
Sebelum pembagian piala, Lim berbicara kepada coach dan Tim Seido serta Para senpai.
" Aku akan pindah ke Amerika untuk menjadi pemain NBA " ucap Lim memberitahu.
Tim Seido hanya tersenyum bahagia, bahwa dari timnya dapat di pilih untuk menjadi pemain NBA.
" Selamat kap! " kata Okumura seraya memeluk Lim. Begitu juga dengan seluruh tim, dan Hideyoshi yang merasa bangga.
Coach juga merasa bangga karena memiliki pemain yang begitu hebat seperti Lim " Semoga kamu sukses! " ujar Coach.
Lim hanya memberikan senyuman, merasa sedih dengan perpisahan yang secara tiba-tiba ini.
" Kamu tidak bilang kepada Anna? " Tanya Sawamura.
Lim menundukan pandangannya " Aku akan bicara kepada dia nanti. Jadi tolong jangan beritahu Anna, biarkan aku yang beritahu dia. " Jawab Lim dengan nada rendah.
" Jadi kapan kamu akan terbang? " tanya Hideyoshi
" Mungkin 3 hari setelah natal. "
" Jadi kita bisa natal bersama? "
" Bisa " .
" Selamat ya! " ucap bersamaan Tim Seido memberikan senyum palsu.
" Sudah saatnya pembagian piala, mari kita pergi kesana " perintah Okumura.
Tim Seido pun berjalan berbaris untuk pembagian piala.
Dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, dan upacara penutupan sebentar.
Lalu di akhiri dengan pembagian piala, piala itu diambil oleh Lim selaku kapten, dan pemain andalan.
Lim mengambil piala itu, telah lama ia menantikan ini akhirnya impiannya tercapai. Di pertandingan terakhir, ia dapat memberikan piala kepada sekolah dan tim sebagai akhir dari perjuangan dia bersama Tim Seido.
Lim tanpa sadar merintikan air mata saat mengambil piala itu. Anna yang melihat kearah Lim, tanpa sadar merintikan air mata.
Berapa hari lagi Anna dan Lim bersama?
Secepat inikah waktu berjalan?
Secepat inikah kebahagiaan Anna?
Dan Anna bahagia meski hanya sebentar bersama dengan Lim.
••
Di tengah perjalanan, Lim memberhentikan langkah kakinya.
" An, setelah natal kamu ingin pergi bersamaku ke Hokkaido? Untuk mengunjungi makam Ibuku dan kita bermain disana selama 2 hari? " Ajak Lim.
Anna mengetahui bahwa mungkin ini adalah perjalanan terakhir dia bersama dengan Lim. Anna tahu itu, tapi ia hanya berpura-pura tidak tahu.
" Boleh " Anna menerima ajakan Lim.
Lim merasa bahagia dan menggengam erat jemari tangan Anna, mereka pun kembali berjalan menuju rumah masing-masing.
" Tapi kamu yang bilang kepada Ibu dan Ayahku ya " pinta Anna kepada Lim yang membuat kaki mereka terhenti.
" Bagaimana aku bilangnya? " Tanya Lim.
" Hmm. " pikir Anna sebentar.
" kamu lebih baik menangkan hati Ayah dan Ibuku dulu, lalu izin kamu akan membawa aku pergi. " lanjut Anna.
" Bagaimana caranya? " tanya Lim penasaran
" Pikir sendiri wle " ledek Anna kepada Lim.
Lim yang merasa jengkel langsung mengacak-acak rambut Anna itu.
Apa dia harus meninggalkan Anna.
Bagaimana Anna, jika ia pergi.
Bagaimana hati Lim saat meninggalkan Anna.
Memikirkan seperti itu membuat Lim langsung memeluk Anna dengan erat.
" An, aku sangat menyayangimu. " bisik Lim.
Anna yang terdiam sebentar, lalu membalas pelukan Lim dengan erat.
Anna tahu, bahwa mungkin besok dan 2 hari kedepan adalah hari terakhir dia bersama dengan Lim di Jepang.
Ia tahu tapi tetap berpura-pura tidak mengetahuinya.
" Lim kamu hebat, kamu seorang yang tidak pernah menyerah apapun itu masalahnya. Dan aku sangat mengagumimu. " papar Anna membuat Lim langsung mencium dahi Anna dengan sangat romantis.
" An, aku benar-benar menyayangi kamu. "