
4:00 p.m
Pelatihan Tim Sensen dan Tim Seido dimulai.
Pelatihan kali ini adalah melakukan seluruh tim untuk sparing selama 40 menit seperti melakukan perlombaan. Dan jika kalah mereka akan menaiki bukit yang berada dibelakang SMA Sensen sebanyak 10 kali.
Pelatihan pertama dimulai antara Tim kelas 1 SMA Sensen dengan Tim kelas 1 SMA Seido.
Tapi dalam pertandingan ini, Lim tidak dimasukan ke dalam line up kelas 1 melainkan ia dimasukan ke dalam line up kelas 3.
" Bukankah Lim kelas 1 ? " tanya Dai kepada Hirahata.
" Dia dimasukan kedalam line up kelas 3, tidak apa-apa bukan? " jawab Hirahata.
" Sebenarnya tidak apa-apa, tapi apa kamu tidak takut kalah karena membawa kelas 1 kedalam line up kelas 3? "
" Kita lihat saja nanti. "
Pertandingan antara kelas 1 dimulai.
Quarter pertama, Okumura mencetak sebanyak 15 skor dari three-pointsnya yang stabil dan konsisten.
Coach memperhatikan permainan Okumura yang mulai meningkat, tapi ada sebuah kenyataan bahwa Okumura tidak dapat shoot inside.
Maka dari itu Coach mempertimbangkan lagi untuk memasukan Okumura kedalam tim untuk Inter-High.
Tapi sebuah keajaiban, di quarter terakhir. Okumura mencetak inside yang membuat seluruh Tim Seido terkejut.
Coach bahkan sampai menjatuhkan papan game nya tersebut karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
" Ini serius? " tanya Lim.
" Hei, Okumura!! " ucap bersamaan tim Seido.
Peluit akhir berbunyi, Tim Seido kelas 1 mengalahkan Tim Sensen kelas 2.
Selanjutnya adalah Tim Seido kelas 2 dan Tim Sensen kelas 2.
Peluit berbunyi dimulai.
Meskipun baru quarter awal, permainan mereka sudah sangat cepat.
Sampai akhirnya 40 menit kemudian.
Pertandingan antara mereka berakhir dengan seri.
Selanjutnya adalah Tim Seido kelas 3 ditambah dengan Lim dan Tim Sensen kelas 3.
Lim akan melawan Dai.
Lim tidak tahu kemampuan Dai, sebaiknya Lim berada dibangku cadangan terlebih dahulu. Tapi Coach sudah meminta Lim untuk masuk.
Hirahata mendekati Lim dan berbisik tepat ditelinga Lim " Hati-hati, Dai lebih pintar dari yang kamu kira. "
Lim menganggukkan kepalanya mengerti.
Peluit berbunyi.
Wasit melemparkan bola keatas, Kazuma dari Tim Seido dan Seto dari Tim Sensen menunggu bola sampai titik tertinggi lalu mereka mendorong bola tersebut kearah timnya.
Dan bola terlebih dahulu didorong oleh Kazuma sehingga Lim mendapatkan bola tersebut.
Lim ingin berlari dengan bermain cepat, tapi Dai sudah menjaga Lim agar tidak bermain dengan tempo cepat.
" Mau kemana kamu? Aku tidak menyangka ada anak kelas 1 yang masuk line up dalam kelas 3, sehebat apa kamu? " tanya Dai dalam pertandingan.
" Lebih baik anda tidak perlu berbicara, atau anda akan kehilangan konsentrasi. " jawab Lim dengan cepat memantulkan bola dan memberikannya kepada Hirahata.
Hirahata yang berlari langsung memasukkan bola basket kedalam ring.
Tim Seido mencetak angka pertama.
Dai tersenyum lebar, ia benar-benar kagum dengan permainan Lim.
" Dia benar-benar hebat " kagum Dai.
Tim Seido melakukan defense sedangkan Tim Sensen melakukan Offense.
Lim yang diwajibkan untuk menjaga Dai tidak dapat menyeimbangkan kecepatan Dai serta keahliannya dalam mempassing bola tanpa terbaca.
Dai yang berpura-pura melakukan passing namun ia sudah melompat dan melakukan three-points.
" Sialan " Keluh Lim yang tidak menyadari tipuan Dai.
Meskipun Tim Sensen sudah unggul 1 point, Lim tidak menyerah ia memainkan strategi dan meminta Yuki untuk melakukan three-points balasan.
Yuki menerima, dan ia mencetak three-points.
Okumura yang memperhatikan permainan Lim yang meningkat tersenyum dari pinggir lapangan " Aku tidak akan bisa mengalahkannya. " gumam Okumura.
