Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 22



10:00 a.m


Lim yang berada di bandar Udara Internasional Tokyo bersama dengan Okumura yang mengantarnya.


Dan saat Lim ingin check-in pesawat, Lim memberhentikan langkah kakinya.


Luka kemarin masih lekat oleh Lim, bahkan Lim tidak bisa melupakan sedikit perkataan Anna.


" Kenapa berhenti kap? " tanya Okumura kebinggungan.


" Aku ingin bertanya " Kata Lim.


" Apa? "


" Bagaimana cara berhenti menyukainya? " tanya Lim.


Okumura tahu siapa yang dibicarakan oleh Lim, dia adalah Anna. Orang yang tengah Lim bicarakan.


Okumura menjawab dengan jujur melihat dari semua sikap Lim kepada Anna. " Mustahil berhenti menyukai seseorang, tak akan bisa! "


" Tch " Desis Lim mendengar ucapan Okumura.


" Cepat masuk kap, nanti kamu telat! " seru Okumura mendorong Lim.


Okumura melambaikan tangannya, ini adalah hari terakhir Okumura bertemu dengan Lim.


Kata-kata terakhir Lim adalah soal Anna.


" Kamu benar-benar menyukai dia kap, jadi tidak mungkin kamu bisa melupakannya. " gumam Okumura.


••


Anna yang berada dirumah hanya membaringkan tubuhnya, sedangkan Ryuzaki selalu mengetuk-ngetuk pintu kamar Anna.


Anna tidak bisa membukanya, matanya terlalu sembab karena tangisan kemarin. Ia juga tidak bisa membiarkan Hanna melihatnya, jika Hanna melihat tamatlah riwayat Anna.


( Sebelumnya )


Ryuzaki keluar dari Toilet, setelah mencuci tangannya.


Ia keluar dan mencari Anna, namun matanya tidak sengaja melihat Anna bersama dengan Lim yang saling bertatapan.


Meskipun ini hari pertama Ryuzaki bertemu dengan Anna, tapi Anna tidak pernah memberikan tatapan seperti itu kepadanya.


Anna selalu menatap sinis kearahnya dan bahkan seperti orang yang tidak memiliki perasaan sama sekali.


Namun, tepat ketika Ryuzaki ingin menghampiri Anna. Lim tiba-tiba ingin mencium bibir Anna, sehingga Ryuzaki mengurungkan niatnya dan berpura-pura memanggil Anna.


( Kembali keadaan normal )


Hanna yang kesal karena seharian ini Anna terus mengurung di kamar tidak mempunyai pilihan lain selain membuka pintu Anna secara paksa.


" HEI ANNA! " kesal Hanna.


Anna tidak menjawab, ia hanya menutup tubuhnya dengan selimut.


Hanna membuka selimut Anna karena khawatir dengan Anna.


" Kamu tidak apa-apa, An? " tanya Hanna khawatir.


Mata Anna terlihat sangat besar karena mungkin terus-menerus menangis tanpa henti semalaman.


Hanna sudah mengetahui kebiasaan Anna, Anna tidak akan tertidur. Ia hanya terus menangis sampai ada seseorang yang bisa membuat hatinya kembali tenang.


Hanna menutup pintu kamar Anna dengan cepat agar Ryuzaki tidak melihat Anna.


Lalu Hanna berbicara perlahan kepada Anna. " Kenapa? "


Air mata Anna terus berjatuhan tidak ada hentinya, bahkan di depan Ibunya sendiri Anna terus menangis layaknya anak kecil.


" Bicara padaku. " kata Hanna.


" Tii...daaakk.aaakaann..ad..aaaa.se..see..oraaang..yaaaa..nggg..akuuu..suukaaai...dan tidak akan.....adaaa yang bi..saaa meruubaaahkuu. " Ucap Anna dengan isakan tangis.


Hanna memeluk tubuh Anna dan mengusap kepala Anna perlahan " Ada, akan ada seseorang yang menyukai kamu. Kamu harus sabar, lelaki itu bisa membuat kamu melupakan masa lalu kamu. Percaya sama Ibu. " ujar Hanna menenangkan.


Hanya ada satu orang di dunia ini yang Anna percayai dengan ucapannya yaitu Ibunya.


