ARSHAKA

ARSHAKA
Obsesi



"Abang sudah memaafkan kamu, dan Abang yakin Zara juga sudah memaafkan kamu".


Ashaka menangkup wajah Arayyan lalu mengecup kening Arayyan memang terlihat aneh, tapi dia pria dewasa yang saling memeluk dan memberi kecupan itu tidak aneh bagi keluarga Malik, sebesar apapun usianya sang kakak selalu menyayangi adik-adiknya tidak pernah berkurang sedikitpun,suara tangis bayi terdengar membuat mereka semua menoleh ke pintu ruang operasi.


...----------------...


Lampu operasi masih menyala, tetapi suara tangisan bayi sudah terdengar.


"Dedek Bayi? " Gumam Abizan.


Arshaka yang masih membeku, lalu Zyana menatap Arshaka dengan tersenyum"Bang, Anak Bang Shaka udah lahir ".


Suara tangisan bayi terhenti, dan tak lama kemudian, terdengar tangisan lagi yang lebih melengking dari sebelumnya, hingga akhirnya.Arshaka tersenyum beranjak mendekati pintu ruang operasi.


Ia menunggu didepan pintu, sekitar 2 menit akhirnya lampu operasi padam dan pintu terbuka.


" Dok, gimana keadaan istri dan anak saya? "


Dokter tersenyum, lalu menjabat tangan Arshaka "alhamdulilah operasinya berjalan dengan lancar, istri dan anak Bapak selamat, Anak Bapak laki-laki dan perempuan, sedangkan kondisi ibu nya masih kritis tunggu sampai 2 jam kedepan jika tidak ada perubahan maka kami akan melakukan pemeriksaan lagi".


Arshaka menghela napas, tangannya menggenggam tasbih dengan erat dan Dokter menepuk bahu Arshaka"Sabar ya, Pak semuanya akan baik-baik saja, Bu Zara akan dipindahkan ke ruang rawat inap, saya permisi".


Dokter berlalu membuat Arayyan dan Zyzy segera mendekati Arshaka keduanya memeluk Arshaka dengan erat memberikan kekuatan pada Arshaka.


"Bang, Zyzy yakin Zara kuat dia akan baik-baik aja".Zyana berusaha memberikan semangat untuk Arshaka.


Pintu ruang operasi kembali terbuka seorang perawat cantik keluar " suami Bu Zara? ".


Arshaka menjawab" saya, Sus".


"Anak Bapak sudah selesai dibersihkan dan sekarang bisa untuk di adzankan ".


Arshaka mengangguk, mengikuti perawat, namun Arayyan menatap perawat cantik itu tak berkedip sehingga menatap nya hingga tak terlihat lagi.


Kenapa melihat suster tersebut membuat detak jantung Arayyan berdegup kencang seperti tak biasa-biasa nya ia bertemu dengan wanita lainnya.


Arshaka tak sanggup melihat Zara ia mengalihkan pandangannya, hingga akhirnya tiba dihadapan 2 inkubator, tak terasa kaki Arshaka lemas saat dihadapan nya terdapat dua bayi kembar yang mungil didalam inkubator.


"Assalamu'alaikum anak-anaknya Baba".salam Arshaka pada kedua bayi kembar nya dengan mata berkaca-kaca.


" Kalian akan menjadi ana


k sholeh dan sholehah, do'akan Bubu agar cepat pulih, Nak, Agar kita bisa bersama, nanti akan Baba ceritakan perjuangan kami dan perjalanan penantian menunggu kehadiran kalian".


Bayi laki-laki hanya menggeliat sedangkan perempuan tertidur.


"Saya belum boleh menggendong mereka? ".


" Maaf Pak, belum dikarenakan kondisinya belum stabil, maka dari itu disarankan untuk di inkubator, mungkin sekitar 12 jam lagi".


Arshaka mengangguk mengerti, menatap keduanya "Baba belum bisa menggendong kalian, Nak. Baba Adzan dari luar, ya".


" Allahuakbar Allahuakbar "Arshaka memejamkan mata. Bayi laki-laki langsung menoleh kearah Arshaka, sedangkan perempuan mulai menggeliat dalam tidurnya.


"Laa illahailallah".


Arshaka membuka mata air matanya menetes begitu saja, melihat kedua anaknya yang kini tengah menatap Arshaka dengan mata mengerjap.


Arshaka tersenyum ingin sekali mencium keduanya tetapi sayang nya belum bisa.


"Ra, Anak-anak kita sudah lahir, cepat sadar, sayang, mereka membutuhkan kamu kehangatan seorang Ibu".batin Arshaka.


...----------------...


Fahri memberikan minuman hangat pada Aqila, ia duduk dihadapan Aqila menatap aqila yang menusuk.


" Kamu benar-benar penyebab dari semua ini? ".


" Pa, maafin Aqila".


Fahri menghela napas "kenapa kamu lakuin ini, Kenapa Aqila? ".


" Karena Aqila sayang sama Bang Shaka, ".


" Itu bukan sayang, Aqila! Itu obsesi kamu terobsesi sama Arshaka ".


"Papa--".


" Aqila dengar! Dulu, Papa mencintai Tante Zea jauh sebelum, tante Zea bertemu Om Abiyan, Papa sudah menyukai tante Zea, sampai akhirnya Tante Zea dan Om Abiyan menikah, Papa masih belum bisa merelakan Tante Zea, tapi papa gak melakukan hal keji yang kamu lakukan seperti ini, papa gak mencelakai Om Abiyan atau Tante Zea untuk menghancurkan rumah tangga nya".


"Papa tau rasanya sakit hati, melihat orang yang kita sayang dan kita cintai bahagia dengan orang lain. Tapi justru itu, Aqila. kalau kita mencintai seseorang maka kita harus merelakan dia bahagia bersama orang yang dicintainya, walaupun orang yg dia cintai bukan kita, Kamu paham maksud papa? ".


" Iya pa".


"Mama kamu sahabat baik Tante Zea sebelum tante Zea meninggal, ia menitipkan anak-anaknya pada mama kamu, dan Om Abiyan sahabat baik papa, papa tau betul Om Abiyan sangat sayang pada anak-anaknya terlebih pada Arshaka, cinta pertama mereka, dan kamu anak semata wayang mama dan papa justru malah menghancurkan kebahagiaan Arshaka ".


" Dimana pikiran kamu, Aqila? Zara sedang mengandung anak Arshaka kamu tega mendorong sampai membuat dia melahirkan sebelum waktunya, sampai dia kritis dan meregangkan nyawa? ".


" Jujur, papa sangat menyayangi kamu, karena kamu anak satu-satunya papa dan mama, tetapi papa tidak bisa berbohong papa sangat kecewa dengan anak semata wayang papa ini".


...----------------...


Hayo kira-kira Arayyan jatuh cinta pada pandangan pertama 🀭🀭🀭ciecie.


.


.


Nanti ya selesai Arshaka cerita Arayyan dan perawat cantik dibuat buku sendiri😁😁


Dukung terus Arshaka dan Zara πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»