Dan dimenit terakhir quarter pertama, Lim mengejutkan semua orang dengan melakukan tipuan kepada Dai.
Dai tertipu dan membuat Lim melakukan dunk.
" Wah dia hebat. "
" Hebat sekali " kagum dari Tim Sensen.
Peluit berbunyi, quartet pertama Tim Seido dan Tim Sensen seri dengan point 20-20.
1 menit untuk istirahat.
Hideyoshi mendekati Lim dan bertanya " Kamu baik-baik aja? "
Lim menghela nafas panjang, ia mengatur nafasnya kembali agar tidak sesak.
" Saya baik-baik saja terimakasih. "
Yuki merangkul Lim " Sepertinya mereka sudah tahu permainan kamu, lebih baik kamu ubah sedikit strateginya. " kata Yuki memberitahu.
Lim menganggukkan kepalanya mengerti. Hirahata mengepalkan tangannya dan memukul dada Lim perlahan " Aku serahkan strategi padamu. " ucap Hirahata.
Peluit berbunyi kembali.
Quarter kedua dimulai.
Kali ini tampang dari anggota Tim Sensen sudah tidak seperti awal, tampak keseriusan diwajah mereka.
Dan benar, kali ini Tim Sensen bermain dengan sangat cepat.
Bahkan Tim Seido tidak dapat mengikuti pergerakan mereka. Hanya Lim yang dapat menyeimbangkan permainan dari Tim Sensen.
Lim terus berusaha, keringatnya terus mengucur tidak henti.
" Keringat sialan " pikir Lim yang terganggu dengan keringat karena terus bercucuran diwajahnya.
Hideyoshi melihat permainan Lim yang sedikit menurun, wajah Lim saja semakin pucat.
" Coach sepertinya Lim sedang tidak sehat. " kata Hideyoshi memberitahu kepada Coach.
Coach melihat permainan Lim yang kurang seimbang dan terlalu memaksakan.
Lalu peluit pergantian pemain berbunyi.
" Lim keluar! " Perintah Coach.
Lim mengerutkan dahinya tidak mengerti. Kuraha menggantikan Lim yang bermain.
" Kenapa Coach? " tanya Lim tidak mengerti.
" Kamu sedang sakit kan? Jangan mengelak! " tegas Coach.
" Tidak. "
Coach memegang tangan Lim, badan Lim sangat panas. Coach meminta Lim untuk duduk dan beristirahat.
" Lebih baik kamu istirahat, jangan bermain lagi! "
Lim terdiam, kepalanya tertunduk merasa sangat frustasi karena dikeluarkan.
30 menit pertandingan selesai.
Peluit berbunyi akhir dari pertandingan. Dan pertandingan antar kelas 3 dimenangkan oleh Tim Sensen dengan point 88-87.
Seluruh tim kelas 3 berlari menaiki bukit sedangkan Lim hanya diam.
Dai mendekati Lim dan memegang bahu Lim " Permainanmu bagus, tapi kalau kamu sedang sakit. Jangan memaksakan! " bisiknya.
Lim mengigit bawah bibirnya, kenapa ia tiba-tiba sakit. Saat pagi tadi Lim masih baik-baik saja.
" Sial. " gumam Lim.
" Kap, mari ke tempat penginapan. " ajak Okumura dengan membantu Lim untuk berdiri dan pergi ke penginapan.
Kepala Lim sangat berat, tubuhnya juga terasa sangat lemas dan panas.
Lim berjalan menuju penginapan dengan sempoyongan. Tapi Okumura tetap membantu Lim agar berjalan dengan normal.
Sesampainya disana, Lim membaringkan tubuhnya.
" Sepertinya kamu demam kap. " kata Okumura yang melihat wajah Lim sangat pucat.
" Tidak, ini hanya istirahat sebentar saja langsung sembuh. "
" Kap, akhir-akhir ini selalu hujan kamu harus menjaga tubuh tetap hangat. " nasihat Okumura.
Lim menganggukkan kepalanya mengerti, ia hanya butuh istirahat.
Dan perlahan-lahan Lim memejamkan mata, lalu memasuki alam mimpi.
••
Keesokan harinya, hari kedua pelatihan bersama Tim Sensen.
Lim sama sekali tidak bisa mengikuti, tubuhnya tidak kunjung sembuh. Ia hanya duduk di sofa dengan pakaian hangat.
" Ah menyebalkan. " ucap Lim kesal dengan suara yang bindeng
Anggota Tim Seido sedang mengikuti latihan, sedangkan Lim hanya diam di sofa denga keadaan yang lemah.
" Anna, hai. " sapa seseorang yang terdengar dari dalam penginapan.
