Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Dia.



Setelah berhari-hari Anna merawat Lim di apatonya, dan kaki Lim pun perlahan mulai sembuh.


Tapi hati Anna tidak nyaman, saat Anna mengirim pesan kepada Gi. Gi sama sekali tidak menjawab, bahkan saat Anna ke rumah sakit tempat Gi bekerja.


Selalu saja ada yang berkata bahwa Gi sedang berada di luar atau sedang melakukan pemeriksaan terhadap pasien.


Padahal Anna ingin berkata bahwa Lim kini tinggal bersama dengannya sebentar, Anna tidak ingin ada kesalah-pahaman antara mereka.


Anna juga ingin meminta maaf soal yang tiba-tiba saja ia pergi meninggalkan Gi sendirian di apartemen nya.


Namun, Gi seperti menghindari Anna.


Udara dingin yang berhembus sangat kencang, membuat Anna sedikit kedinginan di luar apatonya.


Lalu Lim datang dengan perasaan khawatir memakaikan Anna jaket Lim itu.



" Hei, kamu bisa sakit! " seru Lim.


" Sedang apa kamu disini, kamu seharusnya berada di apato-ku. " kaget Anna.


" Aku bosan, lagipula kakiku juga sudah mulai membaik. "


" Tapi tetap saja kamu harus beristirahat di apato-ku. "


" Lusa aku akan pulang. Aku tidak ingin merepotkan-mu lagi. "


" Tidak, kamu boleh tinggal sampai kamu benar-benar sembuh. "


" Aku tidak ingin membuat hubungan antara kamu dengan Gi semakin rumit karena aku. Memang aku juga ingin mendapatkan kamu, tapi aku tidak ingin membuat kamu sedih hanya karena aku ataupun Gi. " Jelas Lim yang membuat pandangan Anna tertunduk.


Memang benar saat ini perasaan Anna sedang campur aduk. Disatu sisi ia ingin berterimakasih kepada Lim, disatu sisi ia merasa tidak nyaman kepada Gi.


" Lebih baik masuk dulu, udara semakin dingin " perintah Lim kepada Anna seraya membawanya masuk kedalam apatonya.


••


Keesokan harinya.


Saat Lim ingin mengajak Anna bermain sebentar, Anna tidak bisa karena Anna benar-benar sangat sibuk.


Ia berpindah-pindah kota untuk seminar di university di Jepang.


Anna benar-benar sangat sibuk, sampai ia lupa dengan makan dan waktu membuat Lim sedikit khawatir saat Anna pulang dengan wajah sangat lelahnya.


" An kamu sudah makan? " tanya Lim khawatir.


Anna menggelengkan kepalanya dengan lemas, Lim langsung saja membuat-kan Anna makanan.


Tapi belum saja Lim memasak, Anna sudah terjatuh di lantai dengan keadaan tidak sadarkan diri.



Lim langsung menggoyang-goyangkan tubuh Anna untuk membangunkan Anna. " An, an! " ucap Lim ketakutan.


Lim langsung membopong Anna ke kasur dan segera menelepon Gi untuk segera kesini.


Gi yang menerima telepon itu langsung saja bergegas menuju ke apato Anna.


Setelah sampai Gi langsung mengecek kondisi Anna, dan benar Anna kelelahan dan ia lupa akan makan.


Lim mengigit bawah bibirnya dan mengepalkan tangannya. " Ish! " kesal Lim.


" Tenang, aku akan memberikan dia obat. Besok juga dia sudah tidak apa-apa, tapi mungkin hanya lemas saja. "


" Besok kamu akan pergi? "


" Iya. " Jawab Lim.


" Lalu bagaimana dengan Anna? "


" Aku kan sudah meminta kamu dan mengikhlaskan dia. Kenapa bertanya lagi kepadaku? "


" Kamu yakin dengan itu? Kamu tidak akan menyesal? "


" Tidak, tidak apa-apa. Sudah seharusnya seperti ini. "


Hati Lim bahkan belum bisa untuk melepaskan Anna, tapi Lim tidak bisa membuat Anna terus-menerus berada di dekatnya. Bagaimana pun ada saatnya untuk melepaskan apa yang memang seharusnya di lepaskan.


Jika terlalu lama di genggam, itu akan menyakiti diri sendiri bahkan orang itu juga.


Lim tidak ingin Anna tersakiti lagi karenanya, Lim akan membiarkan Anna berpikir jahat tentang nya. Itu yang terbaik.


Dengan itu, Anna akan melepaskan dirinya lagi.