ARSHAKA

ARSHAKA
Gudang



Setelah kepergian Abizan, Arshaka mulai mencerna penuturan sang Adik, mengapa ia tak pernah berpikiran tentang hal seperti yang dikatakan Abizan?. Arshaka berlalu menuju Ndalem.


...----------------...


Tengah malam, Zara terbangun, ia ingin kekamar mandi untuk buang air kecil, tetapi saat dirinya berjalan di Koridor ia terkejut dengan kehadiran seseorang.


"Zara! ".


" Pandu? Kok disini? Ngapain malem-malem diluar? ".


"Harusnya gue nanya lo kenapa lo Malem-malem keluar? "


"Saya mau ke hamam".


" Saya? sejak kapan lo pakai kosa kata saya-saya? biasanya lo gue? ".


" Emang salah ya? Udah deh saya duluan ".


" Eh, eh Zara, tunggu dulu".pandu menahan tangan Zara membuat Zara menepis nya.


"Apa lagi? ".


"Gue minta maaf soal waktu itu, gue ajak lo kabur tapi pas itu ketahuan gue malah ninggalin lo".


" Oh, itu gapapa lagian udah lama hukuman nya juga udah selesai ".


" Tapi gue bener-bener ga enak sama lo, Zara".


"Gapapa, Ndu. Hukuman itu ada hikmahnya kok, saya bisa menjadi lebih baik karena hukuman itu".


"Yaudah kalau gitu saya pamit, Ndu'.


Zara berlalu. meninggal kan pandu menuju kamar mandi, tak selang lama Zara keluar akan menuju kembali ke kamarnya, karena memang saat ini pukul 1 malam, tetapi Zara tengah berjalan di Koridor ia mendapatkan pukulan yang sangat keras pada punggungnya, membuat punggungnya terasa sakit dan kepala menjadi pusing.


" Aw.. ".


Zara pingsan tergeletak dilantai koridor membuat seseorang yang baru saja memukul nya kini membopong Zara" Maafin gue, Zara".guman batin seseorang itu.


.


.


Tok... tok.. tokk


"Assalamualaikum".


" Assalamualaikum, Gus Arshaka? ".


Walaikumsalam".


Arshaka membuka pintu menatap Mba Rita dihadapannya" ada apa Mba? ".


" Mohon maaf Gus sebelumnya saya mengganggu, tapi saya ingin memberi tahu kalau ada santriwati ketahuan sedang berzina di gudang".


"Astaghfirullah".


" Astaghfirullah ".


" Hey kalian, bangun! ".Ustad Faruk menyipratkan air pada keduanya membuat keduanya terbangun.


"Apa yang kalian lakukan? Pandu? Zara? ".


Zara memegangi kepalanya yang pusing, ia meringis kesakitan belum sadar apa yg terjadi.


" Pandu, Zara! Jawab? ".


Zara mengerjapkan mata ,ia melirik sebelahnya terdapat panji pria itu tak memakai baju, hanya memakai celana dengan relseliting terbuka,sedangkan Zara terlihat pakaian yang ia kenakan terlihat berantakan.


"Astaghfirullah, Pandu? ".zara terkejut.


" Zara jawab saya apa yg sudah kalian lakukan? ".tanya ustazah Mila.


" Ustazah saya.. saya gak tau seingat saya abis dari kamar mandi mau kembali ke kamar, eh tiba-tiba ada yang mukul saya dari belakang dan seterusnya saya ga inget ,saya pingsan, saya bingung kenapa saya bisa disini? ".


"Gak mungkin kamu ga tau apa-apa? sedangkan keadaan kalian udah kacau begitu? ".ucap Mba Rita.


Zara beralih menatap Pandu yang tak membuka suara" Ndu, sebenarnya ada apa? Kenapa kita bisa disini? kenapa kamu ga pake baju? ".


" Zar, Maaf.. ".


"Maaf? maaf apa? Ngomong yang jelas Ndu? ".


"Lo ga usah sok suci, Zar. Gak usah pura-pura lupa sama apa yang udah kita perbuat! ".


" Perbuat? Perbuat apa? ".


" Pandu? kamu benar melakukan itu dengan zara? ".tanya ustadz Faruk.


Pandu mengangguk" benar, Ustaz ".


" Astofirullohalajim.. Kalian ini udah membuat malu nama Pesantren ini".ucap mba Rita.


"Engga ini ga benar, ini fitnah saya ga melakukan apa-apa! ".


" Gus Arsha kita gak bisa membiarkan ini, mereka harus diberi hukuman ".


Zara menggeleng" Caka, percaya saya ga ngelakuin apa-apa, saya ga tau kenapa tiba-tiba udah ada disini"


Arshaka menghela napas "kita semua ke ruang CCTV, kita cek".


...----------------...


Aduh Zara banyak banget sih cobaan kamu?


Mungkin Allah sedang menguji iman dan keteguhan hati kamu ya😭😭


Yang sabar pasti Allah kasih yang terbaik.


Setelah datang nya badai dan hujan pasti muncul lah pelangi 🌈🌈🙂🙂🙂🙂