
"Tap--tapi? ".
"Tapi kenapa? Kamu gak ingin menikah dengan saya? ".
" Apa alasan Gus Arshaka ingin menikahi saya? ".
" Harus pakai alasan? saya pikir tidak ada alasannya mengapa saya menyukai kamu".
Zara menghela napas kasar "saya gak percaya pernikahan, saya takut, saya baru mengenal Gus Arsha, juga saya ga mau seperti orang tua saya, Gus Arsha juga ga mengenal orang tua saya".
Arshaka tersenyum tipis" saya mengenal orang tuamu, baru sore tadi saya menemui Ayah kamu untuk meminta restu agar merestui saya meminang putrinya ".
Zara masih terdiam menunduk sedangkan Arshaka tetap tenang menunggu Jawaban Zara.
" Ra? ".
Zara terkesiap kembali mendongak tangannya terkepal erat telapak tangannya sudah berkeringat.
"Maaf Gus saya takut dengan pernikahan".
" Apa yang kamu takutkan? Saya akan selingkuh? menikah lagi? atau Poligami? memiliki keluarga baru? lalu meninggalkan kamu sendirian. Begitu?".
"Gus.. ".
" Saya paham Zara, saya mengerti kamu takut apa yang terjadi pada orang tuamu, terjadi pada kamu? tapi saya tidak seperti itu, orang tua saya mengajarkan apa itu keikhlasan, kebersamaan, kesetiaan, dan kasih sayang ".
" Hampir 7 tahun saya seorang diri merawat adik-adik saya, tidak mudah Zara! Dan nanti akan ditambah kamu, InsyaAllah atas izin Allah saya sanggup menjaga merawat dan melindungi kamu".
"Sebelum bertemu kamu saya tidak pernah memiliki pemikiran untuk menikah, yang saya pikirkan hanya adik-adik saya, dan melihat betapa nyamannya adik-adik saya dengan kamu saya memiliki keinginan untuk memiliki kamu seutuhnya".
Mendengarkan penuturan Arshaka, detak jantung nya mulai berdetak tak karuan yang semakin lama semakin membuatnya tersentuh.
" Saya sudah menemui Ayahmu beliau berpesan agar saya membahagiakan kamu. Tentu saja saya akan membahagiakan kamu karena saya selalu ingin orang-orang saya sayangi bahagia bersama saya".
"Gus Arsha... sayang sama saya? ".tanya Zara pelan.
" Kamu tidak mendengar perkataan saya barusan? saya ingin orang-orang yang saya sayangi bahagia bersama saya".
"Ehmmm.. Gus saya bingung harus jawab apa?saya belum bisa kasih jawaban nya sekarang".
Arshaka mengangguk kecil" saya bukan sedang bertanya apa kamu ingin menikah dengan saya atau tidak? Tetapi saya sedang mengajak kamu untuk menikah dengan saya".
Zara terkejut mendengar nya membuat Arshaka semakin mengembangkan senyum nya"tidak apa-apa sepertinya kamu sangat terkejut, saya memang sangat romantis, Tiba-tiba datang mengajak menikah".
"Apa gak terlalu kecepatan, Gus maksudnya kita baru kenal, apa ga ingin saling mengenalai satu sama lain".
" Maksud, kamu pacaran? Maaf Zara saya tidak mau berpacaran saya juga tidak pernah memiliki pengalaman berpacaran istilahnya pendekatan dengan perempuan ".
"Oh.. maksudnya ta'aruf? Untuk apa? ".
" Hah? ".
" Begini Zara dalam islam tidak ada pacaran melainkan ta'aruf kamu harus tau apa maksud dari ta'aruf jika seseorang ingin menikah, mereka akan saling mengenal lebih dulu proses ta'aruf ini adalah pengenalan anatara dua orang yang akan menikah melalui perantara kerabat lain, disini posisi nya saya sudah mengenal kami, kamu juga sudah mengenal saya. saya sudah meminta restu pada wali nikahmu, beliau sudah merestui jadi untuk apa kita melakukan ta'aruf? yang hanya akan membuang-buang waktu juga menambah dosa ".
" Dosa? ".
" Iya, berdosa ketika saya sudah merdeka untuk menikah tetapi justru mengulur waktu bukankan akan bertambah dosa jika saya terus-terusan kepikiran seorang gadis yg belum menjadi mahram saya".
"Jadi daripada menambah dosa dengan mengulur waktu untuk menikah lebih baik langsung menikahi kamu agar bertambah pahala bukan dosa".
Keduanya terdiam Zara tak tahu ingin menjawab apa?.
" Zara kita tidak perlu melakukan ta'aruf. saya datang sekali menemui kamu dengan tujuan langsung meng khitbah kamu".
"Saya berikan kamu waktu 5 hari untuk menjawab jika kamu ingin di khitbah secara resmi dan romantis akan saya lakukan. 5 hari lagi acara milad Pesantren Darussalam gerbang Pesantren selalu terbuka lebar buat kamu".
Arshaka menyerah kan totebag yg ia bawa" untuk kamu".
"Apa? ".
Zara menerima totebag tersebut.
" Buka".
Zara terkejut saat membukanya dilihat kotak ponsel yang masih baru.
"Gus Arsha".
" Saya dengar dari Zyzy ponsel kamu sudah dijual untuk kebutuhan hidup kamu? Maka dari itu saya berikan kamu Ponsel baru, sudah lengkap dengan nomor baru kamu tinggal memakainya nomor sudah aktif.
Arshaka mengeluarkan ponselnya memencet layar ponselnya membuat ponsel yang didalam kotak tersebut berdering gadis itu membuka kotak tersebut dan melihat layak layar ponsel itu menyala karena adanya panggilan masuk.
Caka is calling...
Zara tersenyum pada Arshaka"terimakasih".
...----------------...
Aduhhhh sosweet bingit sihh Caka😁😁😁😁
apakah Zara menerima ataukah sebaliknya????