Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 50



Tawa Lim dengan sangat besar di depan gedung sekolah, seluruh siswa-siswi juga mulai memperhatikan kearah Lim serta Hinata.


" Belum aku minta, kamu sudah menyebarkannya ya? " Kata Lim dengan tatapan tajam. Lim perlahan mendekati Hinata dan berbisik tepat ditelinga Hinata " Aku akan cari siapa dalang di balik ini semua. "


Setelah berkata seperti itu, Lim langsung berjalan kembali memasuki gedung sekolah tanpa memperdulikan bisikan dan omongan dari para siswa-siswi yang membicarakan kearahnya.


Bel berbunyi istirahat pertama.


Kelas Hinata yang baru selesai pelajaran olahraga, Lim yang berpura-pura baik membawakan Hinata sebuah air minum.


" Ini aku berikan kepada kamu. " Lim memberikan sebuah minum kepada Hinata.


Saat Hinata mencoba mengambilnya, ia tidak sengaja menjatuhkan sebuah kertas yang bertulisan " Ma-ri "


Lim mengambil kertas tersebut dan membaca tulisan " Ma-ri. " Lim mengerutkan keningnya tidak tahu maksud dari tulisan tersebut.



" Ini punyamu? " Lim memberikan kertas kepada Hinata, yang membuat Hinata langsung mengambil kertas tersebut tanpa berbasa-basi.


Para siswa-siswi memperhatikan kearah Lim serta Hinata, begitu juga dengan Anna yang memperhatikan kearah mereka berdua dari dalam kelasnya.


Di kelas 1-1, hampir seluruh siswa-siswi membicarakan tentang hubungan Lim dan Anna. Mereka meyakinkan bahwa keduanya memiliki hubungan, tapi hanya satu orang di dalam kelas Anna yang tidak mempercayai berita tersebut.


Dia adalah Anna.


Ketika Lim menolehkan kepalanya kearah jendela kelas 1-1, Anna langsung menutup jendela dengan tirai tidak ingin Lim melihat kearahnya.


" Dia memperhatikan kearah kamu. " Kata Hinata.


" Tidak perduli, aku hanya ingin bersama dengan kamu. " Lim yang tidak memperdulikan Anna, ia hanya ingin mendekati Hinata untuk menghapus foto antara Lim dengan dirinya saat berada di Rumah sakit.


" Kamu masih yakin kalau aku menyimpan foto itu? "


" Aku yakin 100% "


" Terserahlah. " Hinata tidak perduli lagi dengan Lim kembali berjalan memasuki kelasnya.


Perilaku Lim kepadanya sedikit berlebihan, ini membuat Hinata merasa sangat risih. Tapi ada satu hal yang ditakuti oleh Hinata, yaitu kertas yang bertulisan Ma-ri.


Untungnya saja, Lim belum membaca isi kertas tersebut. Jika iya, kehidupan Hinata akan hancur dan semua rencananya akan gagal.


Seluruh siswa-siswi kelas 1-1 tidak ada berhenti membicarakan tentang Lim dan Hinata, mereka sangat menyukai hubungan antara Lim serta Hinata.


Para siswa-siswi di SMA Seido juga menganggap bahwa Lim dan Hinata adalah pasangan yang cocok, mereka sama-sama ganteng dan cantik.


Karena kebingisingan di dalam kelas membuat Anna tidak nyaman, ia berjalan keluar kelas ingin menuju kelas Yuki.


Namun, langkah kakinya terhenti. Ia lupa, bahwa Yuki sudah pergi meninggalkannya.


Lalu, kenangan mulai menghampirinya lagi. Senyuman hangat, perilaku lembut dari Yuki membuat Anna rindu akan semua itu.


Mata Anna mulai berkaca-kaca, ia berlari menuju Taman belakang sambil menangis dengan keras.


Tidak ada satupun yang mendengar Anna selain Sawamura yang tiba-tiba datang menghampiri Anna.


" Kamu baik-baik saja? " Sawamura khawatir. Melihat Sawamura yang berada di depan Anna membuat Anna merasa kesal, ia hanya berdiri dan berjalan meninggalkan Sawamura.


