
Anna tidak pulang ke rumahnya, Anna sama sekali tidak ingin bertemu dengan Ayah, Ibu dan Lim.
Meskipun Ibu menelepon dan mengatakan bahwa Lim datang untuk berpamitan, tetap saja Anna tidak mau.
Bagi Anna melihat dirinya adalah sesuatu yang menyakitkan, ia tidak bisa melihat Lim lagi. Jika iya, perasannya akan selalu tumbuh lagi dan meminta Lim untuk tetap disini.
Anna tidak ingin dianggap jahat oleh Lim karena membiarkan mimpinya hilang hanya karenanya.
Sehingga Anna dengan perasaan terluka membiarkan Lim melepaskan Anna.
1 jam sebelum keberangkatan Lim.
Seluruh Tim Seido, coach, Hanna, Eiji sudah menunggu dan mengantar Lim untuk pergi ke Bandara.
Namun keberangkatan ini, Anna sama sekali tidak datang.
Okumura terus berbicara kepada Lim, tapi Lim tidak mendengar-kan ocehan dari Okumura. Matanya terus mengelilingi mencari Anna.
Ia ingin melihat Anna walau hanya sesaat, Lim ingin melihat Anna sedetik saja.
Hanna yang menyadari Lim langsung mendatangi Lim dan memberikan handphone-nya kepada Lim.
" Kamu berpura-pura lah untuk meneleponnya " kata Hanna.
Lim dengan sangat berterimakasih langsung menelepon nomer Anna, tapi panggilan pertama tidak diangkat. Lalu Lim mencoba meneleponnya kembali.
Panggilan kedua terangkat oleh Anna, terdengar suara Anna yang sangat Lim rindukan.
" Hallo? Kenapa? "
Lim tidak menjawab, ia tidak ingin Anna mengetahui bahwa dirinya yang menelepon.
" Ibu mau menyuruhku untuk ke Bandara lagi? Aku tidak bisa bu, kepalaku sangat pusing. "
" Bu? Ibu tidak menjawab karena marah? "
" Oke maafkan aku Ibu, tapi aku tidak bisa melihatnya. "
" Karena jika aku melihatnya lagi aku akan meminta dia tetap disini. Maafkan aku Bu. "
Seketika mendengar suara itu, Lim langsung merintikan air mata.
Hanya mendengar suara Anna, hati Lim begitu tenang. Hanya dengan Anna mengucapkan kata-kata seperti itu, perasaannya tumbuh lagi dan lagi.
Jadi sampai kapan perasaan ini akan tumbuh?
Anna yang terkejut mendengar suara Lim, langsung mematikan panggilan. " Ibu itu! " kesal Anna.
Lim segera memberikan handphone Hanna kepada Hanna. " Terimakasih Bu " Kata Lim.
" Semoga kamu baik-baik saja ya " kata Hanna.
Lim segera berjalan untuk melakukan check-in penerbangan, seluruh tim Seido, coach, Hanna dan Eiji melambaikan tangan perpisahan kepada Lim.
Okumura yang merintikan air matanya disana, karena hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu.
Seorang kapten yang penuh jasa, seorang kapten yang begitu memiliki tekad sangat kuat. Okumura sangat menghormati Lim dengan sungguh-sungguh.
Dan Lim juga adalah seorang teman yang sangat berharga bagi Okumura.
" selamat tinggal Lim! " teriak Okumura.
Setelah sekian lama, Okumura kembali memanggil nama Lim. Tidak memanggilnya dengan Kap. Lim yang terkejut dengan panggilan Okumura menjawab teriakan Okumura " Sampai bertemu lagi "
Lim berjalan untuk check-in dan memasuki pesawat. 10 menit sebelum keberangkatan, Lim mematikan handphonenya.
Sebelum mematikan handphonenya, ia melihat wallpaper handphonenya antara dia dengan Anna.
Tiba-tiba saja kenangan antara mereka kembali lagi, membuat Lim kembali menangisi kepergian ini.
10 menit kemudian.
Pesawat dari Jepang menuju Amerika melakukan landasan, Seluruh Tim Seido, Coach, Hanna dan Eiji memperhatikan kearah langit melihat pesawat yang terbang di atas.
Melihat bahwa kini Lim telah pergi dari negara ini.
Dari jauh pun Anna melihat terbangnya pesawat dari jendela hotel dekat Bandara tersebut.
Anna memang tidak bisa melihat Lim secara langsung, tapi meski begitu ia masih ingin melihat kepergian Lim walau hanya dari jauh saja.
Anna merintikan air mata, kini pria hebat dan pria luar biasa itu telah pergi meninggalkannya.
Pria hebat itu membuatnya kembali merasakan apa arti dari " Kesepian ".
" Kamu jahat membuat aku sendirian lagi. " gumam Anna dalam tangisan.