Anna menganggukkan kepalanya mengerti, tapi tangisannya tidak berhenti. Sekejap ia mengingat sikap dari Lim, sekejap itu pula Anna menangis.


Setelah Anna tertidur karena tangisannya dipelukan Hanna, Hanna keluar dari kamar Anna.


Ryuzaki tepat di depan pintu kamar Anna bertanya penasaran " Anna, kenapa? "


Hanna tersenyum dan menepuk pundak Ryuzaki perlahan " Tidak, tenang saja. Kamu ingin mendapatkan hatinya? Kalau begitu, saat ini dan seterusnya kamu harus berada disisinya. "


Ryuzaki terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Semenjak perkataan dari Hanna, selama lebih dari 3 Minggu. Ryuzaki selalu bersama dengan Anna, membantu hal-hal kecil untuk Anna sampai Anna melupakan segala hal tentang Lim.


Dan usaha Ryuzaki tercapai, Anna mulai melupakan Lim.


Bahkan Anna sudah tidak menangis lagi setiap malam.


Itu adalah kemajuan pertama yang Ryuzaki lakukan untuk Anna.


19 August.


Liburan musim panas telah selesai, seluruh siswa-siswi kembali bersekolah setelah 1 bulan liburan dan bersenang-senang.


Tidak dengan Anna yang menghabiskan waktunya hanya untuk menangis.


Hari ini juga adalah hari pertama Ryuzaki memasuki SMA Seido.


Anna memiliki prasyarat kepada Ryuzaki:



Tidak boleh menyapa Anna.


Anggap tidak mengenal Anna


Selalu menjauh dari Anna


Tidak boleh berbicara jika tidak ada hal yang penting


Tidak boleh ada yang tahu bahwa dia dan Ryuzaki serumah.



Itu adalah prasyarat dan perjanjian antara Anna dan Ryuzaki.


Maka dari itu, Anna berjalan sendirian memasuki gedung sekolah. Sedangkan Ryuzaki berada sangat jauh dengan Anna.


Hari pertama masuk sekolah adalah pengumuman yang berada di aula gedung sekolah.


Seluruh siswa-siswi berbaris dan berdiri di aula untuk mendengarkan pengumuman dari Kepala Sekolah.


Pengumuman itu berisi bahwa SMA Seido akan melakukan Festival Budaya Jepang ( Bunkasai ) dan siswa-siswi diberikan waktu 1 Minggu untuk persiapan acara tersebut dimulai dari pakaian, bahan-bahan, atribut dan lain-lainya.


Setiap kelas juga harus memberikan penampilan utama di dalam atas panggung sebagai acara utama.


Festival Budaya Jepang ini adalah acara hari terbuka tahunan yang diadakan oleh sebagian besar sekolah yang ingin menunjukkan prestasi artistik mereka.


SMA Seido menampilkan Festival Budaya Jepang lebih cepat dari SMA mana-pun dan Festival ini adalah Festival yang bebas dikunjungi oleh siapapun.


" Baru saja sekolah sudah Festival Budaya " Keluh seorang siswi keluar dari aula karena pengumuman sudah selesai.


Anna tidak menyukai hal seperti ini, Festival Budaya akan membuatnya sibuk dan selalu berhadapan dengan orang-orang.


" Kamu tidak menyukainya? " tanya Ryuzaki.


" Aku bilang tidak usah berbicara kepadaku! " kesal Anna yang berjalan cepat untuk kembali ke kelasnya.


9:30 a.m


Bel berbunyi.


Seluruh siswa-siswi harus kembali ke kelasnya setelah pengumuman, dan masing-masing kelas harus mempersiapkan stan untuk acara festival budaya nanti.


Kelas 1-1.


" Permisi " Ucap Wali Kelas 1-1 yaitu Maya.


Maya membawa Ryuzaki memasuki kelas 1-1, seluruh siswa-siswi kelas 1-1 terdiam karena melihat lelaki tampan memasuki kelas mereka.


" Akhirnya ada yang new fresh banget " Ucap bersamaan siswi kelas 1-1 kecuali Anna.


" Dia kenapa satu kelas denganku? " keluh Anna dengan nada rendah.


