ARSHAKA

ARSHAKA
Jujur



Selang beberapa menit Zara keluar dengan perlahan menghampiri Arshaka yang tengah duduk di sofa, ikut duduk disebelah nya "kenapa kamu bisa tengelam? ".


" Hmmm".


"Ra? ".


Mata Zara terkesiap bingung harus menjawab apa?


" Ra, kenapa gak Jawab? ".


" Mas, gak ganti baju? kamu juga basah ".


" Aku lagi nanya, Ra? ".


" Mas, ganti baju dulu, ya? nanti Mas sakit ".


"Ra, jawab dulu, aku nanya? ".


Zara menghela napas" kepleset, aku terpleset, Mas".


Arshaka mengernyit bingung "kepleset, kok bisa? bener terpleset? ".


Zara menganggukkan kepala, Arshaka membuka kaosnya yang sudah sedikit mengering, lalu Zara mengering kan tubuh Arshaka dengan handuk.


tok.. tok.. tok..


" Arsha, ini ada baju untuk kamu, Tante taruh di meja, ya samping pintu".


Zara beranjak menuju pintu membuka sedikit untuk melihat situasi saat merasa sudah aman ia mengambil baju ganti yang cika berikan untuk Arshaka, menutup kembali pintu menghampiri Arshaka.


"Tante Cika cuma kasih kemeja ini aja, sedangkan celana kamu juga masih basah".


" Gapapa, sayang".


Setelah itu Arshaka mengganti pakaian nya dengan pakaian yang diberikan Cika, ia menarik Zara agar duduk kembali membawa nya dalam dekapan nya.


"Astaghfirullah, aku udah su'udzon sama Aqila".


" Aqila? ".


"Iya, saat kami tenggelam tadi aku pikir Aqila lah yang mendorong kamu ke kolam, Astaghfirullah".


Zara tersenyum kecil dalam peluk kan Arshaka, seraya mengecup pucuk rambut Zara.


" Hatcim!! ".


" Ra, kamu baik-baik aja, okay? ".


Zara mengangguk mengusap hidung nya yang terasa gatal membuat Arshaka menangkup wajah nya.


" Ada teh hangat kamu minum ya, setelah itu kita pulang, kamu harus istirahat ".


" Tapi, pestanya, Aqila? ".


"Kamu lebih penting ayo minum tehnya, Ra".


Zara segera mengambil teh dan meminumnya setelah itu mengering kan rambut nya yang masih basah.


Zara dan Arshaka ingin kembali menemui Fahri, Cika, dan Aqila untuk meminta ijin pulang.


" Tante, Om".


Mereka menoleh pada Arshaka dan Zara.


"Zara, kamu baik-baik aja? katanya Aqila kamu jatuh ke kolam karena tersandung kakimu sendiri?".tanya Cika.


Zara sekilas melirik Aqila lalu menatap Cika dengan senyuman kecil" iya, tan".


Arshaka mengernyit, Zara mengatakan jika terpleset, mengapa Aqila bilang kalau tersandung?


Jadi yang mana yang benar?


"Tante, Om, dan Aqila saya dan Zara pamit pulang, sepertinya Zara tidak enak badan, Zyzy, Bizan kalian pulang sama Arayyan, biar Abang dan Zara pulang nya naik taksi.


" Bang Shaka, pesta nya belum mulai".ucap Aqila dengan nada sedih.


"Maaf, Qila, Abang harus pulang istri Abang lagi sakit perlu istirahat, Selamat Ultah ya".


" Yaudah, gapapa Arsha kamu bawa Zara pulang saja".tambah Cika.


"Iya, Tante".


" Terimakasih untuk baju dan teh hangatnya nanti bajunya saya kembalikan".ucap Zara.


"Gak usah gapapa pakai saja".


Setelah itu keduanya beranjak pulang menggunakan taksi yang Arshaka pesan lewat online, selama perjalanan pulang, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.


Sesampainya dirumah mereka langsung menuju kamar, Arshaka membantu Zara berbaring diranjang lalu dirinya duduk di tepi ranjang.


" Ra..? ".


" Hm? ".


" Jujur sama Mas? kenapa kamu bisa tenggelam?".


"Ehmmm.. tadi ksn udah bilang kepleset, Mas".


" Tapi kata Aqila kamu tersandung? yang benar yang mana? ".


" Bukannya kepleset sama kesandung sama, ya? ".zara berusaha untuk tenang.


" Beda, Ra. kamu jujur sama Mas, atau Mas yang cari tau, aku bakal marah? ".


Zara terdiam mengalihkan pandangannya kearah lain, Arshaka semakin yakin jika istrinya sedang berbohong menutupi sesuatu.


" Zara Zeavanandiya? ".


" Zara? ".Arshaka menangkup wajahnya.


" Jujur sama Mas, sayang? ".


Zara menatap Arshaka dengan mata berkaca-kaca " maafin aku Mas, aku udah bohongin kamu".


"Tapi... aku mohon jangan salahkan Aqila? aku yakin dia gak sengaja dorong aku, Mas jangan marah ya? ".


