Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 53 ( akhir )



Mata Anna melebar, tubuhnya bergetar karena canggung. Ia segera melepaskan genggaman Lim, jika tidak semua akan menjadi lebih buruk.


Perasaannya akan tumbuh lagi, kali ini perasaannya berbeda dari yang kemarin-kemarin.


Saat ini, perasaannya benar-benar tumbuh bagaikan bunga.


Tetapi, dalam satu sisi Anna juga tidak ingin Lim terluka lagi olehnya. Anna sudah terlalu memberikan terlalu banyak luka kepada Lim.


Anna sudah tidak pantas untuk mendapatkan hatinya Lim kembali.


" Kamu menonton? " Tanya Lim mendekati Anna.


" Iya. " Jawab Anna. " Terimakasih. " Kata Lim dengan sebuah senyuman hangat.



" Permainanmu hebat. " Kagum Anna menahan perasaannya.


Ia tidak boleh untuk bahagia, jika bahagia seseorang akan terluka demi kebahagiaannya seperti Yuki.


" Aku pulang dulu.. " kata Anna sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Lim.


Waktu dulu, setiap Anna pergi Lim selalu menahannya agar Anna tidak pergi. Tetapi kali ini, Lim membiarkan Anna untuk pergi.


" Anna. " Panggil Lim membuat langkah kaki Anna terhenti.


" Besok bertemulah denganku, ada yang perlu aku bicarakan dengan kamu. " Teriak Lim.


" Aku tunggu di depan Taman bermain dekat sekolah, pukul 7 malam. Oke? " Lanjut Lim seraya berjalan memasuki gor kembali.


Perasaan senang kembali menghampiri Anna, entah apa yang akan dibicarakan oleh Lim tetapi Anna akan menantikan itu. Ia juga akan berbicara tentang semuanya kepada Lim, Anna akan menuruti kata Hanna bahwa lebih baik untuk berbicara dibandingkan memendam semuanya sendirian.


Lim memasuki kembali lapangan dengan pandangan tertunduk, perasaannya kepada Anna tidak dapat ia lupakan.


Selalu saja tumbuh, tetapi saat tumbuh selalu ada luka yang menghampirinya.


Selama ini, Lim baru mengerti bahwa sebenarnya ia berjuang dengan keegoisannya sendiri.


Hanya karena ingin mendapatkan hati Anna, ia berkorban dengan hatinya.


Dan benar kata Yuki, bahwa dirinya belum sepenuhnya berjuang untuk Anna.


Perasaan labil masih menghampiri Lim, ia tidak memikirkan perasaan Anna sedikitpun. Yang Lim pikirkan adalah perasaan dirinya, maka dari itu ia terluka oleh dirinya sendiri.


Anna tidak pernah menyakitinya sekalipun, hanya sifatnya yang seperti itu. Seharusnya Lim lebih mengerti lagi tentang sifat Anna, bukan malah menolak sifat Anna yang dingin.


" Kap. " Sapa Okumura perlahan yang melihat Lim berjalan dengan pandangan tertunduk.


" Okumura, apa aku belum benar-benar serius dengan Anna? " Tanya Lim.


" Apa maksudmu? "


" Aku sudah berjuang lebih, bukan? Tapi besok, dengan aku berbicara panjang lebar. Apakah dia akan melihat kearahku? "


" Kap, jangan berbicara yang tidak-tidak terlebih dahulu. Lebih baik kita merayakan kemenangan kita bukan? " Sorak Okumura membangkitkan semangat Lim kembali.


" Benar, hahaha. " Tawa Lim yang sudah melupakan segala hal kejenuhannya tentang Anna.


Keesokan harinya..


Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Anna, selama setengah tahun lebih ini Anna selalu menyimpan perasaannya sendiri. Dan bahkan ia selalu menyakiti Lim.


Kali ini, hari ini juga.


Anna ingin berkata panjang lebar dengan Lim dan mengatakan perasaannya yang tidak bisa membalas perasaan Lim.


Sedangkan Lim, ini adalah hari terakhir dimana dia benar-benar mengungkapkan segalanya untuk Anna.


Suasana dingin, salju yang datang lebih awal dari perkiraan dan hembusan nafas yang terlihat.


Suara langkah kaki terdengar dengan jelas mendekati Lim yang sedang duduk disebuah ayunan.


" Hai. " Sapa Anna dari belakang. Lim segera berdiri dan melambaikan tangannya perlahan. " Hai. "


" Hmm. " Terjadi kecanggungan antara mereka berdua.


" Kamu.. " Kata Anna dan Lim bersamaan.


" Kamu dulu. " Ujar mereka secara bersamaan kembali.


" Oke aku dulu. " Ucap Anna dengan ragu.


