Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Dia dan sebuah kenyataan



" Aku juga membeli salah satu bukumu lagi. " ucap Lim membuat mata Anna melebar.


Lim tidak boleh membaca itu, itu sangat memalukan.


" Tapi kamu buat cerita romance? " Lanjut Lim penasaran membuka isi novel itu.


Dengan cepat Anna segera mengambil novelnya itu, dan menelan ludah ketakutan.


" Kamu tidak boleh baca! " seru Anna.


" Kenapa? Aku sudah membeli buku ini. "


" Bukannya kamu tidak suka cerita romance? "


" Sebenarnya aku tidak suka, tapi karena ini bukumu. Aku harus mengapresiasi karya kamu. "


" Tidak! "


" Kembalikan! "


" Aku beli buku ini dari kamu, tapi kamu tidak boleh membacanya "


" Hei, kamu yang membuat. Kamu seharusnya juga sudah mendapat satu novel kamu sendiri kan? Kenapa ingin membelinya lagi. " sinis Lim.


Mata Anna berkedip secara cepat, Lim langsung saja mengambil novel dari tangan Anna dengan cepat.


Dan segera membukanya. Hati Anna berdetak cepat karena ketakutan serta gugup.


" Anna? " panggil Gi yang membuat Lim mengurungkan niatnya untuk membaca setelah mendengar suara Gi.


Anna melihat Gi dan segera menghampiri Gi. " Hai Gi " ucap Anna.


" Kamu ada disini? " tanya Gi kepada Lim.


Lim mengigit bawah bibirnya " Ada urusan apa kamu menanyakan itu? "


" Tidak, aku hanya ingin tahu untuk apa kamu disini bersama dengan Anna. "


" Aku hanya ingin mengkritik soal novelnya yang tidak mencantumkan namaku. "


" Apa itu penting? "


Lim langsung berdiri tegak di hadapan Gi dengan menatap tajam kearah Gi " Itu penting karena aku mempunyai peran penting dalam hidupnya! " tegas Lim.


Anna langsung mengambil tangan Gi, jika terus di biarkan mereka akan bertengkar. " Gi, ayo kita pulang. "


" Aku pulang dulu, jangan lupa besok. " Kata Gi seraya menggengam jemari Anna. " Lim aku pulang. " ucap Anna seraya berjalan meninggalkan Lim.


Melihat Anna yang menggenggam tangan Gi membuat hati Lim sedikit terluka.


Lim tidak ingin siapapun mengambil Anna.


" cih " desis Lim.


Dalam perjalanan pulang dalam mobil Gi. Gi hanya terdiam tanpa sedikit suara pun yang sepertinya dia sedang kesal.


" Gi. " panggil Anna.


" Hm "


" Maaf aku tidak bilang sama kamu. "


" Dia bilang kemarin saat aku pulang dan aku terlalu lelah saat itu sampai ketiduran. " Lanjut Anna.


" Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin kamu terluka lagi karena dia. "


" Besok juga aku akan berbicara dengan dia. "


" Berbicara dengan dia? Soal apa? "


" Bahwa aku akan menikahi kamu. "


" Secepat itu kamu memberi tahu dia? " Anna sedikit ketakutan dengan respon dari Lim.


" Lebih baik cepat, karena katanya dia hanya tinggal di Jepang 3 bulan saja. "


" Kalau begitu bagus " ucap Anna dengan nada rendah.


Gi mengetahui bahwa Anna masih tidak ingin memberitahu Lim tentang pernikahan antara mereka.


Maka dari itu biarkan Gi yang berbicara kepada Lim dan membuat Lim menjauhi Anna.


••


Lim membaca novel pertama Anna.


Ternyata novel pertama Anna adalah novel tentang dirinya bersama dengan Anna.


Kisahnya sama persis dengan kisah mereka, awal mula dirinya melamar Anna. Memperjuangkan Anna, dan sampai bisa mendapatkan Anna.


" Kamu membuat novel pertama ini isinya tentang kamu dan aku ya. Nama aku juga tidak di samarkan, hanya di samarkan bagian depannya saja. " gumam Lim.


Lim tanpa sadar merintikan air matanya, betapa bodohnya waktu itu dia hanya melepaskan Anna.


Lim merindukan kisah semua yang ada dalam novel ini.


Merindukan semua tentang Lim dan Anna.


Lalu halaman terakhir bertuliskan " This is a book for you, sorry if I have a mistake with you. I love you, I miss you and thank you for everything. "


" i love u more " gumam Lim.


Keesokan harinya.


Lim bertemu dengan Gi di sebuah Caffe kemarin.


Mereka datang tepat dengan waktu yang sudah ditentukan.


Terdapat aura, aura menakutkan dari mereka berdua dengan tatapan saling tajam.


" Cerita-kan tentang Anna. "


" Kamu tidak sabar. "


" Cepat! "


Lalu Gi menceritakan awal mula Anna bertemu lagi dengannya setelah sekian lama, dan bertemu saat Anna menangis di bandara.


Dan setelah Gi lulus dari universitas-nya, ia kembali berkerja di Jepang. Menjadi seorang dokter di sebuah rumah sakit Tokyo.


Setelah itu Gi bertemu dengan Anna, Anna terus bersedih karena Lim. Sampai akhirnya tiba-tiba saat Anna sedang mabuk, Anna ingin Gi menjadi pacarnya meskipun ia berbicara dengan nama Lim.


Lim menundukkan kepalanya merasa bersalah membuat Anna bersedih karenanya.


Setelah berbicara panjang lebar, Gi dengan tatapan tajam menatap Lim " 1 bulan kemudian, aku dan Anna akan menikah. "


Mendengar perkataan itu, Lim langsung berdiri dan menghentakkan tangannya di meja merasa sangat marah, kesal mendengar ucapan Gi.


" Katakan lagi padaku! " tegas Lim.