Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Dia kenapa lagi?



Sawamura mengingat-ingat kembali nama itu dan akhirnya dia mengetahuinya bahwa Kazuya Dai adalah orang yang hampir melecehkan Anna.


Sawamura tahu bahwa saat ini Anna sedang merasa ketakutan, tanpa memperdulikan apapun ia langsung berlari menghampiri Anna dan menarik lengannya untuk keluar dari Lapangan Basket.


Seluruh tim basket melihat kearahnya begitu juga dengan Lim yang sepertinya terluka melihat mereka.


" Sepertinya kamu patah hati " pekik Akira.


Lim yang merasa emosi langsung memegang kedua kerah baju Akira. " Jangan pernah datang lagi! " Perintahnya.


" Lepaskan! " seru Akira. Lim melepaskan tangannya dari kerah baju Akira. Akira yang berwajah datar langsung merapihkan bajunya kembali dan berkata " Sampai jumpa di Final kalau kamu masuk Final " seraya keluar dari lapangan basket.


Mata Anna seperti kosong pikirannya entah kemana, mendengar nama itu saja Anna sudah ketakutan. Tangannya bergetar tidak bisa dihentikan.


Air matanya sudah menuruni pipinya membuat Sawamura semakin merasa bersalah, secara cepat dan merasa khawatir Sawamura memeluk erat Anna.


" Tenang " katanya menenangkan.


Anna menangis tersedu-sedu, ia tidak bisa menghentikannya ketakutannya itu.


Lim berlari mencari Anna dan Sawamura, ia tak senggaja melihat Anna dan Sawamura yang sedang berpelukan.


Langkah Lim terhenti, ia tidak bisa kesana. Hatinya terlalu terluka melihat mereka berdua seperti itu. Lim membalikkan badan dan pergi tanpa menghampiri mereka.


••


8:30 a.m


Anna yang memperhatikan kearah jendela, melihat Lim tengah berlari mengelilingi lapangan. Tidak biasanya Lim terlambat, ia mengingat kejadian kemarin yang benar-benar membuat hatinya terluka.


Tapi Anna sudah janji pada diri sendiri, ia tidak boleh terus-menerus mengurung dan menangisi diri sendiri. Mesikpun kemarin ia terluka, hari ini harus terlihat baik-baik saja.


Saat bel pertama berbunyi untuk istirahat, Anna berlari keluar kelas membawa sebuah air minum menuju lapangan untuk melihat Lim yang terus-menerus berlari.


Ia menghampiri Lim yang sedang beristirahat sebentar di tribun. " Minum " kata Anna. Lim menoleh dingin kearah Anna, ia tidak menjawab apapun dan hanya mengambil botol minumnya saja.


Setelah itu ia langsung meninggalkan Anna, Anna merasa aneh karena untuk pertama kalinya Lim bersikap dingin kepadanya.


" Pengumuman semua siswa-siswi harap menuju aula, sekali lagi semua siswa-siswi harap menuju aula " kata Kepala sekolah melalui speaker.


Membuat seluruh siswa-siswi berjalan menuju aula untuk sebuah pengumuman begitu juga dengan Anna. Baru saja sampai, aula sudah dipenuhi oleh banyak siswa-siswi membuatnya merasa sesak dan hanya berdiri diujung aula.


Tak senggaja ia melihat Lim yang juga tengah berdiri di ujung aula sebelah dengan menundukkan kepalanya, ia ingin menghampiri nya tapi kakinya terhenti saat melihat sikap Lim tadi.


" Selamat siang anak-anak, Ibu hanya ingin memberitahu. Kalian tahu bahwa besok diadakan ulangan tengah semester yang gagal dalam ulangan akan mendapatkan kelas tambahan saat liburan musim panas. Jadi Ibu mohon selama 4 hari kedepan berikan yang terbaik, terimakasih. Nanti setiap walikelas akan memberikan jadwal pelajaran, setelah itu kalian boleh pulang. " pengumuman dari kepala sekolah membuat seisi aula bertepuk tangan.


Saat semua siswa-siswi keluar, Lim melangkahkan kaki mendekatkan diri kepada Anna. Ia menarik lengan Anna membawa ke sebuah ruangan alat-alat tidak terpakai.


Anna hanya kebinggungan dan merasa aneh dengan Lim. " Kamu kenapa? " tanya Anna kebinggungan. Lim tidak menjawab, ia hanya terdiam dengan kepala yang tertunduk. Lim menarik Anna sampai ke dinding.


Anna ketakutan melihat sikap Lim yang seperti ini, Lim menaruh kedua tangannya di dinding membuat kepala Anna berada ditengah-tengah tangannya.


" Kamu kenapa? " gugup Anna.


Lim mendekat wajahnya ke wajah Anna dan berbisik " Jangan pernah kamu dekat-dekat dengan lelaki lain! "


Tiba-tiba saja ia mencium bibir Anna dengan paksa, bukannya merasa bahagia atau tersipu tetapi ciuman itu membuat Anna kesal dan marah. Ini bukan ciuman lembut ataupun ciuman yang mengartikan dia mencintai seseorang, tetapi ciumannya mengartikan akan nafsunya tersendiri kepada diri sendiri. Ini bukan Lim, Lim tidak seperti ini.


Anna mendorong tubuh Lim menjauh dan menampar Lim dengan sangat kuat. " Menjauh dariku! " seru Anna berjalan meninggalkan aula.


Nafsu Lim terlalu kuat karena ingin mendapatkan Anna sampai dia lupa akan dirinya sendiri dan membiarkan itu memakan kehidupannya.


Lim memberantakkan rambutnya merasa perilakunya salah, begitu juga dengan Anna yang menangis saat keluar dengan tersedu-sedu.


Ia tidak percaya bahwa orang yang di percayainya bisa berperilaku seperti itu.


Okumura dan Sawamura yang mencari Lim tidak senggaja melihat Anna yang berjalan sambil menangis membuat Sawamura khawatir langsung berlari menghampiri Anna.


" Anna! "


" Anna! "


" Anna!!! " Pangil Sawamura tanpa didengar oleh Anna sedikitpun.


Sawamura langsung menggenggam erat lengannya membuat Anna menoleh dengan menatap sinis Sawamura serta air mata yang sudah daritadi menuruni pipi Anna.


" Lepaskan! " pekik Anna. Sawamura sama sekali tidak melepaskan. " Aku bilang lepaskan! " Lanjutnya lagi, Sawamura menatap kearah mata Anna. Lalu tak lama melepaskan tangannya dari lengan Anna.


Anna kembali berjalan dengan terus-menerus menangis, tidak lama kemudian Lim keluar dari tempat yang sama dengan Anna tadi keluar.


Okumura menghampiri Lim yang terlihat sedih dan tatapan kosong. " Kap, kamu tidak apa-apa? " tanya Okumura khawatir.


Lim terdiam, Sawamura mendengar ucapan Okumura yang bertanya pada Lim tanpa basa-basi ia langsung berjalan dan memukul pipi Lim dengan sangat kuat.


" Maaf kap, tapi kamu apakan Anna sampai dia menangis seperti itu?! "


" Anna? " gumam Lim dengan mata berkaca-kaca..