Siswa-siswi kelas 1-1 sangat heboh karena adanya murid baru.


" Diam! " tegas Maya membuat semuanya terdiam.


" Perkenalkan diri kamu. " perintah Maya kepada Ryuzaki.


" Perkenalkan nama saya Ryuzaki Tanaka, dulu saya tinggal di Kanagawa dan sekarang saya tinggal di Tokyo bersama dengan... " ucapan Ryuzaki terhenti.


Anna menatap tajam kearah Ryuzaki serta memberi isyarat bahwa dia akan mati.


" Bersama dengan Ayah saya. " lanjut Ryuzaki.


" Salam kenal Tanaka Ryuzaki " sapa bersamaan siswi-siswi kelas kembali.


" Silahkan kamu duduk dekat Ketua Kelas. " perintah Maya.


Ryuzaki segera duduk di bangku sebelah kanan Ketua Kelas.


Siswi-siswi dengan cepat langsung mengerumuni Ryuzaki, ada yang meminta nomer telepon Ryuzaki, ada juga yang bertanya-tanya soal kehidupan Ryuzaki.


Maya yang kesal karena kelas penuh kebisingan langsung menepuk papan tulis dengan sangat kencang agar mereka tidak berisik.


Siswi-siswi terdiam dengan wajah ketakuatn dan perlahan-lahan berjalan kembali ke bangkunya masing-masing.


" Hari ini sampai 5 hari kedepan tidak ada pembelajaran apapun dan pikiran untuk persiapan acara Festival Budaya. " ucap Maya seraya keluar dari kelas 1-1.


Ketua kelas berjalan menuju depan kelas untuk memberitahu apa saja yang perlu dipersiapkan untuk Festival Budaya.


" Jadi, untuk acara utama kelas kita akan melakukan apa? Drama? Menyanyi atau Menari? " tanya Ketua Kelas.


Mia mengangkat salah satu tangannya " Bagaimana, kalau kita melakukan drama? Drama putri salju, sepertinya itu akan seru. Aku akan menjadi putrinya dan Ryuzaki akan menjadi pangerannya, selanjutnya nenek sihir dan para kurcaci. "


Ketua kelas mengangkat jempolnya, ia setuju dengan pendapat Mia.


" Dan untuk dekorasi kelas, kalian ingin seperti apa? " tanya Ketua Kelas lagi.


Ryuzaki mengangkat tangannya " Bagaimana kita membuat cafe cantik, kelas disini kan perempuannya sangat cantik dan itu bisa menarik para lelaki untuk datang. Apalagi kalo kalian berpakaian maid, pelayan cantik. "


" Mesum " ledek Ketua Kelas tapi sangat setuju dengan pendapatnya karena dengan begitu Ketua Kelas juga dapat melihat siswi kelas berpakaian seksi.


" Kalau begitu, dimulai dari sekarang persiapkan baju untuk drama, akting drama dan perlengkapan untuk dekorasi kelas. "


Selesai berbincang-bincang di kelas, setiap orang sudah diberikan tugasnya masing-masing untuk mempersiapkan acara.


Anna mendapatkan tugas untuk menyiapkan naskah drama dan itu memang keahlian Anna.


Anna tidak ingin menjadi bagian dari pemeran drama ataupun maid, maka dari itu ia meminta Ketua Kelas untuk menjadikannya penulis naskah drama saja.


Ketua kelas menerima dan meminta Anna untuk menyelesaikan tugas tersebut dalam sehari.


Setelah seharian penuh Anna menyelesaikan naskah drama untuk kelasnya dan akhirnya selesai, Anna keluar dari perpustakaan sekolah untuk kembali pulang.


Tapi ia tidak sengaja bertemu seorang lelaki yang selalu bersama dengan Lim, dia adalah Okumura.


Okumura yang telah selesai latihan basket berjalan sendirian tanpa ada Lim disampainya.


Anna juga terpikir bahwa selama seharian ini, Anna tidak bertemu dengan Lim.


" Hai Anna. " sapa Okumura mendekati Anna.


Anna hanya menundukkan pandangannya " Malam. " ucap Anna dengan nada rendah.


