
Hari ini jadwal checkup Zara, ia selalu takut jika hasilnya akan sama saja, takut tak ada perkembangan baik, tetapi Arshaka selalu setia di samping nya menguatkan dan memberi dukungan.
"Ibu, Bapak coba lihat layar monitor nya".
Keduanya menatap layar datar monitor tersebut, sedang memperhatikan kondisi rahim Zara.
"Inilah kuasa Tuhan, saya tidak tau mengapa ini bisa terjadi? secara medis sangatlah mustahil, Tumor di leher rahim Bu Zara sudah menghilang, tak tersisa sedikitpun".
Penuturan Dokter membuat Arshaka dan Zara saling melempar tatapan Mereka terkejut.
" Maksudnya? istri saya sembuh, Dok? ".
Dokter mengangguk dan tersenyum" betul, Pak. Bu Zara sudah tidak memiliki tumor lagi".
"Alhamdulillah, ya Allah".ucap Arshaka bersujud syukur.
lalu beranjak berdiri mendekati Zara mengecup keningnya" sayang kamu sembuh".
"Tapi disarankan untuk tidak melepaskan KB terlebih dulu, Bu, Pak karena kondisi Bu Zara baru pulih, bahkan rahimnya belum kuat, jadi terlebih dulu memberi jeda waktu sekitar 3 atau 4bulan lagi Bu Zara sudah bisa melepaskan KB dan diperbolehkan hamil".tutur Dokter.
"Baiklah, Dok, terimakasih".
" Sama-sama, Pak, Bu".
...----------------...
Arshaka adalah orang yang paling bahagia ketika mengetahui Zara sembuh, Dirinya sampai membuat tasyakuran pengajian Pesantren tidak tahu jika Zara sakit apa? mereka tahu Arshaka membuat acara tasyakuran karena kesembuhan Zara saja.
Sejak berlangsung acara hingga akhir acara, Arshaka tak jauh-jauh dari Zara sangat takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi lagi.
3 bulan yg lalu Zara diketahui mengidap tumor jinak pada rahimnya, dan hanya berlangsung 3 bulan penyakit itu telah sembuh.
"Jalan 4 bulan nikah kalian gak menunda kehamilan kan? ".tanya Cika.
" Gak tante, memang kita belum dipercayai amanahnya sekarang. Kita menunggu kapan Allah kasih".
"Mas, aku pamit ke Hamam sebentar".tanya Zara.
" Iya sayang ".
Zara tersenyum, " saya pamit sebentar, ya".pamitnya pada semua orang yang berada diruangan ini.
Zara segera menuju kamar mandi menyelesaikan BAK. tiba-tiba saja Zara yang ingin keluar dihadapan nya Aqila.
Darimana Aqila tahu? tentu saja dari si Arayyan!.
" Kamu gak kasihan sama Bang Shaka? Dia pria Dewasa, mengharapkan seorang anak! tapi apa? kamu sekarang istrinya belum bisa kasih dia keturunan ".
" Qila, aku udah bicarain sama Bang Caka. Dia gak masalah".
"Iya didepan kamu aja dia bilang gak masalah, terlihat baik-baik aja karena dia gak mau kamu sedih tapi aku yakin jauh di lubuk hati, dia sangat sedih banget, karena istrinya gak bisa ngasih keturunan".
" Aku gak ngerti sama kamu, Aqila? ".
" Aku nyamperin kamu kesini mau bicarakan sama kamu, karena daritadi Bang Shaka selalu menghindarin kamu dari aku".
"Apa mau kamu? ".
Aqila tersenyum sinis" aku gak akan jahatin kamu mau mendengarkan perkataan aku".
"Karena kamu gak bisa ngasih keturunan untuk Bang Shaka, maka bagaimana kalau aku aja yang kasih Bang Shaka keturunan".
Zara menggeleng"gak usah gila kamu, Aqila! ".
" Kok gila? aku niat baik loh, Atau se nggaknya Bang Shaka menitipkan benihnya di rahim aku yang sehat ini".
"Maksudnya kamu ingin menjadi ibu pengganti".
"Wah ternyata Zara pintar".
" Kalaupun aku gak bisa ngasih anak selamanya, aku gak sudi memakai ibu pengganti, lebih baik mengadopsi ank yatim-piatu daripada harus memberikan benih suami aku tumbuh di rahim perempuan seperti kamu! ".
Setelah berucap Zara keluar meninggalkan Aqila yang masih mematung mendengarnya.
Ia pikir Zara adalah perempuan yang lemah mudah ditindas, ternyata salah besar!.
...----------------...
Maaf ya author baru Up lagi gak enak badan meriang alias merindukan kasih sayang 🤭🤭🤣🤣🤣.
Dukung terus ya Arshaka dan Zara.
Tau rasakan aqilah Zara juga bisa lawan kamu loh🤭🤭💪💪💪💪