Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
JANGAN MEMAKSAKAN DIRI



6:00 p.m


Suara handphone Anna berdering membuatnya mengangkat sebuah telepon dari handphonenya saat ia sedang belajar.


" Ya, halo? "


" Annaaaaa! " teriak seseorang dari sebrang.


" Kenapa? "


" Tolong dong, bantuin "


" Ini siapa? "


" Okumura "


" Ah, Okumura ada apa tiba-tiba telepon "


" Bantuin ini kapten olahraga berlebihan banget, dia berlatih dari 3 hari kemarin saat pagi sampai tengah malam tidak ada istirahat sedikitpun. "


" Bukankah emang harus kaya gitu? "


" Ngga! Kalo kaya gitu malah bakal buat hancur tubuhnya. Dia juga baru sembuh, tolongin! Dia bahkan tidak tidur selama 3 hai, ya ng dipikirkannya tentang basket saja "


" Kamu dimana? "


" Di lapangan basket indoor yang biasanya "


Anna menutup telepon itu, memakai sebuah jaket hitam dan berlari terburu-buru keluar menuju sekolahannya. " Menggangguku sekali! " keluh Anna dalam perjalanan.


Sesampai di depan lapangan basket, Anna memberhentikan larinya dengan nafas terengah-engah. Ia mengatur nafasnya kembali agar menjadi normal.


Okumura yang ketakutan melihat Lim yang dari tadi tidak berhenti langsung menghampiri Anna yang berada di depan lapangan basket dengan wajah khawatir. " Tolongin kapten, aku tidak bisa menghentikannya. " pinta Okumura.


" Tch. " Anna mendengus kesal melihat Lim yang sepertinya terlalu memaksakan diri dan membuat di sekelilingnya menjadi khawatir akan kondisi Lim.


Lim yang sedang serius melakukan latihan jump shoot jarak jauh dan terus menerus tidak masuk. Tapi Lim mencoba seperti orang yang kehilangan kendali dirinya.


" Permainanmu jelek! " sindir Anna tetapi Lim tidak mendengar, tidak biasanya Anna melihat permainan Lim menjadi seburuk ini.


Pertama kali melihatnya bermain basket di lapangan saat Anna memperhatikan nya ia mempunyai otak yang cerdas untuk mengatur permainan, selalu tenang dan merasa bahagia.


Tidak seperti saat ini, ia terlihat emosi dengan dirinya sendiri. Okumura menghampiri Anna yang mendekati Lim " sebenarnya kenapa? " tanya Anna penasaran.


" Sebenarnya waktu Inter-High tahun kemarin kami kalah saat berada di final. Point terakhir adalah 75-78, untuk mengakhirinya kami memperlukan point 3 dan saat saat terakhir saat Lim ingin shoot 3 point, shoot itu tidak masuk dan membuat kami kalah. Itu yang membuatnya menyalahkan diri sendiri. " Jelas Okumura.


" Dasar si bodoh ini " gumam Anna. " Tapi kenapa dia menjadi seorang kapten padahal ia masih saja kelas 2? "


" Karena bagi kelas 3 saat ini mereka semua tidak mempunyai jiwa kepemimpinan. Maka dari itu semua kelas 3 pun memilih Lim. " Jawab Okumura.


" Kalau begitu terimakasih sudah menjelaskan-nya kepadaku. "


Anna kira dia hanya seorang penggila basket, terlebih seorang pengganggu yang selalu mengganggu Anna.


Tapi saat ini ia melihat dengan jelas bahwa Lim seorang benar-benar sangat serius saat ia ingin melakukan sesuatu apapun itu.


Anna tidak bisa membiarkan Lim menghancurkan badannya sendiri saat masih muda, Anna tahu ia juga pasti tidak akan bisa menghentikan tekad Lim. Tapi walaupun Lim menyebalkan dan selalu membuat kenangan yang menakutkan kembali.


Tetap saja dia orang yang selalu menerima Anna meskipun sikap Anna dingin, untuk kali ini Anna akan membantu dengan segenap hatinya.


" KUBILANG PERMAINAMU JELEK SEKALI " teriak Anna, Lim berpura-pura tidak mendengar dan terus melakukan shooting.


" DENGAR TIDAK BODOH? PERMAINAMU JELEK SEKALI. "


Sekali lagi Lim berpura-pura tidak mendengarnya tapi kali ini ia seperti tersinggung atas ucapan Anna dan mempercepat permainannya itu.


Anna tidak punya pilihan lain, ia berlari dan berdiri dibawah ring. Ke dua tangannya di angkat ke atas dan melambai-lambai ke arah Lim. " LIHAT AKU!! "


Okumura pun ingin menghentikan tapi sudah terlambat, namun shoot-nya itu meleset dan mengarah kedahi Anna yang membuat Anna merasa sangat pusing dan terjatuh.


