kamu kenapa? " tanya Lim khawatir sambil memegangi kedua bahu Anna. Anna menggelengkan kepalanya dan pergi kembali ke kelasnya karena suasana hatinya sedang tidak baik.
Lim hanya memperhatikan punggung Anna yang semakin lama semakin menjauh dengan perasaan khawatir.
" KAP! " teriak Okumura mendatangi Lim. " Lagi-lagi galau? " sindir Okumura.
" Engga bukan seperti itu. Seperti ada yang aneh dengan Anna "
" Ohiya kap! Aku punya kabar yang mengejutkan! " Ucap Okumura. " Kabar apa? "
" Jadi saat SMP dulu Anna sempat dekat dengan Sawamura ".
" Tidak usah berkata seperti itu! "
" Dengarkan aku terlebih dahulu. "
" Jadi waktu itu mereka dekat selama 1 tahun, tapi seisi sekolah dia sama sekali tidak menyukainya hanya berpura-pura menyukai. Dan saat Sawamura pindah, disaat itulah Anna diejek, dihina, dan hampir dilecehkan sampai akhir kelas 3. Terus nih kap, saat itu juga ada yang sangat menyukai Anna tapi dengan mengikuti cara bully-an seperti itu agar terus dekat dengan Anna " terang Okumura membuat Sawamura terkejut.
" Apa maksudmu? "