Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Anna, kamu menyebalkan



" Anna kenapa? " tanya Lim khawatir.


" Entahlah, aku sedang melihat dia berteriak sendirian di Ebisu Garden Place. Dan tiba-tiba dia mengajakku untuk minum. " jawab Kirei


Lim langsung saja menempatkan badan dengan cara melipat kedua lutut, bertumpu pada telapak kaki, dengan pantat tidak menjejak tanah. " Naikkan dia di punggungku. " pinta Lim kepada Kirei.


" Apa aku bisa percaya dengan kamu? "


" Kamu tidak percaya kepadaku? " Sinis Lim.


Kirei langsung memindahkan tubuh Anna ke punggung Lim dan membiarkan Anna di gendong oleh Lim.


" Sepertinya Anna dan Gi sedang bertengkar, jadi hati-hati ketika kamu bertemu dengan Gi. Jelaskan saja dengan jujur, kalau kamu bertemu dengannya. " jelas Kirei.


Lim mendesah kesal " Iya tenang saja. " Kata Lim seraya keluar dari tempat makan itu.


Lim menggendong Anna untuk kedua kalinya, pertama kalinya adalah ketika Anna menghilang dan kakinya terkilir.


" Aku rindu itu. " Gumam Lim.


Di tengah angin malam, Lim tersenyum sendiri betapa bahagianya ia berada dekat dengan Anna saat ini.


Namun mendengar perkataan Kirei yang katanya Anna sedang bertengkar dengan Gi membuat Lim merasa kesal.


" Kenapa kamu bisa bertengkar dengannya " jengkel Lim.


" Kamu tidak seharusnya seperti ini saat bertengkar dengannya, ia tidak pantas untuk kamu tangisi. " kata Lim mengoceh terus-menerus.


Lalu Anna menjawab dengan keadaan mabuk. " Lalu apa kamu pantas untuk aku tangisi? "


Lim memberhentikan langkah kakinya sebentar mendengar Anna yang menjawab pertanyaan itu. " Kamu tidak tidur? "


Tapi setelah jawaban itu, Anna sama sekali tidak menjawab lagi dan hanya tertidur di pundak Lim.


Lim yang mengetahui Anna kembali tertidur langsung melangkahkan kakinya kembali. " Aku memang tidak pantas kamu tangisi juga, tapi setidaknya aku tidak ingin kamu menangis untuk siapapun. Itu menyakiti hatiku An. " ucap Lim.


••


10:00 a.m


Anna membuka matanya perlahan melihat dia sudah berada di kamar tidurnya. Namun saat ia terbangun, perutnya benar-benar sangat sakit sehingga ia tidak bisa berjalan.



Keringat sudah membasahi wajah Anna, perut Anna seperti tertusuk sebuah pisau.


Lalu di meja sebelah kasurnya terdapat sebuah air putih, Anna langsung mengambil air putih itu dan meminumnya.


Terlihat juga sebuah obat penghilang rasa nyeri saat menstruasi, Anna segera meminum obat itu dan kembali sedikit tenang.


Anna merilekskan tubuhnya kembali di atas kasur dan kembali beristirahat sebentar.


Malam kemarin...


Saat Lim membawa Anna pulang, Anna tidak bisa diam saat berada di punggung Lim. Anna meringis kesakitan di perutnya.


Lim tidak tahu apa-apa, ia bertanya kepada orang sekitar. Jawabannya " Mungkin sedang hamil. "


Itu adalah jawaban yang tidak masuk akal, dan lebih tidak masuk akalnya lagi. Lim bertanya kepada orang asing.


Karena terlalu khawatir, Lim membawa Anna ke rumah sakit. Dan dokter hanya berkata bahwa Anna sedang mengalami Nyeri Haid.


Dokter tidak bisa menangani ini, ia hanya memberi sebuah obat penghilang rasa sakit saja.


Ketika Lim meninggalkan Anna sebentar di ruang UGD, seluruh orang-orang yang berada di rumah sakit melihat kearahnya dengan tertawa.


Entah apa itu, Lim yang merasa sangat aneh langsung saja ke toilet untuk mencuci tangan sebentar.


" Bau. " Ujar seseorang dalam toilet kepada Lim.


" Hei, kamu tidak sopan! " kesal Lim.


Ia mencium bau badan dirinya sendiri, tapi tidak tercium bau. Dan saat Lim melepaskan jaketnya, ia tidak senggaja melihat sebuah bercak darah di jaket belakangnya.


Lim mencium darah itu dan ternyata itu adalah darah menstruasi. Lim ingin muntah karena darah itu benar-benar sangat bau. Dan yang lebih mengjengkelkannya lagi darah menstruasi Anna ada berada di jaketnya. Itu alasan kenapa orang-orang sedari tadi menertawakannya dan mengatakan dia bau.


Lim membuang jaket itu ke dalam tong sampah, ia hanya memakai baju kaos hitamnya saja dan kembali untuk menjemput Anna pulang.


Tapi Anna masih belum terbangun dari tidurnya, ia masih tertidur pulas karena obat yang sudah ia minum tadi.


Dan celana Anna pun sudah ada bercak darahnya, Lim tidak mungkin untuk mengganti celana Anna.


Dengan amat sangat mencintai Anna, Lim berlari terburu-buru ke departemen store untuk membeli sebuah jaket kembali.


Lim membeli sebuah jaket hitam dan memakaikannya ke pinggul Anna, sehingga darahnya tidak bisa di lihat oleh siapapun lagi.


" Sudahlah, kamu tidak apa-apa bocor di bajuku. Asal kamu tidak di tertawakan oleh orang-orang. " Kata Lim seraya kembali menggendong Anna di punggungnya dan membawa Anna untuk pulang.