Dahi Anna berdarah karena lemparan Lim yang begitu kuat, Okumura berlari menghampiri Anna. Dan menggoyang-goyangkan tubuh Anna agar terbangun. " Anna! " Panggilnya khawatir.


" Anna!! "


Lim yang seperti tidak bisa mengendalikan diri dan tidak memperdulikan itu membuat Okumura sangat marah dan meninju pukulannya kearah pipi Lim agar terbangun dan menyadari.


Namun, Lim tetap terdiam, tatapan matanya kosong. Okumura memegang kedua bahu Lim dengan sangat keras. " Itu liat, perempuan itu disana pingsan gara-gara kapten! Dia perempuan yang kapten sukai bukan? DIA ANNA! " tegas Okumura.


Mendengar nama " Anna ", Lim mengangkat kepala ke atas matanya melihat Anna yang sedang terkapar di atas lapangan dengan sebuah darah yang berada di dahi Anna.


Tanpa basa-basi ia langsung berlari dan membangunkan Anna.


" Anna! "


" Anna! "


" Anna! "


" Anna, maafkan aku " ucap kecewa Lim merasa bersalah kepada dirinya sendiri.


Anna membuka mata secara perlahan mendengar ucapan Lim, ia meringis kesakitan. " Kamu berlebihan, sudah cepat bawa aku ke ruang UKS " kata Anna dengan tingkat kesadaran rendah.


Lim dengan cepat membopong Anna, Anna melingkarkan kedua lengannya di leher Lim agar tidak terjatuh saat Lim membawanya.


Ia berlari dengan cepat sambil membawa Anna, tapi kesadaran Anna kembali menurun. Di mata Anna semua tampak lebih gelap dan samar-samar. Anna tidak bisa menahan lebih lama lagi, ia kembali tidak sadarkan diri di pelukan Lim.


••


1 jam kemudian.


Anna membuka mata perlahan melihat lampu yang terang berada diatasnya. Lalu, melihat Lim yang tertidur di sebelah Anna sambil duduk di sebuah kursi yang ia duduki.


Dahi Anna masih terasa sangat sakit, tapi lukanya telah di obati oleh Lim. Ia sudah memberikan perban di dahinya.


Anna memperhatikan seluruh wajah Lim dengan seksama, dimulai dari mata, hidung, bulu mata, mulu, semua yang berada diwajah terus di perhatikan oleh Anna.


" Pantas kamu dibilang sempurna, saat tidur saja kamu tampak menawan " gumam Anna sambil menjadikan tubuhnya setengah duduk.


Ia tidak ingin membangunkan Lim karena sepertinya Lim benar-benar sangat lelah. Anna bertopang dagu dengan satu tangan sambil memperhatikan wajah Lim.


" Tampan. " Kagum Anna tersenyum kecil, Anna ingin mengusap wajah Lim yang terlihat sangat lelah saat tangannya sudah hampir dekat dengan wajah Lim, ia mengurungkan niatnya kembali untuk tidak melakukan hal itu.


10 menit berjalan, Anna masih memandang wajah Lim yang sedang tertidur dengan tatapan mata yang sangat lembut.


Tiba-tiba saja Lim terbangun dari tidurnya, ia melihat Anna yang sedang melamun dengan menatap wajahnya. Pipi Lim memerah ia merasa malu, karena saat ini wajahnya berada sangat dekat dengan Anna.


Anna tidak mengedipkan mata sedikitpun, ia masih memperhatikan Lim tanpa sadar. Lim yang sangat senang ingin membuat Anna merasa malu karena telah memperhatikan-nya.


" Anna? " Panggil Lim membuat lamunan Anna buyar. Anna menggelengkan kepalanya merasa bodoh karena telah melamunkan Lim.


" Kamu sudah memandang wajahku berapa lama? Bayar! Wajahku ini tampan, tidak sembarang orang bisa melihatnya. " Goda Lim.


" Bukannya kamu harusnya minta maaf terlebih dahulu kepadaku? " Sinis Anna.


Lim menurunkan pandangannya merasa bersalah. " Maaf, aku tanpa sadar... " Katanya dengan suara lirih merasa bersalah.


" Sudahlah, lain kali jangan seperti itu lagi merepotkan. Okumura sampai khawatir denganmu, kamu juga harus bilang minta maaf kepadanya. "


Lim mengangguk-anggukan kepala mengerti. " Kamu tidak menanyakan kenapa aku seperti itu? " tanya Lim.


" Aku sudah diberitahu alasannya oleh Okumura, tapi menurutku kamu pasti punya alasan lain dan kamu tidak perlu memberitahuku. Smpan saja untukmu sendiri dan renungkan kembali, itu saja "