Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Dia



Air mata kembali menuruni pipi Anna.


Anna tahu perasaannya masih belum menghilang. Tapi sampai kapan perasaannya akan terus ada di dalam hatinya?


Hati-nya terlalu sakit untuk merasakan perasaan ini lagi.


Pertandingan di mulai.


Penampilan Lim memukau beberapa penonton dan juga Kirei. Lim telah jauh berbeda dari yang dulu, kini kemampuan-nya berada di atas rata-rata membuat Anna bangga.


" Hei, nomer 10 itu sudah tampan dan jago. Apa nama punggungnya A'Y? " kata Kirei dengan gembira sambil menyemangati Lim.


Kirei tidak tahu bahwa itu adalah Lim, Kirei sudah mendengar cerita tentang Lim dari Anna. Tapi Kirei belum mengetahui bagaimana wajah Lim tersebut.


" OKUMURA! " Sorak beberapa penonton menyemangati Okumura, Anna tidak mengetahui bahwa Okumura juga mengikuti pertandingan ini.


Anna segera melihat, dimana wajah Okumura dan tim mana. Terlihat Okumura memakai baju Japan, yang berarti dia adalah Tim Jepang.


Untuk pertama kalinya Okumura bertanding dengan Kapten-nya saat SMA. Wajah Okumura terlihat bergembira dan juga terlihat dari sudut matanya yang sepertinya merindukan Lim.


Anna tersenyum kecil, ia seperti berada di masa lalu.


50 menit kemudian.


Teng-teng-teng.


Pertandingan berakhir dengan skor 98-77 yang di menangkan oleh Tim New York Knicks.


Pertandingan selesai, seluruh penonton berjalan keluar dari stadion. Saat Anna ingin keluar tangannya terhenti saat Kirei menahannya.


" Kenapa? " tanya Anna tidak mengerti.


" Aku ingin berfoto dengan yang nomer 10, temani aku ya! Kapan lagi, dan mungkin dia akan jarang untuk datang ke Jepang. " Jelas Kirei.


Berfoto dengan Lim?


Apa maksudnya ini?


Anna tidak punya muka untuk bertemu dengan Lim, apalagi untuk berbicara.


" Aku tunggu kamu di luar saja ya? "


" Hayu temani aku. " Manja Kirei membuat Anna tidak tega.


" Aku temani, tapi aku hanya melihat saja. Oke? "


Kirei menganggukan kepalanya mengerti, mereka berjalan menuju koridor bawah tempat para Tim New York Knicks serta Tim Jepang.


Terlihat beberapa perempuan telah meminta foto kepada Lim, Lim menoleh kearah Anna yang sedang berjalan kearahnya.


Anna hanya menundukan pandangannya, tidak berani untuk melihat wajah Lim. Lim menelan ludah ingin menyapa, tapi mulutnya seakan-akan tidak bisa berbicara.


Kirei menghampiri Lim dan bertanya " can I take photo with you? " ajak Kirei.


" Oh yeah " jawab Lim.


Kirei mengambil handphone-nya dan memberikan kepada Anna " An fotoi aku ya " pinta Kirei.


Kirei melakukan peace sedangkan Lim hanya tersenyum kearah camera, Anna memandang sebentar wajah Lim dari handphone Kirei.


Menatap senyuman yang sudah lama ia rindukan. Tapi ia tidak boleh seperti ini, ini sama saja menyiksa dirinya sendiri.


" 1-2-3 cekrek " ucap Anna.


" Sekali lagi " kata Kirei.


Mereka berganti gaya, Anna melakukan pengambilan foto sampai 3 kali. Dan akhirnya mereka berhenti.


" Hei, kamu ingin foto tidak dengan dia? " Bisik Kirei.


" Tidak " jawab Anna.


" Hei, My friend also wants to take a picture with you, it's okay? " teriak Kirei tiba-tiba kepada Lim.


Yang membuat Anna merasa canggung dan tangannya bergetar tidak henti, sedangkan Lim hanya mengepalkan tangannya merasa tidak sanggup berada dekat dengan Anna walau hanya 1cm.


" Oke " jawab Lim dengan ragu.


Kirei mendorong Anna kearah Lim, Anna berada berdampingan dengan Lim. Kirei yang ingin memfoto tapi jarak mereka terlalu jauh membuat Kirei sedikit kesal dan meminta mereka untuk sedikit berdekatan.


Anna tidak menampilkan senyum sedikitpun, dan Lim hanya tersenyum kecil. Berbeda ketika dia berfoto dengan Kirei, dalam foto ini ada sedikit kecanggungan antara mereka.


Bukan hanya kecanggungan, tapi kerinduan dalam hati mereka. Jika Lim ingin mendekati Anna, ia tidak ingin melepaskan Anna lagi. Tapi saat ini, ia tidak bisa.


Setelah berfoto yang hanya melakukan sekali take saja, tiba-tiba datang Okumura menyapa Anna dan Lim.


" Hai kap Lim dan Anna " Panggilnya dengan nada tinggi.


Kirei yang mendengar panggilan Lim, langsung menjatuhkan handphonenya tanpa sadar.


Jadi, dia adalah Lim. Laki-laki yang dahulu pernah di cintai Anna. Pikir Kirei.


Kirei memberantakkan rambutnya merasa bersalah kepada Anna, Anna yang mengambil handphone Kirei yang terjatuh segera memberikannya kembali kepada Kirei dengan senyuman palsu yang terlukis di wajahnya.


" Hei, nanti foto antara kalian berdua akan menghilang. " ucap Anna.


Okumura yang mendatangi Lim, tanpa Lim jawab langsung melihat situasi ketegangan saat ini. " Hei, kalian apa kabar? " tanyanya berpura-pura menghentikan ketegangan antara mereka.


" Kamu masih saja berisik Okumura, aku lelah. Aku ingin istirahat, lagi pula manajer cantikku pasti sudah menunggu " ujar Lim seraya meninggalkan mereka.


Okumura merasa bersalah karena membuat situasi yang canggung antara mereka, ia hanya berteriak kesal.


" Kamu sih! " sindir Kirei kepada Okumura


Anna yang melihat Lim semakin jauh, langsung membalikkan badan dan pergi dari stadion menuju apatonya kembali.


Sepanjang perjalanan, Anna dan Kirei hanya berdiam tanpa berbicara. Sampai akhirnya berada di depan apato, dan Anna segera memasuki apatonya tanpa berbicara kepada Kirei terlebih dahulu.


Anna memasuki kamarnya, memeluk kedua lututnya. Menahan tangis, Anna tidak ingin menangis hanya demi Lim.


Anna tidak ingin, lelaki itu tidak pantas untuk Anna tangisi.