
Pertandingan antara Tim Seido dan Tim Fukuro dimulai.
Anggota dari Tim Fukuro adalah anggota yang kemarin bertengkar dengan Lim, Kurmaochi, Okumura dan Sawamura.
Sawamura yang mengetahui Anna berada di dalam lapangan saat ini, hanya berpura-pura tidak dapat bermain karena kondisi tubuhnya yang sakit.
Ia hanya pulang, karena tidak ingin Anna melihat dirinya.
Tim Seido : Lim, Kuramochi, Okumura, Hideyoshi dan Hadji.
Tim Fukuro : Takeda, Zen, Sano, Yui dan Masashi.
Game start.
Quarter pertama dimulai dengan permainan tanpa sportif, kedua pemain hanya bertukar pukulan pipi.
Namun berbeda dengan Lim yang bermain sportif tanpa menghajar para pemain.
Ia masih bermain dengan memukau, meskipun selama lebih dari 2 Minggu Lim tidak berolahraga.
Di detik terakhir, Lim memberikan sebuah lemparan dunk yang membuat penonton terpukau.
Peluit berbunyi, quarter pertama berakhir dalam 10 menit.
" LIM. "
" KAPTEN LIM. "
" GANTENGNYA! " Sorak siswi di tribun.
Mendengar siswi-siswi menyoraki kearah Lim, Anna langsung melirik kearah siswi-siswi tersebut dengan sinis.
Ini pertama kalinya ia melihat pertandingan Lim, Anna tidak ingin melihat pertandingan lebih lama lagi.
Bisa-bisanya hatinya goyah karena melihat permainan Lim, ia juga tidak bisa mendengar para siswi yang berteriak kearah Lim.
Hatinya seakan-akan ingin menjauh darisana.
Quarter kedua dimulai.
Saat Anna keluar dari lapangan basket, tiba-tiba saja lengan Lim tergores oleh sebuah benda tajam dari dalam saku pemain SMA Fukuro.
Lengan Lim berdarah, mata Anna melebar melihat Lim yang menahan sakit dari lengannya.
Kemudian, Lim menutupi lukanya dengan wristband.
Anna adalah orang yang pertama melihat luka Lim, ketika Anna mencoba mendekati Lim. Lim memberikan sebuah sinyal untuk Anna tidak mendekati kearahnya.
Ia juga memberikan sebuah gerakan yang meminta Anna untuk keluar dari lapangan.
Fokus Lim terhenti saat melihat Anna keluar dari lapangan, tidak seharusnya ia tidak fokus dalam pertandingan.
Itu adalah kecerobohan pertama yang dilakukan oleh Lim.
Dengan kepala tertunduk, Anna keluar dari lapangan basket dan berjalan menuju Perpustakaan.
Sekitar 2 jam kemudian.
Langit yang sudah menggelap, angin-angin yang sudah berhembus dengan kencang dan udara yang semakin mendingin membuat Anna sudah tidak tahan di dalam perpustakaan.
Ia juga sudah menunggu Lim cukup lama, ketika Anna keluar dari perpustakaan.
Ryuzaki berada di depannya dengan rambut berantakan dan tubuh yang kotor.
" Ryuzaki, ada apa dengan kamu? " Tanya Anna tidak mengerti. " Kenapa?! " Sinis Ryuzaki.
" INI SEMUA KARENA KAMU!! " Bentak Ryuzaki yang ingin mendekati Anna.
Tapi, Anna langsung berlari menjauhi Ryuzaki. Ryuzaki terus mengikuti Anna, Anna terus berlari.
Tidak ada satupun yang bisa membantu Anna di dalam gedung sekolah ini, karena para murid sudah tidak ada, guru juga sudah pulang.
" DIAM! ATAU AKU POST VIDEO KAMU! " Teriak Ryuzaki yang membuat Anna berhenti berlari.
" Diam. " Ryuzaki dengan tampang licik mendekati Anna.
Kaki Anna terdiam, ia terus memundurkan langkah kakinya sampai Anna tidak bisa memundurkan langkah kakinya lagi karena sebuah dinding.
Dengan cepat tanpa berbasa-basi, Ryuzaki mencekik leher Anna dengan kuat membuat Anna tidak bisa bernafas.
" Mati saja kamu! " Seru Ryuzaki. Anna terus mendorong tubuh Ryuzaki dengan kuat, tetapi tenaga Ryuzaki lebih besar dibandingkan Anna.
Perlahan-lahan, pandangan Anna mulai menghitam dan Anna terjatuh tanpa sadarkan diri.
" Dasar lemah. " Kata Ryuzaki yang ingin menendang Anna untuk terjatuh ke bawah tangga.
Namun, dengan cepat Lim berlari dan mendorong Ryuzaki agar tidak menjatuhkan Anna.
Lim mencoba membangunkan Anna, Anna tidak kunjung bangun. Tapi, detak jantungnya masih berdetak meskipun lemah.
" Anna, bangun! " Khawatir Lim menepuk pipi Anna.
Seketika, dari belakang Ryuzaki memukul kepala Lim dengan sebuah kayu dan mendorong Lim terjatuh dari anak tangga.
Tubuh Lim tidak bisa bergerak, kepalanya sangat berat untuk bangun. Pandangan terakhirnya adalah wajah Anna yang berada di atas tangga tanpa sadarkan diri.
Begitu juga dengan dirinya, ia terjatuh tanpa sadarkan diri.
" Penganggu. " Desis Ryuzaki keluar dari gedung sekolah.
Jika, ia lebih lama berada disana seseorang akan membawanya memasuki penjara karena membunuh dua orang sekaligus.