" Kamu baru pulang? " tanyanya.


Anna menganggukkan kepalanya.


" Sendirian? Kamu belajar atau apa? "


" Festival budaya ya? Kelasku menari dan cafe Kpop. "


Anna tidak menjawab lagi karena baginya itu tidak penting dan Anna sudah tidak tahu harus menjawabnya dengan apa.


" Kamu tidak rindu dia? " tanya Okumura tiba-tiba membuat langkah kaki Anna terhenti.


" Dia bilang, dia tidak bisa pulang. Ayahnya masih mengurungnya di U.S " lanjut Okumura.


" Dia? Siapa yang kamu maksud, aku tidak mengerti. " kata Anna seraya berjalan kembali tanpa memperdulikan Okumura.


" Padahal dia selalu mengirim pesan kepadaku kalau dia merindukan kamu " gumam Okumura.


Anna melangkahkan kakinya menuju rumahnya kembali, Anna sudah tidak perduli dengan lelaki itu lagi.


Dia sudah membuat luka yang paling dalam untuk Anna, lelaki itu juga membuat Anna mengingat kenangan buruknya di masa lalu.


" Anna " panggil seseorang dengan suara yang sama dengan Lim.


Anna menolehkan kepalanya, tapi tidak ada seseorang di belakangnya.


" Hei Anna, kamu kenapa jadi mengkhayal tentang dia? " kesal Anna kepada diri sendiri.


Dalam perjalanan menuju pulang juga, Anna selalu tidak sengaja melihat wajah Lim berada di depannya.


Tapi setelah Anna mengusap matanya, itu hanyalah sebuah khayalannya.


Anna terus merintikan air matanya karena tidak bisa menghapuskan bayangan wajah dari Lim.


" Sial, sial, sial! " kesal Anna.


" Anna? " panggil seseorang yang membuat langkah kaki Anna terhenti.


" Kamu Anna benar kan? " lelaki itu mendekati Anna.


Dia adalah Kazuya.


Tubuh Anna bergetar ketakutan, tubuhnya seperti mati rasa saat melihat Kazuya berada di hadapannya.


" Anna, apa kabar kamu? " tanya Kazuya.


Anna memundurkan langkah kakinya, ia takut melihat Kazuya.


Rintikan air matanya juga terus mengalir tidak hentinya.


" Hei, kamu kenapa menangis? " lanjut Kazuya semakin dekat dengan Anna.


" Menjauh dariku!! " tegas Anna membuat Kazuya memberhentikan langkah kakinya.


" Anna, kamu kenapa? Kamu baik-baik saja? "


" Diam! Tidak usah baik kepadaku! "


" Hei, Anna. "


Anna mengepalkan tangannya, ia tidak bisa berlari kakinya terlalu kaku untuk berlari.


Sampai akhirnya Ryuzaki datang dan berdiri tepat di hadapan Anna dengan menatap Kazuya dengan pandangan tajam.


" Kamu siapa? " tanya Ryuzaki yang melindungi Anna.


" Kamu siapa? " Kazuya membalikkan.


" Saya tunangan Anna, Ryuzaki Tanaka. "


" Tunangan? HAHAHAHA, Anna waktu itu ada yang menganggap kamu pacar sekarang ada tunangan. Sebenarnya kamu ini miliki semua orang bukan? " sindir Kazuya.


" Jaga omonganmu! " seru Ryuzaki.


" Pacarmu kemana An? "


" Anna tidak memiliki pacar, dia hanya memiliki tunangan yaitu aku. " jawab Ryuzaki dengan menarik lengan Anna menjauh dari Kazuya.


Pertemuan Anna dengan Kazuya adalah takdir yang sangat buruk.


Anna tidak ingin bertemu dengan Kazuya, dia adalah salah satu penyebab kenapa Anna menjadi orang yang berbeda.


Dia penyebab Anna menjauhi hubungan sosial.


Anna membenci dia, sangat membenci dia.


Ryuzaki membawa Anna kembali untuk pulang, Hanna sudah berdiri sangat lama di depan rumahnya karena khawatir Anna tidak pulang.


Hanna melihat dari jauh Anna bersama dengan Ryuzaki, wajah Anna terlihat sangat lesu dan matanya sangat besar seperti sehabis menangis.


