Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Secara tiba-tiba



Seisi sekolah memperhatikan kearah Lim dan Anna yang berjalan berdampingan. Anna merasa risih karena Lim langsung menghentikan langkah kakinya.



" Ini terakhir kalinya, jangan dekat dekat denganku! " Peringatan Anna tidak bercanda. Ia langsung berjalan cepat meninggalkan Lim didepan sekolah.



Anna berjalan dengan perasaan bersalah, tapi ia tidak punya pilihan lain selain seperti itu. Jika tidak seisi sekolah akan membully-nya kembali.



Sesampai Anna didepan kelasnya, ia terhenti karena Kaori berada tepat di depan pintu kelasnya sehingga ia tidak bisa masuk.



Ia menepuk bahu Anna dengan pelan dan berbisik " Aku menunggumu di lapangan basket. "



Anna menundukkan kepalanya kearah bawah, ia tidak tahu harus bagaimana. Ia tidak bisa menolak tawaran dari Kakak kelas-nya itu.



Guru-guru pun sudah banyak memarahi Anna karena tidak memasuki satu club sekali pun yang membuat nilai Anna tidak akan mendapat nilai tambahan dan sulit untuk ke universitas.



Kaori berjalan meninggalkan kelas Anna, sedangkan Anna memasuki kelasnya dengan wajah kebingungan harus bagaimana.



11:00 a.m.



Anna menatap kearah jendela melihat kearah lapangan, ia tidak bisa memperhatikan guru yang sedang menerangkan pelajaran Matematika.



Otaknya sudah sulit untuk dimasuki oleh soal-soal yang menyusahkan apalagi saat ini juga ia berpikir ia harus bagaimana untuk menolak tawaran itu.



Tanpa disadari, Lim sedang berada di lapangan outdoor bersama dengan siswa-siswi kelasnya yang hari ini adalah pelajaran olahraga.



Lim seperti merasa lemas tidak seperti biasanya, ia berolahraga dengan wajah pucatnya tapi tetap ia paksakan untuk olahraga. Karena Lim begitu menyukai pelajaran olahraga baginya itu adalah keahliannya.



Anna yang memperhatikan kearah Lim mengetahui kondisi Lim yang sedang sakit. Badannya tidak tegap seperti biasanya, wajahnya sedikit pucat. Mungkin dari sini hanya Anna yang mengetahui bahwa Lim sedang sakit.



" Dasar penggila olahraga " gumam Anna.



Bel istirahat pertama berbunyi.



Anna keluar membawa buku matematika semua siswa-siswi kelasnya menuju ruang guru itu hukuman baginya karena tidak memperhatikan saat pelajaran sedang berlangsung.



Ia berjalan dengan kesulitan, tidak sengga bertemu dengan Lim yang berada didepannya. Lim tersenyum dan menawari dirinya sendiri " Ingin dibantu? "



Anna menatap Lim sesaat, ia tahu bahwa Lim sedang sakit tapi saat ini ia butuh bantuan Lim karena ini terlalu berat untuknya.



" Ambil setengah " Anna menerima ajakan Lim. Lim mengambil setengah buku dari lengan Anna membuat Anna sedikit tidak kesulitan lagi.



Mereka berjalan menuju ruang guru tapi terhenti saat berada didepannya. " sinikan lagi bukunya, aku dihukum jadi nanti guru itu akan marah-marah dan membuat hukumanku lebih berat. " perintah Anna.



Lim mengerti akan keadaan Anna dan mengembalikan bukunya dilengan Anna, Anna memasuki ruangan guru itu lagi dengan kesulitan.



Setelah mengembalikan buku ke ruang guru, Anna keluar dan melihat Lim masih berada didepan ruang guru sambil menyandarkan tubuhnya kedinding serta menundukan kepalanya kebawah.



" Kamu masih disini? " tanya Anna. " aku sedang menungguimu " jawabnya.




Anna menghentikan kakinya, matanya mengelilingi sekitar lobby itu yang terlihat sepi. Anna membalikkan badannya menatap Lim dengan khawatir.



Lim tersenyum sesaat saat melihat mata Anna yang menjadi lembut saat sedang menatapnya. " Kenapa? " tanya Lim penasaran.



" Istirahatlah, kamu sedang sakit kan. " Tegas Anna.



Lim mengangkat alisnya satu, bagaimana Anna bisa mengetahui bahwa dirinya sedang sakit. Lim tidak bisa menjawab ucapan Anna.



" Kamu tidak dengar?! "



" Kataku kamu istirahat di ruang UKS. "



" Kamu sedang mengkhawatirkanku? " Canda Lim.



" Kalau begitu aku pergi. " Kesal Anna melihat Lim yang hanya menganggap ucapan Anna hanya candaan saja.



" Tenang saja aku tidak apa-apa segini saja aku sudah kuat! " Teriak Lim kepada Anna.



" Bodoh " gumam Anna dengan sangat kesal.



••



Anna menundukkan kepalanya dibawah pohon, hawa panas membuatnya ia ingin meneduh sebentar untuk menenangkan diri. Seluruh siswa-siswi sudah pulang kecuali siswa-siswi yang hari ini mengikuti kegiatan club.



Anna masih ambigu, perasaannya campur aduk untuk menerima atau tidak. Tapi ia takut berhadapan dengan orang lain. Ia takut bahwa ia akan dikucilkan kembali.



Dan saat ini Anna bertekad untuk menolak, ia berjalan segera menuju lapangan basket.



Anna membuka pintu lapangan indoor basket itu, tapi sejumlah pemain basket yang mengikuti club itu tengah berdiri didepan pintu masuk sambil berkata dengan bersamaan.



" SELAMAT DATANG DI CLUB BASKET MANAJER BARU! "



Anna terkejut, tangannya bergetar tidak henti. Saat ini ia ketakutan, namun ia juga merasa sangat senang.



Okumura menghampirinya " Maaf kapten kita sedang sakit jadi hari ini aku hanya disuruh untuk menyambutmu " ucap Okumura.



Padahal Anna kesini untuk menolak, tapi ia malah mendapatkan seperti ini. Jika ia tiba-tiba saja menolak itu akan membuat seisi lapangan merasa canggung.



Kaori mendatangi Anna dengan tersenyum " Selamat datang, kamu akan magang dulu baru setelah itu jika kamu bagus, kamu akan diterima dan mendapatkan kaos basket untuk manajer. " Kata Kaori antusias.



" Tapi ka, aku disini untuk menolak " bisik Anna kepada Kaori. Kaori menutup mulut Anna " Kamu tidak boleh seperti itu! " Tegas Kaori.



" Sekarang tugas pertama-mu menjagai Kapten yang sedang sakit! " Perintah Kaori seraya mendorong Anna keluar dari lapangan basket.