
Pukul 8 malam mereka baru pulang, Di jalan pulang, Zara dan Arshaka tak membuka percakapan Arshaka fokus menyetir sedangkan Zara hanya melamun, hingga hujan turun Zara cukup terkejut memandang jalanan yang mulai basah, kedua tangannya terkepal kuat.
"Mas berhenti dulu hujan".
" Gapapa, Ra. kita kan di mobil ga akan kehujanan".
Zara menghela napas berat ia memejamkan matanya dapatkan merasa ketakutan.
"Ra? ".
Arshaka melirik Zara dan terkejut ketika melihat Zara yang tengah ketakutan. Arshaka segera menepikan mobilnya lalu meraih kedua tangan Zara.
" Ra kamu baik-baik aja? ".
" Takut".
Arshaka menghela napas, ia tau jika Zara takut hujan dirinya melepaskan sabuk pengaman nya dan sabuk pengaman Zara menarik Zara kepeluk kan nya.
"Tenang jangan takut ada, Mas".
Zara memeluk erat Arshaka menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang Arshaka.
" Takut".lirih Zara.
Arshaka semakin memeluk erat Zara "aku gak akan jalanin mobil, kita tunggu hujannya reda, Don't be scared, I'm here with you".
...****************...
Hingga pukul 11 malam mereka baru sampai dirumah, membuat Arshaka lega karena Zara tak takut lagi, rumah tampak sepi, karena pasti penghuninya sudah tidur.
" Zara".
"Hm? ".
" Kamu istirahat lagi aja, aku ingin bersih-bersih dulu".
Zara mengangguk, Arshaka menuju kamar mandi, Zara membuka jilbabnya dan melepas jaketnya, ia mendekati lukisan tersebut yang terpajang didinding kamar Arshaka.
Kaligrafi nama Arshaka Atharrazka malik.
Zara menghela napas dalam-dalam terasa sesak sakit? lukisan ini dari aqila gadis itu meminta Arshaka untuk memajang kaligrafi di kamarnya, dan Arshaka benar-benar memajang nya?
pintu kamar mandi terbuka Arshaka menghampiri Zara"Ra? kok belum tidur? ".
"Aku lagi liat-liat kamar kamu, ternyata ada lukisan bagus ya? kamu bisa buat sendiri kaligrafi? aku juga mau dong dibikinin nama kayak gitu, nanti dipajang juga disini boleh? ".
Arshaka terdiam menatap lukisan itu lalu kembali menatap Zara.
" Lukisan itu bukan aku yg buat, Ra".
"Loh? terus siapa dong? Oleh spesial ya? Hmmm siapa sih?lukisan nya spesial ya sampe dipajang disini? kalau kamu bangun 0ertama buka mata pasti tertuju lukisan ini".
" Zara".
"Siapa sih yang bikin? ".
" Zara pasti kamu udah baca surat itu, Kan? ".
Zara menatap Arshaka lalu tekekeh tanpa dosa"Yah, ketahuan deh ".
" Ra, jangan salah paham, ya".
"Hm, katanya cuma sebatas kakak adik, kok minta untuk dipajang beneran dipajang? so sweet".
"Beneran so sweet? ".tanya Arshaka sengaja membuat Zara berdecak sebaliknya.
" Engga, siapa yang cemburu? Aku biasa aja tuh! ".sewot Zara.
" Biasa aja, ya? ".
" Iya! Udah ah aku mau tidur ".Zara hendak berlalu terapi Arshaka menahannya dengan satu tangannya sedangkan tangan yang lain membelai wajah Zara.
"Are you jealous, wife? ".
" Ehmmm, gengsi? ".
Zara tak menanggapi ucapan Arshaka, ia sudah dibuat salah fokus dengan wajah Arshaka yang sangat dekat dengannya, bibir pria itu benar-benar memanggilnya agar mendekat.
" I wanna kiss, can I? ".
Mata Zara mengerjap" I'm scared ".
" I promise, just a kiss, hm? ".
" Janji? ".tanya Zara.
Arshaka tersenyum, ia menundukkan wajahnya agar bisa menjangkau wajah Zara agar bisa menjangkau wajah Zara, dengan tangan kiri yang memeluk pinggang Zara dan tangan kanan mengusap pipi Zara, Arshaka menjatuhkan bibirnya dibibir Zara.
Cup.
Keduanya terdiam sekejap masih dengan bertatapan intens, sampai akhirnya Arshaka memejamkan mata dan menggerakkan bibirnya dengan lembut.
Zara ikut memejamkan mata tangannya terangkat memegang rahang Arshaka, mengikuti ciuman Arshaka.
Kedua manusia itu larut dalam ciuman mereka, sampai tak sadar jika hujan kembali turun.
JDar!.
Zara mendorong bahu Arshaka, ia menjauhkan wajahnya dari wajah Arshaka dan menundukkan kepala gadis itu menutup kedua telinga nya.
ketakutan.
"Hey, it's okay, Ra. Cuma petir".
" Takut".lirih Zara.
Arshaka merengkuh tubuh Zara ke dalam dekapan nya, menenangkan gadis itu yang semakin ketakutan.
"Kenapa kamu takut hujan, Ra? ".
" Aku gak takut hujan, Aku.. aku ".
"Kamu ada trauma dengan hujan? ".tebak Arshaka dengan tepat.
Zara mengangguk lemah, kedua matanya memanas mengingat kejadian dimasa lalunya.
" Kamu bisa cerita sama aku, Ra".
"Takut aku gak mau, gak mau, pasti kamu jijik sama aku, aku kotor".racau Zara disertai isak tangisnya.
Arshaka mulai paham" masa lalu kamu? ".Tanya Arshaka yang dibalas anggukkan oleh Zara.
" Ra, listen me. Aku gak pernah mempermasalahkan masa lalu kamu atau mengatur masa depan kamu, masa lalu kamu udah berlalu, aku gak akan mengungkitnya, atau merasa nyesel udah menjadikan kamu istriku, masa lalu kita gak penting untuk masa depan kita, Ra".
"Tapi aku... aku kotor. Kamu pasti jijik kalau tau hal itu".
" No, aku gak akan mempertanyakan apa yang terjadi pada kamu dimasa lalu, Ra. Jangan khawatir, aku menerima semua kelebihan dan kekurangan kamu".
"Arsya".lirih Zara.
Sepertinya Arshaka pernah mendengar nama itu" laki-laki yang bertemu kita saat makan pecel ayam? ".
Zara mengangguk" he tried to harass me, I'm scared ".lirih Zara dengan suara gemetar.
Tentu saja Arshaka terkejut mendengarnya" he is your ex boyfriend or--".
"No, we're just friend. Cuma deket belum pacaran, dia temen sekelas ku".
Arshaka menghela napas" kamu gak perlu ceritakan kejadian yang membuat kamu trauma, Ra".
"Engga, aku harus cerita sama kamu, Mas. Aku gak mau kamu salah paham".
...----------------...
Apa ya.. Membuat Zara trauma?? 😁😁😁