Hanna berlari menghampiri Anna. " Kamu baik-baik saja? " tanya Hanna khawatir.


Anna menundukkan kepalanya " Aku bertemu Kazuya. "


Mata Hanna melebar terkejut dengan nama yang disebutkan oleh Anna.


" Bawa Anna ke kamarnya. " pinta Hanna kepada Ryuzaki.


Ryuzaki membawa Anna ke kamarnya dan membiarkan Anna sendirian di dalam kamar.


Hanna memasuki kamar Anna dan menemani Anna semalaman, Hanna tahu rasa sakit yang dialami oleh Anna.


Hanna juga tahu, kehidupan Anna akan semakin sulit.


Padahal Hanna pindah ke Jepang adalah untuk membuat Anna tenang tanpa masa lalunya, tapi tidak disangka bahwa di Jepang pun Anna tidak bisa tenang.


Hanna hanya berharap bahwa ada seseorang yang akan menjadi teman Anna, menjadi salah satu teman penting Anna yang tidak akan menyakiti Anna.


Hanna sudah terlalu banyak melukai Anna, seusaha apapun Hanna untuk membalikkan keadaan Anna seperti semula tetap saja tidak bisa karena mental seseorang tidak akan cepat berubah dengan mudah.


••


Anna sudah memberikan naskah drama kepada Ketua Kelas dan pemain-pemain drama lainnya.


Mereka menyukainya, dan para pemain drama langsung melakukan latihan.


Siswa-siswi lainnya mempersiapkan untuk dekorasi kelas.


Pakaian-pakaian juga sudah dibuat oleh Mia, pakaian untuk maid dan pakaian untuk para pemain drama lainnya.


Para siswa-siswi berlatih untuk mempersembahkan bakatnya kepada orang-orang diluar.


Mereka terus berlatih 5 hari berturut-turut, sampai akhirnya hari itu tiba.


Festival Budaya Jepang SMA Seido.


Seluruh kelas sudah diubah menjadi restaurant, cafe atau tempat bermain lainnya.


Gymanisum aula sekolah juga sudah diubah untuk acara utama seperti konser, menari, drama dan lain-lainnya.


Beberapa murid juga sudah berganti pakaiannya menjadi pakaian untuk menarik para pelanggan untuk datang ke kelas mereka untuk mencicipi makanan serta minuman.


Anna sama sekali tidak mengganti pakaiannya, ia hanya menggunakan baju olahraga.


Anna juga tidak ingin mengikuti acara tersebut karena akan ramai dan bising. Ia tidak menyukainya sama sekali, sehingga Anna hanya duduk sendirian di Taman Belakang Sekolah.


" Anna! " panggil Ryuzaki membuat ketenangan Anna buyar.


" Kamu tidak ikut menonton diaula? Acaranya sudah dimulai, itu sangat menyenangkan. " Teriak Ryuzaki.


Anna tidak menjawab, ia hanya fokus dengan handphone yang berada ditangannya.


Sampai ada seseorang yang membuat fokus Anna menjadi teralihkan. Anna hanya memperhatikan lelaki itu yang berjalan di tengah lapangan.



" Dia lelaki yang bersama kita saat kita makan ramen An. " Ucap Ryuzaki.


Lelaki itu adalah Lim.


Sekian lama Anna tidak bertemu dengan Lim, mata Anna berkaca-kaca saat melihat Lim dari kejauhan.


Tingginya sudah berubah saat Anna terakhir kali bertemu dengannya, kulitnya bahkan lebih menghitam sedikit dibandingkan sebelumnya.


Meski lelaki itu sudah membuat kenangan masa lalu Anna kembali teringat, tapi perasaan rindu Anna tidak bisa dibohongi.


Ia rindu berbicara manis dengan Lim.


Ia rindu bertatap muka dengan Lim.


Ia juga rindu Lim yang selalu membantunya saat Anna sedang kesulitan.


Tanpa sadar air mata menjatuhi pipi Anna.


" Loh? " kaget Anna karena tidak bisa menahan air matanya.


