
Mereka semua terkejut, serempak mereka menatap Zara yang menundukkan kepala, semua santriwati ber jerit histeris karena patah hati.
Tolong selamatkan Zara, dirinya ingin pingsan saja.
...----------------...
Zara saat ini berada di ruang pimpinan Pesantren ia merasakan nervous yang tidak bisa diartikan, ia tau semua mata tertuju padanya saat ini.
Arshaka terlihat santai menikmati secangkir teh nya, sedangkan Zara jantungnya terus ingin melompat dari tempat nya.
"Ekhem!! ".
Dehehman Zidan membuat Zara terkesiap melihat itu Arshaka terkekeh pelan.
" Jadi apakah benar kalian akan menikah? ".tanya Zidan.
"Benar, Om saya sudah meminta restu pada Ayah kandung Zara, 5 hari yang lalu setelah mendapat restu saya langsung menemui Zara dan melamarnya tapi Zara baru memberikan keputusannya tadi pagi".
" Oh.. Yang Bang Shaka minta alamat tempat tinggal Zara itu untuk melamar Zara? ".tanya Zyana.
" Exactly, Zyzy! ".
"Kamu Zara sudah yakin menikah dengan Arshaka? ".tanya Zidan pada Zara.
" I--iya Pak.. eh, Om.. eeh aduh siapa ya? ".bingung Zara.
" Panggilannya Om, karena sebentar lagi akan menjadi Om kamu juga".ucap zidan.
"2 minggu lagi? ".
Arshaka mengangguk" lebih cepat lebih baik".
"Kenapa gak seminggu aja? ".saut Abizan
" Kamu pikir nikah itu gampang? gak mudah, Abizan belum lagi persiapan ini itu juga".jelas Zyana.
"Padahal kalau seminggu lagi, Bizan jadi punya temen lagi".
" Kamu tenang aja, mulai hari i i Zara tinggal di pesantren lagi, sampai Abang dan Zara menikah, Zara pindah ke rumah kita atau tinggal di ndalem sama Abang ".tambah Arshaka.
" Bener? Yey kak Zara pindah ke Pesantren lagi".seru Abizan senang.
"Nanti belanja seserahan sama aku ya, Zar. ehmm sama tante Cika dan Aqila juga, mau kan tante, Aqila?".tanya Zyana.
" Tentu kabari aja kapan kalian mau belanja".balas Cika.
" Kak Zara, kakak ipar ku adalah temanku , beneran jadi nyata".ucap Abizan pada Zara.
Aqila, gadis itu terdiam tak membuka suara, menatap Zara, tak sengaja Zara juga menatapnya, tetapi Aqila segera memutuskan kontak mata mereka dan Aqila beranjak pamit keluar.
"Aqila permisi sebentar".
Aqila berlalu meninggalkan ruang pimpinan Pesantren, ia duduk di bangku taman, menutup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis terisak"sakit banget, sakit rasanya! Ya Tuhan, sakit!".lirih Zara.
Air matanya sudah menanak sungai dadanya sesak tak bisa membayangkan bagaimana Arshaka menikah dengan Zara.
" Bang Shaka kenapa tega? 7 tahun Aqila sembunyiin rasa suka dan cinta ini sama bang Shaka, tapi Bang Shaka malah menikahi perempuan lain".
Aqila menggeleng"Bang Shaka tega! ".
" Aqila".
"Bang Arayyan".
Arayyan duduk disebelah Aqila mengusap bahu Aqila " Bang Ray tau apa yg kamu rasakan, kamu menyukai Bang Shaka dari dulu? Bang Shaka Raya tau itu ".
Aqila menyandarkan kepalanya di bahu Arayyan , Aqila yang masih terisak menangis membuat Arayyan sangat tidak tega.
" Hati Qila sakit, Bang".
"Abang tau, Aqila, Abang tau. semua .mereka belum sah, Aqila masih memiliki kesempatan".
" Maksudnya? ".
" Bang Ray sangat tidak menyukai Zara dan Bang Ray akan selalu mendukung Aqila".
"Bener Bang Ray mau bantuin Aqila".
Arayyan mengangguk sebagai jawabannya.
Sedangkan Zara kini membereskan pakaian kedalam lemari kamarnya ia ditempatkan di kamar dekati ndalem agar Arshaka bisa mengawasi Zara. Abizan merasa bahagia sekarang, Zara kembali ke Pesantren.
...----------------...
Waduh gimana nih? Aqila tau Caka cuma nganggap sebagai adik itu aja ga lebih π€π€!!
Semoga tidak membuat ulah ya Aqila juga Arayyanππππ
Dukung terus Caka dan Zaraβ€β€β€ππ»ππ»ππ»ππ»