Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Hari kedua di Hokkaido



Pukul 8:00 a.m


Lim membuka matanya, terlihat Anna tertidur di tangan Lim dan berjarak sangat dekat. Lim ingin membangunkan Anna tapi tidak tega melihat wajah Anna yang sepertinya sedang kedinginan.


" Kamu kedinginan? Maaf ya, aku malah mengajakmu untuk pergi kesini " ucap Lim sambil memegang wajah Anna dengan lembut.


Lim tidak tega untuk meninggalkan Anna, Lim tidak pernah ingin sekali pun untuk meninggalkan Anna. Kalau bisa, ia ingin membawa Anna untuk pergi bersamanya. Tapi itu mustahil.


Lim merintikan air mata dan memeluk Anna dengan erat. " Bagaimana bisa aku menikmati liburan ini, kalau ini adalah liburan terakhir kita An. "


••


Pukul 15:00 p.m


Lim membawa Anna pergi ke kebun bintang Asahiyama. Melihat-lihat hewan dan bermain salju.


Terlihat juga singa laut yang bermain-main di salju putih dengan sangat lucu membuat Anna dan Lim berfoto menghadap kearah singa laut itu.


Dan saat waktunya adalah Parade Pinguin yang sangat lucu dan menggemaskan.


Anna terlihat sangat bergembira karena dapat melihat hewan-hewan yang sangat lucu dan menggemaskan.


Setelah selesai ke Kebun Binatang Asahiyama, Lim membawa Anna pergi ke Kota Tua Hakodate.


Di malam hari Kota ini terlihat sangat indah karena 50 ribu lampu-lampu menghiasi sepanjang jalan.


Anna melihat Kota ini dengan terpukau, lalu Lim tiba-tiba saja berdiri di hadapan Anna dengan mata berkerut.


" Kenapa? " tanya Anna penasaran dengan sikap Lim.


Para wisata berjalan kesan-kemari, Lim dengan penuh perasaan mencium bibir Anna dengan sangat lembut di tengah keramaian.


Anna memejamkan matanya, menikmati ciuman dari Lim. Tidak perduli lagi dengan pandangan orang-orang disana.


Lim menempelkan hidungnya di Anna, Anna melingkarkan tangannya di leher Lim, Lim menaruh tangannya di pinggang Anna Dan Lim kembali mencium bibir Anna dengan lembut.


Mereka terus berciuman di kerumunan orang-orang, dan di tengah lampu-lampu yang menghiasi sepanjang jalan dengan romantis.


Anna tidak tahu lagi, apa yang harus di lakukannya perasannya terus bertumbuh seperti pohon yang menjadi kuat dan kokoh tanpa ada yang bisa merusaknya sedikit pun.


Lim sangat mencintai Anna, ia menikmati ciuman terakhirnya saat bersama dengan Anna.


Tapi dengan ciuman ini, perasaannya terus menumbuh lagi dan lagi.


Mereka tidak perduli lagi akan orang yang berlalu-lalang memperhatikannya. Mungkin waktu hanya sebentar tapi perasaan mereka tumbuh menjadi sangat kuat.


Bagi Anna Lim adalah pahlawan.


Bagi Lim Anna adalah wanita hebatnya.


Mereka saling menganggumi satu sama lain, perasaan yang tumbuh pun sama. Saling mencintai, saling menyayangi.


Apapun masalahnya, tidak ada satupun orang yang dapat memisahkan mereka.


Apapun rintangannya akan mereka lewati meski penuh berduri.


Karena dengan begitu cara mereka bertahan satu sama lain.


Namun takdir memang tidak pernah berpihak ke Anna, selalu saja ada yang membuatnya terluka.


Jika Anna terlalu bahagia, ia akan terluka.


Jika ia terluka, bahagia tidak akan pernah datang menghampirinya.


Begitulah Anna, dan takdir Anna.


Tapi setidaknya, ia bisa bahagia dengan Lim meski hanya sebentar.


Meski hanya sisa hitungan hari yang ia miliki bersama Lim.


Lim pun merasa sangat bahagia, meski demikian ia akan pergi meninggalkan Anna.