Tetapi rencananya gagal, satu orang melihat kearahnya yaitu Yuki. Yuki tahu bahwa Ryuzaki akan datang, maka dari itu ia menunggu Ryuzaki untuk keluar gedung sekolah.
Mata mereka saling bertemu. " Halo Ryuzaki. " Sapa Yuki dengan tatapan tajam.
Yuki terus mengejar Ryuzaki, lari Ryuzaki sangat kencang sehingga Yuki tidak dapat mengejarnya kembali.
Di dalam sebuah jalanan kosong, mata Yuki terus mencari kesana-kemari. Ia juga mengambil sebuah handphone yang terjatuh dari kantung Ryuzaki.
Yuki melihat isi handphone tersebut dan di dalam video tersebut terdapat Anna. Tangan Yuki terkepal mengetahui bahwa video ini adalah video ketika Anna masih SMP.
" Sialan laki-laki itu! " Seru Yuki yang tidak sabar ingin segera menghajar Ryuzaki.
Tetapi, saat Yuki mencoba menyebrangi jalanan dari arah kiri dengan sebuah truk besar menabrak tubuh Yuki.
Tubuh yang terlempar dengan tergeletak di tanah, darah yang bercucuran serta pandangan yang buyar.
Seseorang yang berada di dalam truk adalah Ryuzaki, ia menabrak Yuki dan juga pingsan di dalam truk.
Tidak lama kemudian, Okumura yang melihat Lim dan Anna tanpa sadarkan diri di lantai langsung membangunkan mereka.
Ia juga meminta bantuan Kuramochi untuk membopong Anna masuk ke dalam ruang UKS.
10:00 p.m
Mata Anna terbuka lebar, lampu yang menyala sangat terang.
Handphone Anna terus berdering tanpa henti, karena deringan telepon itulah yang membuat Anna terbangun.
" Halo. " Anna menjawab telepon dari Hanna perlahan.
" Kamu dimana? Cepat kerumah sakit! " Seru Hanna dari sebrang. " Aku di UKS. " Jawab Anna.
" Anna, dengarkan Ibu perlahan. "
" Kenapa? "
" Yuki meninggal pukul 8:00 "
Tangan Anna lemas tidak berdaya, sebuah air mata mulai menuruni pipi Anna.
Seseorang yang sudah dianggap sebagai Kakak oleh Anna kini meninggal, dengan cepat Anna berlari menuju rumah sakit dengan air mata yang tidak ada hentinya menjatuhi pipi.
Ia tidak percaya dengan perkataan Ibunya, tidak mungkin. Baru saja kemarin ia melihat Yuki, tapi kenapa kini Yuki dikatakan meninggal.
Itu tidak mungkin.
Dengan nafas tersengal, Anna sampai di depan rumah sakit yang sudah diberikan alamatnya oleh Hanna. Ia juga segera berlari menuju ruangan Yuki.
Dan benar, tubuh Yuki sudah tertutup oleh kain putih.
Ibunda Yuki juga sudah menangis tidak ada hentinya, kaki Anna terasa mati rasa.
Ia terjatuh di lantai, selama 2 jam Anna pingsan dan Yuki sudah meninggal.
Anna memeluk lututnya sambil menahan tangisannya, sedangkan Hanna hanya mengelus kepala Anna perlahan.
Keesokan harinya.
" Kap. "
" Kap. "
" Kap, Lim bangun! " Okumura membangunkan Lim.
Mata Lim perlahan terbuka, kepalanya yang masih berat untuk membangunkan tubuhnya.
" Okumura, dimana Anna? "
" Sepertinya dia berada di pemakaman. " Jawab Okumura.
" Pemakaman? " Lim kebinggungan. Ia juga melihat pakaian Okumura yang berganti menjadi baju hitam. " Kenapa kamu memakai baju hitam? "
" Kap, Yuki-senpai meninggal. "
Perkataan yang tidak masuk akal, Lim tidak percaya.
" Bercanda kamu tidak lucu! " Kesal Lim karena candaan Okumura kini benar-benar memalukan.
" Aku benar, aku habis dari pemakaman dia. "
Lim memejamkan matanya menahan tangisannya untuk tidak keluar, ia bahkan tidak menghadiri pemakaman dari Yuki.
" Bagaimana dia meninggal? Padahal kemarin masih baik-baik saja " Ujar Yuki.
" Tertabrak sebuah truk. "
" Siapa yang menabraknya? "
" Ryuzaki. "
Nama yang benar-benar sangat menjijikkan untuk di dengar oleh Lim, tanpa berbasa-basi Lim langsung keluar menuju Kantor Kepolisian.
Terlihat Ryuzaki yang duduk di depan ruang meja dan tangan diborgol.
" Dasar gila! " Kesal Lim yang langsung menghajar wajah Ryuzaki tanpa ampun.
Emosi Lim yang sudah tidak dapat terbendung lagi. " KEMARIN KAMU HAMPIR MEMBUNUH ANNA DAN AKU, SEKARANG KAMU BENAR-BENAR MEMBUNUH YUKI. DASAR GILA! " Bentak Lim yang membuat para polisi menahan pukulan Lim.
" Kalau kamu memukul dia lagi, saya masukkan kamu ke dalam penjara. " Ancam seorang detektif yang menahan Ryuzaki.
Dari depan pintu kantor kepolisian, terlihat Anna dengan pakaian hitam dan topi hitam.
Lim mendekati Anna yang matanya sudah membesar karena seharian ini Anna yang selalu menangis tanpa henti.
" Anna. "