Lim yang mendengar nama Anna langsung berlari keluar dan melihat. Tapi ternyata dia bukan Anna, dia hanya orang yang bernama Anna.
" Jadi kamu pengen Anna disini ya? " tanya Yuki tiba-tiba dari arah kanan.
" Yuki-senpai, kamu tidak latihan? "
" Saya kehilangan barang, jadi saya kembali untuk mencarinya " kata Yuki seraya memasuki rumah penginapan dan mencari barangnya yang hilang.
Lebih dari 10 menit Yuki tidak menemukan, dan ia harus cepat-cepat kembali ke lapangan.
" Lim, bantu saya cari barang! " perintah Yuki.
Lim terpaksa membantu Yuki meskipun tubuhnya sedang tidak sehat.
" Barang seperti apa? "
" Baju, baju yang diberikan Anna. "
" Baju seperti apa? "
" Baju kaos untuk latihan, belakang namanya bertuliskan Anna. "
Lim ikut mencari, dan seberapa lama pun mencari bajunya tidak ada.
Yuki tidak punya pilihan lain selain menelepon Anna dan menanyakan ke rumah Yuki apakah bajunya ada dirumahnya atau tidak.
Anna menjawab telepon Yuki. " Kak Yuki! " katanya dari sebrang.
" Anna, maaf meneleponmu. Kamu sedang sekolah? "
" Kak Yuki, tadi Ibu kakak memberikan baju. Katanya Kak Yuki lupa membawa bajunya, dan aku lihat bajunya. Ternyata baju dari aku, bagaimana bisa Kakak lupa membawanya? "
" Maaf, Anna. Sepertinya aku terburu-buru waktu itu. Kamu bisa pergi ke Chiba untuk memberikan bajunya? Aku tidak memiliki baju lain lagi, atau kamu bisa membawa baju lebih lagi untukku? "
" Kak Yuki merepotkanku. "
" Maaf Anna, kamu akan datang? "
" Aku datang setelah pulang sekolah. Tapi Kak Yuki tahu kan apa yang harus Kak Yuki lakuin. "
" Iya Anna, aku mengerti kalau begitu aku harus latihan. "
" Iya kak. "
Sebelum Yuki mematikan telepon, Yuki melihat wajah Lim yang terus memperhatikannya tanpa henti.
" An, kamu ada salam dari Lim katanya hati-hati ya. "
" Siapa Lim? " tanya Anna tidak tahu.
" Sudahlah kalau begitu, dah. " ucap Yuki mematikan telepon.
" Saya sudah memberitahu kepada Anna, jadi tenang saja pastikan besok kamu sembuh. Dan satu lagi, terimakasih sudah membantu. " kata Yuki seraya berlari kembali ke tempat pelatihan.
5:00 p.m
Pelatihan sudah selesai, seluruh anggota kembali ke penginapan. Sedangkan Lim daritadi hanya tidur di sofa.
Tidak lama kemudian, ada suara ketukan pintu dari arah luar.
Hideyoshi berlari untuk membuka pintu tersebut " Siapa? " tanyanya dengan tidak memakai pakaian karena masih sangat lelah.
Anna yang berdiri dengan mata melebar dengan rahangnya menegang.
" Ada perempuan! " antusias Hideyoshi.
" Woi, ada perempuan. " Teriak Hideyoshi.
Seluruh anggota berlari-lari menuju arah pintu, dan melihat ada seorang perempuan yang menghampiri mereka.
" Mencari siapa? Aku? " Goda Kazuma
" Hei cantik, mau bermain? " Goda Hadji.
Anna memundurkan langkah kakinya, bibirnya bergetar ketakutan.
Lalu dengan cepat, Yuki berlari dari arah kamar mandi menuju pintu luar penginapan.
" Hei Kazuma, Hadji, Hideyoshi! " Seru Yuki mendorong tubuh mereka agar menjauh dari Anna.
" Yuki-senpai, kamu tidak boleh diam-diam membawa perempuan! " kata Hadji.
" Ah, baju seragam itu sekolah kita. Kamu jauh-jauh datang kesini hanya untuk bertemu Yuki? Benar-benar perempuan yang sangat baik. " kagum Kazuma.
" Sudah kalian masuk saja! " perintah Yuki dengan menutup pintu.
Mata Anna berkaca-kaca, tangannya terus bergetar tidak henti.
" Anna, maafkan kaka. " ujar Yuki merasa bersalah.
Anna menahan air matanya agar tidak terjatuh. " Tidak apa-apa, ini baju buat Kak Yuki. " Kata Anna seraya memberikan baju itu kepada Yuki.
