
"Kayaknya Arka haus, Mas".
" Zy, kamu tolong gendong Zura dulu, ya".ucap Arshaka yang langsung dibalas anggukan Zyana.
"Ok! Hey, Rara, ini Aunty Zyzy ayo ama aunty dulu".
Zyana membawa Zura sedikit menjauh pada mereka ia duduk disofa seraya berbincang dengan Zura, Arshaka menyerahkan Arka pada Zara untuk diberikan ASI ekslusif.
" Kamu ngapain masih disitu? Yan. "Arayyan yang hanya diam berdiri dikaki brankar Zara memperhatikan Arka yang menangis. Lalu Arayyan menggeleng ia bergabung duduk dosofa bersama Zyana dan Zura, sedih Arshaka menutup tirai agar Arayyan dan Zyana tak melihat Zara menyusul Arka.
" Kami kok gak keluar Mas? ".
" Loh? kenapa? ".
" Aku malu".
"Kenapa malu? ".
" Kamu duduk dosofa aja sana sama Zyzy dan Arayyan ".
"Terus kenapa malu? ".
" Ya malu aja mengasihi didepan kamu".
"Biasanya juga aku yang--sssttt, aw. Sakit Ra. " Arshaka itu mengusap pinggangnya yang baru saja dicubit Zara.
"JaJangan asal bicara, nanti mereka pada denger, Mas".
" Kamu gak usah malu sama aku suami kamu dan aku udah liat ".
" Tetep aja malu, Mas kamu hadap sana dulu deh".
Akhirnya Arshaka menuruti perkataan Zara membelakangi Zara membuat Zara dengan cepat membuka kancing bajunya dan memberika ASI.
Saat mendengar tangisan Arka yang sudah berhenti Arshaka kembali menatap Zara ia memperhatikan Arka yang tengah menyusu.
"Lahap banget, jangan dihabisin Nak, sisain untuk kembara kamu".ucapa Arshaka pada Arka.
" Gapapa masih ada yang sebelah, Mas".
"Yang sebelahnya punya aku, khususon".
Zara menggeleng kecil " punyamu apa? Gak ada semuanya udah punya Arka dan Zura, masa berlaku kamu udah habis".
"Kok gitu, Sayang".
"Ya emang begitu, mereka butuh banyak ASI, mas!".
" Bisa dicampur sufor sayang, aku pernah denger kalau ASI untuk kecerdasan sufor untuk kuatin tulang, bikin gemuk, jadi mereka bisa minum ASI dan sufror".
"Mana ada begitu? ".
" Emang ada nanti kita konsul sama Dokter".
"Sayang".
...----------------...
Sudah empat hari pasca Zara melahirkan akhirnya diperbolehkan pulang, Arayyan mempercantik rumah terutama kamar bayi dan kamar Zara. pintu terbuka Arayyan dan Abizan membuka pintu mempersilahkan mereka masuk kedalam, Zyana senantiasa membantu mendorong stoler Arka dan Zura yang menjadi satu, sedangkan Arshaka membantu Zara berjalan.
"Selamat datang dirumah, Kak Zara".
Zara tersenyum pada Abizan" terimakasih, Abi".
"Duh, Zyzy gak bisa bawa stolernya naik keatas sana".keluh Zyana.
" Biar Abang bantu".ucap ArayyanArayyan mengambil alih stoler.
Belum sempat Zara melangkah Arshaka sudah lebih dulu membopong Zara menaiki tangga, membuat Abizan tersenyum melihat dan segera ikut naik.
Zyana membuka pintu kamar Arshaka dan Zara mereka semua terkejut karena kamarnya sudah didekor dengan rapi.
"Siapa yang buat ini? ".tanya Arshaka.
Zyana menyenggol bahu Arayyan meminta Arayyan menjawab.
" Arayyan? ".tanya Arshaka lagi dengan anggukan kecil.
Zara menepuk bahu Arshaka meminta untuk Arshaka menurunkannya akhirnya Arshaka menurunkan Sarapan Zara segera mendekati Arayyan.
" Arayyan terimakasih ".
"I'm sorry, Zar. Sorry everything, please don't hate me".
" Never, I never hate you, uncle Arayyan ".
Arayyan tersenyum Mendengarnya" Uncle Arayyan".
Arshaka ikut mendekati Arayyan memeluk Arayyan dengan erat"thank you lil bro".
"Alhamdulillah yang sudah terjadi dimasa lalu kita jadikan pelajaran dan sekarang kita bisa membuka lembaran baru menjadi keluarga yang harmonis dan saling mendukung satu sama lain, Abba dan Umma pasti bangga dan bahagia melihat kita".ucap Zyana.
" You'll find the best girl in the world bro".bisik Arshaka ditelinga Arayyan sebelum melepaskan Pelukkannya.
Arayyan mengerti maksud Arshaka. ia harus melupakan Aqila dan membuka hati pada perempuan lain, karena Aqila adalah saudara sepersusuan, sehingga Arayyan harus merelakan.
"Bang ada yang Arayyan bicarakan".
Zyana pun tau maksud Arayyan apakah saudara kembarnya sudah memiliki pelabuhan hati?
...----------------...
Tunggu ya Arshaka tamat akan ada lanjutannya cerita Arayyan dan perawat cantik ya.
Dukung Arshaka 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