
" Apa maksudmu? " tanya Anna tidak mengerti.
" Kamu akan menikah denganku, itu sudah takdir. " kata Lim dengan nada tinggi.
Okumura mendekati Lim dan menyikut tangan Lim " Hei! Kap jangan berbicara asal " ucap Okumura dengan perasaan tidak nyaman.
" Kenapa sih? Bukannya benar kan? "
Okumura hanya mengigit bawah bibirnya tidak bisa berkata, Kirei ingin berbicara kepada Lim tapi tangannya tertahan oleh Anna.
" Jangan " kata Anna dengan nada rendah.
Dengan ucapan Anna, Kirei mengurungkan kembali niatnya untuk berkata.
Lalu tak lama kemudian datang seorang pria dengan pakaian rapih seperti orang kantoran mendatangi Anna.
" Maaf, aku terlambat. " ucap Gi.
Lim melihat pria itu dengan seksama, dan dia sama sekali tidak mengenali pria itu.
" Kamu siapa? " tanya Lim.
" Perkenalkan aku Moon GI. " ujar Gi seraya menjulurkan tangannya.
Lim mengambil tangan Gi " Edward Lim. "
" Ah, jadi kamu Lim itu ya! " Seru Gi seraya melepaskan tangannya.
" Kamu siapa? " tanya Lim penasaran.
Anna langsung berdiri dan menatap Lim dengan senyuman kecil. " Dia pacar aku. " jawab Anna.
Lim menjatuhkan bunganya itu, seluruh tamu undangan dari pernikahan melihat kearah mereka.
Betapa malunya Lim.
Sawamura dan Kaori juga merasa resah karena keadaan ini.
Anna mengambil jemari Gi " Sawamura, Kak Kaori. Maaf acara pernikahan menjadi seperti ini, silahkan di lanjutkan. Aku pulang dulu " teriak Anna seraya membawa Gi keluar dari gedung pernikahan itu.
Lim tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dan dia juga tidak percaya dengan ucapan yang dia katakan tadi.
Bodohnya dia.
Okumura merasa bersalah kepada Lim, ia menepuk pundak Lim. " Maaf aku tidak berbicara kepada kamu kap "
Mata Lim kosong, betapa menyedihkannya dia.
Selama ini mungkin hanya dia sendiri yang merindukan Anna, selama ini Lim yang hanya mencintai Anna seorang diri dan menginginkan kembali seperti dulu.
Sedangkan Anna, mungkin saja dia sudah melupakan Lim.
Betapa bodoh dan memalukannya dia.
" Kap? "
" Kap? "
" Kap! " seru Okumura membuat lamunan Lim buyar.
" Ah maaf aku melamun " Ucap Lim.
" Maafkan aku kap aku tidak bilang. "
" Tidak apa-apa, lagipula mereka hanya pacaran saja kan? Aku masih bisa mendekatinya, seperti dulu memperjuangkan dia lagi. " Jelas Lim.
" Kap " Okumura dengan nada rendah merasa bersalah.
" Aku pergi keluar dulu ya "
Melihat seorang wanita yang ia cintai, kini berjalan bersama dengan pria lain.
Hati Lim terasa sangat sakit, ia ingin menangis namun tidak bisa.
Mungkin kalau boleh egois, Lim hanya ingin Anna menggengam jemarinya. Hanya ingin Anna mencium dirinya, dan Hanya ingin hati Anna hanya untuk Lim.
Tapi dalam kurun waktu 5 tahun ini, dia sudah berubah.
Dan bodohnya saat dahulu juga ia malah membiarkan Anna terluka.
Mungkin ini adalah penyesalan dahulu saat ia menyia-nyiakan Anna.
Tapi hati tidak bisa berbohong, melihat Anna berjalan bersama pria lain. Itu membuat hatinya terluka.
Lim pun masih sangat mencintai Anna seperti 5 tahun sebelumnya.
Lim ingin terus mendapatkan Anna apapun itu.
Dan kali ini berbeda dengan 5 tahun sebelumnya.
Kini, dia sama sekali tidak ingin melepaskan Anna walau hanya sedetik.
Karena Lim sangat mencintai Anna.
" Arghhhhhh! " kesal Lim seraya memberantakkan rambutnya merasa kesal.
Lalu tak senggaja Gi mendatangi Lim " Permisi " katanya membuat Lim terkejut.
" Lim? " Lanjutnya.
" Kenapa kamu disini hanya ingin menyindirku saja bukan. " Sinis Lim membuat Gi mendesah jengkel.
" Aku hanya ingin bertanya sesuatu kepada kamu " ucap Gi.
" Apa! "
" Waktu saat Anna ke New York, kenapa kamu membuatnya terluka dan menangis tersedu-sedu di Bandara? "
" Apa maksudmu? "
" Bukankah dia datang saat kamu pertama kali bermain di NBA u-19? "
Lim mengingat-ingat kembali dan kembali teringat bahwa Anna dahulu menontonnya, dan Lim hanya dapat memperhatikan nya dari jauh.
" Sekarang kamu ingat? " lanjutnya lagi.
" Ada apa? "
" Aku hanya ingin menanyakan alasan kenapa kamu mengecewakan dia sampai dia menangis menjerit, kalau aku sudah tahu alasannya dan membuat aku berpikir bahwa kamu baik. Mari kita bertemu lagi dan membahas tentang Anna selama 5 tahun ini, bukankah kamu ingin? " Pinta dari Gi.
Lim mengigit bawah bibir merasa ingin menerima itu, tapi ia tidak tahu darimana harus menjelaskannya.
" Jadi? " Lanjut Gi lagi.
" Aku akan cerita.. "
" Mungkin waktu itu aku bodoh, aku tidak bisa menyapa atau mendekati Anna. Tapi sebenarnya aku sangat ingin mendekatinya, aku bahagia sangat bahagia karena dia datang ke pertandingan pertamaku. Tetapi aku tidak bisa apa-apa, karena jika aku menyapa dan mendekatinya kembali aku akan menahannya untuk tidak pergi dan tetap disini bersama dengan dia lagi. "
" Melupakan Anna tidak semudah yang kamu kira, aku tidak bisa egois untuk menahan Anna dan menemani aku disini. Dan semuanya bisa terbalik lagi, antara aku yang ikut dengannya atau dia yang ikut denganku. Itu yang membuatku ragu dekat dengan dia. "
" Lalu saat aku mengikutinya sampai ke Bandara, aku tidak tahu kalau dia menangis. Aku telat, aku hanya melihat dia saat ingin menaiki pesawat. Disitu aku ingin melihat wajah terakhirnya, tapi disatu sisi aku ingin menahannya lagi dan lagi. " Jelas Lim selama ini kenapa selalu menghindar dari Anna dengan cara yang salah.
" Tapi caramu salah, benar bukan? " Ucap Gi menatap tajam kearah Lim.
" Aku tahu. "
Gi menatap lekat Lim melihat mata Lim yang sedikit demi sedikit mengerut, Gi tersenyum kecil. " 3 hari kemudian, mari kita bertemu lagi di Caffe dekat sekolah lamamu. " ajak Gi