
Anna terkejut melihat tulisan itu, lalu dengan bersamaan seluruh siswa-siswi menundukan kepalanya sambil berkata bersamaan.
" MAAFKAN KAMI KARENA TELAH SALAH PAHAM, SELANJUTNYA KAMI AKAN MEMPERILAKUKAN KAMU DENGAN BAIK. "
Untuk pertama kalinya di buat acara seperti ini, Anna terharu melihat siswa-siswi yang meminta maaf secara bersamaan kepada Anna.
Anna menganggukkan kepalanya bertanda bahwa ia memaafkan mereka semua. " Bolehkah aku turun dari panggung? Aku merasa sedikit demam panggung " canda Anna membuat seluruh siswa-siswi disana tertawa kecil.
Lalu Lim mendatangi Anna membawa Anna turun dari panggung kecil itu. " Bagaimana? Kamu suka? " bisik Lim.
" Ini terlalu berlebihan bukan? " ujar Anna.
Lim hanya tertawa sambil menggandeng tangan Anna membawanya pergi dari kebisingan disana.
Setelah acara permintaan maaf itu, mereka kembali bersenang-senang.
Lim membawa Anna pergi, namun terhenti saat Sawamura menghalang mereka.
" Boleh aku pinjam Anna sebentar? " pinta Sawamura kepada Lim.
" Kenapa kamu meminta izin kepada Lim, silahkan berbicara kepadaku. " ucap Anna seraya mengikuti Sawamura dari belakang.
Lim hanya mendesah kesal melihat Anna yang tiba-tiba pergi begitu saja. Lalu datang Okumura sambil membawa sebuah minuman " Minum, sepertinya kamu sedang patah hati kap " goda Okumura kepada Lim.
Lim meminum, minuman itu dengan tatapan sangat kesal.
Sawamura membawa Anna ke sebuah Taman depan, ia berdiri berhadapan dengan Anna.
" Kamu terlihat sangat cantik " puji Sawamura.
Anna tersenyum kecil " Terimakasih "
" Anna, sepertinya aku mempunyai banyak salah kepadamu. Jadi maafkan aku sekali lagi. "
" Aku sudah memaafkan kamu jadi sudah tidak usah bicarakan lagi. "
" Lagipula, aku juga sangat berterimakasih kepada Lim karena dia membuat aku tahu bahwa di dunia ini aku tidak sendirian. Masih banyak orang yang perduli terhadap-ku. Jadi lebih baik kita lupakan masa lalu, kita dan mulai hidup baru. Oke? "
Sawamura menatap Anna dengan tatapan iri terhadap Lim. " Sepertinya aku sudah tidak bisa bersaing lagi " gumam Sawamura.
" Kenapa? " tanya Anna tidak mendangar ucapan Sawamura.
" Tidak kok "
" Ohiya, aku juga berterimakasih sama kamu karena kamu telah menyelamatkanku. "
Sawamura ingin menangis melihat kebaikan Anna yang tidak terkira dengan cepat Sawamura memeluk Anna dengan erat dan begitu lama.
Lim yang tengah mengintip Sawamura dan Anna merasa sangat kesal karena melihat mereka berpelukan.
" Iya " jawab Anna.
Sawamura langsung saja pergi dari sana dan melambaikan tangannya kepada Anna. Anna hanya tersenyum kepada Sawamura.
Lalu Lim datang dengan wajah kesal. " Kok kamu disini? " tanya Anna penasaran.
" Aku kenapa disini?! " seru Lim.
Lim menarik lengan Anna membawanya pergi ke lapangan basket. " Aw sakit lepaskan! " keluh Anna.
Lim melepaskan genggamannya dari lengan Anna, dengan tatapan tajam ia menatap Anna. " Kamu kenapa sih? " tanya Anna tidak mengerti.
" Kenapa? Kamu berpelukan dengan mesra, kamu berbisik-bisik. "
" Jadi kamu dari tadi mengintip? "
" Iya! Terus kenapa? "
Anna menjijitkan kedua kakinya menarik kerah Lim dengan keras, mendekatkan wajah Lim kearah wajahnya.
" Mengintip itu tidak sopan! " kesalnya
" Kamu dan dia berbicara apa! "
Anna hanya terdiam, tidak berbicara.
Lalu dengan cepat Lim mencium bibir Anna dengan gaya Single Lips Kiss, Lim hanya menghisap lembut bawah bibir Anna dan melepaskannya
" Katakan! "
Anna tetap tidak menjawab dan Lim terus mencium bibir Anna. Anna merasa malu dengan perilaku Lim yang tiba-tiba menciumnya.
" Cepat katakan! Apa! "
Anna masih terdiam, tapi ketika Lim ingin menciumnya kembali Anna dengan cepat menutup mulutnya dengan tangannya itu.
Lim mengurungkan kembali niatnya untuk mencium bibir Anna. Anna memalingkan pandangannya. " Memang, kamu ada hak apa untuk mengetahui aku berbicara apa dengan dia! " sinis Anna.
" Karena kamu wanitaku! " Pekik Lim.
Anna menarik kembali kerah baju Lim merasa kesal. " Wanitamu? Kita bahkan tidak pernah berada di hubungan yang lebih. Bagaimana bisa aku menjadi wanitamu? "
Lim mendorong punggung Anna mendekatkan tubuh Anna kepada tubuhnya. " Kalau begitu sekarang aku katakan, aku ingin kamu menjadi wanitaku dan aku menjadi priamu. Bagaimana? "