Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Final



" Lim! " panggil Anna dari belakang.


Lim tidak menolehkan pandangannya, ia hanya terus berjalan kedepan membuat Anna khawatir dan memegang lengan Lim menahan agar tidak berjalan lebih jauh lagi.


" Kamu kenapa? " tanya Anna. Lim melipat kedua bibirnya tidak bisa berkata apapun.


Lim melepaskan genggaman Anna dengan keras membuat Anna terkejut dengan sikap Lim lagi dan lagi.


Lim berjalan begitu saja meninggalkan Anna di tengah keramaian. Anna mengigit bawah bibirnya menahan tangisannya di tengah keramaian.


••


Pertandingan Final Akhir Di Stadion Yayogi National Gymnasium yang terletak di Kota Shibuya, Tokyo, Jepang.


Ini adalah pertandingan Inter-High akhir bagi kelas 3 SMA, dimana SMA Seido akan mengukir sejarah menjadi pemenang Inter-High untuk pertama kalinya.


Tim Seido sudah berjuang keras untuk sampai disini, sudah berlatih keras untuk mengalahkan lawan kemarin.


Lim juga sudah berlatih sangat keras untuk hari ini, ia tidak ingin mengecewakan siapapun. Lim akan melupakan segalanya untuk membawa hadiah demi Tim. Demi kakak kelas yang sudah membimbingnya dengan baik.


Seluruh tribun sudah dipenuhi oleh penonton karena pertandingan akhir melawan SMA Okawa.


Seperti biasa Anna selalu berdoa di pinggir lapangan untuk kemenangan Tim. Pemain starter akan dimulai dari Tim Inti yaitu Lim, Sawamura, Okumura, Hadji, Hideyoshi.


Sedangkan starter Tim Okawa adalah Akira, Kazuya, Yu, Kaya dan Kagami. Mereka adalah pemain setingkat Tim Nasional.


Seluruh pemain berdiri berhadapan untuk melakukan Jump Ball. Dua orang yang berada di garis adalah Hideyoshi dan Kagami.


Peluit wasit berbunyi, wasit segera melakukan lemparan vertikal. Dan yang menepis terlebih dahulu adalah Kagami.


Kagami memberikan tepisan bola itu kepada Akira, pemain tim Seido kembali secara cepat untuk defense.


Akira menahan permainannya agar quarter awal tidak menjadi permainan yang cepat, namun Tim Seido sudah menutup semua pemain agar Akira tidak mempassing kesiapapun.


Strategi defense man to man. Ini adalah strategi yang sudah direncanakan oleh Coach dan akhirnya berhasil.


Akira tidak bisa passing ke siapapun. Lalu Kazuya datang meminta passing, namun dengan cepat Lim langsung steal bola tersebut dan berlari cepat menuju ring lawan.


Dan dengan cepat, ia segera melompat melakukan dunk yang sangat keren. Poin pertama adalah poin yang sangat penting, sehingga alur permainan saat ini di pegang oleh Tim Seido.


20 menit telah berlalu.


Quarter kedua telah selesai, pertandingan di menangkan oleh Tim Seido dengan skor akhir quarter kedua 45-50.


Namun ini masih quarter kedua, belum quarter ke-empat. Keringat Lim sudah terlalu banyak tidak seperti biasanya, ia bermain dengan sungguh-sungguh, tapi tampak seperti terlalu memaksakan diri.


Lim mengambil botol minum dan duduk di bangku cadangan, untuk meminum dan beristirahat sebentar dengan keadaan yang melelahkan ini.


" Tidak apa-apa kak, apa kamu juga baik-baik saja? Sepertinya menjaga Kagami terlalu susah? Apa ingin aku bantu? " Pinta Lim.


Hideyoshi menarik nafas dalam-dalam dan memukul punggung Lim dengan sangat keras membangunkan Lim agar tidak memaksakan diri.


" Kamu tidak perlu seperti itu, katakan kalo kamu lelah! Dan cukup fokus dengan penjagaan kamu saja! " Perintah Hideyoshi.


Lim mengangguk kepalanya mengerti. Meskipun dia adalah kapten, tapi hatinya masih terlalu lemah sehingga Hideyoshi selalu membantu nya dalam keadaan apapun.


Dan Hideyoshi yang selalu tahu apa yang dipikiran Lim. Bagi Lim, Hideyoshi sudah seperti kakak baginya.


Maka dari itu, ia ingin memberikan hadiah kepadanya.


Walaupun harus mati di tengah lapangan, ia akan memberikan segala hidupnya untuk kemenangan ini.


Istirahat selesai, quarter ketiga dimulai.


Dalam quarter ketiga, Tim Seido telah membuat skor yang menjauh lagi menjadi 67-55.


Tim Okawa telah ketinggalan 12 point, sehingga mereka bermain secara terburu-buru dan tidak teratur membuat seluruh tim menjadi panik.


Tapi Lim memanfaatkan kepanikan dari Tim Okawa, sehingga ia gampang untuk steal mereka. Namun saat Lim ingin mencetak angka dengan Lay-up tiba-tiba saja Kagami berada di depannya dan mendorong Lim sehingga Lim terjatuh dengan kaki yang tergelincir.


Peluit wasit berbunyi, pertanda pelanggaran dan 2 kali lemparan.


Anna yang melihat dari jauh mengetahui bahwa kaki Lim terkilir saat permainan tadi, tapi ia masih diam. Jari tangannya terlipat seperti sedang berdoa.


Lim mengambil bola tersebut, peluit wasit berbunyi untuk segera melakukan lemparan.


Lemparan pertama Lim masuk membuat skor menjadi 68-55, lemparan kedua adalah untuk melesetkan lemparannya agar menjadi 2 point.


Lim melesetkannya dan segera di Rebound oleh Hideyoshi sehingga point menjadi 70-55. Tim Okawa tertinggal sangat jauh.


Quarter ketiga telah selesai, tim Okawa tertinggal 15 point. Dan Tim Seido bergembira sangat cepat.


Istirahat ketiga, Lim mengusap keringat nya dengan handuk miliknya. Lalu menggerak-gerakkan kaki kanannya dengan perlahan. Ia menahan sakitnya, Lim tidak ingin terlihat oleh Timnya tersebut bahwa dia lemah. Jika tidak, pertahanan serta serangan Tim akan menurun.


Tapi ia memikirkan kembali, bahwa ada satu orang yang pasti akan mengetahui bahwa kaki dirinya tergelincir yaitu Anna.


Ia segera membalikkan badannya melihat Anna yang bersandar di dinding dengan wajah khawatir.


" Diam " ucap Lim tanpa suara. Anna hanya menolehkan pandangannya berpura-pura tidak melihat ucapan Lim.


Quarter ke-empat dimulai.