ARSHAKA

ARSHAKA
Pendarahan



"Terimakasih Sayang, kamu cantik dan baik hati, Bella bangga punya kakak seperti kamu".


Lila memeluk Zara dan perlahan Zara ikut membalas pelukkan nya.


Danu tidak menyangka jika anaknya dan istrinya bisa bersatu seperti sekarang ini, benar-benar seperti mimpi, ia sangat berterimakasih pada Arshaka.


...----------------...


Setelah dari rumah sakit cek kandungan dan menengok ibu sambung Zara dan Arshaka segera pulang sesampainya dirumah pukul 9 malam rumah sudah sepi karena Arayyan dan Zyana sudah berada dikamar masing-masing.


Zara menuju kamarnya sedangkan Arshaka mengajar telfon dari pengurus Pesantren, saat sedang fokus menonton TV, Zara dikejutkan dengan kehadiran Arshaka yang tiba-tib ia berbaring disofa dengan menaruh kepalanya dipangkuan Zara.


"Mas, bikin kaget aja".


" Matiin TVnya, aku mau bacain surah Yusuf dan Maryam untuk si kembar anakku".


Zara menuruti perkataan Arshaka, sedangkan Arshaka mengecup perut Zara terlebih dulu sebelum membacakan surah Yusuf dan Maryam.


Arshaka membacakan surah tersebut membuat Zara memejamkan mata dan tak sadar ia tertidur.


"Kok tidur sih ? ".


" Adem".


Arshaka terkekeh mengusap pipi Zara lalu mengusap perut Zara kembali membacakan surah Yusuf hingga selesai.


"Assalamu'alaikum".


" Walaikumsalam ".


Arshaka berubah posisinya menjadi duduk ketika Arayyan melewati kamarnya.


" Yan, bisa bicara sebentar? ".


Arayyan menghentikan langkah lalu menghampiri Arshaka diambang pintu.


" Ada apa? ".


" Besok kamu sibuk? ".


" Seperti sekarang i i, tapi besok pulang jam 4,gak terlalu sore seperti sekarang ".


Arshaka mengangguk mengerti" besok Zyana pulang jam 7 malam, besok juga Abang pergi ke Tangerang karena ada urusan dari Pesantren, Abang boleh nitip Zara? ".


"Emang Bang pulang jam berapa? ".


" Mungkin jam 7 atau 8 malam Abang sampai karena dari jam 2 sampai bada magrib acara nya. Kalau aja Zara gak hamil mungkin Abang ajak Zara tetapi sekarang sedang hamil besar jadi lebih baik dirumah ".


" Oke, itu aja? ".


" Hm.. terimakasih, Yang".


"Sama-sama, kalau gitu Arayyan mau ke bawah dulu, mau kedapur".


Arayyan beranjak menuju dapur sedangkan Arshaka kembali berbaring seperti semula" sekarang Baba bacakan surah Maryam, ya".


...----------------...


"Baik-baik dirumah ya, sayang aku cuma sebentar, dua jam lagi Arayyan pulang".


Zara mengangguk mengecup punggung tangan Arshaka, " jangan ngebut hati-hati Mas, kalau udah sampe kabarin aku".


Arshaka tersenyum ia mengecup kedua pipi Zara kening Zara, dan pucuk kepalanya.


"Jaga Bubu ya anak-anaknya Baba, anak sholeh-sholehah".


"Siap Baba sholehah".


" Kamu bilang apa, Ra? ".


" Engga papa, emang aku bilang apa? Udah ah kamu sana jalan nanti terlambat jangan salahin aku ".


" Iya-iya, Bubu bawel, aku jalan, Assalamu'alaikum".


"Walaikumsalam".


Arshaka baru saja mau masuk ke mobilnya namun perkataan Zara membuat langkah nya terhenti.


" Hati-hati sayang".


Arshaka kembali mendekati Zara"kamu bilang apa? ".


"Yaudah hati-hati dirumah".


Setelah itu Arshaka benar-benar pergi, Zara menunggu mobil Arshaka berlalu dari pekarangan rumah, barulah ia masuk menutup pintu.


" Hai, Zara".


"Aqila? Kamu cari siapa? ".


" Cari Bang Shaka".ucap Aqila membuat Zara terkejut tetapi gadis itu segera terkekeh "becanda aku cari Bang Arayyan".


"Oh Arayyan? Arayyan belum pulang kayaknya masih dijalan satu jam lagi datang".


" Boleh aku nungguin didalem? ".


" Tapi".


"Gak boleh? Kamu ngelarang aku masuk nunggu Bang Arayyan? ".


Zara menghela napas, Akhirnya ia mengangguk" silakan masuk".


Aqila tersenyum "terimakasih".


Gadis itu duduk diruang tamu sedangkan Zara menuju dapur untuk membuatkan minuman, mau bagaimana pun Aqila tetap tamu dan harus memperlakukan tamu selayaknya.


Pandangan Aqila tertuju pada sebuah foto, ia yakin foto tersebut belum lama ini diambil, foto Arshaka dan Zara dengan kandungan besar, Ya foto ketika Arshaka dan Zara merayakan anniversary pernikahan mereka.


" Silakan diminum, Qila".


"Terimakasih".


" Zara perkiraan kamu lahiran berapa lama lagi? ".


" Kurang lebih 2 bulan lagi".


"Oh, bayinya perempuan atau laki-laki? ".


Zara menggeleng kecil" belum. diketahui jenis kelamin nya".


"Kak Zyzy pulang jam berapa? ".


" Sepertinya jam 7 malam, kenapa? ".


" Gapapa, nanya aja ".


Zara merasa tak nyaman berada di situasi saat ini, duduk berdua hanya bersama Aqila yang notabene nya menyukai Arshaka suaminya.


" Aqila maaf aku ijin ke dapur dulu".


"Silahkan".


Setelah kepergian Zara ,Aqila kembali melihat foto Arshaka dan Zara membuatnya emosi, lalu melihat lukisan kaligrafi buatannya yang terpampang disana.


" Awas lo, Zara".batin Aqila.


Mendengar langkah kaki Zara yg mendekati, Aqila beranjak berdiri "Zara aku numpang ke toilet ya".


" Silakan ".


Saat Aqila melewati Zara gadis itu mendorong tubuh Zara sehingga perutnya terpentok ujung sofa.


" Arghhh!! sakit ".pekik Zara seraya memegang perutnya yang terasa sakit.


Zara terjatuh merasakan dirinya mengalami pendarahan, Rasa sakit perutnya kini bercampur dengan rasa khawatir pada kedua bayinya.


" Zara! ".


Aqila terkejut dengan suara itu dan tambah lagi terkejut ketika Arayyan sudah berjongkok di samping Zara ingin membopong nya.


"Sakit.. sakit banget, perut aku sakit, tolong".


" Kita ke rumah sakit sekarang ".ucap Arayyan panik melihat darah mengalir dikaki Zara, pria itu segera membawa Zara menuju rumah sakit.


...----------------...



...****************...


Nah loh ini dia si Aqila si biang masalah cantik-cantik kok jahat banget sihhh🤣🤣🤣


Pasti penasaran kan?? 🤭🤭😊


Pasti deg-degan kan sama kelanjutannya.


Dukung terus ya Arshaka dan Zara.


Vote dan comment jangan lupa🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