
Lim mendatangi hotel Ayaka dengan mata berkaca-kaca dan kepalan tangan.
Ting-nong
Terdengar suara bel kamar hotel Ayaka yang membuatnya segera membuka pintu dan melihat Kakaknya yang berada didepannya saat ini.
" Kakak? " kata Ayaka aneh.
Lim segera memasuki hotel itu tanpa berbasa-basi dan mencengkram bahu Ayaka dengan kuat.
" Kamu kenapa seperti itu? " tanya Lim.
" Apa maksud kakak? " Ayaka tidak mengerti.
" Kenapa kamu berperilaku jahat kepada Anna? Apa dia salah kepada kamu? Apa dia berbuat yang membuat kamu tidak menyukainya, tapi apa itu? Bukankah kalian berteman? Tapi kenapa kamu melukainya membuatnya menjauhi hubungan sosial. Kenapa Ayaka? "
Mendengar ucapan Lim, Ayaka tahu bahwa Lim telah mengetahui semuanya tapi dari siapa tidak mungkin dari Anna karena ia akan begitu ketakutan jika menceritakan kejadian seperti itu.
Ayaka terdiam tidak menjawab, Lim menggoyang-goyangkan tubuh Ayaka merasa tidak berdaya.
" Kamu itu adikku, walaupun kita cuman tinggal sebentar. Tapi kamu tetap adikku, dan aku sangat menyayangimu. Aku tidak tahu harus bagaimana jika seperti kejadiannya. Bukankah aku pernah cerita kepadamu lewat email kalau aku menyukai seorang wanita bernama Anna Yuo, wanita itu mirip dengan Ibu kandungku. Kamu tahu itu kan? Tapi kenapa kamu tidak berbicara dari dulu, kenapa saat aku begitu menyayangi dan tidak ingin melepaskannya kejujuran semua terungkap. Padahal kalau seperti ini aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu. Tapi aku malah mendengar ini dari mulut orang lain yang bahkan mungkin aku tidak percaya, di satu sisi juga semuanya terlihat masuk akal. " Terang Lim dengan mata berkaca-kaca, ia sangat terluka dengan keadaan seperti ini.
Ayaka menangis tersedu-sedu, ia ingin memberitahu semua alasannya. Ayaka datang kesini pun untuk memberitahu segalanya kepada Lim, tapi kejadian seperti ini tidak terduga. Lim mendengar kenyataan itu dari orang lain bukan dari mulutnya sendiri.
Ayaka menekukan lututnya, bersujud memohon maaf kepada Lim. " Kenapa kamu minta maaf kepadaku? Bukankah kamu harus meminta maaf kepada Anna? "
" Aku sudah tidak punya muka lagi untuk meminta maaf kepadanya, aku telah melakukan kesalahan banyak. Dan pasti Anna tidak akan memaafkanku, biarkan aku dibenci olehnya sampai mati pun aku tidak apa-apa. "
Lim yang baru saja ingin menampar Ayaka tiba-tiba saja terhenti saat pintu kamar hotel Ayaka terbuka, terlihat di depan pintu Anna dengan nafas yang terengah-engah.
Ayaka kaget melihat Anna yang bisa masuk kedalam kamar hotelnya secara tiba-tiba. Anna yang melihat tatapan Ayaka yang terlihat penasaran langsung menjelaskan " Aku pakai kartu nama Ayahku sehingga aku bisa masuk. "
Lim melihat Anna dengan tatapan bersalah, ia tidak bisa apa-apa kepada Anna saat ini. " Kenapa wajahmu seperti itu? " tanya Anna khawatir.
Lim menghapus air mata yang berjatuhan di pipinya, Anna tertawa kecil melihat Lim yang menangis pertama kali di hadapannya.
" Aku tidak ingin kamu membenci adikmu sendiri, jadi mari kita dengarkan penjelasan dari dia. Kalau kamu menjelaskan semuanya, aku akan memaafkanmu. Tenang saja "
Ayaka menundukkan kepalanya " Sebelumnya aku ingin minta maaf " katanya.
" Aku mungkin egois dan tidak memikirkan segalanya sehingga aku bisa melakukan hal keji seperti itu. Aku membullymu hanya karena benci karena kamu merebut apa yang aku suka seakan-akan kamu sempurna dan mendapatkan segalanya. Tapi kamu tahu, aku tidak setega itu untuk menipumu dan membuatmu masuk kedalam hotel. Aku tidak mungkin membawamu kesana tanpa alasan, aku membawa kamu karena orang itu menyuruhku, jika tidak keluargaku akan hancur. Dan lagi hidupku juga akan hancur. Dengan video masa laluku saat aku dilecehkan oleh Ayahnya. "
" Kenapa kamu tidak menjelaskan semuanya kepadaku? " tanya Lim kesal.
" Jadi kamu hanya iri? " Anna dengan mata yang hampir ingin menangis.
" Sebenarnya kalau alasanmu hanya melindungi dirimu sendiri, aku tidak masalah. Jadi tolong jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kamu sudah menjelaskan-nya lebih dari cukup. " lanjut Anna.
Ayaka mengambil kedua lengan Anna, bersujud di hadapannya. " Maafkan aku " keluhnya kepada diri sendiri.
Anna meminta Ayaka untuk berdiri " Tidak apa-apa " jawab Anna.
Ayaka memeluk erat Anna menangis tersedu-sedu, Anna adalah teman pertamanya saat dia berada di Korea, Anna yang menerima semua keadaannya meskipun itu menyakitkan.
Lim yang mengepalkan tangan langsung keluar dari Hotel kamar Ayaka dengan pandangan tertunduk.
" Aku pulang dulu " ucap Anna seraya keluar mengikuti Lim dari belakang.