
"Hei, Aqila bagaimana kabarmu? ".
" Kamu senang melihat saya seperti ini,iya kan, Zara? ".
Zara menggeleng " engga Aqila, saya datang kesini ingin mengobrol baik-baik sama kamu".
"Untu memamerkan kalau kamu udah bahagia sama Bang Shaka? Untuk apa? Udah diterima Bang Arayyan semuanya kamu ambil! ".
" Maaf, Aqila. Saya datang kesini untuk meminta maaf sama kamu, maaf kalau kamu merasa saya merebut orang-orang yang kamu sayangi, sejak awal saya gak ada niat seperti itu ".
" Lebih baik kamu pergi Zara! saya gak mau ketemu kamu".
Zara mengangguk "iya saya akan pergi, saya gak akan menemui kamu lagi, Tapi saya tau kamu perempuan baik, saya mohon sama kamu, setelah saya meringankan masa tahanan kamu dan kamu sudah bebas dari sini jangan kamu sakiti kedua anak saya, Saya tau, saya tidak akan bisa melindungi anak-anak saya sampai mereka besar, maka dari itu jangan pernah saiki mereka, Aqila ".
" Maksud kamu? ".
" Saya sakit kanker serviks stadium 4 , Aqila ".
Aqila terkejut mendengar penjelasan Zara, emosinya mereda, ia menatap Zara yang tengah menundukkan kepala seraya menahan air matanya yang akan menetes, Setelah berbicara panjang dengan Aqila sampai waktu kunjungan habis, Zara kembali pulang sesampainya dirumah, ia melihat mobil Arshaka sudah berada di garasi.
"Zy, Mas Caka dimana? ".tanya Zara pada Zyana yang tengah menyuapi Arka dan Zura.
" Tadi si pulang, terus langsung naik keatas mungkin lagi dikamar, Zara".
"Oke, makasih, ya, Zy aku samperin Mas Caka".
Zara melanjutkan masuk kedalam kamarnya, ia tak melihat adanya Arshaka tetapi pintu balkon terbuka, segera Zara menuju balkon lalu terkejut ketika melihat Arshaka yang tengah merokok di balkon.
"Astaghfirullah, Mas! Apa-apaan sih, kamu? Kamu kenapa merokok? Kamu tau merokok gak baik untuk kesehatan, kan? Kamu tau aku gak suka kamu merokok seperti ini".
" Aku juga gak suka kamu bohongin aku selama ini, Ra! ".ucap Arshaka dengan suara tercekat.
" Bohong? Bohong apa? ".Arshaka mematikan rokoknya membuangnya dan segera menarik tubuh Zara untuk masuk ke dalam kamar, Ia mengacak-acak laci untuk mencari sebuah dokumen.
" Ini apa, Ra? INI APA?! ".
Zara melihat map tersebut lalu menatap mata Arshaka yang sudah berkaca-kaca" Mas, Aku gak bermaksud membohongi kamu, aku cuma gak mau kamu sedih ,aku__".
"Terlambat, Ra, Terlambat aku udah tau hal ini, Ra, stadium 4,Gak akan bisa disembuhkan lagi kalau aja aku tau saat kamu belum separah ini! Aku mungkin bisa membawa kamu berobat kemanapun yang bisa menyembuhkan kamu".
" Mas".
"Aku gagal, Ra. Aku gagal jadi suami yang baik, aku gagal menjaga kamu, merawat kamu, aku gagal, Ra".
"Engga, Mas kamu gak gagal kamu selalu menjadi suami yang baik untuk aku, ini bukan salah kamu, Mas".
" 6 bulan kamu sembunyikan ini, Ra? kenapa kamu gak bilang aku? Kenapa? Tujuan kamu menemui Aqila untuk menyerah kan aku ke dia? kamu meringankan masa tahanan Aqila lalu setelah itu kamu meninggal, dan aku menikah sama Aqila? itu mau kamu, Ra? ".
Zara memang mengatakan hal tentang itu pada Aqila, ia berkata jika setelah Zara tak ada Aqila boleh menikah dengan Arshaka.
" Mana bisa aku menikahi wanita lain disaat aku sangat mencintai kamu, Zara? ".Arshaka kembali menangis terisak.
" Cepat atau lambat aku akan pergi Mas, Tumor rahim yang dulu aku miliki, itu tumbuh lagi, awalnya memang tumor tapi karena rahim ku pernah infeksi semakin membesar sampai menjadi kanker, aku baru mengetahui itu saat kanker ku udah menyebar ke seluruh jaringan tubuh yang lainnya, jadi kalau dari awal aku bilang kekamu, itu gak akan membuat aku sembuh sekalipun kamu membawa aku berobat keluar negri pun. Mas".Jelas Zara pada Arshaka yang masih menangis dan Zara juga sudah menangis.
"Maafin aku karena selama ini belum menjadi istri yang baik, maaf aku gak bisa melihat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita, aku amanah kan Arka dan Zura sama kamu, aku yakin kamu akan menjadi Ayah yang hebat, kamu akan menjaga anak-anak kita, Aku titip mereka sama kamu, Mas".
" Ra, jangan pergi, Aku masih butuh kamu, Aku butuh kamu, Ra".
Zara menarik Arshaka untuk dipeluknya dengan erat.
"Terimakasih sudah mencintai aku sedalam ini, Mas. Aku akan membawa cinta kita sampai ke Surga".
" Ra".Arshaka membalas pelukan Zara dengan erat keduanya menangis terisak.
...----------------...
Jangan menangis karena author juga sudah menangisπdilanjutin besok ya... masih banyak flashback yang author bakal akan jelasin.
Dukung Arshaka yaππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
begitu banyak cerita yang Arshaka rasakan dari ditinggal kedua orang tuanya dan menjadi orang tua untuk adik-adik nya, bahkan ia baru merasakan indahnya pernikahan namun harus menerima kepahitan pernikahan menerima Zara untuk pergi selama-lamanya, semoga cinta mereka kekal ya, ππ