Yuki mengambilnya dan tersenyum " Terimakasih An. "
" Aku pu.. " Belum Anna menyelesaikan ucapannya Yuki tiba-tiba memotong " Lebih baik kamu makan malam dulu disini, kamu pasti tidak akan sempat makan di jalan. "
" Tidak apa-apa. "
" Tenang, ada aku mereka tidak bisa apa-apa. "
Yuki berlari kembali kedalam penginapan sambil berkata " Tunggu sebentar oke. "
Rasa takut terlukis diwajah Anna, tapi Anna tidak bisa menolak. Dia adalah sepupunya dan salah satu yang Anna kagumi dari kecil.
Anna harus yakin bahwa Yuki akan menjaganya.
Yuki yang berbicara kepada Hirahata untuk membuat tim anggota diam dan tidak menganggu Anna saat makan.
Hirahata mengerti dan membicarakan kepada semua anggota kecuali Lim.
Semua anggota mengerti dan hanya berdiam di dalam satu kamar.
" Ayo masuk Anna. " kata Yuki membuka pintu dan membiarkan Anna masuk.
Anna memasuki penginapan yang diisinya oleh para lelaki, Anna berjalan ketakutan. Takut ada yang menggodanya seperti tadi.
" Ini makam malam untuk kamu. " Yuki memberikan Omlete buatan Hirahata tadi.
Anna mengambil sendok dan memakannya perlahan.
Tapi, tiba-tiba saja Lim datang dari arah kamar sebelah sambil mengeluh " Kap, perut saya kosong. Saya lapar. "
Anna memberhentikan makannya melihat Lim yang tiba-tiba keluar dan Lim memberhentikan langkah kakinya karena terkejut melihat Anna.
Mata mereka saling bertemu satu sama lain dengan perasaan terkejut.
Lim yang tidak bertemu dengan Anna seharian kemarin merasa sangat rindu.
Perasaan yang tidak dapat Lim tahan lagi, Ia sangat rindu dengan Anna.
Walaupun Lim berusaha melupakannya dengan latihan saat ini, tetap saja ia tidak bisa berhenti merindukan Anna.
Apalagi saat ini Lim sedang sakit, perasaannya rindu ingin bertemunya semakin membesar.
Lim ingin melupakannya, tapi ia tetap tidak bisa. Lim mengepalkan tangannya menahan rasa ingin memeluk Anna.
" Hei Lim kembali atau Hirahata memarahimu " bisik Hideyoshi.
" Kap, itu bagaimana Lim tiba-tiba datang? " Tanya Kazuma.
" Tidak apa-apa, biarkan saja. " Jawab Hirahata.
" Ternyata, dia Anna. " gumam Hirahata.
Yuki melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruang dapur dan membiarkan Anna serta Lim berbicara.
Setelah keadaan kosong, Lim mendekati perlahan Anna. " Anna. " sapanya.
Anna hanya memutarkan pandangannya tidak ingin menatap Lim.
" Sedang apa kamu disini? " Tanya Lim.
" Sepertinya aku harus pulang " ucap Anna yang berjalan keluar namun langkah kakinya terhenti saat Lim memegang lengan Anna.
" Tunggu sebentar. " kata Lim ingin menahan Anna lebih lama.
" An, maafkan aku soal kemarin. Apa kamu memaafkan aku? "
Anna menelan ludah tidak bisa menjawab.
" Jawab aku! " Tegas Lim.
" Aku sudah memaafkan kamu, kamu tidak perlu meminta maaf lagi. "
" Bohong " Kata Lim dengan pandangan tertunduk.
Tiba-tiba saja kepala Lim sangat berat, pandangannya kabur. Tubuhnya juga semakin lemas dan panas.
Anna merasakan suhu panas dari tangan Lim. " Tubuh kamu panas. " kata Anna heran.
Anna mengangkat kepalanya melihat wajah Lim yang sangat pucat. Lim melepaskan tangannya dari lengan Anna, tubuhnya sudah tidak ada lagi tenaga untuk menahan Anna.
Hampir saja Lim terjatuh karena kepalanya yang sangat berat, tapi Anna membantu tubuh Lim agar tetap berdiri tegak.
Anna membiarkan Lim untuk merangkulnya dan Anna memegang pinggang Lim untuk membawa Lim ke kasur.
" Kamu sakit? Hei, kenapa bisa? " Tanya Anna khawatir.
Lim berjalan perlahan-lahan dan Anna membaringkan tubuh Lim di atas futon.
" Kamu demam. " Kata Anna. " Aku ambil obat " Lanjut Anna seraya keluar tapi lengannya tertahan oleh genggaman Lim.
" Tunggu sebentar, tetaplah disini! "