Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Kisah lama.



Gi mengantarkan Anna pulang sampai apatonya, Anna telah izin kepada rektor bahwa ia tidak dapat masuk hari ini tapi ia memberi tugas kepada mahasiswa.


Anna merebahkan tubuhnya di kasur, mengangkat tangan kirinya keatas melihat cincin yang di berikan kepada Gi " Dulu, aku ingin dia yang memberi ini " gumam Anna.


Anna mengigit bawah bibirnya, ia tidak bisa terus seperti ini. Ia harus melupakan segala hal tentang pria itu.


Apapun yang terjadi, ia tidak boleh ada sangkut pautnya dengan pria itu lagi.


TENG-TENG-TENG


Suara telepon terdengar dari handphone Anna, Anna segera mengangkat telepon itu dari tas nya tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelepon.


" Hallo? "


" Hei, akhirnya kamu mengangkat " terdengar suara berat yang sangat familiar di telinga Anna, Dia adalah Lim.


" Hei? " Katanya lagi tanpa Anna jawab.


" Hei jawab! "


" Kenapa kamu meneleponku? " sinis Anna.


" Semalam kamu kemana saja, tidak menjawab teleponku beberapa kali. "


" Memang itu urusanmu? "


" Aku ingin meminta maaf soal kemarin yang memalukan kamu dengan pacar kamu. "


" Tidak apa-apa, kamu memang seperti itu. "


Lim tertawa kecil, mendengar tawanya saja sudah membuat Anna merindukannya kembali.


Sebenarnya kenapa dengan Anna, kenapa sulit baginya untuk melupakan Lim.


" Lalu apa hari ini kamu ada waktu? Aku ingin mengobrol sebentar dengan kamu. "


" Aku lelah. "


" Besok? "


" Besok aku mengajar dan ke tempat kerjaku untuk merivew novelku. "


" Aku akan datang ke tempat mengajarmu "


" Kamu ingin seluruh kampus membicarakan aku dan kamu? "


" Kalau begitu tempat kerja "


" Apalagi itu. "


" Kalau begitu aku kerumah kamu. "


" Tidak, sudah mari kita berbincang lain kali saja. "


Lalu tidak terdengar suaranya kembali.


" Padahal aku disini hanya 3 bulan, aku ingin berbincang sebentar denganmu " katanya dengan nada rendah.


Mendengar suara Lim yang terlihat sedikit sedih membuat hati Anna tergerak, ia juga tidak bisa jahat kepada Lim. Bagaimana pun Lim adalah seorang yang membantunya bangkit kembali.


" Besok di tempat kerjaku, aku tunggu sepulang kerja. "


" Oke, aku tunggu kamu yaa! "


Anna menutup teleponnya kembali, bolehkah ia bahagia seperti ini?


Bagaimana dengan Gi?.


••


Karena Lim ingin bertemu dengan Anna, Lim memberi sebuah buku pertama dan kedua Anna.


Buku pertama berjudul " Love Captain Handsome "


Buku ke-dua berjudul " Story of me "


Ia membayar buku tersebut ke kasir. " akhir-akhir ini, buku pertama ini juga lagi banyak yang menyukainya loh. Karena isinya benar-benar sangat menyentuh hati perempuan. " Kata seorang kasir perempuan tiba-tiba.


" Maaf, aku seorang lelaki. "


Kasir perempuan itu hanya tertawa kecil saja, selesai membayar Lim langsung keluar dari Toko Buku dan menghampiri sebuah Caffe yang berada dekat dengan sekolah lamanya.


Lim membaca novel kedua Anna yang sedang mem-booming itu, di mulai kejadian nyata yang Anna alami.


Semuanya memang benar, dan kisah ini juga adalah benar kisah Anna.


Dengan membaca ini saja Lim tahu bahwa sebenarnya hati Anna kesakitan karena harus mengulang kembali ingatan yang tidak pernah ia ingin ingat kembali.


Tanpa sadar waktu sudah pukul 6:00 p.m, Lim telah menyelesaikan novel kedua Anna yang isinya sangat tebal.


Lim menutup buku itu dengan wajah kesal, ia langsung berjalan menuju Perusahaan Konda yang dimana tempat kerja Anna.


Perusahaan Konda adalah penerbit karya sastra, mangga, komik terbesar di Jepang.


Lim memasuki gedung kantor Konda, melihat orang-orang yang sudah berjalan untuk pulang.


Lalu ia melihat Anna yang sedang duduk di kursi koridor sambil merapihkan sebuah kertas-kertas yang berada di tangannya.


Lim menghampiri Anna dengan wajah kesalnya " HEI " sapa Lim.


" Kamu telat " sinis Anna.


Lim langsung duduk disebelah kursi Anna dengan perasaan kesal. " Lihat aku! " Tegasnya.


" Apa yang ingin kamu bicarakan? " tanya Anna tanpa melihat Lim dan hanya merapihkan kertas-kertasnya itu.


" Hei liat aku! " tegas Lim membuat Anna melihat kearah Lim dengan kesal. " Kenapa? "


Lim mengeluarkan novel Story of me dari tasnya. " Ini novel kamu kan? "


" Iya. "


" Ini cerita asli kamu kan? "


" Iya. "


" Lalu kenapa tidak ada nama aku yang tercantum? Padahal aku mempunyai peran besar dalam hidup kamu. "


" Kamu ada. "


" Tidak, tidak ada nama aku. "


" Bagaimana bisa aku mencantumkan nama-nama asli, aku harus menyamarkannya. "


" Lalu dengan nama apa? "


" Kalau kamu punya peran penting, kamu harusnya sadar dengan nama itu. Bahwa dia adalah kamu. "


Lim terdiam sebentar dan membaca kembali novel tersebut, saat membacanya ada sebuah nama yang sepertinya itu adalah dirinya.


Dengan nama Toshio.


" Toshio? "


" Iya "


" Tapi kenapa jelek sekali namanya, dan juga peran aku seperti peran pendukung dalam novel ini. "


" Kamu memang peran pendukung, aku peran utama. "


" Ohiya " kata Lim seperti orang bodoh kesal hanya karena dia tidak menjadi peran utama dalam novel Anna.


" Lalu arti Toshio apa? "


" Kamu bisa search "


" Aku malas. "


" Kalau begitu tidak usah tahu. "


Lim yang penasaran langsung mencari arti nama Toshio, dan arti nama Toshio adalah pemimpin jenius, pahlawan.


Pipi Lim memerah karena Anna memberikan sebuah nama dengan arti yang menyentuh kehatinya.


" Kamu kenapa bisa memberikan-ku nama itu? "


" Karena kamu adalah pemimpin yang jenius, kamu bisa menghadapi kenyataan buruk dengan bahagia. Kamu bisa memimpin tim kamu menuju kemenangan, dan kamu juga pahlawanku. Karena kamu aku bisa bangkit kembali, karena kamu juga aku bisa melupakan itu. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada kamu. " Jelas Anna dengan senyum kecil.


Lim menatap Anna dengan senyuman bahagia, bahwa dirinya masih dianggap penting dalam hidup Anna.