ARSHAKA

ARSHAKA
Scandal



Semuanya menuju ruang CCTV, mereka menyimak layar yg berada disana sedangkan ustadz Faruk mencoba mencari file yang berada di komputer.


"Pukul 1 malam terlihat Zara keluar dari kamar menuju kamar mandi, lalu bertemu dengan pandu di Koridor beberapa menit kemudian, terlihat Pandu menggendong Zara dan berjalan di Koridor menuju gudang".


" Dan kita gak bisa melihat apa yang mereka lakukan di gudang, karena tidak ada CCTV di gudang".jelas ustadz Faruk.


Arshaka melirik jam tangan menunjukan pukul 2 pagi.


"Bangunkan dan kumpulkan segera semua para santri di lapangan untuk menyaksikan hukuman yang akan diberikan pada mereka berdua".


" Caka, percaya sama saya, saya gak lakuin itu ".


" Kalian berdua, sehabis Sholat subuh, kamasi barang-barang kalian, karena kalian dikeluarkan dari Pesantren Darussalam ".


Zara menggeleng keras" engga, jangan keluarin saya dari Pesantren, saya mohon saya ga tau harus tinggal dimana? ".


"Dan kamu Zara Zeavananindya, beasiswa kuliah kamu dicabut! kamu juga dikeluarkan dari Universitas Darussalam".


Zara terkejut, ia menyatukan tangannya, berlutut dihadapan Arshaka dan menggeleng Seraya menangis.


" Maaf, Caka. Mohon saya ga melakukan itu, saya di fitnah, demi Allah tolong kamu percaya sama saya, Caka".


"Jangan pernah bersumpah atas nama Allah disaat kamu sudah melakukan dosa besar, Zara! ".


" Tapi saya ga melakukan itu tolong percaya sama saya, Caka".


Arshaka menghela napas"berhenti manggil saya dengan sebutan itu, karena kamu ga pantes memanggil saya menggunakan nama panggilan itu! ".


Setelah itu Arshaka pergi entah kemana? sedangkan Zara dan Pandu dibawa ke lapangan dan Dewan Pesantren lainnya membangunkan seluruh warga Pesantren.


15 menit kemudian, mereka sudah berkumpul di lapangan, Zara dan Pandu berada di tengah lapangan menjadi tontonan semua santri.


" Dia lagi? ".


" Iya, padahal dulu ikut lomba Tilawah dan dapat beasiswa ".


" Sayang banget ya, pinter-pinter kok scandal".desis para santri-santri mencemooh Zara.


"Zara".panggil Ustazah Mila membuat Zara mendongak kepala.


" Ustadzah, maafin Zara, tapi Zara berani bersumpah ga melakukan itu. Percaya sama Zara, Ustadzah ".


Ustazah Mila mengusap air matanya.


"Saya ingin sekali percaya sama kamu, tapi saya tidak bisa mendapatkan bukti jika kamu tidak bersalah, Ustazah yakin ini cobaan buat Zara".


" Saya dijebak, Ustadzah, saya difitnah ".


" Zara, maaf saya harus melakukan tugas saya".


Ustazah Mila mundur beberapa langkah membuat Zara kembali menunduk, ia tidak bisa berkata apapun selain menangis.


"Abang! ".


Abizan menghampiri Arshaka memegang kedua tangan nya" Bizan yakin kak zara ga melakukan itu, Bang. Kak Zara orang baik".


"Berhenti bilang orang baik, Bizan! ".


" Dia emang orang baik, Bang. Bang Shaka liat dia nangis-nangis kayak gitu karena dia gak melakukan itu dia difitnah tolong Abang percaya sama kak Zara ".


"Bizan percaya sama kak Zara karena Bizan tau kaka Zara seperti apa?! Dan Abang bakal nyesel karena udah ga percaya dengan fitnah itu! Bizan kecewa sama Bang Shaka".


Abizan berlalu dari hadapan Arshaka pergi entah kemana? pria itu tak bisa melihat Zara yang menangis dan akan diberi hukuman. Arshaka hanya terdiam tak membuka suara, ia melihat Zara yang menangis terisak hingga Ustazah Mila yang bertugas menghukum mulai menyiram Zara dengan air kotor(air comberan).


Arshaka memalingkan wajahnya kearah lain, sorakan dari para santri yang menyaksikan Zara dan pandu yang tengah mendapatkan hukuman membuat Arshaka tak bisa melihat kearah Zara, pria itu menghela napas kasar, suara tangis Zara dan permohonan Zara padanya terngiang-ngiang dibenak nya ditambah wajahnya yang sangat sembam, akhirnya Arshaka tak sanggup melihat meninggalkan area lapangan ia tak bisa menyaksikan hukuman itu.