Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
seseorang yang tak terduga



Semifinal pun dimulai Tim Seido melawan Tim Miami.


Lim yang terlihat emosi bermain dengan sendiri tanpa membagi kepada tim-nya karena dia terlalu berambisi untuk mengetahui apa yang diketahui oleh Kazuya.


Dan yang hal yang disembunyikan oleh Anna.


Lalu peluit berbunyi quarter kedua telah selesai dan istirahat selama 10 menit.


Skor 54-44 yang dimenangkan di quarter kedua oleh Tim Miami.


Ketika peluit berbunyi, Sawamura dengan berani langsung memukul wajah Lim dengan keras di tengah lapangan.


" Kamu tidak melihat kami disini? Apa kamu beranggapan bahwa bermain sendiri pun kamu akan menang! Kalau begitu kamu tidak usah menjadi kapten disini dan berhenti bermain di Tim Seido! " Tegas Sawamura.


Lim hanya terdiam tatapannya kosong, pikirannya tidak berada di lapangan. Lim terlalu fokus terhadap ucapan dari Kazuya sehingga melupakan segalanya.


Sawamura yang tampak sangat kesal dihentikan oleh Okumura karena mereka tidak bisa seperti ini. Disatu sisi Lim salah, namun di satu sisi pun Sawamura salah karena tidak seharusnya dia memukul Lim di tengah lapangan.


" Aku mau keluar sebentar " ucap Lim segera keluar dari lapangan.


Anna yang mengetahui ada sesuatu yang tidak beres segera turun dari tribun dan menemui Lim.


Ia melihat Lim yang tengah duduk dan memeluk lututunya didepan toilet pria, Anna segera menghampirinya dengan perasaan khawatir.


" Kamu tidak apa-apa? Apa kamu sakit? " tanya Anna.


" Bagaimana bisa! pikiranku saja entah berada dimana, pertanyaan-pertanyaan selalu berada di otakku seperti kamu kenapa tiba-tiba menjauhiku. Kamu kenapa ingin mengetahui alasan aku mendekatimu, apa alasan aku menyukaimu saja tidak cukup lalu aku harus apa untuk menyakini kamu. Dan lagi apa yang diketahui oleh Kazuya sedangkan tidak diketahui olehku. " Jelasnya membuat Anna tersadar bahwa selama ini ia terlalu berpikir yang tidak-tidak tentang Lim.


Dan Lim merasa terbebani akan itu, ia tidak tahu bahwa Adiknya adalah seorang yang membuat Anna terluka dan menjauhi kehidupan sosial.


" Bukannya kamu bilang kalau kamu ingin membuat para senpai bahagia dan membuat akhir Inter-High menjadi kado bahagia untuk mereka? Lalu kenapa sekarang kamu malah memikirkan seperti itu? Bukankah kamu harus berpikir seperti itu saat kamu telah usai segalanya? "


Lim mengangkat wajahnya dan ingin memeluk Anna tapi Anna memundurkan langkahnya agar Lim tidak dapat memeluknya, bukannya tidak ingin tapi hanya saja keadaan seperti ini sulit untuk diterima oleh Anna.


Lim mengepalkan tangannya merasa kesal " Kalau begitu kita akan bicara seusai pertandingan selesai " kata Lim seraya berdiri dan kembali menuju lapangan dengan tekad yang kuat.


Anna berjalan kembali menuju tribun, tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang perempuan dengan rambut panjang berponi dengan kulit putih bersihnya serta mata sipit dan tinggi sekitar 172 cm.


Perempuan itu berdiri jauh dari hadapan Anna, menatapnya dengan tatapan tajam seperti ada kemarahan dalam tatapannya.


Anna mengetahui siapa perempuan itu, dia adalah Ayaka Edward. Adik Lim, seorang perempuan yang dahulunya adalah teman baik Anna dan perempuan yang membuat hidupnya hancur berkeping-keping.


Mata Anna berkaca-kaca, ia takut melihat Ayaka yang berada di hadapannya. Tangannya terus bergetar tidak henti.


Ayaka mendekati Anna dengan senyum menakutkan. Anna terus memundurkan langkah kakinya menjauhi Ayaka.


" Lama tidak berjumpa Anna. " sapanya