" Kenapa dia dorong kamu? ".


" Ini salah aku Mas. Aku gak sengaja tumpahin minuman ke baju Aqila, mungkin dia kesel karena aku buat bajunya basah, dia pasti gak sengaja dorong aku".


"Kamu gak minta tolong atau dia gak menolong kamu? ".


" Dia.. ".


"Dia ga mau nolongin kamu? Benar? ".


Zara mengangguk kecil, membuat Arshaka menghela napas" Ra, kalau tadi aku tau kamu jatuh karena dia dorong kamu mungkin aku akan marah sama dia".


"Mas jangan, aku mohon dia anaknya Tante Cika dan Om FahrFahri sahabat Abba dan umma".


" Zara kamu istri aku, bukannya aku udah bilang akan menjadi pelindung kamu? ".


" Mas, gapapa aku baik-baik aja kok, jangan marah ya".


"Hmm, sekarang kamu tidur".


" Mau dipeluk, boleh? ".pinta Zara sebenarnya Arshaka masih marah pada Zara yang sudah tak mau jujur padanya.


Tetapi Arshaka meredam amarah nya karena melihat wajah Zara yang mengemaskan membuat hati Arshaka luluh ia mencubit pipi Zara, setelah itu ikut berbaring disebelah Zara memeluknya" selamat bobok, my love , wife good night beautiful is dream ".ucap Arshaka mengecup pucuk rambut Zara.


Zara memejamkan mata dan mengulum senyum " i love me too".


"Raa..? ".


Zara detik berikutnya sudah memasuki alam bawah sadarnya, cepat sekali membuat Arshaka menunggu sampai Zara tertidur pulas dahulu setelah itu ia akan menyusul tidur.


...****************...


Pagi ini saat Arshaka mencoba membangunkan Zara untuk sholat subuh, suhu badannya sangat tinggi.


"Mas, ".lirih lirih Zara dengan mata mengerjapkan mata.


" Iya, sayang. Ada yang sakit? kita ke rumah sakit ya, demam kamu belum turun juga ".


Zara menggeleng" bantuin aku ambil wudhu, mas. aku masih bisa sholat ".


" kamu sedang sakit Zara".


"Aku sadar, Mas. bukan koma setiap muslim wajib sholat selama masih sadar".


"Yaudah aku bantuin kamu ke kamar mandi, kamu sholat nya tiduran aja, ya".


Arshaka membantu Zara ke kamar mandi setelah itu keluar menunggu Zara yang sedang berwudhu takutnya Zar.a tak kuat berdiri, sehingga wudhu Zara selesai.


Arshaka beranjak kedapur membuatkan bubur yang akan dibawa ke kamar. Saat ini Zara tengah bersandar disofa dengan mata terpejam ia sudah selesai sholat.


"Ra, makan dulu? setelah ini kamu minum obat biar panas demamnya turun dan pusing kamu reda".


"Lemes banget, Mas".


" Aku suapin, ya".


Zara mengangguk entah menjadi matanya sangat berat sekali untuk dibuka.


"Aaaaa".


Zara membuka mulutnya segera Arshaka Menyendokan bubur pada Zara, mengusap sudut bibir Zara yang terdapat sisa bubur.


" Kamu habisin, setelah ini minum obat, istirahat sebentar, kalau masih sakit kita kerumah sakit".


Hari ini Arayyan dan Zyana libur mereka berada dirumah, keduanya sibuk mengerjakan tugas, jika tugas, jika tugas sudah selesai mereka bersantai diruang keluarga, sedangkan Arshaka yang seharian merawat Zara.


"Bang Shaka".


tok... tokk..


" Abang, ini Zyana mau bilang dibawah ada Dewan pesantren mau ketemu sama Bang Shaka ".


Pintu terbuka" siapa, Zy? ".


" Ustadz Ilham ".


" Kamu tolong jaga Zara dulu, Abang nitip sebentar, ya".


Zyana mengangguk membuat Arshaka segera menemui Ustadz Ilham.


Zyana menghampiri Zara yang tengah berbaring.


"Zara? ".


Zara mengerjapkan matanya menatap Zyana" zyzy".


"Kamu gak mau kerumah sakit aja? lebih baik periksa dokter, zar".


Zara menggeleng" gapapa, Zy. aku sebentar lagi juga sembuh ".


" Aku kangen Abizan deh, Abizan gak bisa nginep disini ya, Zy? ".


" Bizan lagi ujian, Zar. Lusa baru selesai, kamu mau bertemu Bizan".


Zara mengangguk "mau ngobrol sama Abi, kemarin baru ketemu sebentar".


" Nanti sore aku jemput Bizan pulang deh, kita makan malem sama-sama besoknya baru aku antar dia ke pondok lagi".


"Beneran, zy? ".


" Hmm.. kamu cepat sembuh, ya".


"Terimakasih, Zy".


...****************...


Apa kira-kira yang akan dilakukan Arayyan???


Simak terus dukung terus ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