How Will You Say Goodbye?

How Will You Say Goodbye?
Menjelajahi Pulau



Matahari terbit adalah salah satu pemandangan berharga di Bora Bora, karena keindahan yang diberikan sangat tidak ternilai. Kinan dan Rey menghabiskan waktu pagi mereka dengan duduk di balkon Resort tempat mereka menginap untuk menyaksikan sunrise atau matahari terbit.



Keduanya menikmati pemandangan didepan sana, seraya menikmati sarapan pagi.


"Setelah ini kita akan berkeliling, kamu siap?" Tanya Rey pada Sang Istri.


"Siap, Bos." Jawab Kinan antusias. Ia beberapa kali membidik pemandangan didepan matanya dengan kamera ponsel yang sedang ia genggam.


Rey terdengar menghubungi Alex-Tour Guide-Sedangkan Kinan melanjutkan aksi pemotretan amatirnya sambil sesekali mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya. Ia begitu antusias dan bersemangat hari ini.


Β°


Tujuan mereka selanjutnya adalah menjelajahi salah satu pantai utama yang ada dipulau ini yaitu Pantai Matira. Pantai Matira sendiri merupakan pantai yang sangat indah, air lautnya sangat bersih dan biru. Pantai ini juga memiliki pasir yang putih dan halus, sehingga nyaman untuk melakukan penjelajahan.



Kinan dan Rey sudah siap dengan pakaian ganti mereka. Karena mereka akan bermain air, berenang dan bermain pasir. Keduanya terlihat sangat bahagia menikmati kebersamaan di pantai. Tak lupa Rey mengabadikan momen itu dengan ber-swaphoto bersama istrinya.


"Sekarang kamu berdiri disana." Pinta Rey pada Kinan, ia menunjuk sebuah pohon kelapa kecil yang menghadap ke bibir pantai. Kinan pun menurut, wanita itu mengikuti arahan Rey karena sang suami akan menjadikan dirinya sebagai objek dan memotretnya dengan kamera yang sengaja Rey bawa untuk kegiatan ini.


Rey memotret Kinan dengan beberapa pose, sesekali ia mengatur gaya agar Kinan mengikuti arahannya. Rey melihat hasil tangkapan kamera itu dan ia tersenyum puas.


"Kamu cocok juga jadi foto model." Godanya pada Kinan, Kinan hampir tersedak air kelapa muda yang ia minum melalui sedotan karena mendengar pernyataan Rey.


"Yang benar saja!" Ucap Kinan tak acuh.


"Iya, aku serius. Istriku memang benar-benar cantik." Rey menyeringai ke arah Kinan.


Kinan memutar bola matanya. "Aku bisa kenyang karena gombal." Ucapnya dan Rey pun terkekeh pelan.


Setelah hampir setengah hari menghabiskan waktu dipantai itu, keduanya pun beranjak untuk ke tempat lain. Tujuan selanjutnya adalah Lagoonarium atau Laguna Aquarium. Lagoonarium adalah tempat ribuan ikan yang berenang.



Sesampainya di Lagoonarium, Rey dan Kinan sudah siap dengan perlengkapan snorkling, mereka akan berenang bersama ikan-ikan kecil, kura-kura dan biasanya juga akan ada ikan pari yang mendekat.


Mereka berenang bersama dengan diliputi rasa takjub akan tempat itu. Pemandangan bawah laut yang mengesankan dan ikan-ikan cantik yang berwarna-warni.


Menjelang sore, mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat keindahan Gunung Otemanu. Gunung Otemanu bisa dinikmati dengan dua cara salah satunya adalah dengan mendaki gunung itu. Tapi, itu tidak memungkinkan untuk Rey dan Kinan, jadi mereka hanya menikmati pemandangan sore di sekitar Gunung itu, pemandangan yang indah, disekitar gunung akan diselimuti awan dan menjadi pelengkap matahari terbenam.



Semilir angin sepoi-sepoi menjadi kawan mereka menikmati sore itu.


"Besok kita kemana?" Tanya Kinan sambil menatap Rey yang sibuk mengikat rambut Kinan.


"Besok kita menghabiskan waktu di resort saja. Aku takut kamu kelelahan, lagi pula kita bisa menikmati pantai pribadi yang juga tersedia di tempat kita menginap." Jawab Rey dari belakang tubuh Kinan. Ia sudah selesai dengan rambut istrinya itu.


