Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Wanita dalam diam



Keesokan harinya.


Berita semakin menyebar tentang Anna di sebuah sosial media, orang yang menyebarkan berita tidak benar mengatakan bahwa Anna telah membuat pernyataan palsu. Ayahnya seorang penjahat korupsi yang menyalahkan orang lain atas kejahatannya.


Di sekolah pun Anna semakin di jauhi, tatapan siswa-siswi sudah menjadi tatapan dingin kepada Anna.


Bibir Anna bergetar ketakutan, tangan serta kakinya seperti mati rasa karena ketakutan yang di hadapinya itu.


Mereka bahkan tidak tahu apapun tentang Anna, kenapa mereka bisa-bisanya menghakimi sendiri. Bukankah mereka seharusnya berhenti berprasangka dengan sebatas pikiran sesaat?


Anna berjalan untuk memasuki gedung sekolah, di lorong menuju kelas Nana ingin melemparkan sebuah telur ke kepala Anna namun Lim menjaga Anna dengan membuka jasnya dan menutupi kepala Anna agar tidak terkena oleh telur itu.



Namun Nana mengurungkan niatnya kembali melihat Lim yang menolongnya. Lim menggengam jemari Anna dengan kuat membawa Anna pergi dengan cepat dari sana sambil menoleh kearah Nana dengan menatap sinis.


Lalu datang Hinata menghampiri Nana " Kenapa? Ada apa? " tanya Hinata kepada Nana. Nana yang melihat Hinata langsung mengumpatkan telurnya itu di belakang tubuhnya.


Hinata sama sekali tidak menyadari itu dan tidak memperdulikan itu langsung berjalan menuju kelasnya kembali.


Nana menghela nafas panjang lega karena Hinata sama sekali tidak mengetahuinya bahwa dia baru saja ingin menjahili Anna.


••


Bel pulang sekolah.


Anna bersama dengan Lim berjalan menuju lapangan basket untuk berlatih. Lalu datang Hinata menghampiri Anna dan berbisik " Temui aku nanti di taman sebentar saja "


Setelah berbicara seperti itu, Hinata langsung pergi terlebih dahulu. " Dia berbisik apa? " tanya Lim penasaran.


" Tidak " jawab Anna.


Anna hanya menaruh tasnya itu di lapangan dan berjalan menuju Taman, ia melihat Hinata yang tengah berdiri di bawah rindang pohon.


" Hinata " sapa Anna membuat Hinata membalikan badannya.


" Anna. " ujarnya. " Aku ingin bertanya sesuatu kepada kamu. " lanjutnya dengan tatapan serius.


" Ma-ri? " gugup Anna ketakutan.


" Aku bertanya seperti ini karena aku ingin memastikan sesuatu. "


" Apa itu? "


" Kamu jawab dulu! "


" Mari seseorang yang telah membullyku saat SMP dan juga yang mem-videokan saat aku berada di hotel. Dia dalang dari semua aksi pembullyanku. "


" Kamu tahu dia punya adik? "


Anna mengerutkan dahi tidak tahu bahwa Mari memiliki seorang adik. Anna menggelengkan kepalanya tidak tahu.


" Kamu tahu bagaimana kondisi Mari saat ini? " tanyanya lagi.


" Aku tidak tahu " jawab Anna. " Dia bunuh diri " ucap Hinata tiba-tiba.


" 3 Minggu setelah penangkapannya. " Lanjutnya.


Anna menutup bibirnya dengan tangannya tidak percaya bahwa Mari bunuh diri, dan bahkan dia tidak tahu kabar itu.


" Jadi aku ingin kamu memastikan ini, kamu melihat video ini dan katakan tanda sekolah baju ini, sekolah dimana jika kamu mengetahuinya. "


Anna mengangguk-anggukan kepala mengerti. Hinata menampilkan sebuah video di layar handphone, video saat Anna terjatuh dalam kolam renang.


Hinata memberhentikan saat seseorang ini ingin menjatuhkan Anna. Lalu memperbesarkan tanda nama di baju kirinya itu.


Terlihat sebuah tanda nama Sekolah menengah pertama Seoul Sem. " Ini sekolah SMP Seoul Sem, kenapa dia bisa memakai baju ini di sekolah ini? " Tanya Anna.


Hinata menelan ludah, ia mengetahui segala hal. Keganjalan nya selama ini ternyata benar, Hinata mengepalkan tangannya dengan kuat.


" Kalau begitu terimakasih " kata Hinata seraya pergi dari sana.


Sesaat setelah Hinata pergi datang seorang yang membuat Anna ketakutan dan terjatuh di Taman belakang sekolah.