" Sebelumnya, aku tidak ingin berbasa-basi. Aku ingin berterimakasih banyak kepada kamu, karena selalu menolong dan membantu aku. "


" Tetapi, seiring waktu perasaanku tumbuh dengan sendirinya. Mungkin karena kebaikan kamu, aku sempat berbohong tentang aku berpacaran dengan Gi. Sebenarnya tidak, aku hanya tidak ingin mengaku bahwa aku memiliki perasaan sedikit kepada kamu. "


" Aku hanya tidak ingin terluka, bukankah aku egois? "


Anna menghela nafasnya panjang dan menatap mata Lim. " Jadi aku mohon, agar perasaanku tidak tumbuh lagi. Berhenti mendekatiku dan berhenti menyukaiku. Oke? " Tatapan Anna dengan serius.


Berbeda dengan sebelumnya, ia selalu memalingkan pandangannya tetapi kali ini Anna benar-benar serius dengan perkataannya.


Tidak ada keraguan sedikitpun dari ucapannya.


Terpampang senyum diwajah Lim, Lim mendekatkan tubuhnya perlahan kearah Anna dan memeluk tubuh Anna dengan erat.



" Anna, aku ingin sekali memelukmu seperti ini. " Lim dengan rintikan air mata perlahan. " Kata Yuki-senpai aku belum sepenuhnya berjuang untuk kamu, apa benar? Kata Ryuzaki aku bahkan belum mengenal kamu di masa lalu, apa benar? "


" Padahal aku ingin menyukai kamu tanpa harus melihat masa lalu kamu. Apa aku salah? "


" Kalau memang aku salah, lebih baik aku menjauh dari kamu. Itu yang kamu mau bukan? "


" Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat. " Lim melepaskan pelukannya. " Kalau aku benar-benar serius dan tidak labil seperti saat ini, apa kamu mau denganku? "


" Ketika aku sudah bisa menerima kamu apa adanya entah kamu terus menyakitiku atau apa, aku akan tetap disamping kamu dan dapat mengubah diri kamu menjadi lebih baik. Apa kamu mau menjadi wanitaku? "


" It was first time that I saw you. I had never seen anything so perfect. Maksudku, kamu sempurna sangat sempurna. "


" Anna, I love you. There I said it, I would never let anybody or anything hurt you. Because I care about your feelings more than mine. I've never felt that way about anymore. "


" Apa itu cukup meyakinkan kamu, kalau aku benar-benar menyukai. Tidak aku mencintai kamu. "


" So, take a care and wait for me. But I want you to promise me something. If you love someone you, tell them. Even if you're scared that it's not the right thing. You say it and you say it loud. " Jelas Lim mencium kening Anna dan pergi meninggalkan Anna.


Hati Anna terluka saat melihat Lim yang benar-benar akan menjauh darinya. Ini seperti sebuah perpisahan kedua hubungan.


Hubungan yang tidak jelas.


Lalu, langkah Lim tiba-tiba terhenti dan ia tiba-tiba berteriak dengan sangat kencang. " Aku akan balik kepada kamu lagi Anna, jadi tunggu aku. "


Lim mulai melangkahkan kakinya kembali dan menjauh dari Anna, kaki Anna yang terasa sangat lemas terjatuh ditanah dengan rintikan air mata.


Ternyata perpisahan ini akan benar-benar sakit, tetapi dalam hati Anna juga ia merasa bahagia karena dapat bersama dengan Lim meskipun hanya sesaat.


Seperti perkataan orang-orang " Bila dia benar-benar mencintai kamu, dia akan kembali. "


Anna akan menunggu.


Lebih dari 1 semester, Anna dan Lim sama sekali tidak berbicara. Bahkan Anna tidak melihat kearah Lim sama sekali, begitu juga dengan Lim yang sama sekali tidak melihat kearah Anna.


Keduanya terasa seperti orang asing yang tidak mengenal satu sama lain.


Pada akhirnya juga Lim sama sekali tidak kembali kepadanya, yang berarti Lim tidak mencintainya.


Semua harapan Anna pupus, dan perasaannya sudah memudar karena waktu yang sudah sangat lama.


Namun, tiba-tiba saja.


Tidak ada badai, tidak ada hujan.


Saat kenaikan kelas dua, dan sparing SMA Seido dengan SMA lain.


Lim berkata di tengah lapangan kepada Anna." APAKAH KAMU INGIN MENJADI ISTRIKU? "


Dan, inilah permulaan keseriusan Lim.


Game start-


Terimakasih para pembaca sudah membaca episode spesial ini, mungkin ada yang belum mengerti dari episode spesial ini.


Episode spesial ini merupakan cerita awal pertemuan Lim dengan Anna.


Lim yang masih memiliki perasaan labil kepada Anna dan Anna yang masih takut dengan perasaannya sendiri.


Dan setelah Lim mengetahui bahwa caranya selama ini salah, ia menjauh dari Anna dan mulai memikirkan bagaimana cara mendapatkan hati Anna lebih jauh lagi.


Itu adalah dengan episode 1 : awal dari segalanya.


Yang berarti awal dari keseriusan Lim dan juga awal dari Anna membuka hatinya perlahan untuk Lim.


Terimakasih sudah membaca Love Captain Handsome, selanjutnya silahkan membaca Love Captain Handsome 2