"Oke. Tapi, aku juga tidak akan kelelahan kalau jalan-jalan." Ucap Kinan diselingi tawa kecil.


"Baiklah, sore harinya kita bisa jalan-jalan mengunjungi pusat kota di Vaitape, disana kita bisa berbelanja oleh-oleh dan wisata kuliner." Ucap Rey dan seperti dugaannya, Kinan pun mengangguk antusias.


Setelah seharian berkeliling dan jalan-jalan, Rey dan Kinan memutuskan kembali ke resort dan beristirahat. Setelah membersihkan diri, Kinan yang mudah lelah langsung terlelap diatas ranjang. Sedangkan Rey mulai mengecek ponselnya yang sepertinya sudah menampung banyak pesan yang belum terbaca. Rey juga mengamati hasil foto-fotonya hari ini bersama Kinan di kamera miliknya.


__________


Mansion Doni


"Lo mau apa kesini?" Tanya Doni mengarah pada Kevin setelah kepergian Mona beberapa saat lalu. Mona pergi setelah merasa malu akibat prasangkanya yang mengira Joana adalah kekasih Doni dan malu akibat tuduhan tak jelasnya pada Doni.


"Gue mau ngasi tahu pesan dari Rey. Kemarin Rey minta supaya sepupu lo jangan balik ke London dulu!" Ujar Kevin pada Doni. "Dia coba hubungin nomor lo tapi gak bisa. Jadi dia minta tolong gue."


"Aku? Kenapa aku harus menunda kepulanganku ke London?"Joana tampak bingung.


"Ya, karena ini berhubungan dengan Kinan. Rey menginginkan ada terapi lanjutan untuk Kinan." Jawab Kevin.


"Apa histerianya kambuh?" Joana mendadak khawatir.


"Sepertinya tidak, tapi yang ku dengar trauma-nya terhadap mantan suaminya masih parah." Ujar Desi ikut menimpali.


Joana manggut-manggut mengerti. "It's oke. Tak masalah, aku bisa pulang kapan saja." Jawab Joana enteng.


"Mana bisa! Kalau kau mau lebih lama disini, urus kepindahanmu ke Indonesia atau paling tidak menikahlah dengan orang Indonesia." Celetuk Doni sambil terkekeh sedangkan Joana menatap sepupunya dengan tatapan tajam.


"Kalo lo mau, nanti biar gue urusin kepindahan lo kesini." Usul Kevin.


"I can't. Aku tidak bisa karena pekerjaanku di London." Ujar Joana.


"Pekerjaanmu itu bisa kau dirikan dimana saja, My cousin.." Timpal Doni tak mau kalah, ia juga kesepian jika Joana kembali ke London tiba-tiba karena semua keluarganya masih disana.


Keempatnya terkekeh, kemudian mata Doni melirik ke arah Desi, wanita yang akhir-akhir ini selalu berada didekat Kevin.


"Lo bedua pacaran?" Tanya Doni tiba-tiba menunjuk ke arah Desi dan Kevin.


"Iya." Jawab Kevin.


"Nggak." Jawab Desi.


Mereka menjawab serentak tapi dengan jawaban yang berbeda membuat Joana dan Doni tertawa kebingungan.


"Iya apa enggak?" Tanya Doni lagi memastikan.


Kevin tampak menyeringai sejenak. "Iya, gue sama Desi udah pacaran sekarang." Ujar Kevin tapi ucapannya itu mendapat pukulan dari desi tepat dilengan lelaki itu. Kevin pun berlagak meringis kesakitan.


"Haisss..mengaku pacaran saja susah!" Ujar Joana sambil terkekeh.


"Ti-tidak. Kami tidak pacaran." Jelas Desi pada Joana. "Sejak kapan gue sama lo pacaran?" Tanya Desi pada Kevin dengan mode juteknya yang mulai ON.


"Des, kau harus ingat aku ini atasanmu. Bicara yang sopan!" Ucap Kevin memperingati.


"Iya kalo dikantor! ini diluar kantor dan diluar jam kerja. Ini hari minggu Bapak Kevin yang terhormat!" Jawab Desi sambil melotot kearah kevin. Ia seakan tidak takut pada Kevin.


Suara tawa Joana dan Doni begitu renyah mendengar perdebatan keduanya.