" Tunggu. " Tahan Sawamura. " Aku ingin minta maaf. "


" Hahaha. " Tawa Anna yang tidak percaya apa yang ia dengar. " Selama ini kamu mengumpat dariku, mengikutiku dari jauh. Bagaimana bisa aku memaafkan kamu? "


Dan dari jarak yang lumayan jauh, Lim tengah memperhatikan kearah Anna. Anna yang melihat Lim hanya berjalan kembali meninggalkan Sawamura.


" Anna. " Panggil Lim saat Anna melewari kearahnya, tapi Anna tidak menjawab ia hanya mengabaikan ucapan Lim.


Contohnya adalah Yuki.


Dia meninggal karena mengejar Ryuzaki demi Anna, hidup Lim juga pernah diambang kematian karena menyelamatkan Anna.


Takdir seakan-akan berkata bahwa Anna tidak pantas untuk bahagia, jika ia bahagia seseorang akan terluka.


8:00 p.m


Rumah Anna.


Treng-treng sebuah telepon panggilan memasuki rumah Anna.


Hanna segera mengangkat telepon tersebut. " Kediaman Yuo. "


Dari sebrang, seseorang tanpa identitas terus berbicara bahwa ada sebuah barang yang tertinggal oleh Gi di dalam ruangannya.


Ia meminta perwakilan dari keluarga atau temannya untuk datang mengambil.


Setelah berbicara tersebut, seseorang itu langsung menutup panggilan.


" Anna! " Teriak Hanna dari luar kamar Anna. " Bantu Ibu mengambil barang Gi di rumah sakit. " Lanjutnya.


" Kenapa aku? " Anna membuka pintu dengan wajah kebinggungan.


" Sudah cepat, tidak lihat Ibu sedang membuat makanan untuk Ayah kamu?! "


Karena perintah dari Hanna, Anna tidak punya pilihan selain ke rumah sakit. Ia menggunakan sebuah masker hitam dan topi hitam agar tidak ada seseorang yang mengetahuinya. Dengan cara seperti itu juga Anna dapat menjauhi orang-orang.


Sesampai di rumah sakit, Anna yang dicurigai langsung diperiksa sebentar oleh satpam. Dan setelah Anna menjelaskan seluruh pertanyaan dari satpam, satpam menerima dan membiarkan Anna untuk pergi.


Ia pergi menuju ruangan Gi, sebuah kamar kecil yang merupakan tempat Gi menginap. Gi pernah berkata kepada Anna, bahwa dia merupakan siswa magang di dalam rumah sakit tersebut.


Sekali-kali kemampuan dalam melihat penyakit harus dipakai, maka dari itu rumah sakit menyiapkan ruangan untuknya. Hebat bukan? Seorang pelajar SMA sudah dapat magang di dalam rumah sakit.


Anna mengambil buku-buku pelajaran Gi yang berada di dalam ruangan tersebut. Ia segera keluar kembali dengan membawa buku-buku Gi.


Tetapi, saat berada Anna ingin keluar dari rumah sakit matanya tidak sengaja bertemu dengan Lim yang ingin memasuki rumah sakit.


Lim yang melihat seorang perempuan familiar, perempuan yang pernah memeluknya secara tiba-tiba. Lim yang penasaran langsung mengikuti Anna tanpa mengetahui bahwa seseorang itu adalah Anna.


" Hei. " Panggilnya tanpa Anna menoleh sedikitpun.


Dan karena Anna berlari tergesa-gesa, ia tidak sengaja menabrak seorang pria berbadan besar sampai terjatuh.


Pria itu memarahi Anna terus-menerus, tetapi Lim membantunya dan berpura-pura berkata bahwa dia sedang sakit.


Pria itu mengerti dan langsung kembali berjalan, sedangkan Lim memegang lengan Anna untuk tidak pergi kemana-mana.


" Tch. " Gumam Anna kesal mengigit bawah bibirnya.


" Hei, kamu perempuan yang tiba-tiba memelukku kan? " Tanya Lim sambil membuka masker dan topi Anna.


Terlihat wajah Anna dengan pipi yang sangat merah karena malu penyamarannya diketahui oleh Lim.


" Anna? " Lim kebinggungan.


Tanpa berpikir panjang, Anna kemudian berlari meninggalkan Lim.



" Anna.. " Panggil Lim, karena bukunya masih berantakan di bawah.