Lim menolehkan kepalanya kearah Anna dan Ryuzaki, Ryuzaki melambaikan tangannnya kepada Lim " Hai, lama tidak berjumpa. " sapa Ryuzaki.


Lim berjalan mendekati Ryuzaki dan tersenyum lebar " Hai, apa kabar? Apa kabar Anna? " tanyanya.


Ryuzaki merangkul bahu Anna dan menjawab " Kami berdua baik. "


" Ah begitu. " kata Lim dengan menatap Anna.


Lim sangat merindukan Anna, bahkan detik ini, menit ini Lim ingin memeluk Anna dan mengatakan bahwa dia sangat merindukan Anna.


Seusaha apapun Lim berjuang untuk melupakan Anna, tetap tidak bisa. Saat di U.S pun Lim selalu ingin pulang karena ingin bertemu dengan Anna.


Ia takut bahwa Anna akan mempunyai perasaan kepada Tunangannya, Lim juga takut bahwa Anna benar-benar akan menjadi milik orang lain selain dirinya.


Anna hanya menundukkan pandangannya, ia tidak bisa memperlihatkan wajah senang dan sedihnya kepada Lim.


Ia senang karena Lim sudah pulang, ia juga sedih karena Lim yang membuat Anna terus mengingat masa lalunya.


Perasaan Anna terombang-ambing saat ini.


" Kamu sudah pulang dari U.S? " tanya Ryuzaki seraya melepaskan rangkulan dari bahu Anna.


" Sudah, itu juga butuh usaha yang keras kepada Ayahku untuk pulang kesini. Aku juga berkata yang tidak masuk akal kepada Ayahku. " jawab Lim dengan tawa kecil.


" Berbicara tidak masuk akal? "


" Iya, kalau aku berkata bahwa ada seseorang yang menungguku untuk pulang dan aku tidak ingin dia melupakanku. Tapi sepertinya dia sudah melupakanku. "


" Siapa orang itu? "


" Entahlah. Aku tidak bisa menyebutkannya sekarang. "


" Semoga kamu baik-baik saja dengan orang itu ya. "


Lim tersenyum kecil karena orang yang dimaksud oleh Lim adalah orang yang disamping Ryuzaki, Anna.


" RYUZAKI!!! " teriak Mia menghampiri Ryuzaki dengan nafas tersengal.


" Kenapa kamu berlari? " tanya Ryuzaki


" Aku tidak bisa menjadi putri salju, perutku sangat sakit. Dan tidak ada satu orangpun yang ingin mengantikanku, acara drama kita 20 menit lagi akan dimulai. " jelas Mia.


" Kamu serius? Bagaimana ini, tidak mungkin kita batalkan. "


Mia menoleh kearah Anna. " Bagaimana kalau Anna, dia yang membuat naskah. Dia pasti ingat kan dialog-dialognya? "


Anna mengerutkan dahinya, menggelengkan kepalanya tidak ingin. Ia tidak bisa berdiri di depan banyak orang.


" Aku mohon Anna. " Harap Mia.


" Putri salju cuman melakukan 2 dialog, selanjutnya kamu akan tertidur diatas kasur dan tinggal cium dahi saja. " Lanjut Mia.


" Siapa yang menjadi pangerannya? " tanya Lim ikut nimbrung karena mendengar kata "cium".


" Lim, kamu sudah pulang dari U.S ya? Apa kabar? " antusias dari Mia.


" Cepat katakan siapa yang menjadi pangerannya. " kesal Lim.


Mia menunjukkan telunjuk jarinya kearah Ryuzaki. " Ryuzaki akan menjadi pangerannya dan Anna akan menjadi putrinya. Tolong ya Anna, perutku sudah tidak kuat lagi. " Mia terburu-buru dan berjalan menuju kamar mandi.


Ryuzaki menarik lengan Anna untuk mempersiapkan diri Anna mengganti pakaian dan berdandan.


Anna tidak punya pilihan lain, Anna kasihan kepada teman-temannya yang sudah berjuang keras untuk acara ini. Tidak mungkin bagi Anna untuk menghancurkan mereka dalam sehari.


Jika Anna menghancurkannya, seluruh kelas akan kembali membicarakannya dan kenangan masa lalunya akan menghantui Anna lagi.