"Oke, kalo lo menanyakan sejak kapan kita pacaran, jawabannya adalah sejak hari ini." Ujar Kevin percaya diri.


"Hah? Gue nggak pernah nerima lo dan nggak pernah merasa setuju dengan keputusan sepihak kayak gini." Ujar Desi sewot.


"Gue nggak butuh persetujuan lo. Pokoknya mulai hari ini kita pacaran!"


Desi bersedekap dada, bisa-bisanya Kevin mengatakan hal itu dihadapan Doni dan Joana.


"Lo bener-bener nggak romantis ya jadi cowok!" Ucap Desi lagi.


Doni, Joana dan terutama Kevin tertawa mendengar ucapan jutek Desi.


"Terus kalo gue bersikap romantis, memangnya lo mau nerima gue jadi pacar lo?" Tanya kevin mulai serius. Suasana mendadak hening, Joana meninggalkan beranda perlahan-lahan, diikuti oleh Doni yang mengerti keadaan.


Hening.


Desi tampak diam sambil mere-mas jemarinya sendiri. Ia tidak bisa menatap Kevin yang mulai serius sekarang, setengah mati ia ingin mengabaikan perasaan yang meletup-letup dihatinya.


"Udah terima aja, lagian Kevin nggak pernah nembak cewek selama ini." Celetuk Doni seraya berjalan menuju pintu utama.


Kevin tersenyum miring mendengar celetukan Doni. "Sial*an lo!" Ujarnya pada Doni yang sudah berlalu.


"Lo mau kan?" Tanya Kevin. Ia sendiri tak menyangka karena pancingan Doni tadi, ia jadi mengungkapkan keinginannya untuk berpacaran dengan Desi. Selama ini Kevin tidak pernah serius dengan wanita manapun, jangankan mengajak berpacaran, jatuh cinta saja rasanya tidak pernah. Ia adalah Cassanova, wanita yang memintanya untuk berhubungan. Itupub hanya hubungan satu malam ataupun hubungan sesaat tanpa status dan komitmen.


Kevin dan Doni sejatinya sama, mereka sama-sama tidak mengenal cinta. Hanya memuja **** bebas. Berbeda dengan Rey, Rey pernah jatuh cinta pada Mona dulu, dan ia berubah mengikuti Kevin dan Doni setelah merasakan patah hati. Kini Rey sudah bersama Kinan, cinta sejatinya.


Kevin menatap Desi yang tertunduk.


"Kamu mau kan?" Tanya Kevin lagi dengan gaya bahasa yang ia ubah. Dia pernah mendengar dari Rey, jika memanggil Aku-Kamu akan jauh lebih romantis. Bukankah begitu yang diinginkan Desi tadi?


Tanpa pernah Kevin duga, Desi yang berada dihadapannya itu mengangguk untuk menjawab pertanyaannya.


"Serius?" Mata Kevin membola tak percaya.


Desi mengangguk lagi, kemudian ia mulai bersuara. "Iya." Jawabnya singkat dan mendadak tak berani menatap Kevin yang biasanya terang-terangan dia lawan.


"Yuhuuuuu" Kevin bersorak gembira sambil mengepalkan tangannya ke udara. Desi mengu-lum senyumnya melihat tingkah absurd Kevin. Tak berapa lama, suara tawa Doni dan Joana pun terdengar.


"Selamat bro, gue tunggu undangannya sama yang ini." Ujar Doni berlagak menyalami tangan Kevin.


"Jo,. sekarang tinggal kita berdua yang jomlo." Ujar Doni seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku belum memikirkan pernikahan." Jawab Joana dengan logat inggrisnya yang kental. "Seseorang sepertiku bisa memikirkan pernikahan di lain waktu." Lanjutnya seraya tersenyum kearah Desi yang merona diujung sana.


.


.


.


.


Bersambung...


Aku kasi Clue ya, semuanya bakal dapat pasangan disini. Jadi gak akan ada yang jomlo seperti kata Doni. Tapi.....aku selesaikan Doni sama Mona dulu. Bisa gak ya mereka berjodoh? Soalnya kan Mona mantannya Rey. Kalo Joana, kayaknya kisah dia bakal aku lanjut di Novel baru. Itu sih masih planning ya. Karena jodohnya Joana udah aku siapin nihπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Ayokkk like dan hadiah guysπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ™πŸ™πŸ™